Serunya Menyegarkan Diri di Air Terjun Alam Kandung

Air Terjun Grojokan Sewu Alam Kandung. Berbicara tentang tempat wisata baru di Tulungagung memang terus bertambah seiring dengan minat wisatawan yang terus memburu pemandangan dan suasana baru. Setelah daerah selatan dengan pantai-pantai rupawan mulai menampakkan diri, ada pesona alam lain yang kembali hangat diperbincangkan, meski sudah lama dikenal. Air Terjun Alam Kandung seolah menjadi tempat mencari kesegaran baru dengan nuansa alami. Bahkan tempat wisata ini disebut-sebut menjadi Air Terjun paling indah di Tulungagung yang sudah lama menutup diri.
air terjun alam kandung
Air Terjun Alam Kandung
Tempat wisata Air Terjun Grojokan Sewu Alam Kandung terletak di area hutan lindung Alas Kandung, Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Berada sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Tulungagung dan 30 kilometer dari pusat Kota Blitar. Akses jalan ke lokasi tempat wisata sudah beraspal baik ditambah sudah adanya petunjuk yang jelas di sepanjang jalan ataupun diakses via GPS.

Air Terjun Alas Kandung yang kini dipopulerkan dengan sebutan Alam Kandung, sudah dikenal lama dan pernah dikembangkan menjadi kolam renang dan bumi perkemahan pada tahun 1990'an, namun berakhir dengan terbengkalai. Setelah pesonanya dikenal lewat stasiun TV swasta pada pertengahan 2015, Air Terjun Alas Kandung mulai diburu pada traveler, hingga kemudian dibuka sebagai tempat wisata pada tahun 2016 dan dipoles cantik dengan berbagai fasilitas umum yang sudah cukup baik. Dengan perubahan baru, tempat wisata Air Terjun Alam Kandung tidak meninggalkan ciri khas lama'nya yaitu sebagai tempat berenang dan bumi perkemahan.
air terjun alam kandung
Area Wana Wisata Alas Kandung
Air Terjun Grojokan Sewu yang satu ini berbeda dengan yang ada di Jawa Tengah. Air Terjun dengan 3 tingkat masing-masing memiliki cekungan yang sering digunakan wisatawan berenang. Air bening berwarna biru kehijauan hingga biru susu mendominasi cekungan kolam alami tepat di bawah air terjun. Air Terjun utama memiliki ketinggian sekitar 15 meter dan mempunyai kedalaman sekitar 4 - 8 meter. Dikelilingi pepohonan hijau yang asri, susunan batuan yang cantik, aliran air yang tampak menyegarkan  dan suara air yang bergemericik, tentunya membuat hasrat menceburkan diri ke air sulit untuk ditahan.
air terjun alam kandung
2 Cekungan Air Terjun Alam Kandung
Tidak perlu bingung untuk mencari tempat berenang, setiap cekungan di Air Terjun Alam Kandung cocok untuk menyegarkan diri. Adanya 3 tingkatan air terjun, membebaskan siapapun untuk memilih tempat terbaik untuk menyegarkan diri di tengah rimbunnya Alas Kandung. Bermain air, berfoto, menyejukkan diri dengan berendam, melompat ke dalam air dari ketinggian, merupakan hal-hal yang bisa disaksikan ataupun dicoba di tempat wisata Air Terjun Alam Kandung.

Tidak ingin bermain air?, menjajal gembok cinta bisa dicoba, tapi jangan lupa membawa gembok sendiri, becase... connective itself before being tied in the sacred promise. Selain itu, sekedar bersantai juga tak ada salahnya dengan menikmati pesona air terjun dari gasebo di ketinggian bisa menjadi solusi, atau ingin menikmati air terjun dari bawah dengan spot ala Air Terjun Pulau Moyo?, kuat-kuatlah menghindari godaan menceburkan diri ke dalam air. Masih kurang puas?, bawalah tenda dan rencanakan untuk camp ceria di area wisata Air Terjun Alam Kandung ini.
air terjun alam kandung
Refreshing
 

Sejarah Alas Kandung

Alas Kandung tak lepas dari sejarah Adipati Ariyo Blitar I (Nilasuwarna) yang dikenal sebagai pendiri Kota Blitar yang sebelumnya bernama Balitar (Bali Tartar) yang berhasil ditaklukkan. Adipati menikahi Dewi Rayung Wulan dan ketika hamil, terjadi pemberontakan oleh Patih Kadipaten Ki Sengguruh Kinareja. Dalam pertempuran tersebut, Adipati Ariyo Blitar I dikabarkan tewas dan Ki Sengguruh mendapat gelar Adipati Aryo Blitar II.

Dewi Rayung Wulan yang hendak dinikahi Adipati Aryo Blitar II melarikan diri dan bersembunyi di Alas Kandung, sehingga begitu lahir, putranya diberi nama Joko Kandung. Setelah Joko Kandung berhasil membalas dendam kematian ayahnya, dia dianugerahi gelar Adipati Aryo Blitar III. Meski tidak mau menerima takta itu, Joko Kandung tetap memimpin Kadipaten Blitar. Hm... don't forget the history

Hm...?, Air Terjun Alam Kandung ternyata bersejarah bukan ?!
air terjun alam kandung
Cheers...

Tips Mengunjungi Air Terjun Alam Kandung :
  1. Datanglah di musim yang tepat. Pada musim kemarau, kadang aliran air terjun kering dan hanya menyisakan air-air di cekungan.
  2. Gunakan sandal anti selip karena jalan maupun bebatuan di sekitar air terjun cukup licin.
  3. dan bawalah baju ganti jika ingin berenang. Fasilitas kamar mandi sudah disediakan.
  4. Berhati-hatilah saat berenang karena kedalaman air terjun mencapai 4-8 meter, sehingga rawan tenggelam bagi yang tidak pandai berenang.
  5. Merupakan tempat wisata alam, jangan mengotori area wisata dengan membuang sampah sembarangan.
 

14 Tempat Wisata Eksotis Terbaru di Jogja

Tempat Wisata Terbaru di Jogja. Jogja, kota yang dikenal dengan kuburan para raja ini tidak saja menyajikan wisata budaya yang sudah tersohor, namun juga masih menyimpan berbagai wisata menarik yang selalu mengundang decak kagum para wisatawan. Budaya Jawa yang masih kental menjadikan Jogja sebuah tempat yang cukup fenomenal. Wisata budaya, edukasi, sejarah hingga wisata alam tersaji dengan apik di sekelilingnya. Mendengar banyak jenis wisata yang berada di kawasannya, siapa yang tidak tertarik berkunjung ke Kota Gudeg ini?

Jogja yang dulu dikenal dengan Pantai Parangtritis dan Marlboro'nya, lambat laun mulai berkembang. Wisata-wisata baru mulai dibangun dan didesain unik. Yah... karena menikmati Jogja, tidak hanya di kota saja. Ada berbagai tempat wisata baru di Jogja yang mulai hits karena terkenal dengan spot panorama yang luar biasa.

Berikut ada daftar tempat wisata eksotis terbaru di Jogja :

1. Desa Wisata Kalibiru

Kalibiru merupakan wisata yang paling populer di Kulon Progo. Berada di dataran tinggi, tempat wisata di Jogja ini menyajikan pesona alam dari yang luar biasa. Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan berada di Perbukitan Menoreh pada ketinggian 450 mdpl. Sampainya di puncak, akan tampak hamparan hijau perbukitan menorek sekaligus Waduk Sermo, hingga tarian kecil ombak pantai selatan. Menikmati keindahan panorama akan terasa sempurna saat pagi atau sore hari, ketika suasana perbukitan bercumbu dengan sang surya. So, pack your camp tools in here !.
wisata kalibiru
Wisata Kalibiru

2. Hutan Pinus Mangunan

Mendekorasi hutan pinus menjadi tempat wisata?, why not?. Justru suasana alami rimbunnya jajaran pohon pinus, menjadi buruan siapapun yang lelah dengan bisingnya perkotaan. Berlokasi di Desa Mangunan, Kabupaten Bantul, tempat wisata di jogja ini menjadi daya tarik wisatawan karena adanya berbagai dekorasi unik di dalamnya yang menjadi area spot photographer. Selain puluhan kursi kayu yang ditata menyerupai panggung, ada juga rumah pohon, gubug dan beberapa ayunan yang sengaja disediakan untuk menunjang pariwisata di Jogja ini.
hutan pinus mangunan
Hutan Pinus Mangunan

3. Taman Tebing Breksi

Bukit kapur tentu menyajikan pesona guratan tebing putih unik yang terkesan elegan. Taman Tebing Breksi merupakan gaya baru bekas pertambangan yang disulap menjadi tempat wisata menarik di Jogja. Berlokasi di Groyokan, Prambanan, Sleman, tempat wisata tebing breksi ini menyajikan panorama di sekitarnya. Dari atas tebing, bisa terlihat Candi Prambanan, Candi Sojiwan, Candi Barong dan kegagahan Gunung Merapi. But, do'nt forget to enjoy the sunset moment. Tebing yang menyimpan berbagai pahatan unik di dindingnya ini, mempunyai panorama sunset yang menggoda. Penasaran? check it out!.
tebing breksi
Taman Tebing Breksi

4. Jurang Tembelan

Jangan berfikir bahwa jurang selalu terdengar menyeramkan setelah mengetahui tempat widata di Jogja ini. Jurang Tembelan berada di Dukuh Kanigoro, Mangunan, Bantul dan sering disebut dengan wisata alam ala Titanic. Tempat wisata Jurang Tembelan memiliki gardu pandang unik berbentuk kapal yang menyuguhkan pemandangan alam khas pegunungan. Ketika sore, panorama pegunungan berpadu dengan kabut dan cakrawala jingga yang menjadi pembuka tenggelamnya mahari, and this is special moment here! 
jurang tembelan
Jurang Tembelan

5. Puncak Kosakora

Mendengar title 'puncak', jangan berfikir Kosakora adalah sebuah gunung yang tinggi. Puncak Kosakora atau Bukit Kosakora berada di kawasan Pantai Drini, Gunung Kidul sehingga mudah diakses, tapi dengan sedikit perjuangan. Trekking tentu tidak jadi masalah jika di akhir perjalanan tersaji keindahan Jogjakarta. Bukit Kosakora dengan ketinggian sekitar 50 mdpl, dan berlokasi di pinggir laut, pastinya panorama hamparan laut biru dan perbukitan sudah terbayang, apalagi jika momen sunrise dan sunset mulai menggoda. Yah... tak heran banyak wisatawan yang mencoba camp di tempat ini. 
puncak kosakora
Puncak Kosakora

6. Gunung Api Purba Nglanggeran

Tentu sangat menarik berwisata di sebuah gunung purba, karena selain melihat sisi sejarah, tempat wisata di Jogja ini terdaftar di Unesco sebagai warisan dunia. Untuk mencapai puncak gunugn berketinggian sekitar 700 mdpl, sedikit olah raga pastinya tidak terlalu menjadi beban, karena sampai diatas pemandangan alam yang eksotis akan menyambut wisatawan. Dari atas puncak, hamparan alam hijau terpampang jelas, dihiasi Embung Nglanggeran yang sangat mempesona. Pastinya, sunset selalu menjadi momen spesial di ketinggian. Try to camp?, why not !.
Gunung Api Purba Nglanggeran
Gunung Api Purba Nglanggeran

7. Telaga Biru Semin

Bukan hanya pantai dan perbukitan, Jogja menyimpan destinasi unik berupa Telaga Biru Semin. Unik?, ya... banyak yang menyebut telaga ini memiliki sensasi serupa dengan Danau Kelimutu di Flores. Telaga Biru berada di Karangwuni, Semin, Gunungkidul. Telaga ini merupakan cekungan bekas pertambangan kapur yang terisi air hujan. Meski disebut Telaga Biru, ada dua telaga lain yang berwarna hijau dan coklat. So, ready to find photo's spot?.
telaga biru samin
Telaga Biru Samin

8. Bukit Pengilon

Merasakan suasana gunung dan pantai?, Bukit Pengilon bisa menjadi solusi terbaik. Bukit yang ditumbuhi hamparan rumput hijau di bawah Gunung Api Purba Batur dan di sisi lautan luas, tentu membawa kesan menakjubkan bagi wisatawan yang mengunjungi tempat wisata di Jogja ini. Perpaduan nuansa alam dan laut terasa mempesona bagi siapapun yang datang. Meski trekking dari Pantai Watu Lumbung yang tidak mudah, suasana alam yang akan didapat tidak akan sia-sia. Panorama indah akan membuat siapapun enggan beranjak, so, ready to camp?.
bukit pengilon
Bukit Pengilon

9. Pinus Pengger Dlingo

Tidak berbeda dengan tetangganya, si Pinus Mangunan, tempat wisata Hutan Pinus Pengger Dlingo juga telah menjadi tempat wisata yang hits di Jogja. Berada di Dusun Sendangsari - Kabupaten Bantul, lokasinya yang berada di ketinggian menjadikan hutan pinus ini tempat yang tepat untuk menikmati suasana alam ketika siang maupun malam hari. Selain berbagai spot gardu pandang dari ranting kayu yang dibangun sedemikian unik, ada pula Goa Macan, Goa Lampeng dan Watu Ngadeg. Selain menikmati udara alam sejuk hutan pinus, menikmati gemerlap perkotaan di malam hari, tentu sangat menarik and so romantic ! 
Pinus Pengger Dlingo
Pinus Pengger Dlingo


10. Kebun Buah Mangunan

Kesejukan alami ditambah pemandangan yang luar biasa, adalah sekilas bonus di Kebun Buah Mangunan. Tempat wisata yang berada di Mengunan, Kabupaten Bantul ini menyuguhkan pemandangan luar biasa. Perbukitan, lembah Sungai Oya yang berkelok dan selimut kabut yang eksotis menjadikan tempat ini disebut sebagai negeri di atas awan'nya Bantul. Merupakan agrowisata, menikmati hamparan alam eksotis dengan sajian buah, tentu cukup menggiurkan, bukan !
kebun buah mengunan
Kebun Buah Mangunan

11. Bukit Panguk

Panorama di atas awan adalah godaan wajib ketika berada di Jogja. Bukit Panguk merupakan salah satu destinasi wisata indah yang perlu dicoba. Bukit Panguk Kediwung ini masih satu kawasan dengan Kebun Buah Mengunan dengan suguhan khas alam pegunungan. Waktu yang tepat berkunjung ke tempat wisata di jogja ini adalah ketika pagi hari. Pemandangan alam pegunungan hijau berbalut putih akan sangat memanjakan mata. How the beautiful sea of fog
bukit panguk
Bukit Panguk

12. The Lost World Castle

Berada di Desa kepuharjo, Kabupaten Sleman, The Lost World Castle yang sering disebut Benteng Takhesi'nya Selmain ini mulai menjadi daya tarik para wisatawan. Bangunan unik berbentuk castil ini merupakan daerah paling parah terkena dampak erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Bertahun-tahun berselang, bangunan unik ini muncul, menyajikan benteng ala Tembok Besar China sampai situs ala Stonehenge Inggris. Berada di bawah kaki Gunung Merapi, pemandangan tempat wisata di Jogja ini sangat indah, tak heran tempat wisata The Lost World Castle mulai ramai wisatawan. Want to go?
The Lost World Castle
The Lost World Castle

13. Kedung Pedut 

Teletak di dasar lembah dari dua tebing tinggi di pegunungan Menoreh, itulah sekilas gambaran Kedung Pedut, sebuah air terjun terpencil nan cantik di Dusun Kembang, Kulonprogo. Selain posisinya yang strategis di tengah alam, adanya dua warna yang menghiasi air tejun ini merupakan pesona unik yang menjadikan air terjun ini begitu cantik. Warna putih jernih dan hijau tosca terjadi alami apa adanya, pertanda kondisi alam yang sangat baik. Tak ada salahnya mencoba kolam alami di area tempat wisata Jogja ini. Wow, lets refresh your body here !
Kedung Pedut
Kedung Pedut

14. Green Village Gedangsari

Green Village Gedangsari bisa menjadi tempat tempat penutup dari segala kepenatan seharian. Tempat wisata ini berada di Guyangan Lor, Mertelu Gedangsari dan kini mulai banyak dikunjungi wisatawan terlebih untuk menunggu sunset sembari beristirahat. Letaknya yang berada di atas bukit, menjadikan tempat wisata di Jogja ini ccok untuk menghabiskan waktu senggang. Ketika siang, hamparan pemandangan hijau perbukitan siap memanjakan mata, sedangkan ketika malam, gemerlap lampu kota akan menjadi sajian wajib yang cukup elegan untuk dinikmati. Selain itu, jangan melewatkan panorama sunrise maupun sunset yang sangat mempesona. Yah... mungkin siapapun betah disini seharian penuh. Yay!
Green Village Gedangsari
Green Village Gedangsari

Itulah 14 tempat wisata di Jogja yang menyajikan pesona alam luar biasa yang tidak indah dari sekedar spot foto. Hm... tertarik?, come in, They're waiting.

Ranu Gumbolo - Sensasi Pegunungan di Pinggiran Kota Tulungagung

Ranu Gumbolo Tulungagung. Siapa yang tidak tertarik melihat pemandangan menawan pegunungan seperti matahari terbit di pucuk Ranu Kumbolo?. Bagi banyak orang, Ranu Kumbolo atau pernah disebut Ranu Gumbolo, adalah surga di Gunung Semeru dan mayoritas pendaki gunung'lah yang bisa menikmati keindahannya. But now, pesona pemandangan ala Ranu Kumbolo buka hanya bisa disaksikan di film saja. Jika ada suatu tempat yang pesonanya nyaris sama dengan Ranu Kumbolo, kenapa tidak mencoba?. Tanpa alat pendakian, menikmati hawa alam yang segar bisa dicoba di Ranu Gumbolo Tulungagung.
ranu gumbolo
Ranu Gumbolo Tulungagung
Ranu Gumbolo berada di kompleks Waduk Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung. Rute jalan sangat mudah diakses dari Surabaya maupun Kediri, dengan penunjuk arah yang jelas dan kondisi jalan yang baik untuk dilewati roda dua maupun roda 4.

Waduk Wonorejo sangat besar dan indah, dengan air melimpah yang dikelilingi perbukitan. Besarnya kapasitas air yang mencapai 3,85 juta meter persegi, ditambah pemandangan sekelilingnya yang hijau segar, membuat tempat ini tampak sangat memanjakan mata siapapun yang melihatnya. Tak salah jika tempat wisata di Tulungagung ini sangat diminati wisatawan dari dalam maupun luar kota.
ranu gumbolo
Welcome to Ranu Gumbolo
Keindahan waduk semakin lengkap dengan adanya tempat wisata Ranu Gumbolo yang fenomenal. Ranu Gumbolo merupakan sebuah area tak jauh dari Waduk Wonorejo, dimana ada view cantik yang pasti sangat tidak asing bagi para penggiat alam maupun pendaki gunung. Yah... sekilas tempat wisata di Tulungagung ini sangat mirip dengan Ranu Kumbolo yang ada di area Gunung Semeru.  
ranu gumbolo
Sungai di Ranu Gumbolo
Berbeda dari namanya 'ranu', tempat ini bukanlah danau maupun kolam, tapi merupakan aliran sungai tenang di sekitar Waduk Wonorejo. Suasana yang tenang, teduh, serta berada di bawah hutan pinus akan membuat siapapun merasa betah berlama-lama bersantai sambil menikmati pemandangan cantik yang dikelilingi perbukitan hijau. How the beautiful landscape !

Jika Ranu Kumbolo ada di ketinggian 2.400 mdpl dengan cuaca yang bisa berubah extreme, Ranu Gumbolo berada di ketinggian 182 mdpl dengan cuaca panas yang terberai karena lebatnya pepohonan pinus. Sudah ada beberapa gasebo, tempat duduk, hingga tempat selfie yang disediakan di area wisata Ranu Gumbolo. So let's choose, ingin tiduran di atas hammock?, bersenda gurau di bawah gasebo?, naik ke rumah pohon untuk melihat landscape dari ketinggian? atau menanti sunset di depan tenda dome?. This is second Ranu Kumbolo !
ranu gumbolo
Hutan Pinus Ranu Gumbolo
Ranu Gumbolo bukan hanya menyediakan ruang untuk bersantai dengan adanya berbagai fasilitas bangunan. Ingin having fun?, cobalah melintasi area sungai dengan sepeda air. Air sungai kehijauan yang nyaris tidak tampak mengalir sangat aman digunakan untuk bermain sepeda air, bahkan tenangnya sungai ini menjadi tempat yang cocok bagi siapapun yang hobi memancing. Sebelum dibuka menjadi tempat wisata, di lokasi ini banyak dimanfaatkan untuk memancing karena ada banyak jenis ikan di lokasi Ranu Gumbolo, seperti ikan gurameh, ikan nila, ikan mujair, ikan lele, bahkan ikan louhan. Petualang dan hobi memancing? maka sekali lagi, tempat ini cocok untuk camping.

Sejak diresmikan pada Juli 2016, tempat wisata Ranu Gumbolo terus dikembangkan. Berbagai fasilitas umum seperti lokasi parkir, gasebo, penjual makanan-minuman dan toilet sudah tersedia di area wisata.
ranu gumbolo
Waiting for sunset
Penamaan Ranu Gumbolo tentu bukan karena tempat ini sebuah danau atau kolam - karena tempat ini adalah sungai, tapi cenderung ke pesona alamnya yang menyerupai Ranu Kumbolo di Gunung Semeru. Sepintas, landscape di ujung Ranu Gumbolo memang mirip dengan dua bukit Ranu Kumbolo yang selalu mengapit sunrise. Sedangkan sunset juga tak kalah menawan ketika mulai lenyap di ujung aliran sungai Ranu Gumbolo. Hm... serupa namun tak sama.

Tips Mengunjungi Ranu Gumbolo Tulungagung :
  1. Gunakan sandal yang nyaman karena area wisata ini ada di daerah perbukitan.
  2. Pakailah pelindung kepala untuk melindungi dari panas yang menyengat di daerah lapang.
  3. Bawalah hammock untuk mengantisipasi habisnya tempat istirahat karena banyaknya pengunjung.
  4. Berhati-hatilah saat naik ke rumah pohon karena tidak ada pengaman. Jika selfie, kondisikan waktu selfie dengan pengunjung yang antri.
  5. Berhati-hatilah saat naik sepeda air, jangan mengayuh terlalu jauh dari lokasi start.
  6. Jagalah kebersihan di area wisata yang masih terjaga kebersihannya.

Mitos dan Situs Pemujaan Spiritual Gunung Arjuno

Misteri Gunung Arjuno. Gunung api Arjuno - Welirang merupakan gunung api istirahat yang berada di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan. Dengan tinggi 3.339 mdpl, Gunung Arjuno merupakan gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur. Nama Arjuno berasal dari salah satu tokoh pewayangan Mahabharata. Seperti gunung berapi lainnya di Jawa, Gunung Arjuno termasuk salah satu yang disakralkan. Adanya beberapa situs bersejarah menjadikan Gunung Arjuno juga menjadi tujuan para pelaku spiritual, sehingga menimbulkan kesan mistis di sepanjang jalur pendakiannya. 
misteri gunung arjuno
Pegunungan Arjuno - Welirang
Berada di perbatasan tiga wilayah, ada beberapa jalur pendakian yang bisa dilalui. Namun hanya ada tiga jalur utama yang ngetrend di kalangan pendaki yaitu :
  1. Jalur pendaian via Tretes
  2. Jalur pendakian via Purwosari 
  3. Jalur pendakian via Lawang
Ketiga jalur tersebut mempunyai karakteristik dan suasana yang sangat berbeda, tapi mitos yang terdapat di dalamnya tetap sama dan selalu menjadi  cerita menarik para pendaki, sekaligus menjadi pantangan yang secara tidak langsung menjadi aturan. 
Gunung Arjuno - Welirang pernah meletus pada tahun 1950 dan 1952. Ini merupakan waktu istirahat terpendek Gunung Arjuno - Welirang yang tercatat dalam sejarah

Legenda Gunung Arjuno

Arjuno menjadi nama gunung ini tidak lain karena sebuah legenda turun temurun tentang asal mula Gunung Arjuno. Konon, Arjuna bertapa di sebuah puncak gunung dengan sangat tekun hingga tubuhnya memiliki sinar dengan kekuatan yang luar biasa dan berdampak besar. Bumi bergoncang, kawah condrodimuko menyemburkan lahar, banjir, penyakit dimana-mana, bahkan gunung tempatnya bertapa terangkat ke langit.
legenda gunung arjuno
Legenda Gunung Arjuno
Hal ini membuat para dewa kuatir, sehinga membuat Batara Guru mengutus Batara Narada untuk menyelesaikan masalah, yaitu membangunkan Arjuna dari pertapaannya. Batara Narada gagal membangunkan Arjuna dengan segala cara. Akhirnya diutuslah Batara Ismaya bersama dengan Togog untuk membangunkan tapa Arjuna. Karena kesaktiannya, mereka berdua berubah menjadi besar melampaui puncak gunung dan mengeruk bagian bawah gunung tempat Arjuna bertapa, memotongnya dan melemparkan potongan gunung itu ke tempat lain.

Seketika Arjuna terbangun dan memperoleh nasehat dari Batara Ismaya. Nah, gunung tempat Arjuna bertapa itupun bernama Gunung Arjuno, sedangkan potongannya bernama Gunung Wukir. 

Situs dan Tempat Pemujaan Gunung Arjuno

Bersebelahan dengan Gunung Penanggungan yang dikenal dengan ratusan situs purbakala, tak membuat keadaan yang berbeda dengan Gunung Arjuno. Ada beberapa situs yang dijadikan tempat ziarah para pelaku spiritual, menimbulkan suasana yang mistis di area Gunung Arjuno. Kebanyakan situs tersebut bisa ditemui di jalur Pendakian Gunung Arjuno via Purwosari.

Berikut adalah beberapa situs sekaligus tempat pemujaan yang ada di sepanjang lereng Gunung Arjuno :
  1. Onto Boego : Tempat ziarah dan bersemedi untuk kalangan tertentu. Menurut juru kunci, goa ini dijaga oleh seekor ular naga.
  2. Candi Madrim : Berbentuk punden berundak dengan 3 ukuran teras berbeda. Di teras atas ada beberapa batu andesit yang dibungkus kain putih dan 1 lumpang batu sebagai objek pemujaan.
  3. Situs Eyang Abiyoso : Situs punden berundak yang telah dipugar. Ada 1 batu andesit besar seperting lesung, 1 umpak batu andesit segi empat dan 1 arca dwarapala.
  4. Situs Eyang Sekutrem : Bangunan tempat menyimpan arca dan sebagai tempat ziarah, diduga bekas bangunan punden berundak.
  5. Sendang Dewi Kunti : Tempat pemujaan dan sumber air.
  6. Hyang Sakri : Tempat pemujaan.
  7. Pondok Rahayu : Sebuah gubuk yang nampak seperti 'gubuk hantu' di tengah hutan yang masih akrab dengan 'aksara jawa'.
  8. Situs Eyang Semar : Area tempat pemujaan dengan sebuah patung semar. Mitosnya, Eyang Semar adalah penasehat kepercayaan Arjuna dan di tempat tersebut melakukan moksa.
  9. Mangkutoromo : Situs arkeologi berupa punden berundak yang paling besar di sepanjang jalur pendakian.
  10. Candi Sepilar : Situs arkeologi yang berada tak jauh di atas Mangkutoromo. Merupakan bagian yoni, sedangkan bagian lingga ada di arah sebelah kanan.
Situs Pemujaan Gunung Arjuno
Tempat-tempat tersebut diyakini sebagai tempat pemujaan dengan adanya dupa dan bunga. Jadi jangan heran jika tercium bau dupa dan merasakan sensasi spiritual ketika mendaki Gunung Arjuno via Purwosari.

Mitos Gunung Arjuno

Banyaknya situs sejarah dan tempat pemujaan di sekitar lereng Gunung Arjuno, membuat siapapun tidak bisa main-main seenaknya di gunung ini. Berbagai mitos'pun tumbuh dengan sendirinya dari mulut ke mulut. Berikut adalah berbagai mitos Gunung Arjuno :

1. Petilasan Petapa
Banyaknya petilasan peninggalan Kerajaan Majapahit dan Singasari. Masyarakat masih percaya bahwa orang yang melakukan moksa masih menjaga tempat-tempat tersebut. Selain itu, beredar mitos bahwa anak Arjuna dengan Bathari Dresnala yang bernama Bambang Wisanggeni juga menjaga petilasan-petilasan tersebut.
petilasan eyang semar
Petilasan Eyang Semar

2. Alas Lali Jiwo
Para pendaki Gunung Arjuno dan Gunung Welirang tentu tidak asing dengan nama Alas Lali Jiwo (Hutan Lupa Diri) yang kemistisannya sangat populer. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, orang yang mempunyai niat jahat, akan tersesat dan lupa diri di tempat tersebut. Menurut ahli spiritual, daerah alas lali jiwo banyak dihuni oleh para jin.

3. Pasar Setan
Pasar Setan atau disebut juga pasar dieng ada di jalur pendakian menuju puncak Gunung Arjuno via Tretes, tepatnya di area cukup luas yang terdapat banyak makam. Saat siang hari, lokasi tersebut hanyalah tanah lapang, namun saat malam hari, konon di tempat ini terdengar suara ramai seperti di pasar.
pasar setan
Area Pasar Setan
4. Acara Ngunduh Mantu
Selain suara gaib dari pasar setan, ada juga suara gamelan yang terdengar di sekitar Alas Lali Jiwo. Suara gamelan yang tiba-tiba ada dan tiba-tiba menghilang dipercaya sebagai acara ngunduh mantu bangsa jin. Mitosnya, jika mendengar bunyi gamelan, sebaiknya segera turun agar tidak dibawa bangsa jin alias tersesat dan hilang.

5. Pantangan 
Ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar para pendaki Gunung Arjuno. Beberapa diantaranya adalah tidak boleh naik dalam jumlah ganjil, tidak boleh menggunakan baju merah, untuk wanita haid dilarang melanjutkan naik ke puncak dan dilarang merusak situs-situs petilasan. Jika jumlah ganjil, hendaknya membawa sebuah tongkat untuk menggenapi. Pantangan-pantangan ini biasanya dikatakan juru kunci Mangkutoromo sebelum pendaki melanjutkan Pendakian Gunung Arjuno.

Banyaknya cerita-cerita mistis seperti pendaki hilang, pendaki tersesat, pendaki berpindah jalur pendakian hingga pendaki kerasukan setan karena melanggar pantangan, selalu menjadi bumbu cerita utama mitos Gunung Arjuno. Cerita lain? ask your friends who've come here.

Seperti penganut kepercayaan tertentu yang melakukan kegiatan spiritualnya di lereng Gunung Arjuno, pantangan dan mitos tersebut tidak sepenuhnya harus dipercaya. Meski mitos ada untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan terjadi, kadang mitos juga dibuat untuk melindungi adat, budaya dan kepercayaan setempat, maupun melindungi situs arkeologi dari ulah para pendaki nakal. So, hold on to your faith !

Menyibak Kesunyian Air Terjun Grenjeng yang Tersembunyi

Air Terjun Grenjeng Blitar. Sekilas memang asing mendengar nama Air Terjun Grenjeng. Jangankan wisatawan luar kota, masyarakat asli kota Blitar'pun juga tidak semua tahu tentang Air Terjun Grenjeng. Namun popularitas sebuah tempat wisata di Blitar tidak hanya dilihat dari banyaknya orang yang tahu, justru karena tidak banyak orang yang tahu, Air Terjun Grenjeng digemari oleh traveler dan penggiat alam untuk menikmati secuil kesejukan di dalam kesunyian hutan. Hm... let's check it out !
air terjun Grenjeng
Air Terjun Grenjeng
Air Terjun Grenjeng berada di Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Rute ke Air Terjun Grenjeng, dari kota Blitar ambil arah ke Kecamatan Panggungrejo, ke arah Pantai Serang Blitar. Sebelum pertigaan petunjuk arah ke tempat wisata Pantai Serang dan Pantai Pasir Putih Peh Pulo yang ditandai dengan pertigaan pohon besar, ambil arah kiri ke jalan kecil yang berjarak sekitar 20 meter sebelum pertigaan. Belum ada petunjuk arah ke Air Terjun Grenjeng di sekitar jalan, sehingga bisa menggunakan Google Maps (8°15’28.29″S 112°17’8.85″E) atau GPS (Gunakan Penduduk Sekitar). 

Kendaraan pribadi bisa dititipkan di rumah penduduk terakhir sebelum memulai trecking sekitar 700 meter, melewati perkebunan dan sawah penduduk. Setelah melewati sungai, ambil arah ke kiri. Kemudian berjalan mengikuti pematang ke arah kanan, jangan mengikuti arah sungai. Air Terjun Grenjeng akan nampak setelah melewati pohon perdu yang rapat. Layaknya membuka tabir kehidupan, this is time to enjoying.

Air Terjun Grenjeng merupakan salah satu destinasi tempat wisata di Blitar yang belum resmi dibuka untuk umum, sehingga tak heran jika lokasi tidak mudah dicapai dengan kendaraan umum maupun roda empat. Air Terjun Grenjeng diapit oleh tebing hitam yang mengelilingi area air terjun. Ada kedung di bawah air terjun berketinggian sekitar 20 meter ini. Ingin berenang, bermain air dengan bebas, bercengkerama maupun camp sangat cocok dilakukan dan patut dicoba. Terlebih jika siang hari panas menyengat, mendinginkan diri di bawah air terjun akan sangat menggoda. Jika waktu yang tepat memberi kesempatan, sensasi private waterfall bisa didapat. 
air terjun grenjeng
Kedung Air Terjun Grenjeng
Debit Air Terjun Grejeng tergantung musim. Jika musim kemarau, debit air tidak terlalu besar dan bisa saja kering kerontang. Sedangkan saat musim hujan, debit air yang besar akan mengundang wisatawan untuk berkunjung.

Meski samar-samar belum ada yang mengenal Air Terjun Grenjeng, para traveler tentu tidak asing dengan nama air terjun ini. Apalagi suasana yang masih sepi, sejuk, alami dan tersembunyi adalah suasana kebanggaan para traveler. Walaupun tergolong sepi pengunjung - kecuali masyarakat sekitar, tidak menutup kemungkinan adanya beberapa pengunjung yang datang untuk mampir selepas berwisata ke Pantai Peh Pulo maupun Pantai Serang, terutama ketika hari libur. Atau malah belum mengetahui bahwa ada wisata air terjun di dekat kedua pantai tersebut. Yay, try an come in.
Cheers...

Tips Berwisata ke Air Terjun Grenjeng Blitar :
  1. Pipilih waktu yang tepat untuk wisata yang menyenangkan, tentu bukan saat musim kemarau.
  2. Gunakan kendaraan pribadi roda dua untuk mempermudah perjalanan maupun parkis karena mendekati lokasi air terjun, jalan berbatu makadam dan tidak ada angkutan umum yang menjangkau ke lokasi.
  3. Titipkan kendaraan pribadi di rumah penduduk yang berada di dekat lokasi. (rumah terakhir).  
  4. Jika tidak paham lokasi, bisa bertanya ke penduduk sekitar.
  5. Gunakan sandal anti selip untuk trecking dan menyeberangi sungai.
  6. Berhati-hatilah ketika berenang di bawah air terjun karena cukup dalam.
  7. Waspadai ketika musim hujan, debit air bisa sangat deras dan bisa saja terjadi banjir atau tanah longsor.
  8. Bawalah bekal makanan dan minuman karena tidak ada fasilitas warung makan. 
  9. Untuk kamar mandi bisa menumpang di penduduk sekitar karena belum ada fasilitas.
  10. Bawalah sampah kembali dan jangan mengotori area Air Terjun Grenjeng yang masih alami.

Gili Ketapang - Mengeksplorasi Pesona Pulau 'Bergerak' Probolinggo

Pulau Gili Ketapang Probolinggo. Area selat Madura tidak hanya populer dengan Gili Labak maupun Gili Iyang, sedangkan Probolinggo juga tidak hanya populer dikenal dengan adanya wisata Gunung Bromo yang sampai kini menjadi andalannya. Probolinggo memiliki tempat wisata baru yang mulai menjadi buah bibir di kalangan para traveler yang semakin memperlengkap destinasi wisatanya. Setelah wisata gunung, Probolinggo mengenalkan Gili Ketapang, wisata bahari yang lambat laun mulai menampakkan pesonanya.
pulau gili ketapang
Pulau Gili Ketapang
Pulau Gili ketapang dengan luas 68 Ha, berada di wilayah Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia. Pulau menyerupai kecebong di tengah laut ini terletak sekitar 8 kilometer di pantai utara Probolinggo. Gili Ketapang merupakan sebuah desa kecil di Selat Madura, maka tak heran jika sebagian besar penduduknya adalah suku Madura dengan mata pencaharian sebagai nelayan. 

Akses menuju Gili Ketapang sangat mudah. Ada beberapa rute yang bisa dilalui untuk menuju tempat wisata di Probolinggo ini, yaitu :
  1. Dengan kendaraan pribadi dari Surabaya, ikuti jalur lingkar utara Jawa Timur sampai arah kota Probolinggo. Sampai di perbatasan, ikuti petunjuk ke arah kota, kemudian ikuti petunjuk arah ke Pelabuhan Tanjung Tembaga.
  2. Dengan bus atau kereta api, dari Teminal atau stasiun Probolinggo, bisa menggunakan jasa ojek. Di area stasiun bisa memilih transportasi seperti becak dan becak motor untuk menuju ke Pelabuhan Tanjung Tembaga.
Sampai di Pelabuhan Tanjung Tembaga, satu transportasi yang bisa digunakan adalah kapal motor. Para nelayan tak segan akan segera menawarkan jasa untuk mengantarkan wisatawan ke Pulau Gili Ketapang. Kendaraan pribadi bisa diparkir di Pelabuhan Tanjung Tembaga.

Kapal motor bisa mengangkut sekitar 20 orang. Biasanya Kapal motor pemberangkatan dari Probolinggo - Gili Ketapang ada saat jam 08.00 - 16.00, sedangkan dari Gili Ketapang - Probolinggo, kapal motor ada di jam 06.00 - 18.00. Perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Tembaga ke Pulau Gili Ketapang memakan waktu sekitar 45 menit dengan pemandangan selat Madura yang 'panas-panas semilir'.

Tempat wisata Gili Ketapang merupakan tempat hilir mudik nelayan, tak heran jika di pesisir pantainya maupun dermaga terlihat banyak kegiatan nelayan. Kadang bau ikan juga sangat menggoda untuk segera disantap. Welcome to Gili Ketapang!. Pasir putih menyambut siapapun yang tiba di Pulau Gili Ketapang. Pasir putih indah dengan hiasan koral, potongan ranting pohon dan sampah yang cukup berserakan. 
pulau gili ketapang
Pesisir Gili Ketapang
Menurut masyarakat sekitar, dulunya Pulau Gili Ketapang bersatu dengan Ketapang Kecamatan Sumberasih. Akibat gempa bumi yang disebabkan meletusnya Gunung Semeru, sebagian daratan Desa Ketapang terpisah dari Probolinggo kurang lebih sejauh 5 mil. Itu Kenapa pulau ini dinamakan Gili Ketapang, yang dalam bahasa Madura berarti 'mengalir'. Bahkan mitosnya, Pulau Gili Ketapang bisa bergerak semakin menjauhi Pulau Jawa. 

Banyak kambing dan domba yang berkeliaran di sekitar desa, bahkan bisa dibilang kalau kambing memang hewan ternak yang paling mendominasi di  Gili Ketapang. Meski banyak hewan kambing, justru ada Gua Kucing di Gili Ketapang. Hm.... tanya kenapa?, tentu karena Gili Ketapang menyimpan aneka legenda yang sangat menarik.

Jangan ke Gili Ketapang jika hanya mengejar kondisi bawah lautnya yang mulai fenomenal. Ada beberapa lokasi unik yang bisa dikunjungi di Pulau Gili Ketapang. Aneka legenda yang menarik, tentu menjadikan tempat ini bisa disebut sebagai wisata religi. 

Berikut adalah beberapa tempat menarik di Gili Ketapang :

1. Gua Kucing
Gua Kucing menjadi tempat yang dikeramatkan di Pulau Gili Ketapang. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, tempat ini adalah petilasan Syech Isyap, penyebar agama Islam yang singgah dari perjalanan. Dia hidup di tempat ini bersama ribuan kucing.
gua kucing
Gua Kucing
Cerita lain yang beredar di masyarakat, Gua Kucing ini ada karena dulunya ada seekor kucing yang menggali tempat ini, sehingga disebut sebagai Gua Kucing. Tak heran jika di area Gua Kucing memang banyak hewan kucing, tapi tak lupa si kambing juga tetap hilir mudik di sekitar.

2. Gua Sumur Tujuh
Gua Sumur Tujuh masih satu area dengan Gua Kucing, letaknya tepat di pesisir menghadap ke laut. Ada jalan yang menuju ke dalam gua yang berada di bawah tanah. Setelah turun ke dasar gua, lanjutkan dengan jalan jongkok karena bagian dalam gua hanya mempunyai ketinggian sekitar 50 cm. Di area itulah ada 7 sumur kotak yang berasa asin. 
gua sumur tujuh
Gua Sumur Tujuh
Menurut cerita masyarakat sekitar, 7 lubang ini ditemukan begitu saja, sebelum akhirnya dibangun di bagian dalamnya untuk mencegah dari kerusakan, meski menghilangkan bentuk aslinya.

3. Area Gua Kucing
Selain Gua Kucing dan Gua Sumur Tujuh yang berbatasan langsung dengan pantai, berjalan-jalan ke belakang Gua Kucing juga merupakan salah satu tempat yang sangat menarik terutama untuk spot foto. Area luas dengan pepohonan rindang yang tumbuh di hamparan karang seakan-akan menyulap bahwa tempat ini tidak sedang di tepi pantai, lebih mirip seperti area lapangan yang tinggal menunggu waktu untuk dibabat habis.
gua kucing
Bagian Belakang Gua Kucing

Adanya karang-karang besar yang tersebar di area pepohonan rindang, serta beberapa area dengan kontur tanah yang lembek, kemungkinan dulu tempat ini ada karena surutnya air laut. Jadi, mitos tentang Gili Ketapang yang bisa bergerak mungkin benar, I do not think so, just maybe.

Mengeksplorasi bagian darat Pulau Gili Ketapang, selain dikenalkan dengan beberapa kambing, tempat bersejarah Gua Kucing, beberapa area menarik di pesisir dengan landscape lautan - pegunungan, it's time to touch the underwater.

Pulau Gili Ketapang memiliki dua jenis pantai dengan kontur yang berbeda. Bagian barat pulau ini memiliki pantai pasir sebagai dermaga penghubung antara pulau dengan Pelabuhan Tanjung Tembaga. Sementara bagian timur merupakan spot yang tepat untuk melakukan snorkling maupun free diving.

Banyak yang bisa menggambarkan bagaimana kondisi bawah laut Gili Ketapang. Di beberapa sisi di area yang tidak terlalu dalam, kebanyakan karang sudah rusak dan banyak dijumpai bulu babi di dasar lautnya. Namun jika teliti, ikan nemo tidak sulit untuk ditemukan. Di sisi yang lain, di area yang cukup dalam, justru bawah laut tidak jelas terlihat kecuali mau menyelam lebih dalam. Jika tidak cukup keruh, biota dan koral laut sangat beragam dan menarik. Ikan nemo tentu biota laut yang paling banyak dicari, tapi jangan lewatkan biota laut lainnya. Banyak jenis terumbu karang yang bisa dijumpai seperti Acropora Cervicurnis, Acropoda Micropthalma dan Sidesratra Siderea.
snorkeling gili ketapang
Nemo Fish
Pulau Gili Ketapang memang sangat menarik. Dari segi wisata, pulau ini menawarkan wisata bahari dan sejarah, hal ini akan dilengkapi dengan wisata kuliner yang mungkin ingin dicoba saat perut mulai lapar. Beberapa agen perjalanan wisata ramai-ramai membuka jasa open trip untuk mengantar wisatawan, tapi jika ingin sendirian, Gili Ketapang selalu menanti. 
gili ketapang
Cheers...
Tips berwisata ke Pulau Gili Ketapang :
  1. Jika menggunakan transportasi umum seperti ojek dan becak, catat nomor supir agar bisa menjemput ketika perjalanan pulang. Belum ada transportasi umum cuma-cuma di area Pelabuhan Tanjung Tembaga, sedangkan jarak antara pelabuhan dan jalan utama sangat jauh.
  2. Sebaiknya datang beramai-ramai agar biaya sewa kapal lebih murah.
  3. Area pantai menuju ke Gua Kucing cukup terjal karena dipenuhi batuan karang jadi gunakan alas kaki yang tepat. Selain itu banyak kotoran kambing di di sekitar.
  4. Ketika siang hari cuaca sangat panas, gunakan pelindung kepala. Bawalah sunblock untuk menghindari sinar UV berbahaya ketika di pantai maupun ketika berenang di laut.
  5. Berhati-hatilah ketika snorkling maupun free diving karena ada banyak bulu babi di dasar laut yang tidak terlalu dalam. 
  6. Untuk melihat terumbu karang lebih jelas, menyelamlah lebih ke dalam karena ada beberapa tempat dengan air cukup keruh yang membatasi pandang mata, sehingga free diving lebih tepat dilakukan daripada snorkling.
  7. Fasilitas sekitar seperti kamar mandi umum air tawar sudah tersedia dengan kondisi bagus dan bersih, buanglah kotoran (shampo, sabun, dst) pada tempat sampah yang disediakan.
  8. Fasilitas penginapan peziarah tersedia cukup nyaman. Bisa digunakan untuk bermalam. Jika ingin yang tidak antimainstream, bisa bermalam dengan tenda di sisi pantai.