Pendakian Gunung Arjuno 3.339 mdpl via Tretes

Pendakian Gunung Arjuno via Tretes. Gunung Arjuno tentu sangat menarik para pendaki gunung. Nama gunung yang sama dengan tokoh pewayangan ini selain mempunyai legenda tentang Arjuna, mempunyai jalur pendakian yang terbilang berat.  Gunung Arjuno berdiri gagah menjulang di samping Gunung Welirang, Gunung Kembar 1 & 2. Dengan tinggi 3.339 mdpl, Gunung Arjuno menjadi gunung tertinggi ke-3 di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan Gunung Raung. Kemistikan pendakian Gunung Arjuno lebih menantang nyali pendaki gunung dengan adanya Alas Lali Jiwo.
gunung arjuna
Gunung Arjuno - Welirang
Gunung Arjuno merupakan gunung berapi istirahat yang terletak di Malang, Jawa Timur. Pendakian Gunung Arjuno bisa melalui beberapa jalur yaitu :
  1. Jalur pendakian via Purwosari yang dikenal dengan pendakian spiritual.
  2. Jalur pendakian via Lawang
  3. Jalur pendakian via Batu
  4. Jalur pendakian via Tretes 
Jalur pendakian Gunung Arjuno via Tretes, rute dari Malang dan Surabaya langsung menuju Pandaan. Kemudian dari terminal Pandaan atau pasar buah bisa dilanjutkan naik angkot atau ojek menuju Tretes. Lokasi basecamp ada di seberang Hotel Tanjung.
Pendakian yang melalui Tretes adalah jalur yang sering dilalui pendaki karena dari jalur tersebut bisa sekalian mendaki ke Gunung Welirang.

Basecamp - Pos 1

Jalur sampai ke pos terakhir Gunung Arjuno sama dengan jalur ke Gunung Welirang. Dari basecamp sampai ke pos 1 - Pet bocor, membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan jalan makadam tersusun rapi yang menanjak, cukup membuat lelah. Sampainya di pertigaan beloklah ke arah kiri menuju ke Pos 1 Di pos 1 tersedia warung kecil yang bisa digunakan istirahat sambil menikmati makanan dan minuman yang dijual disana.


Pos 1 - Pos 2

Dari Pos 1 menuju Pos 2 kop-kopan, memerlukan waktu sekitar 3 jam dengan jalur bebatuan yang tidak tersusun rapi karena di sepanjang jalur ini sering dilewati hardtop untuk mengangkut belerang. Jalur bebatuan yang berliku akan terus berlanjut sampai Pos 2-Kop-kop'an. 
Pos 2 - kop-kopan lumayan luas untuk camp. Ada sumber mata air dan warung kecil untuk beristirahat. Bisa dibilang, logistik aman sampai Pos 2 ini.


Pos 2 - Pos 3

Dari Pos 2 - Kop-kop’an ke Pos 3 -  Pondokan, diperlukan sekitar 3 jam dengan jalur yang masih sama, menanjak dan berbatu. Dan dijalur ini pula dikenal adanya Tanjakan Asu atau Tanjakan Naga, jalur terjal menanjak yang panjang dan cukup melelahkan sebelum masuk ke Alas Lali Jiwo. Nama aneh dari tanjakan tersebut memang tercipta dengan beberapa cerita unik di sepanjang tanjakan ini. Nah, Tanjakan Unik di Jalur Pendakian Gunung-Gunung di Jawa tidak hanya ditemui di Gunung Arjuno. Nama-nama aneh telah melekat di setiap 'tanjakan' di gunung-gunugn lain yang cukup menyiksa.

Setelah melewati alas Lali Jiwo akan tiba di Pos 3 - Pondokan, yang ditandai dengan adanya rumah-rumah kecil tempat menyimpan belerang. Di dekat rumah penyimpanan belerang ini ada sungai tempat sumber air namun lokasi untuk menuju sumber air cukup kotor.
Pos Pondokan

Pos 3 - Lembah Kidang

Melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Arjuno, Lokasi camp yang nyaman bisa di Pondokan atau Lembah Kidang. Jika ingin camp di Lembah Kidang, dari pondokan ikuti jalur sampai persimpangan. Beloklah ke kiri melewati jalur sempit, ke arah puncak hingga sampai di Lembah Kidang dengan pemandangan rerumputan luas dan yang pasti, tanpa kidang. Dulu di area ini memang banyak kidang sehingga dinamakan Lembah Kidang. Seiring berjalannya waktu karena perburuan liar atau karena lokasi ini mulai sering dijamah manusia seperti pendaki,penambang dan pemburu, jarang ditemukan kidang di 'area'nya' lagi.

Meski nyaman untuk camp, lokasi Lembah Kidang tidak seluas Pos 3 - Pondokan. Tak jauh dari Lembah Kidang bisa langsung menuju ke Sabana 2, tempat camp yang dekat dengan sumber air kecil dengan area yang sama dengan Lembah Kidang, tidak terlalu luas. Menuju Sabana 2 hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.
sabana 2 gunung arjuna
Camp Sabana 2 di Dekat Sumber Air

Lembah Kidang - Puncak

Perjalanan menuju ke puncak Gunung Arjuno tergolong berat karena harus melipir ke sisi kanan gunung. Setelah melipir harus naik-turun 3 bukit untuk sampai ke puncak Gunung Arjuno. Jalur pendakian terus menanjak tiada ampun, melewati padang rumput dan hutan pinus sampai bukit pertama. Dari puncak bukit sudah tampak Puncak Arjuno di belakang 2 bukit lag. Daerah ini merupakan lokasi pasar setan yang cerita horornya ngetrend di kalangan pendaki, never mind guys.
gunung arjuna
Puncak Arjuno tampak dari sisi bukit.
Puncak Gunung Arjuno berupa tumpukan bebatuan besar yang disebut dengan Puncak Ogal-Agil. Disebut Ogal-Agil karena di puncaknya ada sebuah batu besar yang jika dilihat sekilas tampak akan jatuh jika tertiup angin sedikit saja. Dari puncak Arjuno tampak juga puncak Gunung Semeru dan juga puncak Gunung Welirang
puncak gunung arjuna
Puncak Arjuno
Untuk turun dari puncak ke lokasi camp (Pondokan, Savana 2, Lembah Kidang) tidak dibutuhkan waktu lama. Sudah lelah, akan menjadi semakin lelah dan itu yang menyebabkan seringkali para pendaki bilang kalau di jalur Tretes, proses turun terasa lebih lama dibandingkan saat pendakian walaupun dari Pondokan sampai basecamp hanya diperlukan waktu lebih cepat dari pendakian sekitar 4 jam.

Tips Pendakian Gunung Arjuno via Tretes :
  1. Warung di Pet Bocor buka sepanjang hari, sedangkan warung di Kop-kop'an biasanya buka hanya di akhir pekan, jadi pertimbangkan untuk logistik.
  2. Sumber air bersih ada di pos Kop-kop'an dan savana 2, sedangkan singau tempat untuk mengambil air di Pondokan sangat kotor meski sumber airnya bersih. Jangan menambahi dengan membuang sampah di sungai.
  3. Sumber air terakhir ada di Pondokan dan Savana 2.
  4. Tidak disarankan untuk camp di Pasar Setan karena berupa area terbuka dan tidak ada sumber air.
  5. Untung menghindari tersesat, berilah tanda di jalur yang sudah dilewati. 
  6. Segera turun jika cuaca buruk.









Itenerary pendakian Gunung Arjuno via Tretes :

Base camp - Pet Bocor : 20 menit
Pet Bocor - Kop'kopan : 3 jam
Kop'kopan - Pondokan : 3 jam
Pondokan - Lembah Kijang : 20 menit
Lembah Kijang - Savana 2 : 15 menit
Savana 2 - Puncak : 2 jam 45 menit

Baca Juga :
Tips Bertahan Dalam Badai Petir di Alam Bebas
Pendakian Gunung Kerinci 3.805 mdpl via Kersik Tuo
Percandian Arjuna - Kompleks Candi Hindu di Dataran Tinggi Dieng 

Pesona Kawah Ijen dan Fenomena Api Biru

Pesona Kawah Ijen dan Fenomena Api Biru. Kawah Ijen adalah nama kawah di Gunung Ijen, gunung berapi aktif di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kawah Ijen merupakan wisata pegunungan yang sangat terkenal di kalangan wisatawan domestik maupun luar negeri karena adanya fenomena unik. Fenomena alam yang terkenal di gunung berketinggian 2.443 mdpl ini adalah api biru alami.

kawah ijen
Kawah Ijen
Rute ke Kawah Ijen dari Surabaya bisa melewati Pasuruan - Probolinggo – Situbondo atau melewati Pasuruan - Probolinggo - Lumajang - Jember - Bondowoso. Jika dari Bondowoso, petunjuk arah menuju ke lokasi sangat jelas dan jalan yang dilalui tidak terlalu menanjak seperti jika melewati jalur Banyuwangi, namun cenderung landai dan menurun. 
Sedangkan perjalanan dari Banyuwangi arahnya juga jelas dengan adanya petunjuk jalan menuju ke pos pendakian. Jalan menuju ke lokasi berupa jalan aspal menanjak yang berbelok-belok yang menyuguhi pemandangan hutan di sekitar.

Jadi lebih baik untuk berangkat melalui Bondowoso dengan jalan yang landai dengan tanjakan yang biasa dan pulang melalui Banyuwangi dengan jalur menurun.
pos paltuding
Pos Paltuding
Sampai di Pos Paltuding, tidak diperkenankan untuk pendakian ke Kawah Ijen sore hari. Peraturan dari pos perijinan, pendakian dibuka jam 01.00. Untuk akhir pekan tiket dikenakan Rp.5.000, untuk turis asing Rp.50.000. Jika membeli tiket malam hari, maka akan naik menjadi Rp.7.500, jadi lebih baik membeli tiket lebih dulu sambil menunggu waktu pendakian. 

Untuk menunggu waktu yang begitu lama, bisa mendirikan tenda di lapangan atau sekedar ngopi di warung-warung yang berjejer rapi di pinggir lapangan yang menyediakan makan dan minum bahkan menyewakan tenda untuk satu malam dengan biaya sekitar Rp.75.000. Perlu diingat bahwa warung-warung ini hanya ramai buka saat akhir pekan dan hari libur. Jadi, jika berkunjung selain hari libur, sebaiknya membawa perlengkapan camp dan logistik sesuai kebutuhan.

Pendakian melihat fenomena api biru Kawah Ijen dan juga sunrise dilakukan pada dini hari. Medan untuk ke Kawah Ijen menanjak dengan trek berpasir lembut. Ada sebuah pos yang cukup luas di  tengah perjalanan untuk sekedar istirahat, pos ini dinamakan Pos Bunder. Di sekitar pos Bunder ada penambang belerang yang menjual patung-patung kecil yang terbuat dari belerang dengan harga Rp.5.000 - Rp.15.000.
kawah ijen
Trek Kawah Ijen
Setelah melewati pos, jalan relatif landai sebelum akhirnya trek menjadi tanah kekuningan, pertanda sampai di bibir Kawah Ijen. Dari pos Paltuding ke bibir Kawah Ijen dibutuhkan waktu perjalanan sekitar 1 jam. 

kawah ijen
Bibir Kawah dengan Background Gunung Marapi

Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah bersifat asam yang ada di puncak Gunung Ijen dengan kedalaman sekitar 200 meter dan luas mencapai 5.466 Ha. Selain sunrise, fenomena api biru di Kawah Ijen menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Gunung Ijen karena api biru alami di dunia  ini hanya ada 2 yaitu di Islandia dan di Kawah Ijen, Indonesia.
kawah ijen
Kepulan Kawah Ijen
Untuk melihat Api Biru dari bibir kawah jalan membelok ke kiri. Jika lurus dan naik lagi, bisa melihat sunrise dan kawah ijen. Bahkan jika cuaca bagus akan tampak Gunung Raung dan kawasan Taman Nasional Baluran.

Untuk turun menuju ke kawah harus turun melewati medan berbatu terjal sejauh kurang lebih 250 meter. Selain itu ada jalan turun untuk melihat Api Biru karena untuk mengambil gambarnya cukup sulit jika tidak mendekat, apalagi api biru hanya bisa dinikmati sebelum matahari terbit. Untuk turun ada jasa guide yang dilakukan oleh penambang belerang di sekitar puncak kawah.
kawah ijen
Trek ke Api Biru
api biru kawah ijen
Gambaran Api Biru
Ada jalan menuju ke puncak Gunung Ijen namun jarang ada yang naik ke puncaknya karena pemandangan Kawah Ijen dari bibir kawah cukup menjadi kepuasan tersendiri.

Tips Mengunjungi Kawah Ijen : 
  1. Jika ingin rute jalan yang nyaman, untuk rute berangkat lewat jalur Bondowoso dan pulang lewat jalur Banyuwangi.
  2. Bawalah tenda dan logistik yang cukup ketika berkunjung diluar hari Sabtu dan hari libur.
  3. Ketika sampai di lokasi sore atau menjelang malam, segeralah beli tiket karena harga tiket akan naik menjelang jam pendakian.
  4. Bawalah jaket tebal, pelindung mata dari debu pasir dan masker untuk mencegah bau belerang yang menyengat.
  5. Jangan mendaki terlalu pagi jika sudah terbiasa trekking. Waktu pendakian yang cepat ke bibir kawah akan menjadi waktu yang lama untuk menahan dingin di bibir kawah. 
  6. Turunlah sebelum siang karena ketika cuaca bagus akan sangat panas sekali, atau bawalah pelindung kepala.
Kebutuhan yang Mengalahkan Hak

Kebutuhan yang Mengalahkan Hak

Manusia hidup di dunia pastinya memiliki Hak dan juga Kewajiban. Kali ini bukan untuk membahas hak apa saja yang didapatkan manusia tapi sebuah pemikiran tentang hak yang mungkin sedikit disingkirkan oleh sebuah kebutuhan, atau mungkin kebutuhan yang jenisnya sudah berubah menjadi keinginan.

Ada beberapa cerita berhubungan dengan kenaikan UMK pagi ini :
  1. Pagi ini di sebuah ruangan kamar, seorang teman saya langsung menyalakan ponsel dan mengecek rekening bank’nya. Ya… tentu saja tentang gaji pertama setelah kenaikan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) awal taun 2015. Sebelum kenaikan UMK, gajinya UMK + n dan setelah UMK naik gajinya menjadi UMK – n. Dia hanya menggerutu sambil bilang, “Kalau pelitnya wajar sih ga masalah. Kalau udah ga adil, aku bela hakku, rugi aku jadi sarjana. Aku harus demo!.” 
  2. Seorang lagi mengecek ATM pagi-pagi dan dengan muka ceria. Sarjana itu dengan bangga dia katakan “Gajiku naik banyak jadi UMK!”. Memang selama ini gajinya mengikuti UMK. Jika naik Rp.500.000 ya akan naik Rp.500.000.
  3. Yang seorang lagi mukanya tampak biasa-biasa saja. Biasanya dia digaji UMK+2n dan setelah kenaikan, dia digaji UMK+ n. Beda dengan temannya yang digaji UMK gajinya naik lebih banyak dari pada dia yang gajinya lebih besar namun tampak kenaikan hanya sedikit. 
Tanggapan dan ekspresi beberapa orang memang berbeda seiring naiknya UMK tahun ini, ada yang puas, santai maupun tidak terima, bukan dengan UMK tapi dengan kebijakan tempatnya bekerja.
Beberapa orang kadang berfikir kalau uang adalah segalanya, jika uang bukan segalanya, segalanya memang butuh uang. Yah… banyak yang mengatakan “yang penting kerja”, entah di dalam pekerjaan  itu mereka menerima keadilan atau tidak . Ada juga yang bangga bekerja di salah satu perusahaan besar yang produknya terkenal, menjabat sebagai seorang atasan yang pada hakikatnya tetaplah buruh. Bukan tentang digaji berapa yang penting bisa ada uang untuk makan. Selama ini kekuasaan memang sudah menindas manusia.

Manusia itu, "Semakin banyak semakin merasa menang. Semakin tua semakin merasa benar. Semakin tinggi semakin merasa berkuasa."

Bayangkan saja seorang Sarjana yang bekerja dan digaji di bawah UMK. Yah…. Kalau kontraknya hanya selama percobaan saja tidak masalah, kalau seterusnya dan maximal adalah UMK?, apa bedanya dengan buruh-buruh lain dengan gaji sama namun hanya lulusan SMA dan hanya unggul lebih lama atau disebut sebagai “senior”?

Mereka diam, apalagi kalau itu merupakan pekerjaan pertama dan masih orang baru. Masih tetap dengan sebuah sugesti “yang penting kerja dapat uang”, yang penting bisa makan, minum dan membeli beberapa kebutuhan (karena oksigen gratis), kadang pula hal-hal kecil yang menjadi hak mereka, yang sudah tercantum di Undang-undang itu dilupakan.Mereka takut tidak akan mendapatkan yang lebih diluar dan terlalu yakin bahwa tempat yang bisa mempekerjakannya hanya disitu, dimana ada oknum yang mempermainkan kehidupan mereka sedangkan yang dipermainkan tidak ingin membela Haknya.Yang memperkaya orang lain, sampai kapan akan terus dibodohi?. Pekerja bukanlah kerbau dan ini adalah negara demokrasi, tak ada lagi kerja rodi. Tuntut jika tidak adil, pergi jika kebenaran sudah tak terlihat lagi. Buat apa mempertahankan harga diri yang sudah terinjak-injak hampir mati.
Dari sekitar pegunungan, berpijaklah melihat realitas kehidupan yang mungkin tidak diinginkan.


Budaya Lampau Masa Kini

Budaya Lampau Masa Kini

Bukankah kehidupan jaman modern sekarang masih terbesit suatu kebiasaan dari jaman Kerajaan?. Dimana yang lebih tinggi derajatnya, yang lebih tinggi pangkatnya dan yang lebih tua akan lebih dihormati dan diprioritaskan?, lebih dibenarkan dan diyakini?, lebih dipercaya dan dihargai?.

Kehidupan yang seperti itu, yang hanya memandang tingginya manusia yang "lebih" sehingga tidak memandang manusia yang tidak "lebih". Sebagian orang yang "lebih" khususnya di daerah Jawa, kadang memanfaatkan budaya lampau itu. Contohnya saja sikap orang  yang berpangkat tinggi atau biasa disebut "bos" terhadap bawahannya, sebut saja Office Boy, pasti berbeda. Sikap seseorang terhadap orang yang lebih tua pasti juga berbeda dengan orang yang lebih muda. Lebih gampang lagi, seorang senior terhadap Junior

Senior-Junior yang sudah jadi topik hangat ketika pergantian tahun, ketika siswa/siswi baru, mahasiswa/i baru memasuki dunia pembelajaran yang baru yang mana kadang menjadi sorotan dengan perlakuan semena-mena para Senior terhadap Juniornya, mereka yang merasa tua, lebih lama, lebih tau, lebih berpengalaman, pada dasarnya itu semua hanya karena mereka 'merasa' seperti itu. Mereka berteriak "Kalian masih junior!", apakah pembentukan mental yang terlewat batas harus dikalahkan dengan perkataan seperti itu?. Pembentukan mental yang kadang melebihi batas karena sebuah kata, "Senior".

Atasan-bawahan, hal yang sering jadi problem di area kerja, bagaimana bawahan harus mengikuti Atasan. Atasan yang sulit diganggu gugat (lebih tua/pemilik usaha, berpangkat tinggi) mungkin lebih bisa menjawab perasaan kesal jika itu mungkin terjadi. Namun bagaimana dengan Atasan yang mudah diganggu gugat (lebih muda dan orang baru). Apakah para senior tua bersedia dengan hati menerimanya sebagai atasan?. Jika menyuruh orang tua suatu ketidak sopanan, hal itu tentu akan menjadi ambigu, antara pekerjaan dan kesopanan sosial yang sudah mendarah daging sejak jaman dahulu.
Persaingan kerja selain terjadi karena atasan-bawahan, kadang terjadi dengan sesama rekan kerja, itulah dimana mental kerja harus dibangun dimana di dunia kerja tidak pernah ada kata PERSAHABATAN dan itu pula dimana Kerja sama akan menjadi ajang persaingan.

Tua-Muda, hal yang sakral dalam budaya jawa dimana yang lebih muda harus menghormati yang lebih tua, jika tidak bisa "kualat", seperti cerita kutukan Malin Kundang. Jika Senior selalu benar, maka orang tua juga akan selalu benar. Menentang orang lebih tua dianggap tidak sopan, lalu bagaimana jika pertentangan itu sebuah kebenaran?. apa orang muda selalu salah di mata orang yang lebih tua?. Apa jika melakukan pembelaan terhadap kebenaran apa itu tetap salah?.

Kesopanan adalah bagaimana berperilaku kepada setiap manusia, bukan karena dia "lebih", atau karena dia "bukan" .Bukan tentang karena kita semua berbeda, bukan karena agama, suku, budaya, ras. Bukan karena yang "lebih" ditinggikan dan yang "kurang" selalu direndahkan tapi karena semua tercipta di bumi yang sama dan tentang siapa kita.

Seperti yang pernah kukatakan bahwa manusia itu, "Semakin banyak semakin merasa menang. Semakin tua semakin merasa benar. Semakin tinggi semakin merasa berkuasa."

Pergilah pada alam yang bisa memberimu kehidupan baru yang tidak ada tolak ukur untuk itu, karena ukuran satu-satunya adalah "kita manusia".

Teluk Ijo - Surga Tersembunyi Banyuwangi

Teluk Ijo Banyuwangi. Menikmati laut yang biru, bersih, tenang dengan pemandangan perbukitan dan ombak khas pantai selatan yang memukau? Catat Green Bay dalam rencana perjalanan selanjutnya. Teluk Ijo yang istilah lainnya di sebut Green Bay merupakan wisata pantai di sebelah selatan Banyuwangi. Sebagai tempat wisata di Banyuwangi, nama Teluk Ijo sangat populer. Tempat wisata ini menyajikan pemandangan laut selatan yang berpadu dengan tebing karang dan dikelilingi perbukitan.
teluk ijo banyuwangi
Green Bay
Teluk Ijo terletak di area Taman Nasional Meru Betiri. Mencari lokasi wisata Teluk Ijo Banyuwangi cukup membingungkan karena di awal hanya ada penunjuk lokasi ke Pantai Pulau Merah. Jadi jika ingin kesana, ikuti saja petunjuk jalan menuju ke Pulau Merah.

Jalan menuju Teluk Ijo Banyuwangi berupa makadam berbelok-belok, jadi harus  berhati-hati. Setelah mendekati lokasi wisata, jalan sudah beraspal hingga di pos perijinan. Setelah dari pos perijinan, perkebunan karet yang semua pohonnya cenderung mengarah ke barat/timur menjadi pemandangan yang unik. 
Setelah parkir motor, perlu berjalan sekitar 100 meter untuk sampai di tempat masuk lokasi tempat wisata Teluk Ijo. Petualangan berlum berhenti karena tenaga masih diperlukan. Untuk ke pantai, wajib naik tangga kemudian turun ke bawah selama kurang lebih 10 menit hingga tampak bebatuan besar di sekeliling pantai yang teduh.
teluk ijo banyuwangi
Tempat Masuk Menuju Lokasi


Pantai ini disebut Teluk Ijo (Green Bay) karena air lautnya cenderung berwarna hijau. Tergolong laut selatan, ombak di Teluk Ijo cukup besar. Dihiasi bebatuan yang ada di batas pantai dan laut, menjadi pemandangan yang indah disaksikan, ketika gelombang ombak menghempas keras karang bebatuan di sekitar pantai. Sekedar berjalan-jalan ke atas batu karang maupun di pasir putihnya atau bermain air dan  bersantai menikmati laut adalah hal yang cocok dilakukan di area tempat wisata ini.
teluk ijo
Bebatuan di Sekitar Pantai


Ada tebing di sebelah kiri. Jika naik ke atasnya dapat melihat seluruh pantai luas yang membentang dan juga pemandangan istimewa tebing-tebing karang di sebelahnya yang mirip dengan tebing yang ada di Tibet. Mungkin inilah Tibet'nya Banyuwangi.
teluk ijo
Pantai Sisi Kanan Dilihat dari Sisi Tebing
teluk ijo
Tibet'nya Teluk Ijo
Ada warung kecil di dekat parkiran motor, sehingga menikmati lautan dari ketinggian sambil melepas dahaga menikmati es degan sangatlah menarik untuk dilakukan. Jika masih ingin menikmati sisi Teluk Ijo yang lain, bisa turun ke Teluk Damai yang lokasinya bersebelahan. Tak jauh dari lokasi parkir juga ada rute menuju Goa Jepang yang bisa ditempuh dengan jalan kaki. Kini tinggal pilih, tetap beranjak atau diam dalam hembusan angin teluk?.

Pendakian Gunung Merapi 2.930 mdpl via New Selo

Pendakian Gunung Merapi via New Selo. Gunung Merapi termasuk salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia yang termasuk dalam daerah cincin api. Siklus meletus gunung Merapi adalah 4 tahun sekali, namun hingga letusan terakhir tahun 2010, gunung Merapi belum meletus lagi sampai di tahun 2017. Selain terkenal dengan mitos dan misteri yang cukup menarik, pendakian Gunung Merapi juga menarik minat para pecinta alam untuk melihat puncak garuda yang baru.
gunung merapi
Gunung Merapi
Jalur pendakian yang sering dilalui adalah pendakian via Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tepatnya di desa Tlogolele, sebuah desa yang terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Bisa juga melalui Kaliurang, Kec.Pakem, Kab.Sleman, Yogyakarta namun membutuhkan waktu lebih lama sekitar 7 jam ke puncak karena jalurnya yang terjal.

Di Pos New Selo, bisa memilih untuk mendaki Gunung Merapi ataupun Gunung Merbabu. Kadang pendaki mendaki secara bergantian sehingga muncul istilah populer kedua gunung ini sebagai 2M.

Pendakian Gunung Merapi via New Selo dimulai dari jalur beraspal yang menanjak dari basecamp sekitar 10 menit, hingga sampai di tempat bertuliskan "New Selo" yang terpampang layaknya tulisan 'Hollywood'. Setelah itu jalur berupa tanah padat yang menanjak melewati perkebunan penduduk.
pendakian gunung merapi via selo
"Hollywood" New Selo
Setelah  1 jam perjalanan dari New Selo akan tiba di sebuah shelter pos bayangan 1 yang bisa digunakan untuk beristirahat. 

Pendakian Gunung Merapi dilanjutkan dengan medan yang didominasi trek berbatu. Sekitar 1,5 jam perjalanan akan sampai di pos 1 dimana ada 2 shelter untuk istirahat. Lalu dengan trek yang sama hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di pos 2.
pendakian gunung merapi
Istirahat di Shelter
Trek selanjutnya menjadi trek full bebatuan dengan jalan yang masih menanjak tanpa bonus. Perlu diperhatikan juga karena bebatuan rawan jatuh, jadi berhati-hatilah saat bertumpu pada bebatuan. 

Sekitar 1 jam mendaki akan sampai di batas vegetasi berupa trek kerikil dengan jalan yang tidak terlalu menanjak, itu berarti pasar bubrah semakin dekat. Ambil jalur ke kiri untuk menuju ke Pasar Bubrah. Pasar bubrah adalah pos terakhir di kaki puncak Gunung Merapi. Lokasinya luas, berupa tanah padat berpasir yang tandus. Gunung Merbabu tampak jelas dari lokasi ini.
Pasar Bubrah
Kini pendakian ke puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan lagi dan pendakian aman hanya sampai Pasar Bubrah. Dengan adanya pemasangan cctv serta berita adanya blacklist dari pendakian ke beberapa gunung tertentu dan pihak pengelola tidak bertanggung jawab jika masih ada pendaki yang nekat naik ke puncak Gunung Merapi.
Mendaki ke puncak Gunung Merapi membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan trek berpasir menanjak sebelum berubah menjadi trek bebatuan terjal. Perlu diperhatikan juga karena bebatuan besar rawan jatuh di area ini.

Bibir kawah Merapi berupa jurang menganga lebar yang selalu menyambut pendaki setibanya di atas. Kawah Gunung Merapi yang masih aktif mengepulkan asap belerang pekat dibawah jurang sedalam ratusan meter. 
kawah merapi
Bibir Kawah Gunung Merapi
Puncak Garuda yang menjadi legenda telah hilang setelah letusan Gunung Merapi tahun 2010 yang menyisakan puncak berbentuk limas. Untuk menuju ke Puncak Limas, harus naik ke arah kanan, melipir dinding batu yang cukup extrim. Puncak Limas berbentuk runcing seperti tusuk gigi menjulang tinggi di atas kawah Merapi. Oleh karena itu sebaiknya tidak mencoba naik ke atas puncak Limas.

puncak merapi
Mlipir Dinding Batu ke Puncak Limas


Tips Pendakian Gunung Merapi via New Selo:
  1. Bawalah logistik yang cukup karena tidak ada sumber air.
  2. Jika ingin menempuh perjalanan tanpa camp (tektok), lakukan pendakian awal saat dini hari agar mendapat sunrise di puncak.
  3. Pendakian ke puncak Gunung Merapi tidak di perkenankan lagi. Jika tetap melanjutkan ke puncak, pihak pengelola tidak akan bertanggung jawab dengan segala resiko yang mungkin terjadi.
  4. Jika nekat ke puncak, berhati-hatilah di setiap trek berbatu karena bebatuan rawan jatuh.
  5. Tidak disarankan naik ke puncak Limas jika tidak punya teknik khusus atau tidak yakin. Meski yakin, lebih baik tidak naik ke puncak Limas.
  6. Berhati-hatilah di area bibir kawah Gunung Merapi yang masih aktif. 
puncak limas gunung merapi
Puncak Garuda yang Menjadi Puncak Limas

Itinerary pendakian Gunung Merapi via Selo :
Basecamp - Pos bayangan 1 : 1 jam 
Pos Bayangan 1 - pos 1  : 1,5 jam
Pos 1 - Pos 2  : 1,5 jam
Pos 2 - Pasar Bubrah : 1 jam
Pasar Bubrah - Puncak : 1 jam 


Baca :
Menguak Sejarah dan Ratusan Situs Purbakala Gunung Penanggungan

Pendakian Gunung Welirang 3.156 mdpl via Tretes

Pendakian Gunung Welirang via Tretes. Gunung Welirang merupakan sebuah gunung berapi aktif yang berada di ketinggian 3.156 mdpl dan satu kawasan dengan Gunung Kembar 1, Kembar 2 dan Gunung Arjuno. Nama gunung ini memang tidak sepopuler Gunung Semeru tapi medan yang dilalui akan benar-benar tidak pernah terlupakan, apalagi terdapat trek yang terkenal dengan nama tanjakan asu (anjing) atau tanjakan naga.
gunung welirang
Gunung Welirang, Gunung Kembar dari Gn.Arjuno
Gunung Welirang terletak di perbatasan kabupaten Malang dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Jalur pendakian Gunung Welirang yang bisa dilalui adalah via Tretes. 
Jalur pendakian Gunung Welirang via Tretes, rute dari Malang dan Surabaya langsung menuju Pandaan. Kemudian dari terminal Pandaan atau pasar buah bisa dilanjutkan naik angkot atau ojek menuju Tretes. Lokasi basecamp ada di seberang Hotel Tanjung.


Basecamp - Pos 1

Trek awal pendakian dari basecamp sudah berupa tanjakan makadam yang tersusun rapi. Semakin ke depan kemiringan mulai meningkat sehingga membuat boros tenaga. Jalan yang miring, menanjak dengan 4 belokan akan berakhir sekitar 20 menit, semakin dekat dengan pos 1, Pet Bocor. Untuk ke Pet Bocor setelah pertigaan ambil jalan ke kiri karena ke kanan merupakan jalur untuk ke tempat wisata air terjun Kakek Bodo dan Air Terjun Alap-Alap.
 
Di Pet Bocor ada warung kecil untuk melepas lelah dan ada kamar mandi kecil juga. Di depan pos ada tempat yang cukup luas digunakan untuk camp, namun lebih baik tidak camp sedini mungkin karena perjalanan masih panjang. 


Pos 1 - Pos 2

Dari Pet Bocor sampai sekitar 1 km di depan, jalan berupa semen cor-coran sebelum berubah menjadi trek bebatuan yang tidak teratur. Jalur yang panjang, menanjak, berbatu dan berbelok-belok cukup menguras energi. Jalur seperti inilah yang akan mengantar hingga beberapa jam ke depan sampai ke puncak gunung Welirang.
jalur pendakian gunung welirang
Makadam Jalur Tretes
Kurang lebih 3 jam akan sampai di pos 2 Gunung Welirang, Kop-kopan. Ada sumber air untuk mengisi bekal air yang habis di perjalanan yang melelahkan. Ada warung kecil yang menyediakan gorengan dan minuman hangat. Dari Kop-kopan tampak Gunung Penanggungan yang kadang tertutup kabut. Di tempat ini bisa digunakan untuk camp karena dekat dengan sumber air sebelum melanjutkan ke pos 3.


Pos 2 - Pos 3

Perjalanan ke Pos 3-Pondokan, Gunung Welirang, masih dengan jalur makadam namun lebih menanjak lagi. Jalur dari Kop-kop’an sampai ke basecamp adalah jalur yang dilalui hardtop untuk membawa belerang turun, untuk itulah jalur makadamnya tidak beraturan. 
jalur pendakian gunung welirang via tretes
Jalur Tanjakan Asu
Jalur pendakian Gunung Welirang menuju ke pos 3 akan lebih menyiksa. Tanjakan yang tiada henti berada puncaknya ketika sampai di tanjakan “asu”, sebuah tanjakan yang cukup panjang dan melelahkan. Ini adalah tanjakan terakhir yang paling menanjak di sepanjang jalur. Pendakian selanjutnya melewati alas Lali Jiwo, semakin mendekati pos 3, Pondokan. 

Di pondokan ada beberapa tempat yang berbentuk rumah-rumah kecil untuk menyimpan belerang. Ada jalan kecil kekiri menuju ke pos Lembah Kijang, jika ingin melanjutkan Pendakian ke Gunung Arjuno. Di Pondokan bisa mendirikan tenda karena ada sumber mata air. Untuk menuju sumber air, harus turun kebawah ke arah sungai di dekat rumah-rumah penyimpanan belerang.


Pos 3 - Lapangan

Summit ke puncak Gunung Welirang, jalur yang dilalui masih belum berubah, berbatu dan menanjak. Perjalanan mengelilingi bukit terjal untuk mencapai puncak. Sekitar 2 jam pendakian akan tiba di sebuah lapangan luas, diantara gunung Kembar 1 dan Kembar 2.


Lapangan - Puncak

Selepas lapangan menuju ke puncak Gunung Welirang akan melewati sisi bukit dimana sebelahnya jurang dan tampak pemandangan deretan Gunung Kawi dan Gunung Buthak. Mendekati batas vegetasi, bau belerang sudah tercium dan asapnya tampak mengepul dari kawah belerang. Ada jalur menuju ke kawah belerang dan ada juga jalur menuju puncak. Puncak adalah jalur yang paling ujung. Biasanya ketika mencapai dataran tertinggi ternyata puncak masih ada di depan, jadi waspadalah agar tidak keliru.
pendakian gunung welirang
Melewati Sisi Bukit
kawah belerang
Kepulan Asap Belerang dari Kawah
Puncak Gunung Welirang tidak begitu luas. Disini tampak jelas kawah belerang yang mengepul. Dari puncak Gunung Welirang yang panas menyengat akan tampak Gunung Penanggungan, sementara puncak Ogal Agil Gunung Arjuno tampak runcing dari kejauhan dengan latar belakang Gunung Semeru.
puncak gunung welirang
Puncak Welirang 3156 mdpl
pondokan
Tim Hore
Itinerary pendakian gunung Welirang :
Basecamp - Pet Bocor : 20 menit
Pet Bocor - Kop'kopan : 3 jam
Kop'kopan - Pondokan : 3 jam
Pondokan - Puncak : 3 jam


Baca Juga :
Pendakian Gunung Lawu 3.265 mdpl via Candi Cetho