Cara Membuat Api Unggun yang Aman Untuk Mencegah Kebakaran

Cara Membuat Api Unggun yang Aman. Musim kemarau kadang menjadi musimnya naik gunung, mesti musim hujan juga tak kalah asyik. Selain musimnya naik gunung, musim kemarau juga musimnya kebakaran hutan. Api unggun ramai dibicarakan khususnya pada musim kemarau, karena diduga menjadi penyebab kebakaran hutan di gunung karena kelalaian pendaki. Ada beberapa oknum pendaki yang seenaknya saja membuat api unggun tanpa peduli dengan akibat yang bisa ditimbulkan jika melakukan kelalaian. 
Api Unggun
Pendaki'pun harus tau unsur-unsur apa saja yang menjadi penyebab kebakaran agar tidak lalai dalam membuat maupun mematikan api unggun.

Tiga Unsur Kebakaran Hutan

Unsur Kebakaran
  1. Panas : Unsur panas sangat berperan terutama saat musim kemarau. Terjadinya kebakaran menjadi lebih besar jika panas bertemu dengan unsur bahan bakar dan oksigen. Hal yang terkait dengan panas adalah sumber api yang kebanyakan berasal dari manusia khususnya yang tidak disengaja seperti obor, puntung rokok dan api unggun/dapur arang.
  2. Bahan Bakar : Bahan bakar adalah unsur yang paling dominan sebagai penyebab kebakaran hutan. Selain bahan bakar cair, bahan bakar yang menjadi penyebab kebakaran adalah serasah hutan seperti tumpukan daun dan ranting kering serta sisa vegetasi di atasnya. Ketebalan serasah hutan berbeda pada setiap tipe hutan.
  3. Oksigen : Oksigen adalah unsur yang mendukung pembakaran. Dengan pasokan oksigen yang melimpah di alam semesta, nyala api akan semakin besar begitu pula sebaliknya jika tidak memperoleh pasokan oksigen yang mencukupi, api akan padam.
Baca Juga :
Lalu bagaimana membuat api unggun agar aman ketika menyala hingga dimatikan sehingga tidak menjadi penyebab kebakaran?

Membuat Api Unggun

  1. Buat api unggun ketika keadaan darurat : Membuat api unggun yang kadang dilakukan adalah pengrusakan hutan dengan menebang pohon dan ranting untuk api unggun. Membuat api unggun harusnya ketika darurat seperti ketika ada yang terserang hipotermia. Kalau untuk ngopi di luar tenda rasanya cukup hanya dengan kopi panas.
  2. Buat api unggun di lokasi yang tepat : Pastikan di lokasi jauh dari hal-hal yang bisa memicu kebakaran seperti banyaknya serasah hutan yang secara tidak langsung menjadi bahan bakar yang membuat api merambat cepat. Untuk keamanan diri dan perlengkapan camp, buatlah api unggun minimal 3 langkah dari tenda. Buat di medan terbuka seperti lapangan yang cukup luas, tanah kering dan rata. Jika di atas rumput, singkirkan atau pindahkan rumput yang akan dijadikan lokasi api unggun.
  3. Jangan memakai bahan bakar cair : Jangan gunakan minyak tanah ataupun spirtus yang bisa menimbulkan kecelakaan api atau menyulut kebakaran. 
  4. Sulut api dengan bahan bakar yang baik : Api yang baik dimulai dari sumbu yang baik. ranting, daun dan rumput kering, kulit kayu adalah bahan sumbu yang baik. Atau bisa dilakukan dengan parafin sebagai sumbu yang ditaruh di bawah  tumpukan kayu.
  5. Buat api kecil dan aman :  Api yang kecil, konstan dengan bahan bakar kayu yang tidak besar, akan mudah dipadamkan. Gunakan kayu secukupnya, sesuaikan dengan waktu camp yang digunakan. Jika camp semalam, hindari menggunakan kayu besar yang bisa terbakar dalam jangka waktu lama. Buat api sesuai kebutuhan.
  6. Buat batas api : Buatlah batas api dengan batu-batu. Selain berfungsi sebagai sekat, bisa sebagai penahan udara atau angin.
  7. Pastikan api benar-benar mati : Jika meninggalkan api unggun, pastikan api benar-benar mati sepenuhnya mulai dari nyala api maupun bara api.
Posisi Kayu Api Unggun
Menyulut Api
Batasi Dengan Batu
Lalu bagaimana mematikan api unggun dengan aman agar tidak terjadi kebakaran ketika ditinggalkan?

Ada 3 metode pemadam kebakaran yang bisa digunakan untuk memadamkan api agar tidak terjadi kebakaran :
  1. Penguraian : Dilakukan dengan memisahkan dan menjauhkan benda yang mudah terbakar. Uraikan api unggun untuk mudah mematikan api sampai bara api yang biasanya belum benar-benar mati. Jauhkan dari serasah hutan yang mudah terbakar.
  2. Pendinginan : Dilakukan dengan menggunakan air untuk mengurangi kadar panas. Siram uraian api unggun yang telah mati dengan air untuk memastikan api sudah mati sepenuhnya, pastikan titik mati hilang.
  3. Isolasi : Dilakukan dengan menutup sumber api untuk mengurangi kadar oksigen. Gunakan pasir atau tanah untuk menimbun api unggun sebelum ditinggalkan.
Setiap orang khususnya para pendaki harus mengerti unsur penyebab kebakaran hutan agar dalam membuat api unggun hingga mematikan api unggun dilakukan dengan cara yang tepat dan aman. Prinsipnya, "membuat api unggun dengan benar-benar menyala, mematikan api unggun dengan benar-benar padam." Semoga info ini membantu untuk keselamatan hutan dan juga para petualang!

Legenda Dewi Rengganis dan Sejarah Kelam Cikasur Gunung Argopuro

Legenda Dewi Rengganis dan Sejarah Gunung Argopuro. Gunung Argopuro merupakan gunung dengan trek terpanjang di Jawa dengan ketinggian 3.088 mdpl. Kemistikannya tak lepas dari legenda Dewi Rengganis yang cukup terkenal di kalangan masyarakat di sekitar Gunung Argopuro. Selain itu, di Cikasur- salah satu savana di Gunung Argopuro, juga menyimpan cerita sejarah kelam.

Keindahan pemandangan di sepanjang jalur pendakian dan juga situs-situs peninggalan sejarah, tak ayal membuat para pendaki maupun pecinta alam mencoba untuk menelusuri Gunung ArgopuroLalu bagaimana Gunung Argopuro bisa menjadi salah satu gunung yang angker di kalangan pendaki?

Legenda Dewi Rengganis

Rengganis adalah nama salah satu puncak di Argopuro dari tiga puncaknya yaitu puncak Rengganis, puncak Argopuro dan puncak Arca. Kisah Dewi Rengganis sangat melegenda apalagi dengan adanya kawasan puncak yang dipenuhi situs-situs seperti kerajaan. Ini yang menjadikan Gunung Argopuro adalah tempat situs purbakala tertinggi di Jawa.
puncak rengganis
Puncak Rengganis
Rengganis adalah nama seorang putri di jaman kerajaan Majapahit. Beberapa kisah legenda Dewi Rengganis mendiami puncak Gunung Argopuro berbeda dari mulut ke mulut dan diceritakan dalam berbagai versi yang masih belum terungkap. Berikut adalah berbagai versi yang menceritakan bagaimana dewi Rengganis bisa menempati Gunung Argopuro. :
  1. Dewi Rengganis adalah putri Raja Brawijaya yang sangat disayang dan suatu saat kekuasaan akan jatuh ke tangan Dewi Rengganis. Untuk menghindari itu, munculah suatu mandat untuk membangun istana di atas Gunung Argopuro lengkap dengan segala keperluannya. Dewi Rengganis bersama dayang-dayangnya yang setia menguasai daerah kerajaan tersebut yang kini menjadi puncak Rengganis.
  2. Keberadaan Dewi Rengganis sebagai putri selir dari Prabu Brawijaya tidak diakui. Saat dewasa, dia didampingi patih dan pengikutnya yang setia melarikan diri dan mendirikan keraton di puncak Gunung Argopuro.
  3. Kawasan puncak merupakan tempat bertapa seorang raja yang sudah turun tahta dan menjadi pendeta, bersama dengan putrinya bernama Dewi Rengganis yang juga pertapa berilmu tinggi karena hanya mengkonsumsi sari bunga.
  4. Dewi Rengganis yang tidak diakui keberadaannya suatu hari diajak ke puncak Gunung Argopuro, lalu ditinggalkan disana. Akhirnya dia ditemukan seorang petapa yang merawat dan mengajari ilmu hingga dewasa dan membuat keraton di atas puncak.
Legenda bagaimana dewi Rengganis mendiami Gunung Argopuro tidak bisa dibuktikan secara pasti. Namun di kawasan puncak Rengganis ditemukan situs purbakala yang kini tinggal puing-puing. Ke arah belakang puncak ada komplek reruntuhan candi yang masih terlihat jelas gerbang dan ruangan-ruangannya.
puncak rengganis
Situs Bagian Belakang Puncak Rengganis
Kompleks Peninggalan yang ada di puncak ini ada tujuh kompleks yaitu situs kolam dan taman sari, situs puncak rengganis, dua bangunan candi dan tiga bangunan pura. Konon di puncak ini terdapat sebuah taman gaib bernama Taman Rengganis yang kini berupa lapangan gersang tanpa pepohonan.
puncak rengganis
Situs Kolam dan Taman 
Adanya tembok pagar luar yang mengelilingi bangunan serta struktur bangunan yang lebih memperlihatkan struktur Pura daripada Candi, diperkirakan puing-puing di puncak Rengganis adalah bekas kuil Hindu abad 12 M oleh karena itulah tempat ini dinamakan Argopuro. Beberapa arca dan tumpukan batu juga ditemukan di puncak Arca.
Baca Juga :

Sejarah Kelam Cikasur di Masa Kolonial

Cikasur adalah sebuah padang savana dan ilalang yang paling luas di Gunung Argopuro. Tempat ini adalah bekas landasan pesawat yang dibangun di jaman kolonial Belanda.
cikasur
Cikasur
Bukti yang menunjukkan bahwa Cikasur adalah landasan pesawat adalah sebuah mesin genset yang ada di salah satu sudut bekas landasan dan tersembunyi di antara semak belukar. Di badan genset tampak tulisan 1912 sebagai petunjuk masanya. Selain itu, adanya menara pengawas yang sudah roboh. Kini kondisi bekas landasan pesawat itu berupa lapangan terbuka yang dipenuhi ilalang dan tempat ini dinamakan Lembah Cikasur ladang pembantaian (The killing field), kenapa?

Landasan pesawat ini pertama kali dikerjakan oleh beberapa orang dengan upah. Lalu pekerja itu dipaksa mengajak penduduk lainnya untuk ikut dalam pembangunan landasan pesawat tersebut. Akhirnya semua orang baik orang tua, muda, laki-laki dan perempuan mendaftarkan diri untuk bergabung.
Setelah pembangunan selesai, para pekerja tidak dibayar dan tidak boleh meninggalkan tempat. Mereka dipaksa membuat galian panjang untuk saluran air. Dengan perlakuan kasar dan berbagai siksaan, disinilah tragedi pembantaian terjadi. Saat galian selesai dikerjakan, beberapa truk terbuka beserta serdadu Belanda bersenjata lengkap mendekat dan langsung memberondong peluru ke arah pekerja dengan membabi buta. Galian itu sengaja dibuat untuk mengubur para pekerja agar lokasi landasan pesawat itu tidak dibocorkan ke para pejuang.
Cikasur
Lokasi Bekas Landasan Pesawat
Landasan ini pernah dikuasai tentara Jepang, namun menjelang kemerdekaan, TNI sempat menguasainya. Akhirnya landasan itu ditinggalkan karena berada di pegunungan terpencil dan tidak terjamah selama puluhan tahun, bahkan dilupakan.


Itu adalah sekilas  tentang Legenda Dewi Rengganis yang menjadi penguasa serta penunggu Gunung Argopuro dan juga Cikasur yang meninggalkan kisah kelam dan puluhan jasad orang pribumi. 

Hendaknya dalam setiap pendakian Gunung Argopuro, pendaki mengerti misteri dan mitosnya untuk tidak mengusik kawasan alam Gunung Argopuro dan tidak berbuat yang mengganggu agar tidak terjadi hal-hal yang bisa membahayakan pendaki.

Baca Juga :
5 Mitos Pedalaman di Alam Liar yang Perlu Diketahui
Terbius 8 Danau Indah di Pegunungan Indonesia
Pendakian Gunung Willis 2.565 mdpl via Kediri


Misteri Gunung Slamet dan Mitos Terbelahnya Pulau Jawa

Misteri Gunung Slamet dan Mitos Terbelahnya Pulau Jawa. Gunung Slamet merupakan gunung berapi tertinggi ke-2 di Jawa setelah Gunung Semeru dengan tinggi 3.428 mdpl. Nama Gunung Slamet selama ini memang menunjukkan suatu keagungan dan itu tidak lain karena adanya asal usul dan berbagai cerita kuno yang beredar di masyarakat. Selain menampilkan pesona alam yang indah, konon ada mitos dan kisah misteri Gunung Slamet yang dipercaya oleh masyarakat sekitar maupun pendaki yang pernah mendaki di gunung tertinggi di Jawa Tengah ini.
Gunung Slamet
Gunung Slamet berada di perbatasan kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.  Banyaknya misteri yang beredar membuat Gunung Slamet dicap sebagai salah satu gunung angker oleh para pendaki.


Asal Usul Gunung Slamet

1. Nama Gunung Slamet

Asal-usul nama Gunung Slamet diambil dari bahasa Arab yang artinya membawa selamat. Sedangkan dalam bahasa Sunda, Gunung Slamet biasa disebut dengan Gunung Agung. Oleh masyarakat sekitar, Gunung Slamet - sesuai namanya dipercaya membawa berkah, keselamatan dan ketentraman. Nama Slamet diberikan karena gunung ini dipercaya tidak pernah meletus besar meski kondisinya tidak pernah diam.

2. Baturaden dan Pancuran Tujuh

Masyarakat sekitar mempercayai asal - usul Gunung Slamet yang ditemukan oleh seorang pangeran dari negeri Rum-Turki bernama Syeh Maulana Maghribi yang merupakan salah seorang penyebar agama Islam di Jawa.

Konon saat fajar menyingsing, Syeh Maulana melihat cahaya misterius menjulang di angkasa yang membuatnya tergerak untuk menyelidiki. Pangeran ditemani oleh ratusan pengawal dan pengikut setianya, Haji DatukMereka berlayar ke arah cahaya tersebut. Setelah sampai di Gresik, Jawa Timur, cahaya itu tiba-tiba muncul di sebelah barat, lalu mereka pun berlayar ke arah barat dan tiba di pantai Pemalang, Jawa Tengah.

Di Pemalang, Syeh Maulana bersama Haji Datuk berjalan ke selatan sambil menyebarkan agama Islam. Saat cahaya melewati daerah Banjar, Syeh Maulana menderita gatal di seluruh tubuh dan sulit disembuhkan. Hingga ketika sholat malam, pangeran mendapat ilham untuk pergi ke Gunung Gora.
Baca Juga : 

Di Gunung Gora, pangeran menyuruh Haji Datuk meninggalkannya dan menunggu di suatu tempat yang mengeluarkan kepulan asap dan ternyata di daerah tersebut terdapat sumber air panas dengan tujuh buah pancuran. Di lokasi inilah Syeh Maulana berobat dengn mandi secara teratur hingga akhirnya penyakit yang dideritanya sembuh. Akhirnya pangeran menamai tempat ini 'Pancuran Tujuh'
Pancuran Tujuh
Lalu Syeh Maulana memberi gelar Haji Datuk dengan sebutan Rasuludi yang dalam bahasa jawa berarti Batur Kang Adi (Abdi yang setia). Kemudian desa itu dikenal dengan nama 'Baturadi' yang lama-kelamaan menjadi 'Baturaden'

Itulah cerita asal-usul Gunung Slamet dari masyarakat di kawasan Baturaden, Purwokerto, Jawa tengah yang juga merupakan salah satu jalur pendakian.

Mitos Gunung Slamet

Gunung Slamet merupakan salah satu pusat pemersatu wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bila dilihat dari letak geografi, Gunung Slamet membentang dari utara ke selatan yang dikelilingi 5 wilayah kabupaten yang berbatasan langsung. Jika dilihat di peta, kondisi ini membentuk suatu garis lurus dari utara ke selatan.
Peta Gunung Slamet
Sejak pertama meletus, Gunung Slamet tidak pernah diam. Letusan gunung Slamet akan membentuk rekahan besar yang membujur dari laut utara ke selatan yang akan diisi air laut hingga menyatu, sehingga wilayah barat dan timur akan menjauh. Mitos Gunung Slamet yang letusannya bisa membelah pulau jawa kerapkali menghantui masyarakat yang percaya. 

Menurut ramalan Sri Aji Joyoboyo yang hidup di awal abad ke-12, pulau Jawa akan terbelah dua akibat amblesnya permukaan tanah yang membujur dari laut utara hingga laut selatan. 
Letusan Gunung Slamet


Misteri Gunung Slamet

Masyarakat sekitar maupun pendaki tentu tidak asing dengan anggapan 'angker' Gunung Slamet. Beberapa legenda mistis ada di dalamnya yang menjadi bumbu cerita di setiap pendakian.

1. Puncak Surono

Merupakan gunung yang masih aktif, Gunung Slamet mempunyai kawah besar yang bernama Segara Wedi (lautan pasir). Puncak Gunung Slamet bernama puncak Surono. Menurut warga sekitar, konon dulu ada seorang pendaki bernama Surono yang meninggal di puncak Gunung Slamet karena jatuh ke jurang dan untuk menghormatinya, terdapat tugu penghormatan di atas puncak Gunung Slamet yang disebut puncak Surono.

2. Makhluk Kerdil

Misteri Gunung Slamet yang tak asing lainnya adalah adanya makhluk kerdil di jalur pendakian Gunung Slamet via Guci. Konon makhluk tersebut dulunya adakan  pendaki yang tersesat dan mencoba bertahan hidup dengan memakan daun hingga lama-kelamaan kehilangan jati dirinya sebagai manusia.

3. Pos Samarantu

Pos 4 - Samarantu berasal dari kata 'Samar' dan 'Hantu' yang cukup terkenal di jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan. Konon banyak makhluk gaib yang akan mengganggu pendaki jika bermalam di pos ini. Pos ini dinamakan Samarantu karena adanya hantu yang samar-samar akan menyerupai manusia ketika mengganggu para pendaki.
Pos 4 - Samarantu


4. Air Terjun Guci

Air Terjun Guci di lereng Gunung Slamet, Slawi merupakan objek wisata sejuk dan nyaman. Konon airnya bisa menyembuhkan berbagai macam sakit kulit. Di balik air terjun Guci dipercaya sebagai sarang siluman Naga Cerek. Banyak yang memanfaatkan sebagai tempat olah batin maupun mencari pusugihan. Juru kunci setempat bisa menyampaikan permintaan pesugihan kepada Naga Cerek dengan ritual khusus yang wajib dilakukan malam Jum'at Legi dan Selasa Kliwon. Namun pesugihan ini tentu ada syaratnya yaitu nyawa anggota keluarga. Banyak pemandu wanita yang siap memberikan jawa pada setiap tamu yang lebih baik tidak dilakukan.
Air Terjun Guci
Itu adalah beberapa misteri di Gunung Slamet. Sampai sekarang masih belum jelas kenapa pendaki Surono begitu dihormati, lalu kenapa hanya pos samarantu yang terkenal angker dan bagaimana asal usul air terjun guci.

Semua itu tetap menjadi misteri Gunung Slamet yang belum terkuak dan semoga saja berdasarkan misteri yang cukup mistis bisa membuat setiap pendaki tidak berlaku yang menyimpang selama melakukan pendakian.


Baca Juga : 
Menguak Sejarah dan Ratusan Situs Purbakala Gunung Penanggungan 
Pendakian Gunung Ungaran 2.050 mdpl via Basecamp Mawar 
Pendakian Gunung Lemongan 1.676 mdpl via Klakah


Peralatan Panjat Tebing dan Fungsinya

Peralatan Panjat Tebing dan Fungsinya. Panjat Tebing merupakan olah raga outdoor yang terbilang extrim yang dapat mengancam nyawa jika melakukan kesalahan yang salah satunya adalah safety procedur. Pengetahuan tentang peralatan panjat tebing serta fungsinya perlu diketahui oleh penggemar olahraga wall climbing maupun rock climbing.

Peralatan yang digunakan untuk panjat tebing memang tergolong tidak sedikit, itu karena peralatan tersebut berfungsi sangat penting untuk keamanan penggunanya. Berikut peralatan panjat tebing dan fungsinya :

1. Kernmantle Rope (Tali Karmantel)

Tali adalah peralatan penjat tebing yang wajib karena fungsinya sebaggai pengaman apabila terjatuh sampai menyentuh tanah (freefall). Tali karmantel dibagi tiga yaitu statis, dinamis dan semi statis yang masing-masing mempunyai kelenturan dan fungsi yang berbeda.
Tali Karmantel
  • Tali Statis mempunyai kelenturan 15-20%, standart yang digunakan 10,5 mm. Digunakan untuk rappeling atau saat turun dari ketinggian.
  • Tali Dinamis mempunyai kelenturan 30%. Dengan daya lentur yang tinggi, tali karmantel dinamis memiliki daya kejut yang tinggi sehingga cocok untuk kegiatan climbing atau rock climbing.
  • Tali Semi Statis mempunyai kelenturan di tengah statis dan dinamis. Tali semi statis selain cocok untuk rappeling dan climbing, biasanya digunakan untuk kegiatan rescue karena karakter tali statis dan dinamis.

2. Hardness

Hardness merupakan alat penopang tubuh yang terikat di pinggang sebagai pengaman yang nantinya dihubungkan dengan tali. Berdasarkan bentuknya, hardness dibagi tiga yaitu seat hardness, chest hardness dan full body hardness. Full body hardness melilit did seluruh tubuh dan dilengkapi sangkutan alat di sekeliling pinggang. Sering digunakan di medan salju. Seat Hardness lebih sering dipakai karena tidak mengganggu pergerakan pendaki. Selain itu seat hardness bisa dibuat dari webbing (belt) yang dikombinasikan dengan figure of eight sling.
Hardness

3. Carabiner

Carabiner adalah cincin kait yang menghubungkan alat satu dengan yang lain seperti antara tali dengan pemanjat, tali dengan tali dan juga pemanjat dengan anchor sebagai pengaman. Terbuat dari aluminium alloy yang ringan dan mempunyai kekuatan tinggi. Kekuatan carabiner terletak pada pen yang ada, jika pen sudah longgar maka sebaiknya tidak dipakai.
Carabiner
Berdasarkan bentuknya ada dua jenis carabiner yaitu carabiner screw gate (menggunakan kunci pengaman) dan carabiner snapgate (tidak berkunci).

4. Ascender

Ascender merupakan alat untuk membantu pemanjat menaiki lintasan tali. Ascender akan semakin mengunci apabila diberi bebas dan akan melonggar bila tidak diberi beban. 
Ascender
Menurut pegangannya dibagi dua yaitu Heandle Ascender ( SRT, Petzl Expedition dan Ascention) dan Non heandle ascender (Petzl Basic, Croll, Gibbs Shunt). Menurut prinsip kerja gigi'nya ada dua yaitu Sprung cam (Petz Basic dan Croll) dan cam loaded (Gibbs Shunt dan Hiebler).
Baca Juga :

5. Descender

Descender merupakan alat untuk membantu pemanjat menuruni tali (Abseiling, rappeling). Fungsinya adalah menahan laju alat dengan tali untuk menjaga agar pendaki  tidak meluncur bebas. Berdasarkan cara kerjanya dibagi dua macam yaitu automatis dan manual.
Jenis descender seperti :
  • Figure of eight
  • Autostop
  • Grigri
  • Shunt
Descender

6. Webbing

Webbing merupakan alat panjat tebing berbentuk pipih seperti pita, terbuat dari nylon, tidak terlalu kaku dan lentur. Webbing memiliki panjang standart 5 meter dan memiliki beberapa fungsi yaitu bisa digunakan sebagai hardness, pengikat di tubuh maupun anchor.
Webbing

7. Hammer

Hammer berfungsi untuk menanam dan melepas piton pada celah, memaku bolt. Ujungnya berfungsi mengencangkan mur saat memasang hanger.
Hammer

8. Piton

Piton merupakan paku tebing. Berdasarkan jenisnya ada 2 jenis piton yaitu jenis blade dan angel dengan fungsi yang berbeda. Jenis Blade berbentuk pipih yang digunakan untuk celah sempir, sedangkan angel untuk celah yang lebih besar. Cara pemasangannya adalah menyelipkan pada celah dan dipukul dengan hammer.
Piton

9. Hanger

Hanger berfungsi sebagai anchor untuk pengaman waktu pemanjatan dan biasa dugunakan untuk tebing yang sedikit memiliki natural anchor.
Hanger

10. Chock and Friend

Chock adalah alat yang dimasukkan ke celah batu sehingga terjepit dan bisa menahan berat badan dari arah tertentu. Chock mempunyai tiga bentuk yaitu segi enam (hexentric), simetris (stopper) dan paruh burung (trieams). Karena bentuk yang terbatas, diciptakan alat pengapit yang disebut friend yang bisa menyesuaikan bentuk dengan celah tebing.
Chock and Friend

11. Chalk Bag (kantung magnesium)

Berguna untuk tempat magnesium yang berguna sebagai anti keringat agar tangan pemanjat tidak basah saat proses pendakian.
Chalk Bag

12. Sepatu

Untuk panjat tebing, ada dua jenis sepatu khusus yang digunakan yaitu sepatu yang kejur (kaku dan keras) dan sepatu yang lentur. Sepatu panjat tebing memiliki kelenturan karet yang kuat sehingga memudahkan dalam proses pemanjatan.
Sepatu Panjat Tebing
Beberapa peralatan panjat tebing di atas bisa dijadikan referensi juga untuk melakukan pendakian gunung yang juga memerlukan perlengkapan untuk panjat tebing seperti Gunung Raung maupun Gunung Parang. Selamat Mendaki !

Pendakian Gunung Slamet 3.428 mdpl via Bambangan

Pendakian Gunung Slamet via Bambangan. Gunung Slamet merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia yang masuk dalam jajaran cincin api. Dengan ketinggian 3.428 mdpl, Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi ke-2 di Jawa setelah Gunung Semeru, serta merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Adanya berbagai Mitos dan Misteri di Gunung Slamet, gunung ini dikenal angker di masyarakat maupun kalangan pendaki. Meski begitu, pemandangan indah dan  trek yang menantang tidak menyurutkan pendaki untuk menginjakkan kaki di tanah tertinggi Jawa Tengah tersebut.
gunung slamet
Gunung Slamet
Gunung Slamet terletak di antara 5 kabupaten yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang. Dengan begitu, ada beberapa jalur yang bisa dilalui untuk mendaki Gunung Slamet. 


Beberapa jalur pendakian Gunung Slamet :
  1. Jalur pendakian via Bambangan  - Purbalingga
  2. Jalur pendakian via Baturraden - Purwokerto
  3. Jalur pendakian via Guci - Tegal
  4. Jalur pendakian via Kaliwadas - Brebes
  5. Jalur pendakian via Kaligua - Bumiayu
  6. Jalur pendakian via Dukuhliwung - Tegal
Pendakian Gunung Slamet via Bambangan merupakan jalur yang paling sering didaki karena merupakan rute terpendek. Rute menuju ke basecamp, dari Purwokerto naik bus ke tujuan Purbalingga atau Pemalang dan turun di pertigaan Serayu. Perjalanan disambung dengan mobil bak angkutan pedesaan menuju desa Bambangan, desa terakhir di kaki gunung Slamet. 

Basecamp - Pos 1

Dari basecamp, pendakian gunung Slamet dimulai dengan jalan aspal hingga ke gerbang pendakian yang tidak terpaut jauh dari basecamp. Pendakian awal dimulai dengan menyusuri perkebunan penduduk di jalan setapak. Terus ikuti jalan setapak, jika ada pertigaan belok kiri. Patokan menuju ke pos 1 adalah adanya lapangan yang lumayan luas. Setelah melewati lapangan, jalur mulai menanjak hingga sampai di pos 1 - Pondok Gemirung (Gardu Pandang).
pos 1
Pos 1 - Pondok Gemirung

Pos 1 - Pos 2

Pos 1 - Pondok Gemirung, berada di ketinggian 1.935 mdpl. Berupa shelter yang luas dan cocok untuk beristirahat maupun nongkrong sejenak sebelum melanjutkan perjalanan selanjutnya. Pendakian gunung Slamet dari pos 1 ke pos 2 sudah mulai masuk ke area hutan dengan jalur yang tertutup pepohonan rapat. Jalur berupa tanah padat dan terus menanjak dan sedikit ditemui area dataran hingga sampai di pos 2 - Walang.
pos 2
Pos 2 - Walang

Pos 2 - Pos 3

Pos 2 - Walang, berada di ketinggian 2.220 mdpl. Berupa tanah datar yang cukup luas untuk beristirahat dari lelahnya tanjakan selepas di pos 1. Area ini cukup teduh dengan dipayungi pepohonan besar yang akarnya bisa digunakan untuk duduk maupun bersandar melepas lelah. Selepas dari Pos 2, perjalanan menuju ke pos 3 sedikit lebih ringan namun tetap menanjak di tengah lebatnya hutan dan semak-semak hingga ke pos 3 - Cemara.
pos 3
Pos 3 - Cemara

Pos 3 - Pos 4

Pos 3 - Cemara, berada di ketinggian 2.465 mdpl. Berupa tanah datar yang lebih kecil dibanding dengan pos 2. Menuju ke pos selanjutnya, trek masih didominasi vegetasi hutan di kanan kiri dengan trek yang tetap menanjak hingga ke pos 4 - Samarantu.
pos 4 samarantu
Pos 4 - Samarantu

Pos 4 - Pos 5

Pos 4 - Samarantu, berada di ketinggian 2.635 mdpl. Berupa area datar yang tidak terlalu luas. Selepas pos 4, jalur tetap menanjak dan ketika mendekati pos 5, vegetasi mulai terbuka, Jarak antara pos 4 dan pos 5 tidak terlalu jauh.
Baca : 

Pos 5 - Pos 6

Pos 5 - Pondok mata air, berada di ketinggian 2.775 mdpl. Pos 5 merupakan salah satu tempat favorit pendaki untuk bermalam. Di pos ini terdapat sumber air musiman yang ada saat musim hujan. Terdapat shelter yang bisa digunakan untuk bermalam bagi pendaki, selain itu tanah lapang juga ada di beberapa bagian di sekitar shelter. Menuju ke pos 6 tidak terlalu jauh dengan vegetasi yang mulai berkurang.
pos 6
Pos 6 - Samyang Rangkah

Pos 6 - Pos 7

Pos 6 - Samyang Rangkah, berupa tanah datar sempit yang ada di jalur pendakian. Dari pos 6 ke pos 7 trek mulai terbuka dan pemandangan di sekitar mulai tampak. Sebelum pos 7 ada sebuah dataran yang bisa untuk mendirikan tenda. Setelah itu tinggal melewati satu tanjakan sempit dan akan tiba di pos 7.
pos 7
Pos 7 - Samyang Jampang

Pos 7 - Plawangan

Pos 7 - Samyang Jampang, berada di ketinggian 2.990 mdpl. Merupakan tempat favorit untuk camp sebelum summit ke puncak gunung Slamet, karena lokasinya yang pas sekaligus terdapat shelter untuk bermalam dan juga beberapa tempat datar untuk mendirikan tenda. Dari pos 7, deretan Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Merbabu akan tampak jika tidak tertutup kabut.
Menuju ke Plawangan, jalur akan terus menanjak dan terbuka karena sudah keluar hutan hingga sampai di batas vegetasi.

Plawangan - Puncak Gunung Slamet

Selepas dari batas vegetasi, lintasan menuju puncak gunung Slamet semakin menarik dan menantang. Layaknya pendakian ke trek pasir Gunung Semeru, jalur pendakian yang dilalui cukup terjal yang terdiri dari bebatuan dan kerikil yang labil. Selain itu batu yang dipijak juga rawan jatuh dan longsor di sepanjang jalur pendakian. Tidak ada pohon untuk menjadi pegangan jadi pendakian menuju ke puncak Slamet harus berhati-hati.
trek pendakian gunung slamet
Trek Menuju Puncak Slamet
Puncak Slamet dengan ketinggian 3.428 mdpl sering disebut dengan Puncak Surono, dari sini pendaki dapat melihat kaldera luas yang disebut dengan Segoro Wedi. Selain itu, pemandangan lautan awan yang luas juga sangat indah untuk menikmati matahari terbit di ufuk timur. Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, Gunung Prau nampak kecil di tengah lautan awan, selain itu di sisi lain juga tampak berdiri kokoh Gunung Ciremai.
puncak gunung slamet
Puncak Gunung Slamet
Untuk menuju Segoro Wedi, harus turun menyusuri daerah berpasir menuju kawah. Dari bibir kawah akan tampak lubang kawah besar yang menyembulkan gas belerang. Bila ingin turun melalui jalur Guci, pendaki harus melewati kompleks kawah untuk memilih jalur yang diinginkan.
Kawah Gunung Slamet

Tips Pendakian Gunung Slamet via Bambangan : 
  1. Tidak ada sumber air di sepanjang jalur pendakian, jadi pertimbangkan logistik terutama air.
  2. Pos yang strategis untuk untuk camp adalah di Pos 5 dan Pos 7 yang terdapat shelter dengan area yang tidak terlalu terbuka.
  3. Matikan alat elektronik dengan sinyal ketika cuaca buruk (petir).
  4. Saat musim kemarau, sebaiknya tidak membuat api unggun kecuali kondisi darurat, karena hutan rawan terbakar. Gunakan Teknik Membuat Api Unggun yang Aman.
  5. Berhati-hatilah ketika summit di trek berpasir. Waspadai adanya batu yang bisa jatuh.
  6. Bawalah masker ketika mendekati kawah untuk meminimalisir bau belerang.
  7. Sebaiknya tidak turun ke area kawah aktif.
Cheers...
 
Itinerary Pendakian Gunung Slamet :
Basecamp - pos 1 : 1 jam
Pos 1 - Pos 2 : 1 jam 30 menit
Pos 2 - Pos 3 : 1 jam
Pos 3 - Pos 4 : 40 menit
Pos 4 - Pos 5 : 50 menit
Pos 5 - Pos 6 : 20 menit
Pos 6 - Pos 7 : 30 menit
Pos 7 - Plawangan : 45 menit
Plawangan - Puncak : 1 jam 15 menit
Puncak - Kawah : 20 menit