Legenda Dewi Anjani dan 10 Misteri Gunung Rinjani

Asal Usul Gunung Rinjani Lombok. Siapa yang tidak mengenal Gunung Rinjani?. Gunung di dalam deretan 7 Summit Indonesia ini mendapat predikat sebagai gunung terindah di Indonesia. Gunung Rinjani memiliki pemandangan alam yang sangat luar biasa. Savana, hutan, bukit, danau dan air panas membentuk perpaduan yang luar biasa di dalam Taman Nasional Gunung Rinjani. Kecantikan Gunung Rinjani tidak jauh berbeda dengan Dewi Anjani - dewi cantik penguasa gunung berapi berketinggian 3.726 mdpl ini. Asal-usul Gunung Rinjani'pun dikaitkan dengan kisah legenda Dewi Anjani.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Gunung Rinjani
Gunung Rinjani terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Taman Nasional Gunung Rinjani memiliki luas sekitar 41.300 Ha (diusulkan penambahannya menjadi 76.000 Ha). Di sebelah barat puncaknya terdapat kaldera memanjang ke timur dengan luas sekitar 3.500 m x 4.800 m dan di kaldera ini terdapat Danau Segara Anak seluas 11 km persegi dengan kedalaman 230 m.

Gunung Rinjani dikenal karena alamnya yang memikat mata. Nama yang cantik memang sepadan dengan pemandangan alamnya yang mempesona. Kecantikan Gunung Rinjani tidak lepas dari Legenda Dewi Anjani yang dipercaya sebagai penguasa Gunung Rinjani. Siapakah Dewi Anjani dan apa hubungannya dengan Gunung Rinjani?

Legenda Dewi Anjani

Menurut cerita rakyat Lombok, Dewi Anjani adalah anak dari Resi Gotama dan Dewi Windradi. Dia mempunyai dua saudara yaitu Guwarsa (Subali) dan Guwa Resi (Sugriwa). Hubungan gelap dari Dewi Windradi dan Bhatara Surya membuat Bhatara Surya memberikan pusaka kedewataan Cupumanik Astagina pada Dewi Windradi dengan syarat tidak boleh ditunjukkan pada siapapun walaupun anaknya sendiri.

Karena rasa sayang yang begitu besar, Dewi Windradi memberikan pusaka Cupumanik kepada Dewi Anjani. Dewi Anjani terpergok kedua saudaranya ketika mencoba pusaka tersebut, hingga terjadi keributan. Akibat kesalahan kecil dari Dewi Anjani, hubungan Dewi Windradi'pun terbongkar. Resi Gotama yang marah mengutuk Dwi Windradi menjadi batu dan melempar pusaka sakti ke udara yang diperebutkan ketiga anaknya. Cupu itu terbelah menjadi dua dan menjadi telaga. Mereka bertiga yang menyentuh telaga itu langsung terkutuk menjadi kera. Resi Gotama'pun menyuruh mereka untuk bertapa untuk menebus dosa.

Suatu ketika Batara Guru melewati Telaga Madirda, Dieng - tempat Dewi Anjani bertapa. Melihatnya kurus kering, dilemparkannya dedaunan sinom di pangkuan Dewi Anjani. Dewi Anjani memakannya dan karena daun itu, dia langsung hamil. Bayi yang dilahirkan berwujud kera putih yang diberi nama Hanoman.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Dewi Anjani
Cerita rakyat Lombok tersebut tidak diketahui secara jelas bagaimana hubungan Dewi Anjani dengan Gunung Rinjani. Legenda Dewi Anjani justru lekat kaitannya dengan Telaga Madirda di Dataran Tinggi Dieng. Mungkin ada legenda Dewi Anjani yang lain? Who knows?.

Asal Usul Gunung Rinjani

Asal usul Gunung Rinjani yang paling populer adalah kisah Datu Tuan. Konon dahulu di dekat Pelabuhan Lembar terdapat Kerajaan Tuan yang dipimpin Raja bernama Datu Tuan bersama permaisurinya Dewi Mas. Meski kerajaannya makmur, raja sering bersedih karena usia semakin tua belum dikaruniai anak. Suatu hari raja memohon pada istrinya untuk menikah lagi agar mereka bisa memiliki anak pewaris kerajaan. Setelah permaisuri setuju, raja meminang seorang gadis bernama Sunggar Tutul.

Sejak itu perhatian raja terhadap Dewi Mas berkurang. Kesabaran Dewi Mas mendapatkan balasan dari Yang Maha Kuasa, dia akhirnya mengandung. Kabar ini mengejutkan Sunggar Tutul sehingga dia merencanakan hasutan untuk Dewi Mas dengan mengatakan bahwa anak yang dikandung hasil dari hubungan gelap dengan Lok Deos. Raja yang murka segera mengusir Dewi Mas dari istana.

Dewi Mas dan pengiringnya membangun pemukiman di sebuah gili. Pada suatu hari datanglah nahkoda yang berlabuh ke gili dan menemukan Dewi Mas. Setelah bercerita, Dewi Mas meminta nahkoda mengantarkannya ke Bali. Akhirnya Dewi Mas dan pengikutnya membangun pemukiman baru di Bali. Dewi Mas melahirkan dua anak kembar dengan keajaiban. Seorang bayi laki-laki lahir dengan sebilah keris, diberi nama Raden Nuna Putra Janjak. Sedangkan bayi perempuan lahir dengan anak panah, diberi nama Dewi Rinjani.

Beranjak dewasa, Dewi Mas menceritakan kisahnya kepada kedua anaknya. Mengetahui bahwa ayahnya telah mengusir ibunya, Raden Nuna Putra Janjak sangat marah dan bersama pengiringnya berlayar ke Lombok. Sampainya di istana, terjadi keributan antara Raden Nuna Putra Janjak dengan penjaga. Dengan keris di tangannya, Raden Nuna sangat sakti hingga Datu Tuan harus turun tangan. Ketika mereka bertarung, terdengar suara dari langit yang mengatakan bahwa Raden Nuna adalah anak kandungnya. Datu Tuan menangis dan menyesal, kemudian segera menjemput permaisuri ke Bali.

Akhirnya mereka kembali ke istana, tiada dendam dengan Sanggar Tutul dan hidup damai. Datu Tuan menyerahkan tahta kerajaan kepada Raden Nuna Putra Janjak. Kemudian, Datu Tuan menyepi di gunung diiringi Dewi Rinjani. Di puncak gunung itu mereka bersemedi dan Dewi Rinjani diangkat oleh para jin untuk dijadikan ratu. Sejak saat itulah gunung tertinggi di pulau Lombok tersebut dinamakan Gunung Rinjani.


Sejarah Gunung Rinjani

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, termasuk pecinta alam dan pendaki gunung, ada tiga versi kenapa gunung tertinggi di Nusa Tenggara tersebut dinamakan Rinjani, yaitu :
  1. Rinjani berasal dari bahasa jawa kuno 'Rinjan' yang berarti 'Tuhan'. 
  2. Rinjani diambil dari nama Dewi Rinjani yang mengantar Datu Tuan bertapa di atas gunung.
  3. Rinjani dilatarbelakangi kisah Putri Anjani yang menjadi hubungan dengan pria miskin namun tidak disetujui ayahnya, hingga akhirnya dia kabur menghabiskan sisa hidup di atas gunung. Para jin mengangkatnya menjadi ratu kerajaan mereka dan dinamailah gunung tersebut Rinjani. Namun, tidak jelas asal usul maupun legenda tentang Putri Anjani ini. 

Misteri dan Mitos Gunung Rinjani

Gunung Rinjani merupakan simbol sakral bagi suku Sasak dan suku Bali. Gunung cantik ini dikenal sebagai tempat Dewi Rinjani yang menurut legenda telah menjadi ratu jin, ada berbagai misteri yang ikut mewarnai keindahan Gunung Rinjani. Legenda, mitos dan larangan'pun sudah berkembang menjadi kepercayaan turun-temurun.

1. Dewi Anjani
Gunung Rinjani erat kaitannya dengan sosok Dewi Anjani. Masyarakat meyakini bahwa Dewi Anjani berparas cantik, terlahir dari perkawinan manusia Sasak dengan Jin dan masih keturunan Raja Selaparang. Masyarakat sering mengadakan upacara ritual dengan melarung emas berbentuk ikan ke Danau Segara Anak untuk menghormati keberadaan Dewi Anjani agar lingkungan sekitar Gunung Rinjani aman tentram.

2. Segara Muncar
Dari puncak Gunung Rinjani ke arah tenggara ada kaldera lautan debu yang dinamakan Segara Muncar. Konon pada saat tertentu terlihat istana ratu jin. Pengikutnya diyakini golongan jin yang baik. Segara Muncar menjadi salah satu nama tari kontemporer di Lombok yang menceritakan kisah malam pengantin Dewi Anjani.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Segara Muncar
Masyarakat Sasak percaya bahwa puncak Gunung Rinjani di jalur pendakian gunung adalah puncak semu, sedangkan puncak sejatinya dilindungi agar tidak tersentuh makhluk lain. 

3. Gunung Barujari
Gunung Barujari adalah anak Gunung Rinjani di Segara Anak. Menurut kepercayaan masyarakat, Gunung Barujari merupakan pusar Gunung Rinjani. Sebagian juga percaya bahwa meletusnya Gunung Barujari karena bangsa jin yang ada disana sedang membangun sesuatu. Hal ini nampak dari bebatuan yang tersusun rapi di sekitar kaki Gunung Barujari.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Gunung Barujari

4. Danau Segara Anak
Setiap tahun sebanyak dua kali, masyarakat Hindu Bali melakukan upacara di Segara Anak, sedangkan masyarakat Sasak bisa melakukannya berkali-kali. Danau Segara Anak dipercaya memberi suatu peringatan. Masyarakat percaya jika melihat danau terlihat luas, maka umur akan panjang, begitupula sebaliknya. Mitosnya, siapapun yang mandi atau berenang di danau harus tau diri dan tidak berniat jahat untuk menghindari gangguan dari penunggu danau.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Segara Anak

5. Air Panas Aiq Kalak
Sumber air panas di lereng Gunung Rinjani ini konon memiliki kesaktian. Selain biasa digunakan para pendaki untuk melepas lelah, orang-orang sakti biasanya mengetes kekuatan keris dan senjata di sumber air panas. Mitosnya, jika pusaka tidak memiliki kekuatan, maka akan langsung rusak atau bengkok. Demikian juga minyak obat bertuah dari minyak kelapa. Jika minyak yang disebut Siu Satus Tunggal direndam dan berubah semakin jernih, maka minyak tersebut memiliki kekuatan untuk menyembuhkan.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Air Panas Aiq Kalak
Bagi masyarakat Gumi Sasak, tempat pemandian ini dipercaya sebagai tempat pemandian Adipati Surabaya Raden Mas Jayanegara yang merupakan salah satu tokoh pewayangan di Lombok.

6. Tempat Para Wali
Masyarakat Sasak Lombok percaya bahwa di sekitar Danau Segara Anak ada sebuah masjid besar yang dibangun para gaib. Selain sebagai tempat ibadah, masjik tersebut konon dipercaya sebagai tempat diadakannya pertemuan para wali baik yang sudah tinggal disana maupun para wali yang masih hidup, namun memiliki kesaktian menembus alam gaib. Para wali inilah yang selalu menjaga Gunung Rinjani agar tidak meletus dan menyengsarakan penduduk Lombok.

7. Tempat Sakral
Ada beberapa tempat yang disucikan sebagai tempat bertapa dan juga tempat sakral untuk menyempurnakan ilmu. Menurut masyarakat setempat, penganut paham tarekat menunaikan ibadah haji ke Gunung Rinjani, mungkin maksudnya sebagai salah satu perenungan kebesaran Tuhan.  
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Upacara Mulang Pekelem
Selain itu ada daerah tertentu di lereng Gunung Rinjani yang tidak boleh dimasuki (terlarang) karena diyakini daerah angker, dimana yang memasukinya akan hidup dan tinggal di daerah jin (hilang).

8. Gua Susu
Gua Susu berada sekitar 1 kilometer dari Segara Anak mengikuti jalur pendakian via Torean. Di dalam Gua Susu terdapat air panas dan dari stalagtitnya ada tetesan air yang konon berasa seperti susu, kadang berbeda-beda. Tempat ini sering digunakan peribadatan suatu golongan dan meditasi mencari kekuatan gaib. Mitosnya, mulut gua susu dipercaya akan lebih lebar jika yang masuk orang baik dan menjadi sempit jika yang masuk orang berniat jahat. 
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Gua Susu

9. Bunga Sandar Nyawa (Edelweiss)
Semua pendaki gunung pasti tau bunga abadi bernama latin Anaphalis Javanica ini. Menurut kepercayaan masyarakat di sekitar Gunung Rinjani, tanaman ini adalah tanaman di dalam Taman Sari dari kerajaan Jin di alam gaib. Untuk memperoleh bunga ini, masyarakat jaman dahulu harus berani mempertaruhkan nyawa, itu sebabnya bunga ini juga disebut bunga Sandar Nyawa. Mitosnya, bunga ini tidak pernah layu dan mempunyai usia yang sama dengan makluk gaib. 
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Bunga Sandar Nyawa (Edelweiss Rinjani)

10. Larangan Keluh Kesah
Keluh kesah seperti sudah mendarah daging di dalam diri pendaki ketika mendaki gunung yang seharusnya tidak dilakukan di gunung manapun. Namun, jangan berkeluh kesah di Gunung Rinjani. Kepercayaan yang berkembang terkait dengan Gunung Rinjani adalah soal kekawatiran. Mitosnya, bila mengkawatirkan sesuatu ketika pergi ke Gunung Rinjani, konon kekawatiranya bisa menjadi kenyataan. 

Asal usul Gunung Rinjani termasuk penamaannya, tidak bisa dibuktikan secara pasti dengan adanya berbagai versi legenda yang beredar. Berbagai misteri maupun mitos juga tidak sepenuhnya wajib dipercayai, tetapi menghormati dan menghargai kepercayaan masyarakat setempat mengenai Gunung Rinjani perlu dilakukan untuk menjaga keasrian alam Gunung Rinjani yang kini mulai tercemar akibat ulah manusia nakal yang tidak menghargai alam maupun budaya dan kepercayaan masyarakat setempat.

Candi Simping - Jejak Akhir Raja Pertama Majapahit

Candi Simping Blitar. Blitar dikenal sebagai kota proklamator dengan berbagai wisata menarik di dalamnya. Blitar menyimpan banyak cerita sejarah, mulai dari kerajaan Hindu-Budha hingga masa kemerdekaan. Hal ini tampak dari adanya beberapa peninggalan berupa candi-candi dan tempat bersejarah yang tersebar di Blitar. Selain Makam Bung Karno yang menjadi tujuan wisata populer, ada makam proklamator Kerajaan Majapahit yaitu Raden Wijaya. Seperti diketahui dalam sejarah, Raden Wijaya merupakan pendiri Kerajaan Majapahit. Pada kepercayaan masa itu, bukan jasad Raden Wijaya yang dimakamkan tetapi berupa tempat perabuan yang dikenal dengan nama Candi Simping.
Candi Simping - Jejak Akhir Raja Pertama Majapahit
Candi Simping
Candi Simping terletak di Dusun Krajan, Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Rute dari Blitar ke arah Kademangan mengikuti arah ke Pantai Tambakrejo. Setelah pom bensin di kiri jalan, ikuti petunjuk ke arah Candi Simping di jalan masuk sebelah kanan. Ikuti petunjuk arah, Candi Simping ada di sebelah kiri jalan.

Candi Simping dikenal sebagai tempat perabuan Raden Wijaya (Sri Kertarajasa Jayawardana) yang wafat pada tahun 1309. Kitab Negarakertagama juga menyebutkan bahwa Raden Wijaya diperabukan di Candi Brau Trowulan. Pada jaman kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, tempat perabuan raja yang meninggal akan dicandikan dan diwujudkan sebagai dewa yang mereka puja semasa hidup, karena raja dianggap perwujudan dewa. Candi di Blitar ini berbeda dengan candi-candi lain yang berdiri megah. Candi Simping ini hanya tersisa sebagian dan bangunan utama candi hanya tinggal pondasinya. Namun, sisa peradaban Kerajaan Majapahit tetap bisa dirasakan di tempat wisata sejarah ini.

Raden Wijaya dan Majapahit

Menurut prasasti Kudadu (1216 saka), Singasari ketika pemerintahan Raja Kertanegara mendapat serangan dari tentara Kediri dibawah Jayakatwang. Keadaan yang memporak porandakan Singasari ini menyisakah seorang satria bernama Raden Wijaya. Putra mahkota ini sempat menyelamatkan diri dan meminta perlindungan sahabatnya, Bupati Arya Wiraraja di Madura. Meski sebelumnya Arya Wiraraja pernah diam-diam membantu Jayakatwang, kini dia memihak Raden Wijaya dengan memohon raja Kediri untuk menerima Raden Wijaya sebagai pengatur hutan di Tarik, tempat prabu Daha berburu.

Disitulah kemudian Raden Wijaya membabat dan menata hutan di Tarik dibantu Arya Wiraraja. Lambat laun hutan tersebut berubah fungsi sebagai desa yang tertata baik layaknya sebuah negara. Karena terdapat buah Maja yang rasanya pahit, dukuh Tarik pun dirubah namanya menjadi Majapahit.

Berikutnya tentara Tartar dari Mongol berniat menggempur Singasari yang sudah runtuh. Hal ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk bergabung dengan tentara Tartar dan menggempur kerajaan Kediri yang dianggap penerus Singasari. Gabungan pasukan tersebut berhasil membumi hanguskan kerajaan Kediri. Runtuhnya Kediri menjadi kelahiran Kerajaan Majapahit dibawah pemerintahan Raden Wijaya.


Raden Wijaya sangat dimuliakan rakyatnya berkat kemakmurah dan keadilan yang diberikan. Dia rendah hati dan tidak pernah melupakan leluhurnya. Raden Wijaya memperhatikan beberapa candi yang difungsikan pendharmaan leluhurnya di daerah. Pada masa tuanya, banyak teriadi pemberontakan yang dilakukan oleh teman-teman dekatnya. Pemberontakan Ranggalawe dan pembalasan Lembu Sora bisa dipadamkan pada tahun 1300 M. Pada tahun 1231 atau tahun 1309 M, Raden Wijaya mangkat dan pendharmaan abunya di Anthahpura dalam peripih tersimpan di Candi Simping.
Candi Simping - Jejak Akhir Raja Pertama Majapahit
Pendharmaan Abu Raden Wijaya


Sekilas Tentang Candi Simping

Berikut penjabaran dan penegasan tentang Candi Simping (Candi Sumberjati) yang terhimpun di dalam kitab Negarakertagama :
  1. Pupuh XLVII/3 : tahun Saka surya mengitari bulan (1231 Saka atau 1309 M), Sang Prabu (Raden Wijaya) wafat, disemayamkan di dalam pura Antahpura, begitu nama makam dia, dan di makam Simping ditegakkan arca Siwa...
  2. Pupuh LXI/4 (perjalanan Raja Hayam Wuruk 1) : Baginda Raja meninggalkan Lodoyo menuju desa Simping, dengan rela seraya memperbaiki candi tempat memuja leluhur. (Sah sangke lodhaya sira manganti simping, sweccha nambya mahajenga ri sang hyang dharma,)
  3. Pupuh LXII/1 (perjalanan Raja Hayam Wuruk 2) : Pada tahun saka Anilastanah-1285 (1363 Masehi) Baginda Raja dikisahkan, Baginda Raja pergi ke Simping konon akan memindahkan candi. (Irikanganilastanah saka nrepeswara Warnnana, mahasahasi simping sang hyang dharma rakwa siralihen,)
Raden Wijaya diwujudkan sebagai Arca Harihara karena peranannya yang besar dalam sejarah Singasari - Majapahit. Dia dianggap sebagai Wisnu yang berhasil  menyelamatkan Singasari dari serangan Jayakatwang dan dianggap Syiwa karena penganut Syiwa yang taat. Harihara berasalah dari kata "hari" sebagai nama lain Dewa Wisnu dan "hara" nama lain Dewa Syiwa.
Candi Simping - Jejak Akhir Raja Pertama Majapahit
Sketsa Candi dan Arca Harihara
Tertulis bahwa pada jaman Raja Hayam Wuruk, Candi Simping pernah dipugar. Namun kini, kondisi Candi Simping hanya berupa lantai pondasi, sedangkan bangunannya sudah runtuh. Reruntuhan bangunan candi ditata dengan rapi di area sekitar candi sehingga sisa-sisa kemegahan Candi Simping pada masanya masih bisa dirasakan.

Karakteristik Candi Simping

Berbeda dengan candi-candi di Trowulan, Candi Simping dibangun dengan bahan dasar batu andesit. Candi Simping menghadap ke barat dengan panjang 10,5 meter dan lebar 8,5 meter. Di sisi barat ada tangga sebagai jalan masuk ke ruang candi. Dinas Kepurbakalaan memperkirakan bentuk candi ini ramping seperti candi Jawa Timur'an dengan tinggi sekitar 18 meter.

Pada batur candi atau dasar dari struktur candi, terpahat berbagai relief macam binatang seperti singa, angsa, merak, burung garuda, babi hutan dan kera. Sedangkan di halaman candi ada hiasan-hiasan bermotif suluran bunga. Di tengah batur candi ada batu berbentuk kubus sebagai tempat sesajian yang dulunya tempat abu Raden Wijaya. Di atas pintu utama dipahat kepala Kala sebagai penjaga pintu mengelilingi 4 sisi candi. Di Candi Simping sebenarnya ada arca Harihara setinggi 2 meter dan kini disimpan di Museum Nasional Jakarta. 
Candi Simping - Jejak Akhir Raja Pertama Majapahit
Pahatan Kepala Kala
Reruntuhan Candi Simping sebagian diletakkan rapi di sebelah barat, sementara di sebelah utara terdapat 4 buah makara berupa Kepala Raksasa. Di sebelah timur terdapat reruntuhan badan dan atap candi. Sedangkan di bagian selatan terdapat sebuah Lingga-Yoni yang bagian bawah bersudut empat dan bagian atas bersudut delapan.
Candi Simping - Jejak Akhir Raja Pertama Majapahit
Reruntuhan Barat Candi Simping
Kondisi Candi Simping yang nyaris rata dengan tanah dengan sisa reruntuhan tidak memungkinkan untuk dipugar karena banyak bagian candi yang hilang. Sisa reruntuhan candi yang tertata rapi'pun dirawat dengan baik oleh penjaga candi, Bapak Susilo. Melihat kondisi Candi Simping ini tentu sedih. Bagaimanapun, disinilah seorang pendiri Kerajaan Majapahit diperabukan dan kini situs Candi Simping'pun dipandang sebelah mata. Meski begitu, Candi Simping masih layak dikunjungi untuk pengkajian ilmu maupun rekreasi. 

Tips Mengunjungi Candi Simping Blitar :

  1. Merupakan bangunan yang bersejarah dan tempat yang disucikan pada masanya, jagalah sikap dan hormati kepercayaan setempat.
  2. Jangan merusak atau melakukan vandalisme di area wisata sejarah Candi Simping.
  3. Ikuti aturan berlaku yang sudah tertera. Ada beberapa bagian reruntuhan yang dilarang untuk disentuh, diinjak ataupun dinaiki.
  4. Untuk masuk ke dalam candi yang tinggal reruntuhan, ikutilah aturan dengan melepas alas kaki untuk menghormati Raden Wijaya sebagai leluhur yang dalam kepercayaan Hindu diwujudkan sebagai dewa.
  5. Jagalan kebersihan di area tempat wisata.


20 Wisata Pantai Paling Populer dan Menawan di Malang Selatan

Wisata Pantai Paling Populer di Malang Selatan. Selama ini Kota Malang dikenal dengan kota pendidikan. Banyak mahasiswa - mahasiswi dari penjuru Nusantara yang mencari ilmu di kota berhawa sejuk ini. Adanya pendatang baru di setiap tahunnya, tak heran jika berbagai tempat wisata tersaji dengan apik dan menarik minat. Tidak jauh dari pesisir pantai selatan, Kota Malang memiliki berbagai wisata pantai yang sebagian besar sudah diresmikan menjadi tempat wisata. Sekedar untuk refreshing dari suasana padat kota pelajar, ada banyak pilihan untuk menghabiskan waktu libur dan berakhir pekan.

Pantai-pantai baru selalu menjadi buruan para traveler, tapi tidak semuanya telah resmi menjadi tempat wisata. Untuk itulah muncul beberapa statement tentang 'pantai tersembunyi' dan biasanya menyimpan panorama alam yang aduhai indahnya. Pantai tersembunyi ataupun tidak, keindahan pantai-pantai di Malang membuatnya semakin dikenal wisawatan yang ingin menikmati panorama menawan alamnya.

Berikut wisata pantai populer di Malang yang wajib dikunjungi :

1. Pantai Balekambang

Siapapun yang datang ke Malang, harusnya mengenal pantai yang sudah menjadi andalan Kota Malang sejak 1985 ini. Pantai Balekambang adalah salah satu wisata pantai di Malang yang selalu menjadi tujuan liburan keluarga. Selain pemandangan yang menarik, Pantai Balekambang memiliki pura di atas batu karang yang dihubungkan dengan jembatan. Keunikan inilah yang membuat Pantai Balekambang disebut sebagai Tanah Lot'nya Jawa Timur.
pantai balekambang
Pantai Balekambang
Pantai Balekambang berada di Dusun Sumber Jahe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Akses jalan menuju Pantai Balekambang sudah baik dan nyaman. Sebagai tempat wisata di Malang yang populer, berbagai fasilitas juga terus dikembangkan untuk menunjang pariwisata.

2. Pantai Bajul Mati

Tidak akan ada Bajul Mati (Buaya Mati) di sekitar pantai ini kecuali didalam cerita turun-temurun bagaimana pantai ini ditemukan tahun 1890 silam. Pantai Bajul Mati memiliki teluk- teluk yang indah, ombak yang keras dan kontur yang curam, sehingga wisatawan tidak diperkenankan berenang. Untuk bermain air, ada muara sungai yang berada di sisi pantai. Pantai Bajul Mati terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada sekitar 58 kilometer dari Kota Malang dengan akses jalan yang baik.
pantai bajul mati
Pantai Bajul Mati

3. Pantai Sendang Biru  

Sendang biru merupakan surganya ikan segar, tak heran jika ada banyak perahu nelayan singgah di pesisir pantainya. Pantai Sendang Biru berada di Dusun Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang Jawa Timur. Berada sekitar 67 kilometer dari Kota Malang dengan akses yang baik. Pantai Sendang Biru berhadapan dengan Pulau Sempu, sehingga di sekitar pantai cocok digunakan untuk berperahu maupun olah raga laut. Selain berburu ikan segar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), adanya Pulau Sempu menjadi pesona tersendiri di Pantai Sendang Biru.
pantai sendang biru
Pantai Sendang Biru

4. Pantai Segara Anakan

Pantai Segara Anakan ada di lokasi cagar alam Pulau Sempu yang bisa ditempuh dari Pantai Sendang Biru menggunakan perahu. Bisa dibilang Segara Anakan merupakan tempat wisata di Malang paling populer karena keindahannya yang sudah menarik minat wisatawan mancanegara. Segara Anakan berada di Pulau Sempu, Segara Anakan merupakan sebuah laguna yang dihubungkan oleh muara ke laut lepas pantai. Wilayah ini merupakan cagar alam, sehingga siapapun dihimbau untuk menjaga kebersihan dan kelestarian di Pulau Sempu.
pantai segara anakan
Pantai Segara Anakan
 

5. Pantai Goa Cina

Pantai Goa Cina terletak di Dusun TUmpak Awu, Desa Sitiharjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rute jalannya sama dengan rute ke Pantai Sendang Biru dengan akses jalan yang cukup baik dan sedikit terjal.
pantai goa cina
Pantai Goa Cina
Pantai bernama asli Pantai Rowo indah ini populer dengan nama Goa Cina karena pernah ada peristiwa kematian seorang Cina di dalam Goa. Lokasi unik yang menjadi tujuan tentu adalah Goa Cina itu sendiri. Selain goa, panorama Pantai Goa Cina sangat memanjakan mata. Ombak khas pantai selatan yang berpadu dengan karang-karang akan membuat siapapun betah menyaksikannya dari bawah pohon kelapa yang teduh.

6. Pantai Tamban

Pantai Tamban berada di Dusun Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Pantai Tamban bersebelahan dengan Pantai Sendang Biru, sehingga panorama'nya nyaris sama yaitu adanya Pulau Sempu yang berhadapan dengan pantai. Bedanya, dari Pantai Tamban bisa menyaksikan panorama laut lepas di balik Pulau Sempu.
pantai tamban
Pantai Tamban

Berbagai aktivitas bisa dilakukan di tempat wisata pantai di Malang ini, seperti memancing, jet sky, diving, snorkeling maupun surfing. Ingin mencoba permainan atau menyeberang ke Pulau Sempu?, perahu nelayan siap mengantar !

7. Pantai Modangan

Pantai Modanganterletak di Dusun Kalitekuk, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada sekitar 65 kilometer di barat daya Kota Malang. Di pantai ini terdapat muara sungai yang menjadi batas antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. Akses jalan yang dilalui cukup terjal dan susah, sebaiknya menggunakan kendaraan roda 2.
pantai modangan
Pantai Modangan
Pantai Modangan memiliki karakteristik ombak yang indah, pasir putih yang lembut dan bersih, serta bebatuan hitam di sebelah kanan pantai. Meski tergolong sepi seperti terisolasi dengan akses yang tidak mudah, pantai ini sangat dikenal di kalangan traveler. Mungkin itulah alasan kenapa pada tahun 1850'an ratusan pasukan Pasukan Diponegoro menyembunyikan diri di pantai ini.

8. Pantai Ngliyep

Pantai Ngliyep berada di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada 62 kilometer di selatan Kota Malang dengan akses jalan yang baik. Pantai ini dikenal pada tahun 1980, sebelum Pantai Balekambang dan Sendang Biru dikenal
pantai ngliyep
Pantai Ngliyep
Wisata pantai di Malang ini memiliki area yang luas, hamparan pasir putih lembut dan pepohonan rindang. Pantai ini dikelilingi tebing-tebing curam dan hutan tropis yang melengkapi kenikmatan alami di Pantai Ngliyep. Bukan hanya panorama pantai sekitar, ada sebuah teluk yang bisa dinikmati di sisi bukit sebelah kiri. Selain itu ada petilasan di pulau kecil bernama Gunung Kombang yang bisa dikunjungi.

9. Pantai Sipelot

Pantai Sipelot terletak di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Akses jalan mendekati lokasi pantai lumayan susah karena beberapa ruas jalan berlubang. Pantai bernama asli Spelot ini juga memiliki Air Terjun Coban Sipelot dan untuk mencapainya, perlu diantar nelayan menggunakan perahu menyeberangi teluk.
pantai sipelot
Pantai Sipelot
Pantai Sipelot menyajikan warna laut yang biru, hamparan pasir putih yang luas dengan garis pantai yang melingkar seperti danau. Pantai ini berada di sebuah teluk, sehingga ombak pantainya tergolong tenang. Di sebelah timur terdapat muara dan didekatnya ada tebing-tebing tiknggi dengan bebatuan besar di sisi pantai. Adanya beberapa fasilitas yang sudah dikembangkan tentu membuat semakin betah berlama-lama mengeksplore wisata pantai di Malang ini.

10. Pantai Tiga Warna

Pantai Tiga Warna (8°26'22"S-112°40'39"E) berada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Merupakan area konservasi, peraturan tempat wisata di Malang ini cukup ketat, salah satunya memiliki kuota wisatawan.
pantai tiga warna
Pantai Tiga Warna
Sesuai namanya, Pantai Tiga Warna memiliki keunikan yaitu air yang nampak berbeda karena faktor kedalaman air. Aktivitas favorit yang bisa dilakukan di panta ini adalah snorkeling untuk menikmati keindahan terumbu karang bawah lautnya. Menjadi kawasan konservasi, pantai ini sangat dijaga kebersihannya, sehingga wisatawan wajib membawa sampah pulang.

11. Pantai Kondang Merak

Pantai Kondang Merak berada di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Burung Merak di pantai ini sudah punah tahun 1980. Pantai ini memiliki terumbu karang yang menawan, sehingga snorkeling menjadi daya tarik di Pantai Kondang Merak. Adanya batu karang yang berjajar tak jauh dari bibir pantai, membuat ombak di pantai ini sangat nyaman bagi para nelayan dan juga aman untuk wisatawan. Menikmati suasana pantai yang tenang dengan sajian kuliner ikan laut, tidak lengkap jika tidak camp semalam di pantai ini.
pantai kondang merak
Pantai Kondang Merak

12. Pantai Kondang Iwak

Pantai Kondang Iwak berada di Dusun Sumberpucung, Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada sekitar 70 kilometer ke selatan Kota Malang. Wisata pantai di Malang ini menawarkan hamparan pasir putih bersih layaknya panorama Pantai Kuta Bali. Di hamparan pasir putih yang bersih ada batu karang besar menjorok ke laut yang menambah keindahan Pantai Kondang Iwak. Di sebelah barat pantai terdapat muara air tawar (kondang), dimana yang suka memancing bisa menyalurkan hobinya.
pantai kondang iwak
Pantai Kondang Iwak

13. Pantai Lenggoksono

Pantai Lenggoksono terletak di Dusun Lenggoksono, Desa Purwodadi, Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Akses jalan yang dilalui cukup susah meski beberapa bagian sudah dicor. Bagi penyuka kegiatan memancing, Pantai Lenggoksono bisa menjadi salah satu destinasi.
pantai lenggoksono
Pantai Lenggoksono
Memiliki pemandangan yang indah, pantai di Malang ini menjadi tempat konservasi lpbster mutiara, lobster pasir dan lobster batu. Di kawasan ini terdapat goa lobster sebagai tempat bertelur lobster. Itulah yang menjadikan tempat ini dijadikan sebagai wilayah ekowisata.

14. Pantai Banyu Anjlok

Pantai Banyu Anjlok terletak di Dusun Lenggoksono, Desa Purwodadi, kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Berada sekitar 68 kilometer dari Kota Malang dengan akses jalan yang cukup susah ketika mendekati pantai. Rute yang mudah bisa menyewa perahu nelayan dari Pantai Lenggoksono. Keunikan wisata pantai di Malang ini adalah adanya air terjun mini yang menghadap ke bibir pantai, sehingga berwisata ke pantai ini tidak akan membosankan. Menikmati panorama pantai selepas sore juga tidak kalah menarik. Menanti sunset di atas bukit akan menambah kesan eksotis Pantai Banyu Anjlok.
pantai banyu anjlok
Pantai Banyu Anjlok

15. Pantai Clungup

Pantai Clungup berada di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kebupaten Malang, Jawa Timur. Menuju pantai ini tidak mudah karena harus berjalan kaki setelah menitipkan motor sekitar 200 meter dari Sendang Biru. Itulah kenapa pantai ini masih sepi dan bersih. 
pantai clungup
Pantai Clungup
Pantai Clungup memiliki hamparan pasir putih yang luas dan bersih. Gelombang ombak cukup tenang karena dilindungi beberapa pulau kecil di lepas pantai. Pemandangan pulau-pulau kecil dan karang-karang akan sangat memanjakan mata. Pantai ini aman digunakan untuk bermain air karena tidak terlalu dalam. Suasana yang sepi dan tenang sangat cocok untuk camping.

16. Pantai Gatra

Pantai Gatra berada di Dusun Sendangbiru, Desa Sitiharjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Pantai ini masuk di kawasan hutan lindung, sehingga kebersihan dan kelestarian tempat wisata di Malang ini sangat dijaga dengan adanya peraturan yang ketat.
pantai gatra
Pantai Gatra
Setelah melewati Pantai Clungup, akan sampai di Pantai Gatra. Pantai ini disebut-sebut sebagai Raja Ampat'nya Malang Selatan. Pantai ini dikelilingi rimbunan pepohonan hijau. Gugusan pulau-pulau karang yang berpadu dengan deburan ombak dan gradasi warna laut menjadikan tempat wisata di Malang ini cocok untuk menenangkan diri.

17. Pantai Ngantep

Pantai Ngantep berada di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berbeda dengan wisata pantai di Malang lainnya, Pantai Ngantep memiliki karakter yang berbeda. Pantai ini cocok untuk selancar karena memiliki gulungan ombak yang sangat memikat. Selain menjadi salah satu spot surfing dan pasir putih yang lembut, Pantai Ngantep dikenal sebagai pantai religi karena adanya pendopo di puncak bukit bernama Gunung Batok. Meski jarang dikenal selain para peselancar, fasilitas di Pantai Gatra cukup lengkap seperti kamar mandi, mushola, camp area dan penginapan. 
pantai ngantep
Pantai Ngantep

18. Pantai Jembatan Panjang

Jika wisata pantai di Malang banyak dikenal karena keindahannya, Pantai Jembatan Panjang dikenal karena kisah mistisnya. Pantai Jembatan Panjang berada di Dusun Sumber Jamber, Desa Srigoco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Berada di sebelah barat Pantai Balekambang, sekitar 62 kilometer dari Kota Malang. 
pantai jembatan panjang
Pantai Jembatan Panjang
Pantai Jembatan Panjang menyajikan hamparan pasir putih yang membentang luas, hutan yang masih asri dan gelombang yang tenang akibat terhalang sebuah pulau. Keunikan wisata pantai di Malang ini adalah adanya jembatan putus sebagai penghubung ke pulau dan konon memiliki mitos tersendiri. Nilai artistik ini menjadikan di lokasi pantai sering dijadikan tempat pemotretan.

19. Pantai Batu Bengkung

Pantai Batu Bengkung kini mulai naik daun dan cukup populer di sosmed. Pantai Batu Bengkung terletak di Desa Gajah Rejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada paling barat dari pantai-pantai lain di Malang Selatan. Keunikan pantai ini adalah adanya kolam alami yang terbentuk dari deburan ombak yang terjebak di cekungan karang di pinggir pantai, tapi jika surut, air di kolam alami tidak ada. Ombak di pantai ini sangat besar, jadi tidak diperkenankan berenang. Namun, momen sunset yang indah bisa dinikmati sembari camping ceria.
pantai batu bengkung
Pantai Batu Bengkung

20. Pantai Sendiki

Pantai Sendiki terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berada sekitar 68 kilometer dai Kota Malang. Pantai ini mulai naik daun seiring pengembangan fasilitas di dalamnya, sehingga kini mulai menjadi wisata pantai favorit di Malang.
pantai sendiki
Pantai Sendiki
Pantai Sendiki dikelilingi oleh hutan hijau, memiliki garis pantai yang cukup panjang melengkung. Banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan seperti voli pantai, berjemur, hingga menelusuri hutan di sebelah pantai. Selain menikmati suasana pantai dengan camping, ada penginapan dengan konsep rumah pohon yang semakin membuat wisata pantai di Malang ini semakin unik dan menarik.

Itu adalah 20 wisata pantai di malang yang populer dengan panorama alam yang mempesona, serta selalu menarik minat wisatawan. Masih banyak deretan wisata pantai di Malang yang bisa dikunjungi, namun belum populer. Cepat atau lambat, pantai-pantai tersembunyi lainnya akan menampakkan diri dan bersiaplah berpetualang !.

Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"

Sejarah Letusan Gunung Tambora. Gunung Tambora merupakan gunung berapi yang sejarahnya begitu dikenal di dunia yang dikenal pernah memiliki letusan paling mematikan. Gunung yang berada di timur Nusantara ini telah menciptakan teror hingga ke Eropa pada tahun 1816. Tak heran jika Gunung Tambora telah mengundang banyak peneliti dari berbagai penjuru dunia untuk menguak sejarah masa lalu yang telah terkubur ratusan tahun silam. Gunung ini'pun disebut sebagai Pompeii dari Timur.
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Lukisan Letusan Tambora
Gunung Tambora berada di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Letusan Gunung Tambora tepat dua abad pada April 2015 lalu. Efek letusan hebat yang mengubur tiga kerajaan serta menewaskan hampir seluruh penduduknya dikenal dengan sebutan years without summer di Eropa hingga setahun setelahnya. Aerosol Sulfat yang dihembuskan Gunung Tambora menutupi langit Eropa, sehingga menyebabkan krisis kemanusiaan terbesar Eropa di era modern.

Asal Mula Gunung Tambora

Menurut ceria turun temurun, asal mula Gunung Tambora ada dua versi, yaitu:
  1. Berasal dari kata lakambore (Bahasa Dompu/Bima) yang berarti 'mau kemana'.
  2. Berasal dari kata ta yang berariti mengajak dan mbora yang berarti menghilang.
Kedua versi itu muncul dari adanya cerita turun temurun tentang seorang petapa. Konon dahulu ada seseorang petapa sakti yang pertama kali ke gunung tersebut, namun tidak ditemukan lagi karena menghilang (moksa). Petapa sakti tersebut pernah menampakkan diri di sebuah pulau di sebelah barat laut Pulau Sumbawa yang juga terlihat dari puncak Gunung Tambora. Pulau tersebut dinamai Pulau Satonda yang berasal dari kata tonda - berarti jejak atau tanda kaki. 

Sejarah Singkat Gunung Tambora

Gunung Tambora merupakan gunung berapi tipe stratovolcano berbentuk kerucut dengan tinggi 4.200 mdpl, sehingga menjadikannya sebagai gunung berapi tertinggi di Indonesia saat itu. Kini, gunung berapi tertinggi di Indonesia adalah Gunung Kerinci dengan ketinggian 3.805 mdpl.
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Gunung Tambora
Di sekitar Gunung Tambora saat itu terdapat tiga kerajaan, yaitu Kerajaan Tambora, Kerajaan Pekat dan Kerajaan Sanggar. Daerah di sekitar Gunung Tambora begitu subur dan diperkirakan menghasilkan berbagai hasil bumi seperti padi, kopi, kapulaga, kemiri, madu, lada, kain tenun dan kuda. Hal ini menyebabkan adanya perdagangan dengan kerajaan di sekitarnya dan juga VOC

Letusan Gunung Tambora

Letusan dasyat pada tahun 1815 menyebabkan Gunung Tambora kehilangan hampir seluruh tinggi dan volumenya. Tinggi asli  Gunung Tambora 4.200 mdpl, ketinggian setelah letusan menjadi 2.730 mdpl, kaldera yang terbentuk memiliki diameter 8 kilometer dengan tinggi dasar kawah 1.300 mdpl. Ketika meletus, Gunung Tambora diperkirakan melontarkan sebanyak 163 kilometer kubik materi vulkanik dan menjadikannya sebagai letusan terhebat yang tercatat dalam sejarah peradaban manusia dengan skala 7 VEI (Volcanic Explosivity Index).
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Skala Letusan Gunung Berapi

Tiang abu letusan Gunung Tambora tahun 1815 diperkirakan setinggi 25 kilometer. Selain menutup sekitarnya dengan debu vulkanik dan aliran awan panas, letusan ini memuntahkan uap air (H2O) serta belerang dioksida (SO2) ek dalam atmosfer. Kombinasi kedua zat ini menciptakan tetesan asam sulfat (H2SO4). Selubung tetesan kecil ini disebut aerosol, menyebar ke seluruh dunia, memantulkan radiasi matahari sehingga menciptakan cuaca dingin yang tidak normal. 
Berikut adalah kronologi letusan Gunung Tambora :
  1. 1812 : Terjadi letusan-letusan kecil.
  2. 5 April 1815 : Suara erupsi terdengar sampai di Makasar, Jakarta dan Ternate.
  3. 10-11 April 1815 : Suara letusan terdengar hingga di Sumatra. Gempa terasa sampai ke Surabaya. Madura tertutup abu selama 3 hari. Aliran materi vulkanik mencapai 100 kilometer kubik. Kolom letusan mencapai tinggi 43 kilometer. Abu vulkanik mencapai Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan, menyebabkan gagal panen.
  4. Pertengahan 1815-1816 : Aerosol asam sulfat menyebabkan perubahan iklim dunia.
  5. 1816 : Tahun tanpa musim panas menyebabkan Benua Eropa dan Amerika gagal panen. Mengubah angin muson. Banjir musimkemarau melanda India, Pakistan dan Banglades. Penyakit kolera menyebar dari India hingga Rusia.
Material awan panas menerjang ke kawasan Kerajaan Tambora dan Kerajaan Pekat. Lapisan abu berupa pasir halus kehitaman hasil letusan freatomagnetik menerjang Kerajaan Sanggar dan meluas hingga Pulau Moyo. Sementara disekeliling radius tersebut, ada endapan yang tersusun dari lapisan-lapisan batu apung.
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Sebaran Abu Vulkanik

Peneliti dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Igan Supriatman Sutawidjaja menyebutkan, distribusi awan panas diperkirakan mencapai area 820 kilometer persegi. Jumlah total gabungan awan panas dan batuan totalnya 874 kilometer persegi. Ketebalan awan panas rata-rata 7 kilometer, tapi ada yang mencapai 20 kilometer.

Aliran awan panas (piroklasik) merupakan batuan halus bersuhu mencapai 1.000 derajat Celcius dengan kecepatan tinggi 700 km/jam. Aliran ini yang memusnahkan hutan, pemukiman, sekaligus menghapus keberadaan Kerajaan Pekat dan Kerajaan Tambora. Wilayah Kerajaan Tambora dan Sanggar kemudian dikuasai Kerajaan Bima, sedangkan bekas Kerajaan Pekat dikuasai Kerajaan Dompu.
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Aliran Awan Panas

Letusan Gunung Tambora memang dasyat, bahkan terkuat yang pernah tercatat dalam sejarah manusia modern. Magnitudo letusan Gunung Tambora berdasarkan VEI (Volcanic Explosivity Index) berada pada skala 7 - 8, hanya kalah pada letusan Gunung Toba sekitar 74.000 tahun lalu yang ada pada skala 8. Jumlah korban tewas akibat letusan Gunung Tambora mencapai kisaran 71.000 jiwa, ada ahli yang menyatakan 91.000. Sekitar 10.000 orang tewas secara langsung akibat letusan dan sisanya karena bencana kelaparan dan penyakit. Jumlah ini belum termasuk kematian yang terjadi di negara-negara Benua Eropa dan Amerika yang mengalami tahun tanpa musim panas.

Legenda Letusan Gunung Tambora

Jaman dahulu, letusan gunung selalu dikaitkan dengan azab Tuhan karena ulah manusia durhaka. Tak berbeda dengan kisah gunung-gunung berapi yang lain, masyarakat Sumbawa yang selamat dari letusan Gunung Tambora juga menciptakan kisah-kisah serupa, yaitu 'Syair Kerajaan Bima' oleh Khatib Lukman dan kisah narasi yang didokumentasikan oleh PP Roorda van Eysinga.

Konon letusan Gunung Tambora terjadi karena Sultan yang durhaka. Dikisahkan seorang Arab bernama Said Idrus dari Bengkulu kala itu singgah di negeri Tambora. Suatu saat, dilihatnya seekor anjing di dalam masjid, maka dia menyebut Sultan Kafir, karena anjing diharamkan dalam agama islam. Sultan yang marah akhirnya berniat balas dendam. Kemudian dia mengundang Said Idrus dan menjamunya makan dengan lauk daging. Said Idrus memastikan bahwa daging yang akan dimakannya bukanlah daging anjing ataupun babi. Sultan'pun berbohong dan mengatakan itu bukanlah daging haram. Setelah Said Idrus memakannya, barulah Sultan mengatakan bahwa daging tersebut adalah daging anjing. Said Idrus murka, dia'pun mengutuk negeri Tambora.

Waktu itulah api menyala di gunung, mengejar para pembunuh di kota, hutan, darat dan laut, sampai lautan Tambora menyala. Api berkobar selama beberapa hari dan ribuan orang tewas hingga kemudian turun hujan abu. Seluruh pulau menderita kelaparan. Sekitar 10.000 lebih penduduk Sumbawa meninggal atau mengungsi, ternak dan ladang dibinasakan abu dan selama tiga tahun tidak bisa digarap. Beberapa waktu kemudian tiga ombak besar melanda negeri Tambora dari arah selatan yang menyebabkan tujuh kampung tenggelam.

Pompeii Dari Timur

Letusan dasyat Gunung Vesuvius tahun 79 kala itu mengubur dua kota Romawi, Pompeii dan Herculaneum sedalam 4-6 meter. Sebanyak 20.000 warga Pompeii tewas dalam letusan. Tahun 1748 Pompeii kembali terkuak setelah penemuan Herculaneum 10 tahun sebelumnya. Temuan ini ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia. Di Pompeii, pengunjung bisa belajar banyak hal mulai dari arkeologi hingga sejarah masa lalu. Penemuan yang digali berupa puing bangunan, jalanan batu, hotel, keramik, pasar, sejumlah lukisan, dan sebagainya.

Letusan Gunung Tambora yang berlipat kali lebih dasyat dibanding Gunung Vesuvius dan dampak letusannya yang mengglobal, mungkin suatu saat akan menjadi warisan dunia. Penggalian arkeologi yang terus dilakukan semakin banyak menyingkap jejak peradaban yang telah terkubur lebih dari dua abad silam. Layaknya Pompeii, peradaban Tambora yang bertahun-tahun terkubur'pun akan mulai terkuak.

Kelahiran Doro Api Toi

Setelah letusan dasyat pada tahun 1815, Gunung Tambora tidak pernah kembali bergejolak. Kaldera raksasa yang tercipta dipagari tebing curam yang menghunjam dalam hingga 1.200 meter ke perut bumi dan tampak mengerikan dilihat dari puncak Gunung Tambora - Puncak Kabut. Sebelum 1815, lubang kaldera itu adalah bebatuan yang menjulang dengan ketinggian 4.200 mdpl sebelum lenyap hampir separuhnya karena letusan dahsyat. Doro Api Toi perlahan tumbuh di dasar kaldera dengan asap tipis mengepul dari sana, menandakan bahwa Tambora tidak benar-benar mati.
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Doro Api Toi
Pada tahun 1967, Tambora meletus kecil di bawah skala 1 VEI. Awal Agustus 2011, asap putih tebal membumbung hingga 20 kilometer dari Doro Api Toi. Meski tidak ada aktivitas seismik yang berarti sejak tahun 1815, Pusat Volkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi masih terus memantau Gunung Tambora. Mungkinkah anak Gunung Tambora akan meletus dasyat seperti ibunya?
Sejarah Letusan Tambora, "Pompeii dari Timur"
Bibir Kawah Gunung Tambora

Kini Gunung Tambora yang disebut sebagai si Pompeii dari Timur ini layaknya sebuah warisan dunia yang terus menjadi tujuan para arkeolog untuk mengungkap kisah masa lalu. Penggalian arkeologi yang terus dilakukan semakin banyak menyingkap temuan jejak peradaban yang terkubur oleh letusan selama lebih dari dua abad silam. Jejak peradaban yang terkubur'pun harus menunggu kesempatan untuk berbicara.