Ranu Gumbolo - Sensasi Pegunungan di Pinggiran Kota Tulungagung

Ranu Gumbolo Tulungagung. Siapa yang tidak tertarik melihat pemandangan menawan pegunungan seperti matahari terbit di pucuk Ranu Kumbolo?. Bagi banyak orang, Ranu Kumbolo atau pernah disebut Ranu Gumbolo, adalah surga di Gunung Semeru dan mayoritas pendaki gunung'lah yang bisa menikmati keindahannya. But now, pesona pemandangan ala Ranu Kumbolo buka hanya bisa disaksikan di film saja. Jika ada suatu tempat yang pesonanya nyaris sama dengan Ranu Kumbolo, kenapa tidak mencoba?. Tanpa alat pendakian, menikmati hawa alam yang segar bisa dicoba di Ranu Gumbolo Tulungagung.
ranu gumbolo
Ranu Gumbolo Tulungagung
Ranu Gumbolo berada di kompleks Waduk Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung. Rute jalan sangat mudah diakses dari Surabaya maupun Kediri, dengan penunjuk arah yang jelas dan kondisi jalan yang baik untuk dilewati roda dua maupun roda 4.

Waduk Wonorejo sangat besar dan indah, dengan air melimpah yang dikelilingi perbukitan. Besarnya kapasitas air yang mencapai 3,85 juta meter persegi, ditambah pemandangan sekelilingnya yang hijau segar, membuat tempat ini tampak sangat memanjakan mata siapapun yang melihatnya. Tak salah jika tempat wisata di Tulungagung ini sangat diminati wisatawan dari dalam maupun luar kota.
ranu gumbolo
Welcome to Ranu Gumbolo
Keindahan waduk semakin lengkap dengan adanya tempat wisata Ranu Gumbolo yang fenomenal. Ranu Gumbolo merupakan sebuah area tak jauh dari Waduk Wonorejo, dimana ada view cantik yang pasti sangat tidak asing bagi para penggiat alam maupun pendaki gunung. Yah... sekilas tempat wisata di Tulungagung ini sangat mirip dengan Ranu Kumbolo yang ada di area Gunung Semeru.  
ranu gumbolo
Sungai di Ranu Gumbolo
Berbeda dari namanya 'ranu', tempat ini bukanlah danau maupun kolam, tapi merupakan aliran sungai tenang di sekitar Waduk Wonorejo. Suasana yang tenang, teduh, serta berada di bawah hutan pinus akan membuat siapapun merasa betah berlama-lama bersantai sambil menikmati pemandangan cantik yang dikelilingi perbukitan hijau. How the beautiful landscape !

Jika Ranu Kumbolo ada di ketinggian 2.400 mdpl dengan cuaca yang bisa berubah extreme, Ranu Gumbolo berada di ketinggian 182 mdpl dengan cuaca panas yang terberai karena lebatnya pepohonan pinus. Sudah ada beberapa gasebo, tempat duduk, hingga tempat selfie yang disediakan di area wisata Ranu Gumbolo. So let's choose, ingin tiduran di atas hammock?, bersenda gurau di bawah gasebo?, naik ke rumah pohon untuk melihat landscape dari ketinggian? atau menanti sunset di depan tenda dome?. This is second Ranu Kumbolo !
ranu gumbolo
Hutan Pinus Ranu Gumbolo
Ranu Gumbolo bukan hanya menyediakan ruang untuk bersantai dengan adanya berbagai fasilitas bangunan. Ingin having fun?, cobalah melintasi area sungai dengan sepeda air. Air sungai kehijauan yang nyaris tidak tampak mengalir sangat aman digunakan untuk bermain sepeda air, bahkan tenangnya sungai ini menjadi tempat yang cocok bagi siapapun yang hobi memancing. Sebelum dibuka menjadi tempat wisata, di lokasi ini banyak dimanfaatkan untuk memancing karena ada banyak jenis ikan di lokasi Ranu Gumbolo, seperti ikan gurameh, ikan nila, ikan mujair, ikan lele, bahkan ikan louhan. Petualang dan hobi memancing? maka sekali lagi, tempat ini cocok untuk camping.

Sejak diresmikan pada Juli 2016, tempat wisata Ranu Gumbolo terus dikembangkan. Berbagai fasilitas umum seperti lokasi parkir, gasebo, penjual makanan-minuman dan toilet sudah tersedia di area wisata.
ranu gumbolo
Waiting for sunset
Penamaan Ranu Gumbolo tentu bukan karena tempat ini sebuah danau atau kolam - karena tempat ini adalah sungai, tapi cenderung ke pesona alamnya yang menyerupai Ranu Kumbolo di Gunung Semeru. Sepintas, landscape di ujung Ranu Gumbolo memang mirip dengan dua bukit Ranu Kumbolo yang selalu mengapit sunrise. Sedangkan sunset juga tak kalah menawan ketika mulai lenyap di ujung aliran sungai Ranu Gumbolo. Hm... serupa namun tak sama.

Tips Mengunjungi Ranu Gumbolo Tulungagung :
  1. Gunakan sandal yang nyaman karena area wisata ini ada di daerah perbukitan.
  2. Pakailah pelindung kepala untuk melindungi dari panas yang menyengat di daerah lapang.
  3. Bawalah hammock untuk mengantisipasi habisnya tempat istirahat karena banyaknya pengunjung.
  4. Berhati-hatilah saat naik ke rumah pohon karena tidak ada pengaman. Jika selfie, kondisikan waktu selfie dengan pengunjung yang antri.
  5. Berhati-hatilah saat naik sepeda air, jangan mengayuh terlalu jauh dari lokasi start.
  6. Jagalah kebersihan di area wisata yang masih terjaga kebersihannya.

Mitos dan Situs Pemujaan Spiritual Gunung Arjuno

Misteri Gunung Arjuno. Gunung api Arjuno - Welirang merupakan gunung api istirahat yang berada di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan. Dengan tinggi 3.339 mdpl, Gunung Arjuno merupakan gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur. Nama Arjuno berasal dari salah satu tokoh pewayangan Mahabharata. Seperti gunung berapi lainnya di Jawa, Gunung Arjuno termasuk salah satu yang disakralkan. Adanya beberapa situs bersejarah menjadikan Gunung Arjuno juga menjadi tujuan para pelaku spiritual, sehingga menimbulkan kesan mistis di sepanjang jalur pendakiannya. 
misteri gunung arjuno
Pegunungan Arjuno - Welirang
Berada di perbatasan tiga wilayah, ada beberapa jalur pendakian yang bisa dilalui. Namun hanya ada tiga jalur utama yang ngetrend di kalangan pendaki yaitu :
  1. Jalur pendaian via Tretes
  2. Jalur pendakian via Purwosari 
  3. Jalur pendakian via Lawang
Ketiga jalur tersebut mempunyai karakteristik dan suasana yang sangat berbeda, tapi mitos yang terdapat di dalamnya tetap sama dan selalu menjadi  cerita menarik para pendaki, sekaligus menjadi pantangan yang secara tidak langsung menjadi aturan. 
Gunung Arjuno - Welirang pernah meletus pada tahun 1950 dan 1952. Ini merupakan waktu istirahat terpendek Gunung Arjuno - Welirang yang tercatat dalam sejarah

Legenda Gunung Arjuno

Arjuno menjadi nama gunung ini tidak lain karena sebuah legenda turun temurun tentang asal mula Gunung Arjuno. Konon, Arjuna bertapa di sebuah puncak gunung dengan sangat tekun hingga tubuhnya memiliki sinar dengan kekuatan yang luar biasa dan berdampak besar. Bumi bergoncang, kawah condrodimuko menyemburkan lahar, banjir, penyakit dimana-mana, bahkan gunung tempatnya bertapa terangkat ke langit.
legenda gunung arjuno
Legenda Gunung Arjuno
Hal ini membuat para dewa kuatir, sehinga membuat Batara Guru mengutus Batara Narada untuk menyelesaikan masalah, yaitu membangunkan Arjuna dari pertapaannya. Batara Narada gagal membangunkan Arjuna dengan segala cara. Akhirnya diutuslah Batara Ismaya bersama dengan Togog untuk membangunkan tapa Arjuna. Karena kesaktiannya, mereka berdua berubah menjadi besar melampaui puncak gunung dan mengeruk bagian bawah gunung tempat Arjuna bertapa, memotongnya dan melemparkan potongan gunung itu ke tempat lain.

Seketika Arjuna terbangun dan memperoleh nasehat dari Batara Ismaya. Nah, gunung tempat Arjuna bertapa itupun bernama Gunung Arjuno, sedangkan potongannya bernama Gunung Wukir. 

Situs dan Tempat Pemujaan Gunung Arjuno

Bersebelahan dengan Gunung Penanggungan yang dikenal dengan ratusan situs purbakala, tak membuat keadaan yang berbeda dengan Gunung Arjuno. Ada beberapa situs yang dijadikan tempat ziarah para pelaku spiritual, menimbulkan suasana yang mistis di area Gunung Arjuno. Kebanyakan situs tersebut bisa ditemui di jalur Pendakian Gunung Arjuno via Purwosari.

Berikut adalah beberapa situs sekaligus tempat pemujaan yang ada di sepanjang lereng Gunung Arjuno :
  1. Onto Boego : Tempat ziarah dan bersemedi untuk kalangan tertentu. Menurut juru kunci, goa ini dijaga oleh seekor ular naga.
  2. Candi Madrim : Berbentuk punden berundak dengan 3 ukuran teras berbeda. Di teras atas ada beberapa batu andesit yang dibungkus kain putih dan 1 lumpang batu sebagai objek pemujaan.
  3. Situs Eyang Abiyoso : Situs punden berundak yang telah dipugar. Ada 1 batu andesit besar seperting lesung, 1 umpak batu andesit segi empat dan 1 arca dwarapala.
  4. Situs Eyang Sekutrem : Bangunan tempat menyimpan arca dan sebagai tempat ziarah, diduga bekas bangunan punden berundak.
  5. Sendang Dewi Kunti : Tempat pemujaan dan sumber air.
  6. Hyang Sakri : Tempat pemujaan.
  7. Pondok Rahayu : Sebuah gubuk yang nampak seperti 'gubuk hantu' di tengah hutan yang masih akrab dengan 'aksara jawa'.
  8. Situs Eyang Semar : Area tempat pemujaan dengan sebuah patung semar. Mitosnya, Eyang Semar adalah penasehat kepercayaan Arjuna dan di tempat tersebut melakukan moksa.
  9. Mangkutoromo : Situs arkeologi berupa punden berundak yang paling besar di sepanjang jalur pendakian.
  10. Candi Sepilar : Situs arkeologi yang berada tak jauh di atas Mangkutoromo. Merupakan bagian yoni, sedangkan bagian lingga ada di arah sebelah kanan.
Situs Pemujaan Gunung Arjuno
Tempat-tempat tersebut diyakini sebagai tempat pemujaan dengan adanya dupa dan bunga. Jadi jangan heran jika tercium bau dupa dan merasakan sensasi spiritual ketika mendaki Gunung Arjuno via Purwosari.

Mitos Gunung Arjuno

Banyaknya situs sejarah dan tempat pemujaan di sekitar lereng Gunung Arjuno, membuat siapapun tidak bisa main-main seenaknya di gunung ini. Berbagai mitos'pun tumbuh dengan sendirinya dari mulut ke mulut. Berikut adalah berbagai mitos Gunung Arjuno :

1. Petilasan Petapa
Banyaknya petilasan peninggalan Kerajaan Majapahit dan Singasari. Masyarakat masih percaya bahwa orang yang melakukan moksa masih menjaga tempat-tempat tersebut. Selain itu, beredar mitos bahwa anak Arjuna dengan Bathari Dresnala yang bernama Bambang Wisanggeni juga menjaga petilasan-petilasan tersebut.
petilasan eyang semar
Petilasan Eyang Semar

2. Alas Lali Jiwo
Para pendaki Gunung Arjuno dan Gunung Welirang tentu tidak asing dengan nama Alas Lali Jiwo (Hutan Lupa Diri) yang kemistisannya sangat populer. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, orang yang mempunyai niat jahat, akan tersesat dan lupa diri di tempat tersebut. Menurut ahli spiritual, daerah alas lali jiwo banyak dihuni oleh para jin.

3. Pasar Setan
Pasar Setan atau disebut juga pasar dieng ada di jalur pendakian menuju puncak Gunung Arjuno via Tretes, tepatnya di area cukup luas yang terdapat banyak makam. Saat siang hari, lokasi tersebut hanyalah tanah lapang, namun saat malam hari, konon di tempat ini terdengar suara ramai seperti di pasar.
pasar setan
Area Pasar Setan
4. Acara Ngunduh Mantu
Selain suara gaib dari pasar setan, ada juga suara gamelan yang terdengar di sekitar Alas Lali Jiwo. Suara gamelan yang tiba-tiba ada dan tiba-tiba menghilang dipercaya sebagai acara ngunduh mantu bangsa jin. Mitosnya, jika mendengar bunyi gamelan, sebaiknya segera turun agar tidak dibawa bangsa jin alias tersesat dan hilang.

5. Pantangan 
Ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar para pendaki Gunung Arjuno. Beberapa diantaranya adalah tidak boleh naik dalam jumlah ganjil, tidak boleh menggunakan baju merah, untuk wanita haid dilarang melanjutkan naik ke puncak dan dilarang merusak situs-situs petilasan. Jika jumlah ganjil, hendaknya membawa sebuah tongkat untuk menggenapi. Pantangan-pantangan ini biasanya dikatakan juru kunci Mangkutoromo sebelum pendaki melanjutkan Pendakian Gunung Arjuno.

Banyaknya cerita-cerita mistis seperti pendaki hilang, pendaki tersesat, pendaki berpindah jalur pendakian hingga pendaki kerasukan setan karena melanggar pantangan, selalu menjadi bumbu cerita utama mitos Gunung Arjuno. Cerita lain? ask your friends who've come here.

Seperti penganut kepercayaan tertentu yang melakukan kegiatan spiritualnya di lereng Gunung Arjuno, pantangan dan mitos tersebut tidak sepenuhnya harus dipercaya. Meski mitos ada untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan terjadi, kadang mitos juga dibuat untuk melindungi adat, budaya dan kepercayaan setempat, maupun melindungi situs arkeologi dari ulah para pendaki nakal. So, hold on to your faith !

Menyibak Kesunyian Air Terjun Grenjeng yang Tersembunyi

Air Terjun Grenjeng Blitar. Sekilas memang asing mendengar nama Air Terjun Grenjeng. Jangankan wisatawan luar kota, masyarakat asli kota Blitar'pun juga tidak semua tahu tentang Air Terjun Grenjeng. Namun popularitas sebuah tempat wisata di Blitar tidak hanya dilihat dari banyaknya orang yang tahu, justru karena tidak banyak orang yang tahu, Air Terjun Grenjeng digemari oleh traveler dan penggiat alam untuk menikmati secuil kesejukan di dalam kesunyian hutan. Hm... let's check it out !
air terjun Grenjeng
Air Terjun Grenjeng
Air Terjun Grenjeng berada di Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Rute ke Air Terjun Grenjeng, dari kota Blitar ambil arah ke Kecamatan Panggungrejo, ke arah Pantai Serang Blitar. Sebelum pertigaan petunjuk arah ke tempat wisata Pantai Serang dan Pantai Pasir Putih Peh Pulo yang ditandai dengan pertigaan pohon besar, ambil arah kiri ke jalan kecil yang berjarak sekitar 20 meter sebelum pertigaan. Belum ada petunjuk arah ke Air Terjun Grenjeng di sekitar jalan, sehingga bisa menggunakan Google Maps (8°15’28.29″S 112°17’8.85″E) atau GPS (Gunakan Penduduk Sekitar). 

Kendaraan pribadi bisa dititipkan di rumah penduduk terakhir sebelum memulai trecking sekitar 700 meter, melewati perkebunan dan sawah penduduk. Setelah melewati sungai, ambil arah ke kiri. Kemudian berjalan mengikuti pematang ke arah kanan, jangan mengikuti arah sungai. Air Terjun Grenjeng akan nampak setelah melewati pohon perdu yang rapat. Layaknya membuka tabir kehidupan, this is time to enjoying.

Air Terjun Grenjeng merupakan salah satu destinasi tempat wisata di Blitar yang belum resmi dibuka untuk umum, sehingga tak heran jika lokasi tidak mudah dicapai dengan kendaraan umum maupun roda empat. Air Terjun Grenjeng diapit oleh tebing hitam yang mengelilingi area air terjun. Ada kedung di bawah air terjun berketinggian sekitar 20 meter ini. Ingin berenang, bermain air dengan bebas, bercengkerama maupun camp sangat cocok dilakukan dan patut dicoba. Terlebih jika siang hari panas menyengat, mendinginkan diri di bawah air terjun akan sangat menggoda. Jika waktu yang tepat memberi kesempatan, sensasi private waterfall bisa didapat. 
air terjun grenjeng
Kedung Air Terjun Grenjeng
Debit Air Terjun Grejeng tergantung musim. Jika musim kemarau, debit air tidak terlalu besar dan bisa saja kering kerontang. Sedangkan saat musim hujan, debit air yang besar akan mengundang wisatawan untuk berkunjung.

Meski samar-samar belum ada yang mengenal Air Terjun Grenjeng, para traveler tentu tidak asing dengan nama air terjun ini. Apalagi suasana yang masih sepi, sejuk, alami dan tersembunyi adalah suasana kebanggaan para traveler. Walaupun tergolong sepi pengunjung - kecuali masyarakat sekitar, tidak menutup kemungkinan adanya beberapa pengunjung yang datang untuk mampir selepas berwisata ke Pantai Peh Pulo maupun Pantai Serang, terutama ketika hari libur. Atau malah belum mengetahui bahwa ada wisata air terjun di dekat kedua pantai tersebut. Yay, try an come in.
Cheers...

Tips Berwisata ke Air Terjun Grenjeng Blitar :
  1. Pipilih waktu yang tepat untuk wisata yang menyenangkan, tentu bukan saat musim kemarau.
  2. Gunakan kendaraan pribadi roda dua untuk mempermudah perjalanan maupun parkis karena mendekati lokasi air terjun, jalan berbatu makadam dan tidak ada angkutan umum yang menjangkau ke lokasi.
  3. Titipkan kendaraan pribadi di rumah penduduk yang berada di dekat lokasi. (rumah terakhir).  
  4. Jika tidak paham lokasi, bisa bertanya ke penduduk sekitar.
  5. Gunakan sandal anti selip untuk trecking dan menyeberangi sungai.
  6. Berhati-hatilah ketika berenang di bawah air terjun karena cukup dalam.
  7. Waspadai ketika musim hujan, debit air bisa sangat deras dan bisa saja terjadi banjir atau tanah longsor.
  8. Bawalah bekal makanan dan minuman karena tidak ada fasilitas warung makan. 
  9. Untuk kamar mandi bisa menumpang di penduduk sekitar karena belum ada fasilitas.
  10. Bawalah sampah kembali dan jangan mengotori area Air Terjun Grenjeng yang masih alami.

Gili Ketapang - Mengeksplorasi Pesona Pulau 'Bergerak' Probolinggo

Pulau Gili Ketapang Probolinggo. Area selat Madura tidak hanya populer dengan Gili Labak maupun Gili Iyang, sedangkan Probolinggo juga tidak hanya populer dikenal dengan adanya wisata Gunung Bromo yang sampai kini menjadi andalannya. Probolinggo memiliki tempat wisata baru yang mulai menjadi buah bibir di kalangan para traveler yang semakin memperlengkap destinasi wisatanya. Setelah wisata gunung, Probolinggo mengenalkan Gili Ketapang, wisata bahari yang lambat laun mulai menampakkan pesonanya.
pulau gili ketapang
Pulau Gili Ketapang
Pulau Gili ketapang dengan luas 68 Ha, berada di wilayah Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia. Pulau menyerupai kecebong di tengah laut ini terletak sekitar 8 kilometer di pantai utara Probolinggo. Gili Ketapang merupakan sebuah desa kecil di Selat Madura, maka tak heran jika sebagian besar penduduknya adalah suku Madura dengan mata pencaharian sebagai nelayan. 

Akses menuju Gili Ketapang sangat mudah. Ada beberapa rute yang bisa dilalui untuk menuju tempat wisata di Probolinggo ini, yaitu :
  1. Dengan kendaraan pribadi dari Surabaya, ikuti jalur lingkar utara Jawa Timur sampai arah kota Probolinggo. Sampai di perbatasan, ikuti petunjuk ke arah kota, kemudian ikuti petunjuk arah ke Pelabuhan Tanjung Tembaga.
  2. Dengan bus atau kereta api, dari Teminal atau stasiun Probolinggo, bisa menggunakan jasa ojek. Di area stasiun bisa memilih transportasi seperti becak dan becak motor untuk menuju ke Pelabuhan Tanjung Tembaga.
Sampai di Pelabuhan Tanjung Tembaga, satu transportasi yang bisa digunakan adalah kapal motor. Para nelayan tak segan akan segera menawarkan jasa untuk mengantarkan wisatawan ke Pulau Gili Ketapang. Kendaraan pribadi bisa diparkir di Pelabuhan Tanjung Tembaga.

Kapal motor bisa mengangkut sekitar 20 orang. Biasanya Kapal motor pemberangkatan dari Probolinggo - Gili Ketapang ada saat jam 08.00 - 16.00, sedangkan dari Gili Ketapang - Probolinggo, kapal motor ada di jam 06.00 - 18.00. Perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Tembaga ke Pulau Gili Ketapang memakan waktu sekitar 45 menit dengan pemandangan selat Madura yang 'panas-panas semilir'.

Tempat wisata Gili Ketapang merupakan tempat hilir mudik nelayan, tak heran jika di pesisir pantainya maupun dermaga terlihat banyak kegiatan nelayan. Kadang bau ikan juga sangat menggoda untuk segera disantap. Welcome to Gili Ketapang!. Pasir putih menyambut siapapun yang tiba di Pulau Gili Ketapang. Pasir putih indah dengan hiasan koral, potongan ranting pohon dan sampah yang cukup berserakan. 
pulau gili ketapang
Pesisir Gili Ketapang
Menurut masyarakat sekitar, dulunya Pulau Gili Ketapang bersatu dengan Ketapang Kecamatan Sumberasih. Akibat gempa bumi yang disebabkan meletusnya Gunung Semeru, sebagian daratan Desa Ketapang terpisah dari Probolinggo kurang lebih sejauh 5 mil. Itu Kenapa pulau ini dinamakan Gili Ketapang, yang dalam bahasa Madura berarti 'mengalir'. Bahkan mitosnya, Pulau Gili Ketapang bisa bergerak semakin menjauhi Pulau Jawa. 

Banyak kambing dan domba yang berkeliaran di sekitar desa, bahkan bisa dibilang kalau kambing memang hewan ternak yang paling mendominasi di  Gili Ketapang. Meski banyak hewan kambing, justru ada Gua Kucing di Gili Ketapang. Hm.... tanya kenapa?, tentu karena Gili Ketapang menyimpan aneka legenda yang sangat menarik.

Jangan ke Gili Ketapang jika hanya mengejar kondisi bawah lautnya yang mulai fenomenal. Ada beberapa lokasi unik yang bisa dikunjungi di Pulau Gili Ketapang. Aneka legenda yang menarik, tentu menjadikan tempat ini bisa disebut sebagai wisata religi. 

Berikut adalah beberapa tempat menarik di Gili Ketapang :

1. Gua Kucing
Gua Kucing menjadi tempat yang dikeramatkan di Pulau Gili Ketapang. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, tempat ini adalah petilasan Syech Isyap, penyebar agama Islam yang singgah dari perjalanan. Dia hidup di tempat ini bersama ribuan kucing.
gua kucing
Gua Kucing
Cerita lain yang beredar di masyarakat, Gua Kucing ini ada karena dulunya ada seekor kucing yang menggali tempat ini, sehingga disebut sebagai Gua Kucing. Tak heran jika di area Gua Kucing memang banyak hewan kucing, tapi tak lupa si kambing juga tetap hilir mudik di sekitar.

2. Gua Sumur Tujuh
Gua Sumur Tujuh masih satu area dengan Gua Kucing, letaknya tepat di pesisir menghadap ke laut. Ada jalan yang menuju ke dalam gua yang berada di bawah tanah. Setelah turun ke dasar gua, lanjutkan dengan jalan jongkok karena bagian dalam gua hanya mempunyai ketinggian sekitar 50 cm. Di area itulah ada 7 sumur kotak yang berasa asin. 
gua sumur tujuh
Gua Sumur Tujuh
Menurut cerita masyarakat sekitar, 7 lubang ini ditemukan begitu saja, sebelum akhirnya dibangun di bagian dalamnya untuk mencegah dari kerusakan, meski menghilangkan bentuk aslinya.

3. Area Gua Kucing
Selain Gua Kucing dan Gua Sumur Tujuh yang berbatasan langsung dengan pantai, berjalan-jalan ke belakang Gua Kucing juga merupakan salah satu tempat yang sangat menarik terutama untuk spot foto. Area luas dengan pepohonan rindang yang tumbuh di hamparan karang seakan-akan menyulap bahwa tempat ini tidak sedang di tepi pantai, lebih mirip seperti area lapangan yang tinggal menunggu waktu untuk dibabat habis.
gua kucing
Bagian Belakang Gua Kucing

Adanya karang-karang besar yang tersebar di area pepohonan rindang, serta beberapa area dengan kontur tanah yang lembek, kemungkinan dulu tempat ini ada karena surutnya air laut. Jadi, mitos tentang Gili Ketapang yang bisa bergerak mungkin benar, I do not think so, just maybe.

Mengeksplorasi bagian darat Pulau Gili Ketapang, selain dikenalkan dengan beberapa kambing, tempat bersejarah Gua Kucing, beberapa area menarik di pesisir dengan landscape lautan - pegunungan, it's time to touch the underwater.

Pulau Gili Ketapang memiliki dua jenis pantai dengan kontur yang berbeda. Bagian barat pulau ini memiliki pantai pasir sebagai dermaga penghubung antara pulau dengan Pelabuhan Tanjung Tembaga. Sementara bagian timur merupakan spot yang tepat untuk melakukan snorkling maupun free diving.

Banyak yang bisa menggambarkan bagaimana kondisi bawah laut Gili Ketapang. Di beberapa sisi di area yang tidak terlalu dalam, kebanyakan karang sudah rusak dan banyak dijumpai bulu babi di dasar lautnya. Namun jika teliti, ikan nemo tidak sulit untuk ditemukan. Di sisi yang lain, di area yang cukup dalam, justru bawah laut tidak jelas terlihat kecuali mau menyelam lebih dalam. Jika tidak cukup keruh, biota dan koral laut sangat beragam dan menarik. Ikan nemo tentu biota laut yang paling banyak dicari, tapi jangan lewatkan biota laut lainnya. Banyak jenis terumbu karang yang bisa dijumpai seperti Acropora Cervicurnis, Acropoda Micropthalma dan Sidesratra Siderea.
snorkeling gili ketapang
Nemo Fish
Pulau Gili Ketapang memang sangat menarik. Dari segi wisata, pulau ini menawarkan wisata bahari dan sejarah, hal ini akan dilengkapi dengan wisata kuliner yang mungkin ingin dicoba saat perut mulai lapar. Beberapa agen perjalanan wisata ramai-ramai membuka jasa open trip untuk mengantar wisatawan, tapi jika ingin sendirian, Gili Ketapang selalu menanti. 
gili ketapang
Cheers...
Tips berwisata ke Pulau Gili Ketapang :
  1. Jika menggunakan transportasi umum seperti ojek dan becak, catat nomor supir agar bisa menjemput ketika perjalanan pulang. Belum ada transportasi umum cuma-cuma di area Pelabuhan Tanjung Tembaga, sedangkan jarak antara pelabuhan dan jalan utama sangat jauh.
  2. Sebaiknya datang beramai-ramai agar biaya sewa kapal lebih murah.
  3. Area pantai menuju ke Gua Kucing cukup terjal karena dipenuhi batuan karang jadi gunakan alas kaki yang tepat. Selain itu banyak kotoran kambing di di sekitar.
  4. Ketika siang hari cuaca sangat panas, gunakan pelindung kepala. Bawalah sunblock untuk menghindari sinar UV berbahaya ketika di pantai maupun ketika berenang di laut.
  5. Berhati-hatilah ketika snorkling maupun free diving karena ada banyak bulu babi di dasar laut yang tidak terlalu dalam. 
  6. Untuk melihat terumbu karang lebih jelas, menyelamlah lebih ke dalam karena ada beberapa tempat dengan air cukup keruh yang membatasi pandang mata, sehingga free diving lebih tepat dilakukan daripada snorkling.
  7. Fasilitas sekitar seperti kamar mandi umum air tawar sudah tersedia dengan kondisi bagus dan bersih, buanglah kotoran (shampo, sabun, dst) pada tempat sampah yang disediakan.
  8. Fasilitas penginapan peziarah tersedia cukup nyaman. Bisa digunakan untuk bermalam. Jika ingin yang tidak antimainstream, bisa bermalam dengan tenda di sisi pantai.

Menguak Sejarah dan Ratusan Situs Purbakala Gunung Penanggungan

Sejarah Gunung Penanggungan. Gunung Pawitra yang lebih dikenal dengan Gunung Penanggungan sangat terkenal di kalangan pendaki, peneliti purbakala dan sejarawan. Gunung Penanggungan dikenal memiliki nilai sejarah tinggi karena di daerah lerengnya banyak ditemukan peninggalan purbakala. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa Gunung Penanggungan disebut sebagai gunung suci di tanah Jawa. Berbagai cerita sejarah mulai terkuak satu demi satu dan siapapun tidak pernah mengira bahwa gunung yang berjarak 60 kilometer dari Surabaya ini terlalu lama menutup diri.
sejarah gunung penanggungan
Gunung Penanggungan

Gunung Penanggungan berada di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Gunung berketinggian 1.653 mdpl ini berada satu kluster dengan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Asal mula Gunung Penanggungan ada banyak versi. Beberapa sumber mengaitkannya dengan mitos bahwa 'penanggungan' berasal dari kata menanggung kesalahan dari orang terhadulu. Namun, arkeolog Ismail Lutfi mengungkapkan bahwa nama Gunung Penangungan diambil dari nama Desa di bagian selatan gunung, sedangkan nama kunonya adalah pawitra atau suci (menurut prasasti Cunggrang).

Gunung Penanggungan dikelilingi oleh empat gunung di sekitarnya yaitu Gunung Gajah Mungkur (1.084 mdpl), Gunung Bekel (1.240 mdpl), Gunung Sarah Klopo (1.235 mdpl) dan Gunung Kemuncup (1.238 mdpl). Sedangkan untuk jalur pendakian, ada tujuh jalur pendakian yang bisa dilewati, tapi hanya 2 jalur pendakian yang resmi dibuka yaitu Jalur Pendakian Gunung Penanggungan via Tretes dan Jalur Pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo.

Legenda Gunung Penanggungan

Dilihat dari bentuknya, Gunung Penanggungan menyerupai miniatur Gunung Semeru. Hal ini diperkuat dengan adanya legenda bahwa Gunung Penanggungan memiliki hubungan dengan Gunung Semeru.


Dari Kitab Jawa Kuna Tantu - Panggelaran,mengisahkan bahwa awalnya Jawadwipa (Pulau Jawa) terombang ambing oleh ombak Samudra Hindia dan Laut Jawa. Para dewa yang melihat bahwa Pulau Jawa sangat baik untuk perkembangan peradaban manusia, beramai-ramai memindahkan Gunung Meru (pusat alam semesta) yang ada di India dengan cara menggotongnya terbang ke angkasa.
sejarah gunung penanggungan
Kisah Gunung Meru

Dalam perjalanan itu, Gunung Meru tercecer menjadi pegunungan di bagian barat dan tengah pulau Jawa. Gunung Meru pun diletakkan di Jawa Timur menjadi Gunung Semeru.  Untuk menstabilkan bagian timur Jawa, maka dewa memotong puncak Gunung Meru dan meletakkannya di ujung timur yang dikenal dengan Gunung Penanggungan. Legenda inipun diyakini sebagai asal mula Gunung Penanggungan.

Peninggalan Purbakala Gunung Penanggungan

Dilihat dari sisi sejarah, Gunung Penanggungan memiliki nilai yang sangat penting karena di sekujur lerengnya terdapat berbagai peninggalan purbakala seperti candi, pertapaan, pertirtaan dan gua, dari periode Hindu - Budha. Candi di Gunung Penanggungan sangat unik dengan bangungan yang menempel pada dinding gunung, tidak berdiri sendiri. Adanya kebakaran hutan di lereng gunung bagian barat pada tahun 1920, mengawali penemuan puluhan situs arkeologi dan artefak di Gunung Penanggungan.

Berikut adalah penelitian peninggalan purbakala di Gunung Penanggungan :
  1. 1915 - Peneliti berkebangsaan Belanda menemukan satu situs yaitu petirtaan Jolotundo di kaki gunung yang merupakan bangunan dengan angka tahun tertua di Jawa Timur (977 M, dalam tahun saka 899).
  2. 1925 - WF Stuterheim mengadakan penelitian peninggalan monumen dan artefak dari abad 10-16 M di lereng gunung dan menyimpulkan makna Gunung Penanggungan bagi masyarakat jawa kuno yang erat kaitannya dengan tradisi pemujaan kepada para dewa, dengan ditemukannya banyaknya bangunan suci di lereng gunung. 
  3. 1951 - Van Romont menemukan ada 81 buah tinggalan purbakala berbentuk punden berundak - undak.
  4. 1983 - Tim peneliti UI melakukan penelitian menemukan 41 situs.
  5. 1990-1991 - DITLINBINJARAH mencatat 51 buah peninggalan purbakala yang berkaitan dengan bangunan suci di lereng Gunung Penanggungan.
  6. 2012-2014 - Ditemukan 116 situs percandian atau objek kepurbakalaan seperti Gapura Jedong (926 M), Petirtaan Belahan, Candi Kendalisodo, Candi Merak, Candi Yudha, Candi Pandawa dan Candi Selokelir (ada di kisah Pararaton). Dipelopori sejarawan Hadi Sidomulyo, ekspedisi menemukan 102 situs di bagian atas dan 18 situs di bagian bawah.
  7. 2015 - Peneliti UTC (Ubaya Training Center) dalam ekspedisinya menemukan dua jalur kuno hingga puncak gunung dengan lebar 1,5-2 meter, yang diyakini sebagai jalan pendakian pada masa lalu. 2 jalan melingkar rapi berupa tumpukan batu dan ada jalur zig zag yang menghubungkan dua jalan tersebut.
Jalur kuno tersebut diyakini sebagai jalan ke tempat pemujaan pada masa lalu. Ditemukanya jalur kuno ini juga menjadi pro-kontra karena jalur ini sudah pernah ditemukan sebelumnya namun tidak dipublikasikan.
jalur kuno penanggungan
Jalur Kuno Gunung Penanggungan
Menurut Arkeolog Ismail Lutfi, berdasarkan jumlah bangunan yang ditemukan di lereng gunung, mayoritas berasal dari Kerajaan Majapahit, tetapi sudah diawali sejak abad 10 di periode Mataram Hindu. Bangunan abad 11 dan 12 juga ada, tapi yang paling banyak pada abad 14 di jaman Majapahit. Hal ini merupakan suatu tanda tanya, ada apa masa itu?, kenapa bangunan begitu banyak?

Berdasarkan bukti sejarah di lerengnya, Gunung Penanggungan disakralkan sejak abad 10 M. Prasasti Cunggrang yang bertanggal 18 September 929 M yang dikeluarkan oleh Sri Maharaja Rake Hino Pu Sindok memerintahkan agar Desa Cunggrang dijadikan daerah bebas pajak. Penghasilan desa akan dipersembahkan untuk pemeliharaan bangunan suci Sanghyang Dharmasrama ing Pawitra dan Sanghyang Prasada Silunglung. Dari prasasti tersebut bisa dipastikan pada masa itu telah ada bangunan suci dan asrama pertapa.
prasasti cunggrang
Prasasti Cunggrang
Dinding punden berundak dihias dengan relief Sudhamala (kisah ruwat Dewi Durga), Arjunawiwaha (perkawinan Arjuna dengan bidadari), Panji (roman putra mahkota Jenggala dan putri Kediri), Ramayana dan kisah-kisah hewan.

Peninggalan purbakala lainnya berupa candi, 19 gua pertapaan, deretan anak tangga batu, gentong-gentong batu, altar persajian tunggan, batu dengan relief, prasasti dan ribuan pecahan gerabah berbagai bentuk.
Ada beberapa candi yang dapat dijumpai ketika menuruni gunung melalui Jalur Pendakian via Jolotundo, seperti Candi Gentong, Candi Sinta, Candi Putri, Candi Bayi dan Candi Pura. Selain Jolotundo, jika ingin melihat peninggalan purbakala bisa juga melewati jalur Ngoro.
situs purbakala gunung penanggungan
Situs di Jalur Pendakian

Sejarah Gunung Penanggungan

Penelitian situs purbakala di lereng Gunung Penanggungan yang mencapai puluhan, memiliki ciri khas yang sama yaitu berupa punden berundak. Punden berundak berhubungan dengan tradisi pemujaan nenek moyang. Konsep religi Hindu-Budha di Indonesia menganggap bahwa gunung sebagai tempat tinggal leluhur yang sudah meninggal.

Dalam era Hindu-Budha, Gunung Penanggungan merupakan pusat kegiatan kaum resi yaitu mereka yang mengundurkan diri dari dunia dan memilih menyepi di keheningan alam pegunungan yang asri.  Apabila kaum resi bermukim di lerengnya, akan lebih mendekati rahmat dewa dan lebih mudah berkomunikasi dengan para dewa, mengingat Gunung Penanggungan adalah puncak Mahameru.

Pada masa kerajaan Majapahit inilah bangunan suci sebagai pemujaan arwah leluhur (Hindu-Budha) beralih fungsi menjadi tempat pemujaan pada dewa. Para pertapa dan masyarakat pada masa itu'pun banyak membangun lagi tempat pemujaan di area lereng Gunung Penanggungan

Dalam kitab Negarakertagama, disebutkan bahwa Prabu Hayam Wuruk sering mengunjungi Gunung Penanggungan untuk bersembahyang maupun menghabiskan waktu di pertirtaan Jolotundo. Dalam Kakawin Nagarakertagama pupuh 58 : 1, Hayam Wuruk singgah di Cunggrang, asrama para pertapa di tepi jurang.
petirtaan jolotundo
Petirtaan Jolotundo
Ditinjau dari pahatan candrasengkala atau angka tahun dalam tarikh saka pada beberapa bangunan serta relief cerita yang ada di sebagian besar bangunan, dipastikan bahwa peninggalan purbakala tersebut berasal dari masa akhir kerajaan Majapahit (abad 15 M).

Banyaknya situs yang tersebar di Gunung Penanggungan memang menarik untuk diteliti, namun berbagai penelitian seperti tidak pernah tuntas menguak sejarah yang ada dan masih menjadi misteri. Pembangunan candi-candi menggambarkan betapa gigihnya peradaban nenek moyang berabad-abad lalu. Ekploitasi yang telah dilakukan, diharapkan dapat menjaga dan melestarikan keberadaan situs agar tidak punah. 

Baca Juga :
Situs Pemujaan Spiritual dan Mitos Gunung Arjuno
Pendakian Gunung Ungaran 2.050 mdpl via Basecamp Mawar 
7 Tips Melakukan Pendakian Nyaman di Masa Haid

Uji Adrenalin di Kolam Penangkaran Hiu Pulau Menjangan Besar

Pulau Menjangan Besar Karimun Jawa. Pulau Menjangan merupakan salah satu wisata di Kepulauan Karimun Jawa yang sangat populer. Selain paling dekat dengan pulau utama Karimun Jawa, Pulau Menjangan Besar menawarkan beberapa hal yang menarik para wisatawan, salah satunya adalah adanya tempat penangkaran hiu. Bukan hanya adanya penangkaran hewan laut buas saja, Pulau Menjangan Besar juga menawarkan hiburan serta pesona alam yang memikat. Tak salah kalau pulau satu ini menjadi pulau tujuan paling favorit di kalangan wisatawan. Waow, lets check it out !
pulau menjangan besar
Pulau Menjangan Besar
Pulau Menjangan Besar berada di Kepulauan Karimun Jawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. Berada paling dekat dengan pulau utama, hanya membutuhkan sekitar 10 menit menggunakan speedboat untuk ke Pulau Menjangan Besar.
pulau menjangan besar
Dermana Pulau Menjangan Besar
Sampainya di dermaga Pulau Menjangan Besar, penangkaran hiu kebanyakan selalu menjadi tujuan utama para wisatawan. Menyaksikan beberapa hiu di sebuah kolam dari jarak dekat tentu sangat mengesankan, apalagi selama ini hiu dikenal sebagai binatang laut paling berbahaya, bisa mendekatinya saja akan jadi hal yang luar biasa. Tidak hanya itu, siapapun bisa masuk ke dalam kolam penangkaran, are you ready to test your adrenaline?. Jadi, daripada hanya melihat dari atas, turunlah ke panggung arena untuk mencoba sensasi di kolam hiu. Pawang kolam penangkaran akan menggunakan umpan ikan untuk mengundang para hiu mendekat. Waow! enjoy the suspense.
penangkaran hiu
Kolam Penangkaran Hiu
Hiu di lautan kepulauan Karimun Jawa dulunya selalu ditangkap, dimakan dan dijual. Karena itulah nelayah di Kepulauan Karimun Jawa berencana menangkar hiu-hiu tersebut untuk mencegah kepunahan. Para nelayan menangkap hiu dengan dipancing mulai dari ukuran 2 kg - 45 kg. Mereka menggunakan pancing karena kebanyakan hiu mati jika ditangkap dengan jaring. Hiu yang sudah ditangkar, dikembangbiakkan dan akan dilepas di laut setelah berumur 15 tahun. Penangkaran hiu di Kepulauan Karimun jawa sudah berumur sekitar 46 tahun. Selain di Pulau Menjangan Besar, penangkaran hiu ada juga di Pulau Tengah.

Selain hiu, ada beberapa biota laut yang ditangkar seperti penyu, burung elang jawa, bintang laut serta ikan buntal. Lega berfoto dengan para hiu, kurang lengkap jika tidak bersama biota laut lainnya. Berbagai jenis bintang laut dengan bentuk unik dan beragam sampai ikan buntal dengan pose lucu mengembangnya bisa menjadi hal yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Have fun while there on this island. 
penangkaran hiu
Area Penangkaran Pulau Menjangan Besar
Lelah menyapa serta bermain adrenalin dengan biota laut,mencoba water sport akan kembali mengajak siapapun untuk kembali memacu adrenalin. Banana boat bisa menjadi salah satu alternatif menyenangkan yang bisa dicoba. Atau ingin duduk santai menikmati senja?, duduklah santai di mini resto Pulau Menjangan Besar sambil menyaksikan keasyikan para wisatawan berpacu dengan adrenalin di sisi kolam penangkaran hiu.
pulau menjangan besar
Cheers...

Tips Mengunjungi Pulau Menjangan Besar :
  1. Biaya sandar kapal dan berfoto dengan biota laut bisa diperhitungkan lebih dulu. 
  2. Konfirmasilah dengan pawang jika ingin berfoto dengan hiu.
  3. Biasanya untuk wanita berhalangan, tidak masalah jika ingin masuk ke kolam hiu, tapi bertanyalah kepada guide atau pawang terlebih dahulu.
  4. Tetaplah tenang saat berada di kolam hiu.
  5. Berjalanlah berlahan ketika ada di kolam hiu, pijakkan telapak kaki ke dasar dengan baik, jangan menggantung.
  6. Jangan masukkan tangan ke dalam air karena hiu bisa menganggapnya sebagai umpan.