Pendakian Gunung Cikuray 2.821 mdpl via Cilawu

Pendakian Gunung Cikuray via Cilawu. Gunung Cikuray merupakan gunung kerucut yang masuk dalam kategori gunung tidak aktif. Dengan ketinggian 2.821 mdpl, Gunung Cikuray merupakan gunung tertinggi ke-4 di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai, Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Gunung Cikuray juga termasuk salah satu gunung di Kabupaten Garut yang sering dikunjungi para pecinta alam selain Gunung Papandayan.
pendakian gunung cikuray
Gunung Cikuray
Gunung Cikuray terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat Indonesia. Berada di perbatasan Kecamatan Cikajang, Dayeuh Manggung dan Bayongbong. Ada 3 jalur pendakian Gunung Cikuray yang bisa dilalui yaitu :
  1. Jalur pendakian via Cikajang
  2. Jalur pendakian via Bayongbong
  3. Jalur pendakian via Cilawu (Dayeuh Manggung)
Jalur pendakian Gunung Cikuray via Cikajang adalah jalur panjang yang lebih mudah didaki. Sedangkan jalur Bayongbong dengan trek lebih pendek namun curam dan terjal. Pendakian via Cilawu adalah jalur pendakian favorit, karena selain pendek, medan tidak terlalu terjal meski sangat menanjak.

Jalur pendakian Gunung Cikuray via Cilawu yang dikenal juga dengan jalur pemancar bisa dimulai dari terminal Guntur, Garut. Kemudian naik angkot tujuan Cilawu. Perjalanan sekitar hampir 1 jam, supir angkot akan menurunkan  di jalan masuk menuju perkebunan. 

Selanjutnya,  bisa naik ojek dengan tarif sekitar Rp 35.000 (negoisasi) yang akan mengantar hingga ke Pos 1 pendakian Gunung Cikuray yang letaknya bersebelahan dengan pemancar. Sebelum masuk ke area kebun teh, diwajibkan membayar biaya registrasi ke kawasan kebun teh dan ini bukanlah biaya registrasi pendakian.

Pos 1 - Pos 2

Pos 1 adalah tempat registrasi sebelum melakukan pendakian dan lokasinya berada di area perkebunan. Di sekitar Pos ini terdapat warung untuk mengisi perbekalan. Pos registrasi ini buka jam 04.00 - 17.00, jadi mulailah pendakian di sekitar waktu tersebut. Perlu diingat jika tidak ada sumber mata air di jalur pendakian gunung Cikuray via Cilawu ini.
pendakian gunung cikuray
Pos 1
Perjalanan langsung dilanjutkan menyusuri perkebunan teh dengan jalan yang menanjak. Sekitar 10 menit, ada beberapa warung yang tersedia di sekitar perkebunan untuk tempat istirahat sejenak. Di warung ini pula juga tersedia kamar mandi umum yang bisa digunakan untuk membersihkan diri setelah pendakian. 
Selepas warung, jalur akan menanjak sekitar 50 meter. Setelah itu pendakian dilanjutkan dengan berjalan menyusuri sisi gunung sampai masuk ke pintu hutan. Dari sini jalur mulai menanjak ringan hingga sampai ke Pos 2. Pos 2 berupa lahan datar yang cukup luas untuk beristirahat.
pendakian gunung cikuray
Pos 2

Pos 2 - Pos 3

Jalur pendakian Gunung Cikuray yang dilalui selepas Pos 2 masih menanjak dan didominasi akar-akar pepohonan hutan hingga Pos 3.Waktu yang ditempuh juga lumayan lama. Pos 3 berupa lahan luas yang bisa digunakan untuk mendirikan beberapa tenda dan lokasi ini cocok untuk camp.
pendakian gunung cikuray
Trek yang Mendominasi Pendakian
pendakian gunung cikuray
Pos 3

Pos 3 - Pos 4

Jalur masih tetap berupa tanjakan dengan akar-akar pohon sebagai rintangannya. Pos 4 dengan ketinggian 2.050 mdpl, lebih sempit jika dibandingkan pos 3, tapi bisa dipakai untuk mendirikan tenda.
pendakian gunung cikuray
Pos 4

Pos 4 - Pos 5

Pos 4 dan pos 5 tidak terpaut jauh dan merupakan jalur antar pos yang paling singkat. Medan yang dilalui masih sama berupa tanjakan yang dipenuhi akar-akar pohon. Pos 5 berada di ketinggian 2.275 mdpl.
pendakian gunung cikuray
Pos 5

Pos 5 - Pos 6

Jalur pendakian Gunung Cikuray yang dilalui menuju Pos 6 lebih menanjak dan masih berupa trek tanah yang didominasi akar-akar pepohonan. Pos 6 berada di ketinggian 2.550 mdpl dan di sekitar jalur menuju pos 6 terdapat beberapa tempat cukup luas untuk mendirikan tenda.
pendakian gunung cikuray
Pos 6

 Pos 6 - Pos 7

Selepas pos 6, jalur pendakian Gunung Cikuray lebih sempit dengan trek yang masih sama. Di sepanjang jalur akan ada petunjuk arah ke jalur pemancar dan ke Dangiang. Pos 7 adalah lokasi camp yang sangat cocok untuk menanti sunrise di puncak Gunung Cikuray karena lokasinya dan dekat dengan puncak.

Pos 7 - Puncak

Menuju puncak, vegetasi mulai terbuka pertanda sudah sampai di Puncak Gunung Cikuray. Puncak Gunung Cikuray berupa lahan datar yang tidak cukup luas namun beberapa pendaki kadang camp di puncak walaupun sudah ada peringatan untuk dilarang camp di puncak utama. 
puncak gunung cikuray
Sunrise Gunung Cikuray
Ada sebuah bangunan berukuran sekitar 2,5 x 2,5 m yang menjadi pertanda Puncak Gunung Cikuray. Dari Puncak, akan nampak bayangan Gunung Cikuray yang berbentuk kerucut sempurna di depan Gunung Papandayan. 
puncak gunung cikuray
Puncak Gunung Cikuray

Itenerary Pendakian Gunung Cikuray via Cilawu :
Pos 1 - Pos 2 : 1 jam
Pos 2 - Pos 3 : 2 jam 50 menit
Pos 3 - Pos 4 : 1 jam
Pos 4 - Pos 5 : 25 menit
Pos 5 - Pos 6 : 30 menit
Pos 6 - Pos 7 : 1 jam
Pos 7 - Puncak : 15 menit
 

Pantai Pancur - Salah Satu Pesona Taman Nasional Alas Purwo

Pantai Pancur Taman Nasional Alas Purwo. Siapa yang tidak ingin berwisata ke pantai-pantai menarik dengan suasana tenang dan lokasinya tersembunyi di balik kawasan hutan?. Taman Nasional Alas Purwo menyimpan deretan pantai-pantai indah yang tersembunyi di balik hutan lebatnya. Dengan kondisi alam yang masih sangat natural dan tenang, pantai-pantai di Alas Purwo menjadi tujuan wisatawan domestik dan mancanegara, salah satunya adalah pantai Pancur.
Pantai Pancur
Pantai Pancur berada di Taman Nasional Alas Purwo, terletak di Kecamatan Tegaldino dan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Jarang ditemui penunjuk jalan untuk menuju ke alas purwo, jadi jangan sungkan untuk bertanya pada penduduk sekitar. Jalan yang dilalui menuju ke Taman Nasional Alas Purwo rata-rata aspal berlubang, rusak dan sesekali madakam. Setelah masuk ke dalam hutan, akan kembali dengan aspal mulus beberapa kilo hingga sampai di gerbang masuk Taman Nasional Alas Purwo.
Gerbang Masuk Taman Nasional Alas Purwo
Tak jauh dari gerbang masuk akan sampai di pos Rawabendo dimana diharuskan melakukan registrasi. Selain registrasi, info-info seputar wisata di Taman Nasional Alas Purwo bisa didapatkan disini. Selanjutnya bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Pantai Pasur.

Pantai Pasur adalah pantai terdekat dari pos Rawabendo setelah Pantai Trianggulasi. Berjarak sekitar 5 kilometer dari pos Rawabendo. Di sepanjang jalan tanah dan makadam, akan dijumpai beberapa pura di tengah rimbunnya pepohonan hutan. Petunjuk menuju Pantai Pancur sudah jelas akan mengantar sampai ke lokasi. Jika beruntung, di sepanjang perjalanan akan terlihat beberapa satwa hutan seperti burung, kera abu-abu dan biawak.
Resort Pancur akan menyambut ketika sampai di tujuan. di kawasan resort sudah ada fasilitas yang cukup lengkap seperti lahan parkir, pos penjagaan mushola, kamar mandi dan kantin.

Sebelum menginjakkan kaki di pasir pantainya, ada tangga yang akan mengantar menuju pantai. Tak jauh dari bibir pantai ada aliran sebuah sungai kecil berair tawar yang membentuk air terjun mini dan mengalir ke lautan. Untuk itulah pantai ini disebut dengan Pantai Pancur.
Debur Ombak Kala Senja
Banyak nelayan yang mencari ikan di laut dengan ombak yang besar. Suasana yang cukup tenang akan membuat siapapun ingin berenang di area pantai. Dengan kontur yang landai, pantai ini cocok untuk berkemah sembari menikmati sunset dan suara debur ombak yang semakin keras ketika hari mulai gelap.
Seiring bertambahnya pengunjung dan kegiatan di sekitar pantai, keasrian Pantai Pancur mulai luntur. Sampah yang berserakan di hilir sungai dan bibir pantai telah menutupi sebagian keindahan pantai. Namun itu tidak menyurutkan niat wisatawan untuk tetap menikmati Pantai Pasur yang bisa dinikmati dari "sisi lain" masing-masing.
"Tim 68" dan Senja Pantai Pasur
Bawalah pelindung kepala untuk melindungi dari sengatan matahari siang hari. Waspadalah dengan kera abu-abu yang kadang usil dengan barang milik pengunjung. Berwisata ke Pantai Pasur lebih tepatnya adalah sore hari. Selain tidak terlalu panas, ombak yang besar yang sunset akan menyajikan pemandangan alam yang indah.

Pendakian Gunung Andong 1.726 mdpl via Dusun Sawit

Pendakian Gunung Andong via Dusun Sawit. Gunung Andong adalah salah satu gunung yang namanya pasti tidak asing di telinga para pecinta alam di Jawa Tengah. Gunung yang terkenal ramah dengan jalur yang tidak terlalu berat ini'pun menyajikan keindahan alam yang sangat menarik. Jika di Jawa Timur ada Gunung Penanggungan, maka di Jawa Tengah ada Gunung Andong. Dengan ketinggian 1.726 mdpl, menikmati pemandangan alam sambil ngadem, bersantai dan sekedar refreshing, Gunung Andong sangat cocok menjadi tujuan.
pendakian gunung andong
Gunung Andong
Gunung Andong berada di Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Gunung Andong berdampingan dengan Gunung Telomoyo dan berada di perbatasan Salatiga, Semarang dan Magelang.

Ada 3 jalur pendakian Gunung Andong yaitu : 
  1. Pendakian via Dusun Sawit
  2. Pendakian via Dusun Pendem
  3. Pendakian via Dusun Gogik
Untuk memulai pendakian via Dusun Sawit, bisa mengikuti jalur menuju ke Desa Girirejo. Jangan segan untuk bertanya kepada penduduk sekitar jika tidak bisa menemukan lokasi basecamp. Rute dari Boyolali : Salatiga - Kopeng - Pasar Ngablak - Dusun Sawit. 

Mendaki Gunung Andong memang tidak seberat mendaki gunung dengan ketinggian di atas 3.000 mdpl dan waktu pendakiannya juga tidak memakan waktu lama. Namun meski ringan, harus tetap mengingat standar pendakian karena alam tidak bisa diprediksi.


Basecamp - Pos 1

Dari basecamp berjalan ke arah ladang penduduk menuju ke gapura pendakian. Gunung Andong akan terlihat jelas menjulang di sebelah kiri. Setelah memasuki gapura pendakian yang merupakan batas perkebunan dan hutan pinus, jalur berupa tanah padat yang dalam beberapa meter ke depan sudah dibentuk tangga untuk memudahkan pendakian. Jalur tidak terjal namun terus menanjak hingga sampai di Pos 1.
jalur pendakian gunung andong
Gapura Awal Pendakian


Pos 1 - Pos 2

Pos 1 berupa gubuk kayu di tempat yang cukup landai dan teduh, cocok untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Tak jauh dari Pos 1, akan kembali menemukan sebuah gubuk yang bisa digunakan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
jalur pendakian gunung andong
Gubuk ke-2

Pos 2 - Puncak Jiwa

Selepas dari pos 2, jalur mulai berkelok-kelok menanjak dengan vegetasi hutan pinus yang mulai terbuka. Di tengah jalur akan melewati sumber air yang membasahi trek pendakian. Setelah itu trek kembali berkelok memutari punggungan bukit hingga terlihat puncak makam. Ada tikungan dimana puncak makam ada di jalur sebelah kiri dan puncak jiwa ada di jalur sebelah kanan.
trek gunung andong
Trek Berliku ke Puncak jiwa

Puncak Jiwa - Puncak Andong

Puncak Jiwa adalah lokasi camping ground yang cukup luas yang dilengkapi dengan adanya beberapa warung di puncak. Dari Puncak Jiwa menuju Puncak Andong tidak terpaut jauh. Disini pemandangan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, Gunung Ungaran dan Gunung Slamet tampak sangat jelas, dihiasi pemandangan perkotaan di bawahnya.
puncak gunung andong
Puncak Gunung Andong
Untuk menuju ke puncak alap-alap, dari puncak Gunung Andong harus melewati trek jembatan setan. Jembatan setan ini merupakan salah satu spot  yang menarik karena menyajikan pemandangan mempesona ketika kabut datang, membuatnya nampak seperti jembatan di tengah awan. 
jembatan setan
Jembatan Setan
Dengan landscape menyerupai punduk sapi, Gunung Andong menawarkan pesona alam yang luar biasa. Jika malam hari, pendaki bisa menimati indahnya kerlap-kerlip lampu perkotaan. Sedangkan di pagi hari, sunset dan kabut yang indah menjadi sajian wajib yang harus dinikmati setiap pendaki yang bermalam di Gunung Andong.

Itinerary pendakian Gunung Andong :
Basecamp - Pos 1 : 20 menit
Pos 1 - Pos 2 : 20 menit
Pos 2 - Puncak Jiwa : 30 menit
Puncak Jiwa - Puncak Andong : 5 menit

Baca :