Kampung Anggrek - Wisata Cantik di Lereng Gunung Kelud

Wisata Kampung Anggrek. Letusan besarnya pada tahun 2014 tidak membuat area wisata Gunung Kelud benar-benar redup. Justru hal tersebut membuat Gunung Kelud semakin dikenal, sehingga beberapa tempat wisata baru mulai dibuka untuk memuaskan hasrat para wisatawan. Selain alam kehijauan yang luar biasa, Gunung Kelud menyimpan sisi cantik yang akan membuat kaum hawa tak sabar untuk mengunjunginya. Hm... Kampung Anggrek namanya, secuil keindahan yang kini mewarnai lereng Gunung Kelud.
Wisata Kampung Anggrek
Kampung Anggrek
Tempat wisata Kampung Anggrek berada di Dusun Sumberpetung, Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Berada sekitar 30 kilometer ke timur dari pusat kota Kediri dan sekitar 7 kilometer dari puncak Gunung Kelud. Tempat wisata ini ada di area perkebunan Sumber Sari Petung.

Rute ke Kampung Anggrek sama dengan rute ke tempat wisata Gunung Kelud. Setelah sampai di kawasan hutan di Desa Ngancar, ada persimpangan jika ke kiri ke Gunung Kelud, ke kanan ke Kampung Anggrek. Akses jalan juga sudah sangat baik dengan aspal mulus yang bisa dilalui kendaraan roda 4.

Meski di launching pada Agustus 2015, diresmikan pada awal tahun 2016, tempat wisata Kampung Anggrek mulai hits sekitar Oktober 2016. Sesuai dengan namanya, Kampung Anggrek bukanlah area yang dipenuhi tanaman anggrek saja, tapi di lokasi ini juga memberikan edukasi bagi pengunjung dengan adanya green house yang dibuka untuk umum, baik pelajar, mahasiswa maupun wisatawan.
Wisata Kampung Anggrek
Tempat Wisata Kampung Anggrek
Memasuki kawasan wisata di kediri ini, taman yang luas di sisi cafetaria akan menyambut pengunjung. Bukan saja anggrek yang menjadi komoditas utama tempat wisata, tanaman buah nanas yang menjadi ciri khas Gunung Kelud juga menghiasi area taman Kampung Anggrek, seperti nanas queen, nanas var.md2, nanas bogor, nanas madu, nanas spanish dan nanas medusae.

Bukan hanya jalan-jalan melihat taman anggrek, tempat wisata di Kediri ini selain untuk wisata, memang dibuka untuk edukasi dan pengembangan tanaman anggrek untuk jangka panjang. Ada sekitar 70 jenis koleksi anggrek yang ada di Kampung Anggrek, dimana sebagian anggrek diimpor langsung dari Taiwan dan Thailand. 
Wisata Kampung Anggrek
Koleksi Kampung Anggrek

Berikut adalah tempat utama yang menarik di Kampung Anggrek :



1. Laboratorium Kultur Jaringan

Dari banyak jenis anggrek, 6 genus diantaranya dikembangkan, yaitu: anggrek bulan (phalaenopsis), dendrobium, vanda, cymbiddium, oncidium dan cattleya. Budidaya anggrek dilakukan dengan cara kloning di Laboratorium Kultur Jaringan.Induk anggrek jenis unggul akan diteliti dan dikloning dengan harapan bisa memunculkan varietas anggrek yang berkualitas. Bahkan kloning aggrek yang dilakukan di Kampung Anggrek ini baru pertama dilakukan di Indonesia dan pastinya tidak sembarang orang yang bisa masuk ke laboratorium kultur jaringan tersebut.
Wisata Kampung Anggrek
Beautifully Orchid

Penelitian kloning anggrek ini masih dilakukan dan akan diproduksi massal sekitar 3,5 tahun mendatang untuk meningkatkan produksi tanaman dari 300 ribu/ tahun menjadi 1 juta/tahun. Pilihan yang tepat untuk membidik pasar ekspor.

2. Green House

Ada 5 green house di Kampung Anggrek yang penuh dengan berbagai jenis anggrek unik dan langka. Salah satu diantaranya adalah anggrek bulan hybride (Phalaenopsis hybride). Di dalam green house ini, kegiatan yang dilakukan yaitu pengumpulan induk anggrek, persilangan, aklimatisasi kecambah dan pembuahan. Karena dibuka untuk umum, hal ini tentu menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat maupun pelajar.
Wisata Kampung Anggrek
Green House
Di dalam green house ini, kemolekan bentuk ratusan jenis anggrek warna warni akan menyambut siapapun yang datang dan kecantikan bunga nya terpampang di setiap sisi ruangan. Suasana yang teduh dan indah, pasti menjadi lokasi favorit bagi kaum hawa. Jika lelah, deretan gazebo tersedia di depan green house.

3. Taman Kelinci

Jangan heran jika ada taman kelinci di dalam Kampung Anggrek. Mendengar adanya taman kelinci, tentu tempat wisata di Kediri ini bisa dinikmati dari segala kalangan. Ada taman kelinci di area kampung anggrek yang bisa dikunjungi untuk menyaksikan kelinci-kelinci bermuka unyu-unyu.
Wisata Kampung Anggrek
Taman Kelinci

Taman kelinci merupakan kandang kelinci berukuran cukup luas dengan berbagai jenis kelinci di dalamnya. Jenis-jenis kelinci tersebut antara lain kelinci angora, kelinci LOP, kelinci belanda, kelinci english spot, kelinci himalaya, kelinci lion, kelinci satin, Netherland dawrf, kelinci new zealand, kelinci hotot, kelinci harlequin dan kelinci havana. Tapi jangan berfikir lebih jauh bahwa kelinci-kelinci ini suatu saat akan ikut dikloning. Hm... maybe.

Selain menjadikan anggrek sebagai icon utama tempat wisata, ada berbagai hiburan lain yang menarik di Kampung Anggrek yang membuat tempat wisata di kediri ini semakin membuat betah siapapun yang datang. Adanya green house, taman kelinci, patung raksasa gorila yang terbuat dari jagung dan tatanan taman yang dihiasi varietas nanas dan tanaman lain, membuat Kampung Anggrek tidak lepas dari acara selfie. Of course !

Sebagai tempat wisata populer di Kediri yang buka pada jam 07.30 - 16.30 siapapun pasti tergiur untuk berkunnjung. Lokasi wisata Kampung Anggrek tentu sudah membuat siapapun yang datang merasa nyaman dengan adanya berbagai fasilitas yang baik seperti gazebo yang tersebar di area wisata, musholla, kantin, toilet dan deretan tempat duduk. Ingin berlama-lama?, kenapa tidak?

Wisata Kampung Anggrek
Taman Kampung Anggrek

Tidak hanya memamerkan varietas unggulan, berbagai jenis bunga anggrek juga dijual dengan harga ekonomis. Untuk bibit bunga dijual sekitar Rp 25.000, untuk yang sudah berbunga dijual di kisaran Rp.30.000 - Rp100.000. Sedangkan bunga yang besar dan langka dijual di kisaran Rp.200.000. Orchid lovers, you must come in !.
Wisata Kampung Anggrek
With the Big Guy

Tips Mengunjungi Tempat Wisata Kampung Anggrek :
  1. Patuhi aturan yang ada di lokasi wisata seperti dilarang merokok di area green house, dilarang memetik tanaman, dan sebagainya.
  2. Laboratorium Kultur Jaringan hanya boleh dimasuki oleh petugas, jadi jangan sembarangan masuk.
  3. Jangan merusak tanaman yang ada di taman maupun wahana wisata lain.
  4. Jangan memberi makanan sembarangan pada kelinci di taman kelinci.
  5. Jagalah kebersihan di area wisata.

Pendakian Gunung Lemongan 1.676 mdpl via Klakah

Pendakian Gunung Lemongan via Klakah. Bukan orang Jepang saja yang memiliki Gunung Fuji (Fujiyama). Sebutan Gunung Fuji yang terkenal dengan bentuk kerucutnya itu dikenal sebagai nama lain dari Gunung Lemongan. Selain Gunung Argopuro yang penuh misteri di deretan Pegunungan Iyang, ada Gunung Lemongan yang ternyata penuh cerita sejarah. Selain dikelilingi tiga danau yang menawan, Gunung Fuji'nya Jawa Timur ini menyajikan pesona alam luar biasa yang pasti menarik minat para petualang.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Gunung Lemongan
Gunung Lemongan terletak di Desa Papringan, Klakah, Lumajang, Jawa Timur. Berada di dua kabupaten yaitu Probolinggo dan Lumajang, dengan koordinat (7,9755°LS 113,3465°BT). Untuk menuju ke Gunung Lemongan, setelah sampai di Lumajang cari pasar Klakah dan ikuti arah ke Danau Ranu Klakah. Ketika mendekati danau, sudah ada petunjuk arah yang jelas ke Gunung Lemongan atau Gunung Fuji. Tapi tak ada salahnya menikmati secuil keindahan Ranu Klakah yang pasti membuat malas beranjak. Hm... Focus to hiking.

Setelah melewati jalanan di tengah hutan terpencil dan perkebunan penduduk, akan tidak di rumah terakhir dan lebih dikenal dengan Pesangrahan Mbah Citro. Pondok ini sudah terkenal di sekitar desa, atau mungkin di Lumajang, bahkan bagi para pelaku spiritual. Jadi, kendaraan bisa dititipkan di pondok ini, sekalian mengenal berbagai cerita sejarah dari keluarga Mbah Citro (alm) yang dikenal dengan juru kunci Gunung Lemongan. 

Pesanggrahan - Pos 1

Dari Pesanggrahan, jalur pendakian Gunung Lemongan dimulai dengan melewati sisi belakang pondok dan menyusuri perkebunan penduduk dengan jalan setapak yang tidak lebar. Tak jauh dari pondok akan melewati makam Mbah Citro dan istrinya, sebelum melanjutkan pendakian dengan trek yang sama. Arah jalur pendakian Gunung Lemongan sudah sangat jelas dengan adanya petunjuk arah sederhana. 
Ketika menemukan pertigaan pertama, jalan bisa lurus ataupun ke kiri. Jika lurus, akan melewati pondok pendaki yang merupakan bangunan paling akhir dalam pendakian. Jika ke kiri, jalur cukup rumit dan banyak percabangan meski sudah ada petunjuk arah. Tapi ujung dari kedua jalur tersebut akan kembali bertemu hingga di tengah padang perbukitan.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Padang Perbukitan
Setelah keluar perkebunan, jalur akan terbuka dan menampilkan perbukitan dengan ilalangnya yang tinggi, sekaligus menampakkan gagahnya Gunung Lemongan yang benar-benar mirip Gunung Fuji yang menjulang tinggi. Hm.... terasa berada di puncak bayangan Gunung Penanggungan.

Trek pendakian Gunung Lemongan berlanjut dengan menyusuri padang perbukitan dengan trek jalan sepadan yang sedikti berbatu. Sebelum kembali memasuki hutan, akan melewati Watu Telek atau Watu Keset - area yang benuh bebatuan hitam yang tersebar. Kemudian trek akan memasuki hutan and let's hiking this Fujiyama !.

Trek menanjak akan langsung menyambut ketika memasuki area hutan Gunung Lemongan. Dengan vegetasi yang teduh dan kadang terbuka, dengan trek menanjak konstan lumayan mengurangi tenaga, terlebih jika siang hari. Dengan vegetasi pepohonan yang tidak terlalu besar, sebaiknya gunakan tempat teduh untuk benar-benar istirahat.

Pos 1 - Watu Gede berupa area lapang di tempat terbuka dengan sebuah batu besar sebagai tanda. Di area ini bisa mendirikan 5-7 tenda ukuran 2/3. Ada beberapa area yang benar-benar datar dan ada juga yang cukup miring dan berbatu namun masih dalam batas wajar. Tidak ada sumber air di Watu Gede, bahkan di sepanjang jalur pendakian Gunung Lemongan.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Pos 1 - Watu Gede

Pos 1 - Pos 2

Pendakian yang sebenarnya dimulai dari Watu Gede. Gunung Lemongan yang gagah menjulang selalu tampak menantang dan bersiaplah mendaki di lereng dengan kemiringan 45 derajat. Trek awal masih akan menjadi jalan pembuka dengan tanjakan yang masih wajar. Trek yang awalnya berupa bebatuan kecil dengan tanah padat akan berubah menjadi bebatuan bercampur pasir dengan trek yang lebih menanjak.
Pos 2 - Gerbang merupakan sebuah persimpangan jalur. Kecilnya area datar bisa dimanfaatkan untuk istirahat setelah menyusuri trek pendakian Gunung Lemongan dari Watu Gede yang tiada datarnya. Kedua persimpangan jalur ini bisa dilalui dan akan bertemu tak jauh di atas dengan trek yang tidak jauh beda.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Pos 2 - Gerbang

Pos 2 - Pos 3

Tanjakan Putus asa akan menyambut selepas Pos 2, so keep your spirit here!. Jalur pendakian Gunung Lemongan masih sama, menanjak di trek tanah padat berbatu. Disini akan melewati jalur berpasir, berbatu  yang cukup panjang, terjal dan tinggi, anggap saja sedang menuju puncak Gunung Semeru. Jangan putus asa di tanjakan putus asa!. Trek cukup terbuka karena dikelilingi pepohonan hutan yang belum terlalu tinggi. Menjelang Pos 4, vegetasi kembali rapat.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Trek Jalur Pendakian
Pos 4 - Sumber Tetes, berupa area datar sempit di tengah rimbunnya hutan dengan bonus yang paling berharga bagi pendaki, air. Sumber tetes di jalur pendakian Gunung Lemongan ini sering juga disebut Pos Guci, karena ada sebuah guci di bawah batu berlumut yang memang disediakan untuk menampung air dari akar pohon di atasnya. Jika beruntung atau jika darurat, kumpulan air tersebut bisa diminum.

Pos 4 - Puncak 

Meski tidak banyak ditumbuhi pepohonan besar, vegetasi di Gunung Lemongan tergolong rapat. Setelah Pos Guci, vegetasi akan kembali rapat, namun tetap ada area terbuka yang menyuguhkan pemandangan hamparan hijan yang dihiasi Ranu Klakah dan Ranu Pakis yang lebar hingga Gunung Semeru yang letusannya tiap 20 menit sayup-sayup terdengar jelas. Trek terus menanjak dengan kemiringan curam yang sangat menguras tenaga.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Horizon...
Setelah melewati vegetasi rapat di jalan setapak yang sempit, sebuah batu besar - Watu Kembar, menandakan bahwa puncak tidak lama lagi. Setelah melewati batu yang hampir mirip dengan Watu Gede, tampak kawah kering Gunung Lemongan yang sudah lama beristirahat dan bibir kawah inilah puncak Gunung Lemongan.

Dari puncak Gunung Lemongan tampak Gunung Semeru, Ranu Klakah, Ranu Pakis, Ranu Bedali, Gunung Argopuro dan juga kawah Gunung Lemongan yang lebar menghijau dan cukup dalam menyerupai kawah Gunung Bromo. Area puncak yang merupakan bibir kawah ini bisa memuat sekitar 4 tenda isi 2/3 dan 3 tenda isi 3/4. Banyak spot menarik yang bisa dinikmati di puncak Gunung Lemongan yang membuat siapapun enggan turun terlalu cepat.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Area Puncak Gunung Lemongan
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Sisi Lain Bibir Kawah (Jalur ke Puncak Sejati)
Puncak sejati Gunung Lemongan ada tepat di seberang kawah. Dengan menyusuri jalur pendakian di sebelah kiri dari puncak Gunung Lemongan. Dari Puncak Sejati bisa lanjut turun menyusuri lembah plasma kemudian ke Puncak Candi. Setelah Puncak Candi, menyusuri jembatan gondo mayit hingga sampai ke Puncak Tarub.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Kawah Gunung Lemongan di Depan Puncak Sejati

Tips Pendakian Gunung Lemongan via Klakah :
  1. Usahakan tidak berkendara menuju ke Pesanggrahan Mbah Citro saat pagi atau siang, karena merupakan daerah rawan saat hari gelap.
  2. Hormati peraturan dan mitos yang ada sebelum memulai pendakian. 
  3. Siapkan perbekalan yang baik khususnya air, karena tidak ada sumber air melimpah di jalur pendakian. Air di Pos Guci tergantung keberuntungan.
  4. Bawalah pelindung kepala seperti topi atau payung. Melewati ilalang perbukitan sangat panas jika mendaki di siang hari.
  5. Jangan sungkan bertanya kepada penduduk sekitar jika bingung menentukan arah. Jalur pendakian Gunung Lemongan di area perkebunan penduduk cukup membingungkan.
  6. Berhati-hatilah di area padang perbukitan hingga Watu Telek karena banyak jalur yang berlubang.
  7. Tempat camp ada di Watu Gede dan puncak. Camp yang ideal ada di Watu Gede. Jika tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan lebih baik camp di Watu Gede karena sepanjang jalur mulai Watu Gede sampai puncak, tidak ada lokasi datar yang ideal untuk membangun tenda.
  8. Berhati-hatilah jika camp di puncak yang merupakan area terbuka. Waspadai angin dan bahaya petir di musim hujan.
  9. Dari puncak Gunung Lemongan ke Puncak Tarub membutuhkan waktu sekitar 1 hari dan bisa melanjutkan camp di lembah plasma. 
  10. Berhati-hatilan saat berada di trek berpasir yang bercampur kerikil agar tidak terpeleset.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Cheers... The Blues Team


Itinerary Pendakian Gunung Lemongan via Klakah :
Pesanggrahan - Pos 1 : 1 jam
Pos 1 - Pos 2 : 1 jam
Pos 2 - Pos 3 : 50 menit
Pos 3 - Pos 4 : 1 jam
Pos 4 - Puncak : 1 jam
Puncak Lemongan - Puncak Sejati : 30 menit

Serunya Menyegarkan Diri di Air Terjun Alam Kandung

Air Terjun Grojokan Sewu Alam Kandung. Berbicara tentang tempat wisata baru di Tulungagung memang terus bertambah seiring dengan minat wisatawan yang terus memburu pemandangan dan suasana baru. Setelah daerah selatan dengan pantai-pantai rupawan mulai menampakkan diri, ada pesona alam lain yang kembali hangat diperbincangkan, meski sudah lama dikenal. Air Terjun Alam Kandung seolah menjadi tempat mencari kesegaran baru dengan nuansa alami. Bahkan tempat wisata ini disebut-sebut menjadi Air Terjun paling indah di Tulungagung yang sudah lama menutup diri.
air terjun alam kandung
Air Terjun Alam Kandung
Tempat wisata Air Terjun Grojokan Sewu Alam Kandung terletak di area hutan lindung Alas Kandung, Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Berada sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Tulungagung dan 30 kilometer dari pusat Kota Blitar. Akses jalan ke lokasi tempat wisata sudah beraspal baik ditambah sudah adanya petunjuk yang jelas di sepanjang jalan ataupun diakses via GPS.

Air Terjun Alas Kandung yang kini dipopulerkan dengan sebutan Alam Kandung, sudah dikenal lama dan pernah dikembangkan menjadi kolam renang dan bumi perkemahan pada tahun 1990'an, namun berakhir dengan terbengkalai. Setelah pesonanya dikenal lewat stasiun TV swasta pada pertengahan 2015, Air Terjun Alas Kandung mulai diburu pada traveler, hingga kemudian dibuka sebagai tempat wisata pada tahun 2016 dan dipoles cantik dengan berbagai fasilitas umum yang sudah cukup baik. Dengan perubahan baru, tempat wisata Air Terjun Alam Kandung tidak meninggalkan ciri khas lama'nya yaitu sebagai tempat berenang dan bumi perkemahan.
air terjun alam kandung
Area Wana Wisata Alas Kandung
Air Terjun Grojokan Sewu yang satu ini berbeda dengan yang ada di Jawa Tengah. Air Terjun dengan 3 tingkat masing-masing memiliki cekungan yang sering digunakan wisatawan berenang. Air bening berwarna biru kehijauan hingga biru susu mendominasi cekungan kolam alami tepat di bawah air terjun. Air Terjun utama memiliki ketinggian sekitar 15 meter dan mempunyai kedalaman sekitar 4 - 8 meter. Dikelilingi pepohonan hijau yang asri, susunan batuan yang cantik, aliran air yang tampak menyegarkan  dan suara air yang bergemericik, tentunya membuat hasrat menceburkan diri ke air sulit untuk ditahan.
air terjun alam kandung
2 Cekungan Air Terjun Alam Kandung
Tidak perlu bingung untuk mencari tempat berenang, setiap cekungan di Air Terjun Alam Kandung cocok untuk menyegarkan diri. Adanya 3 tingkatan air terjun, membebaskan siapapun untuk memilih tempat terbaik untuk menyegarkan diri di tengah rimbunnya Alas Kandung. Bermain air, berfoto, menyejukkan diri dengan berendam, melompat ke dalam air dari ketinggian, merupakan hal-hal yang bisa disaksikan ataupun dicoba di tempat wisata Air Terjun Alam Kandung.

Tidak ingin bermain air?, menjajal gembok cinta bisa dicoba, tapi jangan lupa membawa gembok sendiri, becase... connective itself before being tied in the sacred promise. Selain itu, sekedar bersantai juga tak ada salahnya dengan menikmati pesona air terjun dari gasebo di ketinggian bisa menjadi solusi, atau ingin menikmati air terjun dari bawah dengan spot ala Air Terjun Pulau Moyo?, kuat-kuatlah menghindari godaan menceburkan diri ke dalam air. Masih kurang puas?, bawalah tenda dan rencanakan untuk camp ceria di area wisata Air Terjun Alam Kandung ini.
air terjun alam kandung
Refreshing
 

Sejarah Alas Kandung

Alas Kandung tak lepas dari sejarah Adipati Ariyo Blitar I (Nilasuwarna) yang dikenal sebagai pendiri Kota Blitar yang sebelumnya bernama Balitar (Bali Tartar) yang berhasil ditaklukkan. Adipati menikahi Dewi Rayung Wulan dan ketika hamil, terjadi pemberontakan oleh Patih Kadipaten Ki Sengguruh Kinareja. Dalam pertempuran tersebut, Adipati Ariyo Blitar I dikabarkan tewas dan Ki Sengguruh mendapat gelar Adipati Aryo Blitar II.

Dewi Rayung Wulan yang hendak dinikahi Adipati Aryo Blitar II melarikan diri dan bersembunyi di Alas Kandung, sehingga begitu lahir, putranya diberi nama Joko Kandung. Setelah Joko Kandung berhasil membalas dendam kematian ayahnya, dia dianugerahi gelar Adipati Aryo Blitar III. Meski tidak mau menerima takta itu, Joko Kandung tetap memimpin Kadipaten Blitar. Hm... don't forget the history

Hm...?, Air Terjun Alam Kandung ternyata bersejarah bukan ?!
air terjun alam kandung
Cheers...

Tips Mengunjungi Air Terjun Alam Kandung :
  1. Datanglah di musim yang tepat. Pada musim kemarau, kadang aliran air terjun kering dan hanya menyisakan air-air di cekungan.
  2. Gunakan sandal anti selip karena jalan maupun bebatuan di sekitar air terjun cukup licin.
  3. dan bawalah baju ganti jika ingin berenang. Fasilitas kamar mandi sudah disediakan.
  4. Berhati-hatilah saat berenang karena kedalaman air terjun mencapai 4-8 meter, sehingga rawan tenggelam bagi yang tidak pandai berenang.
  5. Merupakan tempat wisata alam, jangan mengotori area wisata dengan membuang sampah sembarangan.
 

14 Tempat Wisata Eksotis Terbaru di Jogja

Tempat Wisata Terbaru di Jogja. Jogja, kota yang dikenal dengan kuburan para raja ini tidak saja menyajikan wisata budaya yang sudah tersohor, namun juga masih menyimpan berbagai wisata menarik yang selalu mengundang decak kagum para wisatawan. Budaya Jawa yang masih kental menjadikan Jogja sebuah tempat yang cukup fenomenal. Wisata budaya, edukasi, sejarah hingga wisata alam tersaji dengan apik di sekelilingnya. Mendengar banyak jenis wisata yang berada di kawasannya, siapa yang tidak tertarik berkunjung ke Kota Gudeg ini?

Jogja yang dulu dikenal dengan Pantai Parangtritis dan Marlboro'nya, lambat laun mulai berkembang. Wisata-wisata baru mulai dibangun dan didesain unik. Yah... karena menikmati Jogja, tidak hanya di kota saja. Ada berbagai tempat wisata baru di Jogja yang mulai hits karena terkenal dengan spot panorama yang luar biasa.

Berikut ada daftar tempat wisata eksotis terbaru di Jogja :

1. Desa Wisata Kalibiru

Kalibiru merupakan wisata yang paling populer di Kulon Progo. Berada di dataran tinggi, tempat wisata di Jogja ini menyajikan pesona alam dari yang luar biasa. Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan berada di Perbukitan Menoreh pada ketinggian 450 mdpl. Sampainya di puncak, akan tampak hamparan hijau perbukitan menorek sekaligus Waduk Sermo, hingga tarian kecil ombak pantai selatan. Menikmati keindahan panorama akan terasa sempurna saat pagi atau sore hari, ketika suasana perbukitan bercumbu dengan sang surya. So, pack your camp tools in here !.
wisata kalibiru
Wisata Kalibiru

2. Hutan Pinus Mangunan

Mendekorasi hutan pinus menjadi tempat wisata?, why not?. Justru suasana alami rimbunnya jajaran pohon pinus, menjadi buruan siapapun yang lelah dengan bisingnya perkotaan. Berlokasi di Desa Mangunan, Kabupaten Bantul, tempat wisata di jogja ini menjadi daya tarik wisatawan karena adanya berbagai dekorasi unik di dalamnya yang menjadi area spot photographer. Selain puluhan kursi kayu yang ditata menyerupai panggung, ada juga rumah pohon, gubug dan beberapa ayunan yang sengaja disediakan untuk menunjang pariwisata di Jogja ini.
hutan pinus mangunan
Hutan Pinus Mangunan

3. Taman Tebing Breksi

Bukit kapur tentu menyajikan pesona guratan tebing putih unik yang terkesan elegan. Taman Tebing Breksi merupakan gaya baru bekas pertambangan yang disulap menjadi tempat wisata menarik di Jogja. Berlokasi di Groyokan, Prambanan, Sleman, tempat wisata tebing breksi ini menyajikan panorama di sekitarnya. Dari atas tebing, bisa terlihat Candi Prambanan, Candi Sojiwan, Candi Barong dan kegagahan Gunung Merapi. But, do'nt forget to enjoy the sunset moment. Tebing yang menyimpan berbagai pahatan unik di dindingnya ini, mempunyai panorama sunset yang menggoda. Penasaran? check it out!.
tebing breksi
Taman Tebing Breksi

4. Jurang Tembelan

Jangan berfikir bahwa jurang selalu terdengar menyeramkan setelah mengetahui tempat widata di Jogja ini. Jurang Tembelan berada di Dukuh Kanigoro, Mangunan, Bantul dan sering disebut dengan wisata alam ala Titanic. Tempat wisata Jurang Tembelan memiliki gardu pandang unik berbentuk kapal yang menyuguhkan pemandangan alam khas pegunungan. Ketika sore, panorama pegunungan berpadu dengan kabut dan cakrawala jingga yang menjadi pembuka tenggelamnya mahari, and this is special moment here! 
jurang tembelan
Jurang Tembelan

5. Puncak Kosakora

Mendengar title 'puncak', jangan berfikir Kosakora adalah sebuah gunung yang tinggi. Puncak Kosakora atau Bukit Kosakora berada di kawasan Pantai Drini, Gunung Kidul sehingga mudah diakses, tapi dengan sedikit perjuangan. Trekking tentu tidak jadi masalah jika di akhir perjalanan tersaji keindahan Jogjakarta. Bukit Kosakora dengan ketinggian sekitar 50 mdpl, dan berlokasi di pinggir laut, pastinya panorama hamparan laut biru dan perbukitan sudah terbayang, apalagi jika momen sunrise dan sunset mulai menggoda. Yah... tak heran banyak wisatawan yang mencoba camp di tempat ini. 
puncak kosakora
Puncak Kosakora

6. Gunung Api Purba Nglanggeran

Tentu sangat menarik berwisata di sebuah gunung purba, karena selain melihat sisi sejarah, tempat wisata di Jogja ini terdaftar di Unesco sebagai warisan dunia. Untuk mencapai puncak gunugn berketinggian sekitar 700 mdpl, sedikit olah raga pastinya tidak terlalu menjadi beban, karena sampai diatas pemandangan alam yang eksotis akan menyambut wisatawan. Dari atas puncak, hamparan alam hijau terpampang jelas, dihiasi Embung Nglanggeran yang sangat mempesona. Pastinya, sunset selalu menjadi momen spesial di ketinggian. Try to camp?, why not !.
Gunung Api Purba Nglanggeran
Gunung Api Purba Nglanggeran

7. Telaga Biru Semin

Bukan hanya pantai dan perbukitan, Jogja menyimpan destinasi unik berupa Telaga Biru Semin. Unik?, ya... banyak yang menyebut telaga ini memiliki sensasi serupa dengan Danau Kelimutu di Flores. Telaga Biru berada di Karangwuni, Semin, Gunungkidul. Telaga ini merupakan cekungan bekas pertambangan kapur yang terisi air hujan. Meski disebut Telaga Biru, ada dua telaga lain yang berwarna hijau dan coklat. So, ready to find photo's spot?.
telaga biru samin
Telaga Biru Samin

8. Bukit Pengilon

Merasakan suasana gunung dan pantai?, Bukit Pengilon bisa menjadi solusi terbaik. Bukit yang ditumbuhi hamparan rumput hijau di bawah Gunung Api Purba Batur dan di sisi lautan luas, tentu membawa kesan menakjubkan bagi wisatawan yang mengunjungi tempat wisata di Jogja ini. Perpaduan nuansa alam dan laut terasa mempesona bagi siapapun yang datang. Meski trekking dari Pantai Watu Lumbung yang tidak mudah, suasana alam yang akan didapat tidak akan sia-sia. Panorama indah akan membuat siapapun enggan beranjak, so, ready to camp?.
bukit pengilon
Bukit Pengilon

9. Pinus Pengger Dlingo

Tidak berbeda dengan tetangganya, si Pinus Mangunan, tempat wisata Hutan Pinus Pengger Dlingo juga telah menjadi tempat wisata yang hits di Jogja. Berada di Dusun Sendangsari - Kabupaten Bantul, lokasinya yang berada di ketinggian menjadikan hutan pinus ini tempat yang tepat untuk menikmati suasana alam ketika siang maupun malam hari. Selain berbagai spot gardu pandang dari ranting kayu yang dibangun sedemikian unik, ada pula Goa Macan, Goa Lampeng dan Watu Ngadeg. Selain menikmati udara alam sejuk hutan pinus, menikmati gemerlap perkotaan di malam hari, tentu sangat menarik and so romantic ! 
Pinus Pengger Dlingo
Pinus Pengger Dlingo


10. Kebun Buah Mangunan

Kesejukan alami ditambah pemandangan yang luar biasa, adalah sekilas bonus di Kebun Buah Mangunan. Tempat wisata yang berada di Mengunan, Kabupaten Bantul ini menyuguhkan pemandangan luar biasa. Perbukitan, lembah Sungai Oya yang berkelok dan selimut kabut yang eksotis menjadikan tempat ini disebut sebagai negeri di atas awan'nya Bantul. Merupakan agrowisata, menikmati hamparan alam eksotis dengan sajian buah, tentu cukup menggiurkan, bukan !
kebun buah mengunan
Kebun Buah Mangunan

11. Bukit Panguk

Panorama di atas awan adalah godaan wajib ketika berada di Jogja. Bukit Panguk merupakan salah satu destinasi wisata indah yang perlu dicoba. Bukit Panguk Kediwung ini masih satu kawasan dengan Kebun Buah Mengunan dengan suguhan khas alam pegunungan. Waktu yang tepat berkunjung ke tempat wisata di jogja ini adalah ketika pagi hari. Pemandangan alam pegunungan hijau berbalut putih akan sangat memanjakan mata. How the beautiful sea of fog
bukit panguk
Bukit Panguk

12. The Lost World Castle

Berada di Desa kepuharjo, Kabupaten Sleman, The Lost World Castle yang sering disebut Benteng Takhesi'nya Selmain ini mulai menjadi daya tarik para wisatawan. Bangunan unik berbentuk castil ini merupakan daerah paling parah terkena dampak erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Bertahun-tahun berselang, bangunan unik ini muncul, menyajikan benteng ala Tembok Besar China sampai situs ala Stonehenge Inggris. Berada di bawah kaki Gunung Merapi, pemandangan tempat wisata di Jogja ini sangat indah, tak heran tempat wisata The Lost World Castle mulai ramai wisatawan. Want to go?
The Lost World Castle
The Lost World Castle

13. Kedung Pedut 

Teletak di dasar lembah dari dua tebing tinggi di pegunungan Menoreh, itulah sekilas gambaran Kedung Pedut, sebuah air terjun terpencil nan cantik di Dusun Kembang, Kulonprogo. Selain posisinya yang strategis di tengah alam, adanya dua warna yang menghiasi air tejun ini merupakan pesona unik yang menjadikan air terjun ini begitu cantik. Warna putih jernih dan hijau tosca terjadi alami apa adanya, pertanda kondisi alam yang sangat baik. Tak ada salahnya mencoba kolam alami di area tempat wisata Jogja ini. Wow, lets refresh your body here !
Kedung Pedut
Kedung Pedut

14. Green Village Gedangsari

Green Village Gedangsari bisa menjadi tempat tempat penutup dari segala kepenatan seharian. Tempat wisata ini berada di Guyangan Lor, Mertelu Gedangsari dan kini mulai banyak dikunjungi wisatawan terlebih untuk menunggu sunset sembari beristirahat. Letaknya yang berada di atas bukit, menjadikan tempat wisata di Jogja ini ccok untuk menghabiskan waktu senggang. Ketika siang, hamparan pemandangan hijau perbukitan siap memanjakan mata, sedangkan ketika malam, gemerlap lampu kota akan menjadi sajian wajib yang cukup elegan untuk dinikmati. Selain itu, jangan melewatkan panorama sunrise maupun sunset yang sangat mempesona. Yah... mungkin siapapun betah disini seharian penuh. Yay!
Green Village Gedangsari
Green Village Gedangsari

Itulah 14 tempat wisata di Jogja yang menyajikan pesona alam luar biasa yang tidak indah dari sekedar spot foto. Hm... tertarik?, come in, They're waiting.

Ranu Gumbolo - Sensasi Pegunungan di Pinggiran Kota Tulungagung

Ranu Gumbolo Tulungagung. Siapa yang tidak tertarik melihat pemandangan menawan pegunungan seperti matahari terbit di pucuk Ranu Kumbolo?. Bagi banyak orang, Ranu Kumbolo atau pernah disebut Ranu Gumbolo, adalah surga di Gunung Semeru dan mayoritas pendaki gunung'lah yang bisa menikmati keindahannya. But now, pesona pemandangan ala Ranu Kumbolo buka hanya bisa disaksikan di film saja. Jika ada suatu tempat yang pesonanya nyaris sama dengan Ranu Kumbolo, kenapa tidak mencoba?. Tanpa alat pendakian, menikmati hawa alam yang segar bisa dicoba di Ranu Gumbolo Tulungagung.
ranu gumbolo
Ranu Gumbolo Tulungagung
Ranu Gumbolo berada di kompleks Waduk Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung. Rute jalan sangat mudah diakses dari Surabaya maupun Kediri, dengan penunjuk arah yang jelas dan kondisi jalan yang baik untuk dilewati roda dua maupun roda 4.

Waduk Wonorejo sangat besar dan indah, dengan air melimpah yang dikelilingi perbukitan. Besarnya kapasitas air yang mencapai 3,85 juta meter persegi, ditambah pemandangan sekelilingnya yang hijau segar, membuat tempat ini tampak sangat memanjakan mata siapapun yang melihatnya. Tak salah jika tempat wisata di Tulungagung ini sangat diminati wisatawan dari dalam maupun luar kota.
ranu gumbolo
Welcome to Ranu Gumbolo
Keindahan waduk semakin lengkap dengan adanya tempat wisata Ranu Gumbolo yang fenomenal. Ranu Gumbolo merupakan sebuah area tak jauh dari Waduk Wonorejo, dimana ada view cantik yang pasti sangat tidak asing bagi para penggiat alam maupun pendaki gunung. Yah... sekilas tempat wisata di Tulungagung ini sangat mirip dengan Ranu Kumbolo yang ada di area Gunung Semeru.  
ranu gumbolo
Sungai di Ranu Gumbolo
Berbeda dari namanya 'ranu', tempat ini bukanlah danau maupun kolam, tapi merupakan aliran sungai tenang di sekitar Waduk Wonorejo. Suasana yang tenang, teduh, serta berada di bawah hutan pinus akan membuat siapapun merasa betah berlama-lama bersantai sambil menikmati pemandangan cantik yang dikelilingi perbukitan hijau. How the beautiful landscape !

Jika Ranu Kumbolo ada di ketinggian 2.400 mdpl dengan cuaca yang bisa berubah extreme, Ranu Gumbolo berada di ketinggian 182 mdpl dengan cuaca panas yang terberai karena lebatnya pepohonan pinus. Sudah ada beberapa gasebo, tempat duduk, hingga tempat selfie yang disediakan di area wisata Ranu Gumbolo. So let's choose, ingin tiduran di atas hammock?, bersenda gurau di bawah gasebo?, naik ke rumah pohon untuk melihat landscape dari ketinggian? atau menanti sunset di depan tenda dome?. This is second Ranu Kumbolo !
ranu gumbolo
Hutan Pinus Ranu Gumbolo
Ranu Gumbolo bukan hanya menyediakan ruang untuk bersantai dengan adanya berbagai fasilitas bangunan. Ingin having fun?, cobalah melintasi area sungai dengan sepeda air. Air sungai kehijauan yang nyaris tidak tampak mengalir sangat aman digunakan untuk bermain sepeda air, bahkan tenangnya sungai ini menjadi tempat yang cocok bagi siapapun yang hobi memancing. Sebelum dibuka menjadi tempat wisata, di lokasi ini banyak dimanfaatkan untuk memancing karena ada banyak jenis ikan di lokasi Ranu Gumbolo, seperti ikan gurameh, ikan nila, ikan mujair, ikan lele, bahkan ikan louhan. Petualang dan hobi memancing? maka sekali lagi, tempat ini cocok untuk camping.

Sejak diresmikan pada Juli 2016, tempat wisata Ranu Gumbolo terus dikembangkan. Berbagai fasilitas umum seperti lokasi parkir, gasebo, penjual makanan-minuman dan toilet sudah tersedia di area wisata.
ranu gumbolo
Waiting for sunset
Penamaan Ranu Gumbolo tentu bukan karena tempat ini sebuah danau atau kolam - karena tempat ini adalah sungai, tapi cenderung ke pesona alamnya yang menyerupai Ranu Kumbolo di Gunung Semeru. Sepintas, landscape di ujung Ranu Gumbolo memang mirip dengan dua bukit Ranu Kumbolo yang selalu mengapit sunrise. Sedangkan sunset juga tak kalah menawan ketika mulai lenyap di ujung aliran sungai Ranu Gumbolo. Hm... serupa namun tak sama.

Tips Mengunjungi Ranu Gumbolo Tulungagung :
  1. Gunakan sandal yang nyaman karena area wisata ini ada di daerah perbukitan.
  2. Pakailah pelindung kepala untuk melindungi dari panas yang menyengat di daerah lapang.
  3. Bawalah hammock untuk mengantisipasi habisnya tempat istirahat karena banyaknya pengunjung.
  4. Berhati-hatilah saat naik ke rumah pohon karena tidak ada pengaman. Jika selfie, kondisikan waktu selfie dengan pengunjung yang antri.
  5. Berhati-hatilah saat naik sepeda air, jangan mengayuh terlalu jauh dari lokasi start.
  6. Jagalah kebersihan di area wisata yang masih terjaga kebersihannya.