Gili Ketapang - Mengeksplorasi Pesona Pulau 'Bergerak' Probolinggo

Pulau Gili Ketapang Probolinggo. Area selat Madura tidak hanya populer dengan Gili Labak maupun Gili Iyang, sedangkan Probolinggo juga tidak hanya populer dikenal dengan adanya wisata Gunung Bromo yang sampai kini menjadi andalannya. Probolinggo memiliki tempat wisata baru yang mulai menjadi buah bibir di kalangan para traveler yang semakin memperlengkap destinasi wisatanya. Setelah wisata gunung, Probolinggo mengenalkan Gili Ketapang, wisata bahari yang lambat laun mulai menampakkan pesonanya.
pulau gili ketapang
Pulau Gili Ketapang
Pulau Gili ketapang dengan luas 68 Ha, berada di wilayah Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia. Pulau menyerupai kecebong di tengah laut ini terletak sekitar 8 kilometer di pantai utara Probolinggo. Gili Ketapang merupakan sebuah desa kecil di Selat Madura, maka tak heran jika sebagian besar penduduknya adalah suku Madura dengan mata pencaharian sebagai nelayan. 

Akses menuju Gili Ketapang sangat mudah. Ada beberapa rute yang bisa dilalui untuk menuju tempat wisata di Probolinggo ini, yaitu :
  1. Dengan kendaraan pribadi dari Surabaya, ikuti jalur lingkar utara Jawa Timur sampai arah kota Probolinggo. Sampai di perbatasan, ikuti petunjuk ke arah kota, kemudian ikuti petunjuk arah ke Pelabuhan Tanjung Tembaga.
  2. Dengan bus atau kereta api, dari Teminal atau stasiun Probolinggo, bisa menggunakan jasa ojek. Di area stasiun bisa memilih transportasi seperti becak dan becak motor untuk menuju ke Pelabuhan Tanjung Tembaga.
Sampai di Pelabuhan Tanjung Tembaga, satu transportasi yang bisa digunakan adalah kapal motor. Para nelayan tak segan akan segera menawarkan jasa untuk mengantarkan wisatawan ke Pulau Gili Ketapang. Kendaraan pribadi bisa diparkir di Pelabuhan Tanjung Tembaga.

Kapal motor bisa mengangkut sekitar 20 orang. Biasanya Kapal motor pemberangkatan dari Probolinggo - Gili Ketapang ada saat jam 08.00 - 16.00, sedangkan dari Gili Ketapang - Probolinggo, kapal motor ada di jam 06.00 - 18.00. Perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Tembaga ke Pulau Gili Ketapang memakan waktu sekitar 45 menit dengan pemandangan selat Madura yang 'panas-panas semilir'.

Tempat wisata Gili Ketapang merupakan tempat hilir mudik nelayan, tak heran jika di pesisir pantainya maupun dermaga terlihat banyak kegiatan nelayan. Kadang bau ikan juga sangat menggoda untuk segera disantap. Welcome to Gili Ketapang!. Pasir putih menyambut siapapun yang tiba di Pulau Gili Ketapang. Pasir putih indah dengan hiasan koral, potongan ranting pohon dan sampah yang cukup berserakan. 
pulau gili ketapang
Pesisir Gili Ketapang
Menurut masyarakat sekitar, dulunya Pulau Gili Ketapang bersatu dengan Ketapang Kecamatan Sumberasih. Akibat gempa bumi yang disebabkan meletusnya Gunung Semeru, sebagian daratan Desa Ketapang terpisah dari Probolinggo kurang lebih sejauh 5 mil. Itu Kenapa pulau ini dinamakan Gili Ketapang, yang dalam bahasa Madura berarti 'mengalir'. Bahkan mitosnya, Pulau Gili Ketapang bisa bergerak semakin menjauhi Pulau Jawa. 

Banyak kambing dan domba yang berkeliaran di sekitar desa, bahkan bisa dibilang kalau kambing memang hewan ternak yang paling mendominasi di  Gili Ketapang. Meski banyak hewan kambing, justru ada Gua Kucing di Gili Ketapang. Hm.... tanya kenapa?, tentu karena Gili Ketapang menyimpan aneka legenda yang sangat menarik.

Jangan ke Gili Ketapang jika hanya mengejar kondisi bawah lautnya yang mulai fenomenal. Ada beberapa lokasi unik yang bisa dikunjungi di Pulau Gili Ketapang. Aneka legenda yang menarik, tentu menjadikan tempat ini bisa disebut sebagai wisata religi. 

Berikut adalah beberapa tempat menarik di Gili Ketapang :

1. Gua Kucing
Gua Kucing menjadi tempat yang dikeramatkan di Pulau Gili Ketapang. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, tempat ini adalah petilasan Syech Isyap, penyebar agama Islam yang singgah dari perjalanan. Dia hidup di tempat ini bersama ribuan kucing.
gua kucing
Gua Kucing
Cerita lain yang beredar di masyarakat, Gua Kucing ini ada karena dulunya ada seekor kucing yang menggali tempat ini, sehingga disebut sebagai Gua Kucing. Tak heran jika di area Gua Kucing memang banyak hewan kucing, tapi tak lupa si kambing juga tetap hilir mudik di sekitar.

2. Gua Sumur Tujuh
Gua Sumur Tujuh masih satu area dengan Gua Kucing, letaknya tepat di pesisir menghadap ke laut. Ada jalan yang menuju ke dalam gua yang berada di bawah tanah. Setelah turun ke dasar gua, lanjutkan dengan jalan jongkok karena bagian dalam gua hanya mempunyai ketinggian sekitar 50 cm. Di area itulah ada 7 sumur kotak yang berasa asin. 
gua sumur tujuh
Gua Sumur Tujuh
Menurut cerita masyarakat sekitar, 7 lubang ini ditemukan begitu saja, sebelum akhirnya dibangun di bagian dalamnya untuk mencegah dari kerusakan, meski menghilangkan bentuk aslinya.

3. Area Gua Kucing
Selain Gua Kucing dan Gua Sumur Tujuh yang berbatasan langsung dengan pantai, berjalan-jalan ke belakang Gua Kucing juga merupakan salah satu tempat yang sangat menarik terutama untuk spot foto. Area luas dengan pepohonan rindang yang tumbuh di hamparan karang seakan-akan menyulap bahwa tempat ini tidak sedang di tepi pantai, lebih mirip seperti area lapangan yang tinggal menunggu waktu untuk dibabat habis.
gua kucing
Bagian Belakang Gua Kucing

Adanya karang-karang besar yang tersebar di area pepohonan rindang, serta beberapa area dengan kontur tanah yang lembek, kemungkinan dulu tempat ini ada karena surutnya air laut. Jadi, mitos tentang Gili Ketapang yang bisa bergerak mungkin benar, I do not think so, just maybe.

Mengeksplorasi bagian darat Pulau Gili Ketapang, selain dikenalkan dengan beberapa kambing, tempat bersejarah Gua Kucing, beberapa area menarik di pesisir dengan landscape lautan - pegunungan, it's time to touch the underwater.

Pulau Gili Ketapang memiliki dua jenis pantai dengan kontur yang berbeda. Bagian barat pulau ini memiliki pantai pasir sebagai dermaga penghubung antara pulau dengan Pelabuhan Tanjung Tembaga. Sementara bagian timur merupakan spot yang tepat untuk melakukan snorkling maupun free diving.

Banyak yang bisa menggambarkan bagaimana kondisi bawah laut Gili Ketapang. Di beberapa sisi di area yang tidak terlalu dalam, kebanyakan karang sudah rusak dan banyak dijumpai bulu babi di dasar lautnya. Namun jika teliti, ikan nemo tidak sulit untuk ditemukan. Di sisi yang lain, di area yang cukup dalam, justru bawah laut tidak jelas terlihat kecuali mau menyelam lebih dalam. Jika tidak cukup keruh, biota dan koral laut sangat beragam dan menarik. Ikan nemo tentu biota laut yang paling banyak dicari, tapi jangan lewatkan biota laut lainnya. Banyak jenis terumbu karang yang bisa dijumpai seperti Acropora Cervicurnis, Acropoda Micropthalma dan Sidesratra Siderea.
snorkeling gili ketapang
Nemo Fish
Pulau Gili Ketapang memang sangat menarik. Dari segi wisata, pulau ini menawarkan wisata bahari dan sejarah, hal ini akan dilengkapi dengan wisata kuliner yang mungkin ingin dicoba saat perut mulai lapar. Beberapa agen perjalanan wisata ramai-ramai membuka jasa open trip untuk mengantar wisatawan, tapi jika ingin sendirian, Gili Ketapang selalu menanti. 
gili ketapang
Cheers...
Tips berwisata ke Pulau Gili Ketapang :
  1. Jika menggunakan transportasi umum seperti ojek dan becak, catat nomor supir agar bisa menjemput ketika perjalanan pulang. Belum ada transportasi umum cuma-cuma di area Pelabuhan Tanjung Tembaga, sedangkan jarak antara pelabuhan dan jalan utama sangat jauh.
  2. Sebaiknya datang beramai-ramai agar biaya sewa kapal lebih murah.
  3. Area pantai menuju ke Gua Kucing cukup terjal karena dipenuhi batuan karang jadi gunakan alas kaki yang tepat. Selain itu banyak kotoran kambing di di sekitar.
  4. Ketika siang hari cuaca sangat panas, gunakan pelindung kepala. Bawalah sunblock untuk menghindari sinar UV berbahaya ketika di pantai maupun ketika berenang di laut.
  5. Berhati-hatilah ketika snorkling maupun free diving karena ada banyak bulu babi di dasar laut yang tidak terlalu dalam. 
  6. Untuk melihat terumbu karang lebih jelas, menyelamlah lebih ke dalam karena ada beberapa tempat dengan air cukup keruh yang membatasi pandang mata, sehingga free diving lebih tepat dilakukan daripada snorkling.
  7. Fasilitas sekitar seperti kamar mandi umum air tawar sudah tersedia dengan kondisi bagus dan bersih, buanglah kotoran (shampo, sabun, dst) pada tempat sampah yang disediakan.
  8. Fasilitas penginapan peziarah tersedia cukup nyaman. Bisa digunakan untuk bermalam. Jika ingin yang tidak antimainstream, bisa bermalam dengan tenda di sisi pantai.

Menguak Sejarah dan Ratusan Situs Purbakala Gunung Penanggungan

Sejarah Gunung Penanggungan. Gunung Pawitra yang lebih dikenal dengan Gunung Penanggungan sangat terkenal di kalangan pendaki, peneliti purbakala dan sejarawan. Gunung Penanggungan dikenal memiliki nilai sejarah tinggi karena di daerah lerengnya banyak ditemukan peninggalan purbakala. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa Gunung Penanggungan disebut sebagai gunung suci di tanah Jawa. Berbagai cerita sejarah mulai terkuak satu demi satu dan siapapun tidak pernah mengira bahwa gunung yang berjarak 60 kilometer dari Surabaya ini terlalu lama menutup diri.
sejarah gunung penanggungan
Gunung Penanggungan

Gunung Penanggungan berada di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Gunung berketinggian 1.653 mdpl ini berada satu kluster dengan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Asal mula Gunung Penanggungan ada banyak versi. Beberapa sumber mengaitkannya dengan mitos bahwa 'penanggungan' berasal dari kata menanggung kesalahan dari orang terhadulu. Namun, arkeolog Ismail Lutfi mengungkapkan bahwa nama Gunung Penangungan diambil dari nama Desa di bagian selatan gunung, sedangkan nama kunonya adalah pawitra atau suci (menurut prasasti Cunggrang).

Gunung Penanggungan dikelilingi oleh empat gunung di sekitarnya yaitu Gunung Gajah Mungkur (1.084 mdpl), Gunung Bekel (1.240 mdpl), Gunung Sarah Klopo (1.235 mdpl) dan Gunung Kemuncup (1.238 mdpl). Sedangkan untuk jalur pendakian, ada tujuh jalur pendakian yang bisa dilewati, tapi hanya 2 jalur pendakian yang resmi dibuka yaitu Jalur Pendakian Gunung Penanggungan via Tretes dan Jalur Pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo.

Legenda Gunung Penanggungan

Dilihat dari bentuknya, Gunung Penanggungan menyerupai miniatur Gunung Semeru. Hal ini diperkuat dengan adanya legenda bahwa Gunung Penanggungan memiliki hubungan dengan Gunung Semeru.


Dari Kitab Jawa Kuna Tantu - Panggelaran,mengisahkan bahwa awalnya Jawadwipa (Pulau Jawa) terombang ambing oleh ombak Samudra Hindia dan Laut Jawa. Para dewa yang melihat bahwa Pulau Jawa sangat baik untuk perkembangan peradaban manusia, beramai-ramai memindahkan Gunung Meru (pusat alam semesta) yang ada di India dengan cara menggotongnya terbang ke angkasa.
sejarah gunung penanggungan
Kisah Gunung Meru

Dalam perjalanan itu, Gunung Meru tercecer menjadi pegunungan di bagian barat dan tengah pulau Jawa. Gunung Meru pun diletakkan di Jawa Timur menjadi Gunung Semeru.  Untuk menstabilkan bagian timur Jawa, maka dewa memotong puncak Gunung Meru dan meletakkannya di ujung timur yang dikenal dengan Gunung Penanggungan. Legenda inipun diyakini sebagai asal mula Gunung Penanggungan.

Peninggalan Purbakala Gunung Penanggungan

Dilihat dari sisi sejarah, Gunung Penanggungan memiliki nilai yang sangat penting karena di sekujur lerengnya terdapat berbagai peninggalan purbakala seperti candi, pertapaan, pertirtaan dan gua, dari periode Hindu - Budha. Candi di Gunung Penanggungan sangat unik dengan bangungan yang menempel pada dinding gunung, tidak berdiri sendiri. Adanya kebakaran hutan di lereng gunung bagian barat pada tahun 1920, mengawali penemuan puluhan situs arkeologi dan artefak di Gunung Penanggungan.

Berikut adalah penelitian peninggalan purbakala di Gunung Penanggungan :
  1. 1915 - Peneliti berkebangsaan Belanda menemukan satu situs yaitu petirtaan Jolotundo di kaki gunung yang merupakan bangunan dengan angka tahun tertua di Jawa Timur (977 M, dalam tahun saka 899).
  2. 1925 - WF Stuterheim mengadakan penelitian peninggalan monumen dan artefak dari abad 10-16 M di lereng gunung dan menyimpulkan makna Gunung Penanggungan bagi masyarakat jawa kuno yang erat kaitannya dengan tradisi pemujaan kepada para dewa, dengan ditemukannya banyaknya bangunan suci di lereng gunung. 
  3. 1951 - Van Romont menemukan ada 81 buah tinggalan purbakala berbentuk punden berundak - undak.
  4. 1983 - Tim peneliti UI melakukan penelitian menemukan 41 situs.
  5. 1990-1991 - DITLINBINJARAH mencatat 51 buah peninggalan purbakala yang berkaitan dengan bangunan suci di lereng Gunung Penanggungan.
  6. 2012-2014 - Ditemukan 116 situs percandian atau objek kepurbakalaan seperti Gapura Jedong (926 M), Petirtaan Belahan, Candi Kendalisodo, Candi Merak, Candi Yudha, Candi Pandawa dan Candi Selokelir (ada di kisah Pararaton). Dipelopori sejarawan Hadi Sidomulyo, ekspedisi menemukan 102 situs di bagian atas dan 18 situs di bagian bawah.
  7. 2015 - Peneliti UTC (Ubaya Training Center) dalam ekspedisinya menemukan dua jalur kuno hingga puncak gunung dengan lebar 1,5-2 meter, yang diyakini sebagai jalan pendakian pada masa lalu. 2 jalan melingkar rapi berupa tumpukan batu dan ada jalur zig zag yang menghubungkan dua jalan tersebut.
Jalur kuno tersebut diyakini sebagai jalan ke tempat pemujaan pada masa lalu. Ditemukanya jalur kuno ini juga menjadi pro-kontra karena jalur ini sudah pernah ditemukan sebelumnya namun tidak dipublikasikan.
jalur kuno penanggungan
Jalur Kuno Gunung Penanggungan
Menurut Arkeolog Ismail Lutfi, berdasarkan jumlah bangunan yang ditemukan di lereng gunung, mayoritas berasal dari Kerajaan Majapahit, tetapi sudah diawali sejak abad 10 di periode Mataram Hindu. Bangunan abad 11 dan 12 juga ada, tapi yang paling banyak pada abad 14 di jaman Majapahit. Hal ini merupakan suatu tanda tanya, ada apa masa itu?, kenapa bangunan begitu banyak?

Berdasarkan bukti sejarah di lerengnya, Gunung Penanggungan disakralkan sejak abad 10 M. Prasasti Cunggrang yang bertanggal 18 September 929 M yang dikeluarkan oleh Sri Maharaja Rake Hino Pu Sindok memerintahkan agar Desa Cunggrang dijadikan daerah bebas pajak. Penghasilan desa akan dipersembahkan untuk pemeliharaan bangunan suci Sanghyang Dharmasrama ing Pawitra dan Sanghyang Prasada Silunglung. Dari prasasti tersebut bisa dipastikan pada masa itu telah ada bangunan suci dan asrama pertapa.
prasasti cunggrang
Prasasti Cunggrang
Dinding punden berundak dihias dengan relief Sudhamala (kisah ruwat Dewi Durga), Arjunawiwaha (perkawinan Arjuna dengan bidadari), Panji (roman putra mahkota Jenggala dan putri Kediri), Ramayana dan kisah-kisah hewan.

Peninggalan purbakala lainnya berupa candi, 19 gua pertapaan, deretan anak tangga batu, gentong-gentong batu, altar persajian tunggan, batu dengan relief, prasasti dan ribuan pecahan gerabah berbagai bentuk.
Ada beberapa candi yang dapat dijumpai ketika menuruni gunung melalui Jalur Pendakian via Jolotundo, seperti Candi Gentong, Candi Sinta, Candi Putri, Candi Bayi dan Candi Pura. Selain Jolotundo, jika ingin melihat peninggalan purbakala bisa juga melewati jalur Ngoro.
situs purbakala gunung penanggungan
Situs di Jalur Pendakian

Sejarah Gunung Penanggungan

Penelitian situs purbakala di lereng Gunung Penanggungan yang mencapai puluhan, memiliki ciri khas yang sama yaitu berupa punden berundak. Punden berundak berhubungan dengan tradisi pemujaan nenek moyang. Konsep religi Hindu-Budha di Indonesia menganggap bahwa gunung sebagai tempat tinggal leluhur yang sudah meninggal.

Dalam era Hindu-Budha, Gunung Penanggungan merupakan pusat kegiatan kaum resi yaitu mereka yang mengundurkan diri dari dunia dan memilih menyepi di keheningan alam pegunungan yang asri.  Apabila kaum resi bermukim di lerengnya, akan lebih mendekati rahmat dewa dan lebih mudah berkomunikasi dengan para dewa, mengingat Gunung Penanggungan adalah puncak Mahameru.

Pada masa kerajaan Majapahit inilah bangunan suci sebagai pemujaan arwah leluhur (Hindu-Budha) beralih fungsi menjadi tempat pemujaan pada dewa. Para pertapa dan masyarakat pada masa itu'pun banyak membangun lagi tempat pemujaan di area lereng Gunung Penanggungan

Dalam kitab Negarakertagama, disebutkan bahwa Prabu Hayam Wuruk sering mengunjungi Gunung Penanggungan untuk bersembahyang maupun menghabiskan waktu di pertirtaan Jolotundo. Dalam Kakawin Nagarakertagama pupuh 58 : 1, Hayam Wuruk singgah di Cunggrang, asrama para pertapa di tepi jurang.
petirtaan jolotundo
Petirtaan Jolotundo
Ditinjau dari pahatan candrasengkala atau angka tahun dalam tarikh saka pada beberapa bangunan serta relief cerita yang ada di sebagian besar bangunan, dipastikan bahwa peninggalan purbakala tersebut berasal dari masa akhir kerajaan Majapahit (abad 15 M).

Banyaknya situs yang tersebar di Gunung Penanggungan memang menarik untuk diteliti, namun berbagai penelitian seperti tidak pernah tuntas menguak sejarah yang ada dan masih menjadi misteri. Pembangunan candi-candi menggambarkan betapa gigihnya peradaban nenek moyang berabad-abad lalu. Ekploitasi yang telah dilakukan, diharapkan dapat menjaga dan melestarikan keberadaan situs agar tidak punah.

Uji Adrenalin di Kolam Penangkaran Hiu Pulau Menjangan Besar

Pulau Menjangan Besar Karimun Jawa. Pulau Menjangan merupakan salah satu wisata di Kepulauan Karimun Jawa yang sangat populer. Selain paling dekat dengan pulau utama Karimun Jawa, Pulau Menjangan Besar menawarkan beberapa hal yang menarik para wisatawan, salah satunya adalah adanya tempat penangkaran hiu. Bukan hanya adanya penangkaran hewan laut buas saja, Pulau Menjangan Besar juga menawarkan hiburan serta pesona alam yang memikat. Tak salah kalau pulau satu ini menjadi pulau tujuan paling favorit di kalangan wisatawan. Waow, lets check it out !
pulau menjangan besar
Pulau Menjangan Besar
Pulau Menjangan Besar berada di Kepulauan Karimun Jawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. Berada paling dekat dengan pulau utama, hanya membutuhkan sekitar 10 menit menggunakan speedboat untuk ke Pulau Menjangan Besar.
pulau menjangan besar
Dermana Pulau Menjangan Besar
Sampainya di dermaga Pulau Menjangan Besar, penangkaran hiu kebanyakan selalu menjadi tujuan utama para wisatawan. Menyaksikan beberapa hiu di sebuah kolam dari jarak dekat tentu sangat mengesankan, apalagi selama ini hiu dikenal sebagai binatang laut paling berbahaya, bisa mendekatinya saja akan jadi hal yang luar biasa. Tidak hanya itu, siapapun bisa masuk ke dalam kolam penangkaran, are you ready to test your adrenaline?. Jadi, daripada hanya melihat dari atas, turunlah ke panggung arena untuk mencoba sensasi di kolam hiu. Pawang kolam penangkaran akan menggunakan umpan ikan untuk mengundang para hiu mendekat. Waow! enjoy the suspense.
penangkaran hiu
Kolam Penangkaran Hiu
Hiu di lautan kepulauan Karimun Jawa dulunya selalu ditangkap, dimakan dan dijual. Karena itulah nelayah di Kepulauan Karimun Jawa berencana menangkar hiu-hiu tersebut untuk mencegah kepunahan. Para nelayan menangkap hiu dengan dipancing mulai dari ukuran 2 kg - 45 kg. Mereka menggunakan pancing karena kebanyakan hiu mati jika ditangkap dengan jaring. Hiu yang sudah ditangkar, dikembangbiakkan dan akan dilepas di laut setelah berumur 15 tahun. Penangkaran hiu di Kepulauan Karimun jawa sudah berumur sekitar 46 tahun. Selain di Pulau Menjangan Besar, penangkaran hiu ada juga di Pulau Tengah.

Selain hiu, ada beberapa biota laut yang ditangkar seperti penyu, burung elang jawa, bintang laut serta ikan buntal. Lega berfoto dengan para hiu, kurang lengkap jika tidak bersama biota laut lainnya. Berbagai jenis bintang laut dengan bentuk unik dan beragam sampai ikan buntal dengan pose lucu mengembangnya bisa menjadi hal yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Have fun while there on this island. 
penangkaran hiu
Area Penangkaran Pulau Menjangan Besar
Lelah menyapa serta bermain adrenalin dengan biota laut,mencoba water sport akan kembali mengajak siapapun untuk kembali memacu adrenalin. Banana boat bisa menjadi salah satu alternatif menyenangkan yang bisa dicoba. Atau ingin duduk santai menikmati senja?, duduklah santai di mini resto Pulau Menjangan Besar sambil menyaksikan keasyikan para wisatawan berpacu dengan adrenalin di sisi kolam penangkaran hiu.
pulau menjangan besar
Cheers...

Tips Mengunjungi Pulau Menjangan Besar :
  1. Biaya sandar kapal dan berfoto dengan biota laut bisa diperhitungkan lebih dulu. 
  2. Konfirmasilah dengan pawang jika ingin berfoto dengan hiu.
  3. Biasanya untuk wanita berhalangan, tidak masalah jika ingin masuk ke kolam hiu, tapi bertanyalah kepada guide atau pawang terlebih dahulu.
  4. Tetaplah tenang saat berada di kolam hiu.
  5. Berjalanlah berlahan ketika ada di kolam hiu, pijakkan telapak kaki ke dasar dengan baik, jangan menggantung.
  6. Jangan masukkan tangan ke dalam air karena hiu bisa menganggapnya sebagai umpan.  

Pulau Cilik - Bercengkerama Ringan di Tengah Panorama Menawan Karimun Jawa


Pulau Cilik Karimun Jawa. Kepulauan Karimun Jawa merupakan salah satu surga wisata bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Beberapa destinasi pulau pilihan tersedia, so choose where will you going. Dari 27 pulau di Kepulauan Karimun Jawa, tidak semua pulau selalu menyajikan suasana ataupun pemandangan yang menarik. Tapi tetap ada beberapa destinasi pilihan pulau yang akan membuat liburan tidak sia-sia, salah satunya adalah Pulau Cilik. Pulau Cilik (Pulau Kecil) menjadi salah satu tujuan pilihan ketika berada di Kepulauan Karimun Jawa. Dari namanya, pasti terbesit pulau ini tampak mungil, minimalis, sepi, teduh atau tidak berpenghuni?. Yay, you must going there.
Pulau Cilik Karimun Jawa
Pulau Cilik berada di Kepulauan Karimun Jawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. Pulau Cilik memiliki luas sekitar 2 Ha dan merupakan salah satu pulau populer dari 27 pulau yang membentuk Kepulauan Karimun Jawa. Dilihat dari ukurannya yang seluas 2 Ha, pastilah akan sangat memuaskan berkunjung di Pulau Cilik Karimun Jawa ini.

Berada di bagian timur Kepulauan Karimun Jawa, mengunjungi Pulau Cilik hanya bisa dilakukan dengan menggunakan transportasi laut, speedboat. Perjalanan dari dermaga Pulau Karimun Jawa ke Pulau Cilik membutuhkan waktu sekitar 1 - 1,5 jam perjalanan tergantung keadaan perahu dan cuaca. Jangan beranggapan bahwa perjalanan panjang akan sangat membosankan. Panorama kepulauan Karimun Jawa yang hijau gagah menjulang, melewati Pantai Nirwana dan Pantai Anora yang sepi, ditambah jernihnya air laut yang biru akan membuat perjalanan cukup singkat. Sesekali, tidur sambil menikmati angin laut juga tak salah dilakukan.

Sebuah dermaga akan mengakhiri perjalanan laut ke Pulau Cilik. Welcome to Cilik Island !. Jangan heran jika suasana di Pulau Cilik sangat tenang, bahkan suara ombak nyaris tidak terdengar karena gelombangnya yang sangat kecil. Pasir putih bersih yang lembut menyambut di bibir pantai dengan sapuan ringan ombak pantai utara.
Garis Pantai Pulau Cilik
Pulau Cilik Karimun Jawa ini sangat teduh dan bersih. Air laut yang bening dengan gelombang kecil dan nyaris tidak ada ombak membuat Pulau Cilik cocok untuk bermain air, berenang, snorkeling maupun free diving di area sekitar Pulau Cilik. Panorama laut biru dan kepulauan yang hijau membentang di garis horison sangat cocok untuk memanjakan mata sembari makan siang dengan sajian ikan laut khas Pulau Karimun Jawa. This is ideal atmosphere lunch for anyone.

Mencoba berkeliling Pulau Cilik yang hanya seluas 2 Ha, untuk menunggu sajian ikan bakar juga tidak ada salahnya. Adanya ayunan di atas laut dan juga di daratan disediakan agar siapapun bisa having fun sekaligus puas menikmati panorama pulau yang sangat tenang. Beberapa spot menarik tersedia luas di sekitar Pulau Cilik, dan that is time for hunting photo.
Nice Panorama
Try to Fly
Selain suasana yang begitu menenangkan, menikmati taman bawah laut di sekitar Pulau Cilik sangat tepat untuk dicoba. Laut yang tidak terlalu dalam sangat cocok untuk snorkeling maupun free diving. Dengan kondisi air laut yang jernih, spot Pulau Cilik Karimun Jawa menampakkan sekelompok angelfish, anemon laut, nemo fish, clownfish, lobster dan deretan terumbu karang penuh warna. Ada dua spot yang bisa dicoba di area Pulau Cilik yaitu spot Pulau Cilik dan spot kemloko Pantai Anora. Spot Pantai Anora lebih dalam dengan terumbu karang yang lebih beragam dan indah. Jadi, nikmati keduanya dan having fun with the wonderfull underwater Cilik Island !.

Underwater Spot Pulau Cilik
Tips Berwisata ke Pulau Cilik Karimun Jawa :
  1. Gunakan sunblock, topi, payung untuk melindungi dari panas menyengat.
  2. Bawalah bekal makan untuk dibakar di Pulau Cilik.
  3. Waspadai ikan nemo karena jika tersentuh bisa menyebabkan gatal-gatal.
  4. Jagalah kebersihan di area Pulau Cilik yang masih terjaga kebersihannya.
  5. Waktu yang baik untuk free diving adalah pagi hari di spot Pulau Cilik dan sore hari di Spot Pantai Anora, atau sebaliknya. Siang hari gunakan untuk makan siang karena panas terik tidak cocok untuk free diving. 

7 Pantai Unik di Gunung Kidul yang Wajib Dikunjungi

Pantai Unik di Gunung Kidul Yogyakarta. Gunung Kidul terkenal dengan banyaknya tempat wisata pantai dengan panorama mempesona. Deretan pantai berbagai nama yang berjarak tidak cukup jauh membuat siapapun betah berlama-lama untuk berlibur sekaligus berpetualang mengunjungi pantai-pantai yang tentunya tidak ingin dihabiskan dalam waktu satu hari saja. Bukan hanya kondisi umum pantai yang bisa dinikmati, hal-hal unik bisa ditemukan di daerah yang memiliki jumlah tempat wisata pantai terbanyak ini. Okay check it out!

Dari sekian banyak pantai di Gunung Kidul, Yogyakarta, ada beberapa pantai yang masih sepi, pantai populer hingga pantai unik. Let me show you what are the unique beach in there. Berikut ada 7 pantai unik yang wajib dikunjungi di Gunung Kidul, Yogyakarta :

1. Pantai Indrayanti

pantai indrayanti
Pantai Indrayanti
This is most popular beach on Gunung Kidul. Pantai Indrayanti ramai dikunjungi wisatawan karena suasana pantainya mirip di Bali. Payung warna warni yang berjajar di pasir putihnya, menghiasai di pesisir garis Pantai Indrayanti. Sedangkan wahana permainan air seperti jetsky cukup menarik untuk disaksikan maupun dicoba. Adanya beberapa penginapan dan suasana pantai yang menyenangkan bisa dinikmati sepanjang hari. 

2. Pantai Sadeng

pantai sadeng
Pantai Sadeng
Let's know a little about history. Jika Pantai Indrayanti menjadi pantai paling ramai dikunjungi, maka Pantai Sadeng adalah pantai kebanggaan masyarakat di Gunung Kidul. Ada sebuah sejarah yang disimpan pantai ini, berkaitan dengan Bengawan Solo. Konon sungai Bengawan Solo dulunya bermuara di Pantai Sadengan. Hal ini membuat Pantai Sadeng disebut Bengawan Solo Purba. Siapapun tentu ingin berkunjung ke tempat wisata pantai kebangaan 'tuan rumah' yang punya cerita ini. 

3. Pantai Jogan

pantai jogan
Air Terjun Pantai Jogan
Two destination in one place?, why not?. Tempat wisata Pantai Jogan tidak cukup luas dan tidak selalu ramai, tapi memiliki keunikan yang hanya dimiliki oleh Pantai Jogan saja, yaitu adanya air terjun. Fenomena air terjun di pantai memang jarang ada dan terbilang unik. Meski dipenuhi batu karang, sedikit petualangan turun ke bawah sangat mengasyikkan untuk menikmati panorama air terjun di depan hempasan ombak laut selatan. 

4. Pantai Ngobaran

pantai ngobaran
Pantai Ngobaran
Eat, Pray, Holiday!. Keunikan  wisata Pantai Ngobaran di Gunung Kidul ini berbeda dari pantai yang lain. Bukan keunikan dari segi alam, Pantai Ngobaran menawarkan suasana adat budaya yang masih kental. Ada pura yang menghadap ke laut, masjid dan tempat ibadah aliran kejawen. Beberapa arca juga sering digunakan untuk upacara keagamaan, untuk itulah Pantai Ngobaran dikenal sebagai tempat ritual penganut agama dan kepercayaan tertentu.

5. Pantai Timang

pantai timang
Pantai Timang
Prepare your adrenalin. Beberapa kegiatan mainstream yang biasanya dilakukan di pantai adalah berenang, bermain air dan berjemur. Jika ingin kegiatan yang lain, Pantai Timang bisa menjadi destinasi wisata yang tepat. Nama yang belum terlalu populer, lokasi yang susah dijangkau dan memakan waktu panjang, membuat Pantai Timang jarang dikunjungi. Meski belum dibuka secara resmi menjadi tempat wisata, sensasi yang menarik justru ada disini. Ada sebuah kereta gantung yang menghubungkan daratan dengan batu karang di pantai yang bisa dicoba. Ingin merasakan sensasi melintas di atas ombak ganas laut selatan?, come in.

6. Pantai Kukup

pantai kukup
Pantai Kukup
This in not in Bali. Tempat wisata  Pantai Kukup memiliki bangunan unik yang menyerupai Pantai Balekambang Malang maupun Tanah Lot Bali, yaitu adanya jembatan yang mengantar ke sebuah pulau karang. Namun bedanya, bukan pura yang ada di atas bukit tersebut. Sebuah gardu pandang dibangun di atas pulau karang kecil tak jauh dari bibir pantai Pantai Kukup. Tentunya bercengkerama santai maupun menyepi di gardu panjang sangat menarik untuk dicoba.

7. Pantai Nglambor

pantai nglambor
Pantai Nglambor
Ready to see the underwater?. Tempat wisata Pantai Nglambor bisa dibilang tempat yang paling cocok untuk mengintip taman bawah laut pantai selatan Yogyakarta. Air yang bening, terumbu karang yang cantik dihiasi biota laut yang hilir mudik adalah pemandangan idaman pecinta snorkeling yang bisa ditemukan di tempat wisata Gunung Kidul ini. Kapan lagi bisa snorkeling di pantai selatan?, prepare  your camera and snorkel set and let's hunt.

Bukan hanya tentang laut dan pasir putih, hal-hal unik dan berbeda di tempat yang tepat bisa menjadi pengalaman liburan yang menyenangkan. Itu adalah 7 pantai unik di Gunung Kidul yang perlu masuk daftar prioritas destinasi wisata pantai Yogyakarta. Right?

Pendakian Gunung Ungaran 2.050 mdpl via Basecamp Mawar

Pendakian Gunung Ungaran via Jimbaran (Pos Mawar). Meski sebagian besar wisatawan mengenal Ungaran dengan berbagai wisata sejuk khas pegunungan, bagi para pendaki, Gunung Ungaran tetap menjadi tujuan. Gunung Ungaran adalah gunung berapi stratovulcano dengan ketinggian 2.050 mdpl. Gunung Ungaran yang tidak terlalu tinggi ini sangat cocok bagi pendaki pemula meski medan pendakiannya tidak bisa diremehkan begitu saja. Adanya kebun teh di jalur pendakian juga menarik minat para wisatawan untuk mendaki ke kaki Gunung Ungaran.
gunung ungaran
Gunung Ungaran
Gunung Ungaran berada di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ada beberapa jalur pendakian Gunung Ungaran yang bisa dilalui yaitu :
  1. Jalur pendakian via Gedong Songo
  2. Jalur pendakian via Jimbaran
  3. Jalur pendakian via Promasan 
Jalur favorit para pendaki adalah jalur pendakian Gunung Ungaran via Jimbaran atau lebih dikenal dengan jalur basecamp mawar maupun pos mawar. Pendakian via jimbaran tidak memerlukan waktu panjang dengan jalur pendakian yang sudah sangat jelas. No wonder why climbers like this track.

Untuk menuju ke Pos Mawar Gunung Ungaran, bisa menggunakan beberapa rute transportasi :
  1. Dari Semarang langsung menuju ke arah Ungaran. Pos Mawar satu jalur dengan wisata Umbul Sidomukti. Ikuti jalan di gerbang Kawasan Wisata Candi Gedong Songo dan ikuti hingga pasar Jimbaran. Di pasar Jimbaran ada gang bertuliskan Basecamp Mawar dan ikuti jalan tersebut. 
  2. Dari terminal Terboyo cari bus jurusan Bandungan dan turun di Pasar Jimbaran. Dilanjutkan dengan ojek ke Pos Mawar.
  3. Dari arah Magelang, Klaten, Solo, Salatiga dan Jogjakarta bisa melalui Ambarawa, kemudian ambil arah Desa Baran dan lanjut ke atas sampai Pasar Bandungan. Dari Pasar Bandungan ambil arah wisata Umbul Sidomukti untuk mencapai basecamp mawar.
  4. Dari daerah sekitar Temanggung dan Wonosobo bisa lewat arah Sumowono, kemudian ambil arah Bandungan. Dari Bandungan ambil arah wisata Umbul Sidomukti untuk mencapai basecamp mawar.
Basecamp mawar merupakan tempat persinggahan para pendaki sebelum melanjutkan pendakian ke Gunung Ungaran. Selain tempat singgah, tak jarang area pos mawar digunakan untuk camping karena lokasi yang menarik ditambah pemandangan kota Semarang dan Gunung Merbabu yang menjulang tinggi. Adanya beberapa warung yang berjajar di sekitar pos menambah nyaman suasana ngadem di Pos Mawar.

Basecamp Mawar - Pos 1

Sebagai awal pendakian, jalur yang dilalui sudah cukup jelas, melewati jajaran warung sebelum masuk ke kawasan lereng gunung. Trek masih ringan, cukup terbuka dan tidak terlalu menanjak, dikelilingi perdu, semak, rumput dan jarang pepohonan besar. Pemandangan Kabupaten Semarang masih terlihat di sisi kanan jalur pendakian.
pos 1 gunung ungaran
Pos 1
Pos 1, berupa tempat kecil datar dengan penutup seng di sisi kiri jalur pendakian. Pos 1 cocok untuk beristirahat maupun berteduh sejenak sebelum melanjutkan pendakian Gunung Ungaran.


Pos 1 - Pos 2

Beranjak dari Pos 1, jalur pendakian awal masih cenderung sama hingga masuk di hutan lereng gunung. Jalur pendakian Gunung Ungaran via Pos Mawar akan mulai masuk kawasan yang cukup rapat karena jalur memasuki hutan lereng Gunung Ungaran, bisa dibilang jalur pendakiannya adalah memutari gunung. Dengan trek yang datar, teduh dan dingin, pendakian akan tampak menyenangkan.

Adanya aliran air menandakan pendakian ke Pos 2 sudah melewati setengah jalan. Aliran sungai di jalur pendakian adalah sumber air pertama di jalur pendakian Gunung Ungaran via Pos Mawar ini. Setelah melewati aliran air sungai, tanjakan berbatu menanti di depan sebagai sambutan Pos 2 sudah menanti.
pos 2 gunung ungaran
Pos 2
Pos 2, tidak berbeda jauh dengan Pos 1 dengan sebuah shelter beratap seng dengan suasana yang lebih teduh dibandingkan Pos 1. Lokasi di depan shelter cukup luas bisa untuk mendirikan sekitar 2-3 tenda isi 2/3.


Pos 2 - Pos 3

Jalur pendakian dari Pos 2 ke Pos 3 tidak terpaut jauh, dengan medan yang sama, cenderung landai dengan pemandangan pepohonan rimbun yang masih menjadi penyelamat dari sengatan matahari. Medan tanah padat yang berubah menjadi jalur makadam menandakan akan sampai di Pos 3.

Pos 3, dikenal juga dengan Kolam Renang merupakan bak tempat penampungan air yang menyerupai kolam renang. Jangan heran kalau terdapat pondok di lokasi ini karena area ini adalah area Perkebunan Kopi Sikendil.



Pos 3 - Kebun Teh

Jalur pendakian Gunung Ungaran berlanjut dengan medan makadam. Area masih terbuka dengan jalur makadam yang mulai menanjak ringan. Tak jarang ada beberapa motor hilir mudik di sekitar jalur makadam.

Satu-satunya hal menyejukkan di jalur pendakian Gunung Ungaran via Pos Mawar adalah adanya perkebunan teh yang menjadi angin sejuk dalam pendakian yang cukup menguras tenaga. Perkebunan teh Medini terpampang luas dihiasi perbukitan hijau, menjadikan ini pemandangan yang sangat menyegarkan. How the beautiful landscape guys..

perkebunan teh medini
Kebun Teh Medini
Kebun teh merupakan pertemuan pendakian Gunung Ungaran via Mawar dan via Promasan. Beristirahat panjang sambil memandang hamparan kebun teh sangat menarik untuk dilakukan sebelum pendakian dilanjutkan.


Kebun Teh - Puncak Gunung Ungaran

Pendakian Gunung Ungaran yang sebenarnya dimulai dari perkebunan teh. Jalur makadam menanjak akan mengantar sampai pintu hutan. Perdu, semak dan rumput yang rapat mendominasi pendakian sebelum masuk di hutan Gunung Ungaran. Disinilah pendakian yang sebenarnya dimulai. So, you have to ready to track the ascent !
trek pendakian gunung ungaran
Trek ke Puncak Gunung Ungaran
Jalur pendakian sepenuhnya didominasi oleh trek tanah padat yang sempit, terjal dan menanjak. Dikelilingi pepohonan yang rimbun dan teduh, beberapa tempat di jalur pendakian bisa digunakan untuk beristirahat. Tak jarang trek menyuguhkan jalur pendakian terjal dimana batang-batang pohon sangat bermanfaat menjadi tumpuan untuk mendaki. Enjoy your climbing patiently guys.

Area mulai terbuka ketika hutan sudah terlewati dan puncak Gunung Ungaran tampak menjulang di depan. Rerumputan panjang mendominasi trek menanjak yang berubah menjadi bebatuan terjal. Area yang terbuka menampakkan area di sekitar Gunung Ungaran seperti perkebunan teh, perbukitan hijau dan lembah hijau kekuningan yang terhampar indah. Beberapa batuan besar berdiri menonjol kuat di lereng Gunung Ungaran, bisa dipilih dimana lokasi yang pas untuk beristirahat maupun menantikan sunrise, and maybe you should enjoy nature for a moment here. Menikmati pemandangan alam yang pas dari ketinggian, tanpa terhalang pepohonan, jangan dilewatkan begitu saja. This is a fitting spot.
pendakian gunung ungaran
Fitting Spot
Ada satu bukit yang perlu dilewati sebelum sampai di puncak Gunung Ungaran, masih dengan trek yang sama, menanjak dan berbatu terjal. Mendekati puncak Gunung Ungaran, jalur kembali ke tanah padat yang cukup landai, sebagai sambutan di tujuan utama. 
puncak gunung ungaran
Puncak Gunung Ungaran
Gunung Ungaran memiliki tiga puncak yaitu Puncak Gendol, Puncak Botak dan Puncak Ungaran yang paling tinggi dengan ketinggian 2.050 mdpl. Puncak Gunung Ungaran berupa area datar yang ditandai dengan tiga tugu dan papan nama sekaligus bendera merah-putih. Ada camp area tak jauh dari puncak yang bisa digunakan untuk camp. Dari puncak Gunung Ungaran, di sekitar bisa tampak Kota Semarang, Laut Jawa, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dengan Rawa Peningnya, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro dan Gunung Prau. Gunung Ungaran yang tidak terlalu tinggi membuat pemandangan di bawah sekaligus pegunungan tinggi lain yang menjulang tampak sempurna. Interested here?

Tips Pendakian Gunung Ungaran via Mawar :

  1. Lengkapi logistik di basecamp mawar yang sudah menyediakan beberapa warung
  2. Sumber air ada di antara pos 1 - pos 2 dan penampungan air pos 3. Lebih baik membawa air kemasan yang lebih terjamin. Setelah pos3, tidak ada sumber air, persiapkan logistik air yang cukup.
  3. Waspadai ketika musim hujan, jalur pendakian ke puncak sangat licin. 
  4. Jika cuaca tidak cukup baik, sering terjadi angin kencang di area terbuka setelah hutan hingga di puncak. Tetap pertimbangkan perubahan cuaca untuk menentukan lokasi camp maupun summit. 
  5. Tidak disarankan untuk camp di puncak utama Gunung Ungaran. Untuk mendirikan tenda bisa di belakang puncak untuk mengantisipasi angin kencang.
  6. Jagalah kebersihan dan buang sampah di tempat yang sudah disediakan, tepatnya di dekat area kebun teh.

Itinerary Pendakian Gunung Ungaran via Pos Mawar :
Basecamp - Pos 1 : 15 menit
Pos 1 - Pos 2 : 25 menit
Pos 2 - Pos 3 : 20 menit
Pos 3 - Kebun Teh : 10 menit
Kebun Teh - Puncak : 1 jam 30 menit
  

Welcome....!!!