Pendakian Gunung Ciremai 3.078 mdpl via Linggarjati

Pendakian Gunung Ciremai via Linggarjati. Gunung Ciremai merupakan gunung berapi aktif berbentuk kerucut dengan tipe stato dengan kawah ganda di puncaknya. Kawasan Gunung Ciremai sudah menjadi Taman Nasional dan dengan tinggi 3.078, Gunung Ciremai menjadi gunung tertinggi di Jawa Barat. Merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai menawarkan jalur pendakian yang cukup berat karena sulitnya air dan medan terjal di sepanjang jalur pendakian.
pendakian gunung ciremai
Gunung Ciremai
Secara administratif, Gunung Ciremai masuk di wilayah Kabupaten Kuningan, Cirebon dan Majalengka. Ada 4 jalur pendakian Gunung Ciremai:
  1. Jalur pendakian via Linggarjati
  2. Jalur pendakian via Palutungan
  3. Jalur pendakian via Apuy
  4. Jalur pendakian via Padabeunghar
Dibanding jalur Palutungan dan Apuy, pendakian Gunung Ciremai via Linggarjati adalah jalur yang paling pendek dan juga jalur yang paling berat karena selain terjal, sulitnya air akan membuat perjalanan menjadi sangat lama dan melelahkan. Namun dengan jalur yang jelas, pendakian Gunung Ciremai via Linggarjati paling diminati para pendaki.

Untuk menuju ke Linggarjati bisa menaiki kereta api tujuan Cirebon (prujakan) dan dilanjutkan dengan bus tujuan Kuningan atau carter angkot untuk langsung menuju ke basecamp dengan waktu tempuh sekitar 1-1,5 jam perjalanan. 

Sebelum memulai pendakian Gunung Ciremai, persiapkan logistik dengan matang karena di sepanjang jalur pendakian via Linggarjati yang tergolong berat dan menempuh waktu lama ini tidak ada sumber air kecuali musim hujan. 

Basecamp - Pos Cibunar

Dari basecamp pendakian awal berupa jalan aspal melewati ladang dan rumah penduduk. Setelah melewati vila, jalan aspal akan sangat menanjak dan kembali landai hingga sampai di Cibunar. Dari basecamp hingga Cibunar bisa menyingkat waktu dengan naik ojek dengan tarif Rp. 15.000 (negoisasi).

Cibunar dengan ketinggian 850 mdpl merupakan tempat akhir dimana kekurangan logistik bisa dilengkapi. di Pos Cibunar ada warung, toko aksesoris, kamar mandi dan juga pangkalan ojek. Selain untuk persiapan pendakian, Cibunar juga tempat yang cocok untuk  camping ceria.
pos cibunar
Pos Cibunar

Pos Cibunar - Leuweung Datar

Melanjutkan perjalanan dari Cibunar, pendakian melewati hutan pinus yang sangat teduh dengan jalur bebatuan padat yang menanjak. Di awal hutan pinus ini akan ditemui juga warung untuk beristirahat. Setelah melewati hutan pinus, jalur mulai terbuka. Jalur sempit menanjak akan mengantar hingga ke Pos Leuweung Datar.

Leuweung Datar dengan ketinggian 1.225 mdpl berada di tengah hutan tropis Gunung Ciremai. Merupakan tempat datar yang tidak cukup luas namun cocok untuk beristirahat. Di lokasi ini bisa mendirikan sekitar 3 tenda isi 4.
leuweung datar
Leuweung Datar

Leuweung Datar - Pos Kondang Amis

Dari Leuweung Datar, pendakian Gunung Ciremai akan dilanjutkan dengan menyusuri jalur tanah padat yang sempit dengan tanjakan yang masih sama. Tidak dibutuhkan waktu lama untuk sampai di Pos Kondang Amis.

Kondang Amis berada di ketinggian 1.250 mdpl dengan tempat luas, datar dan cukup untuk mendirikan beberapa tenda. Ada sebuah shelter untuk berteduh. Dengan lokasi yang teduh, Kondang Amis sangat nyaman untuk beristirahat dalam jangka waktu lama.
kondang amis
Pos Kondang Amis

Pos Kondang Amis - Kuburan Kuda

Menuju ke Pos Kuburan Kuda, jalur akan semakin sempit, rimbun dan tentunya masih menanjak. Di tengah perjalanan akan melewati daerah yang datar yang cukup luas untuk beristirahat atau mendirikan tenda jika tidak kebagian camp di Pos Kondang Amis. Trek ke Pos Kuburan Kuda lumayan jauh dan lama. Jalur tanah padat dan akar pepohonan mulai mendominasi.
Kuburan kuda berada di ketinggian 1.450 mdpl, berupa tempat datar seperti Leuweung Datar dan cocok untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pendakian Gunung Ciremai. Do you think there are horse buried here?.
kuburan kuda
Kuburan Kuda

Kuburan Kuda - Pangalap

Trek pendakian Gunung Ciremai selepas Kuburan Kuda masih sama, berupa trek tanah padat menanjak. Pangalap berada di ketinggian 1.650 mdpl dan lumayan luas untuk mendirikan beberapa tenda di sekitar jalurnya.

Pangalap - Tanjakan Seruni

Jalur pendakian Gunung Ciremai mulai lebar dan tetap dengan trek tanah padat dengan akar pepohonan. Jalur semakin curam dengan beberapa tanjakan diantaranya adalah Tanjakan Bin-Bin dan terus menanjak hingga sampai ke Tanjakan Seruni. Tanjakan Seruni berada di ketinggian 1.825 mdpl. Tempat yang tidak terlalu luas namun bisa untuk mendirikan 3 tenda ukuran 4.
tanjakan seruni
Tanjakan Seruni

Tanjakan Seruni - Bapa Tere

Selepas  Tanjakan Seruni, trek akan semakin menanjak dan berat. Bahkan di pertengahan jalan, jalur yang dilalui sangat miring sehingga perlu memanjat dan berpegangan pada akar pohon untuk sampai ke atas. Harus diperhatikan bahwa nyaris tidak ada lokasi datar untuk membuat tenda kecuali membuat tenda darurat atau membuka lokasi di rerimbunan pohon.

Bapa Tere dengan ketinggian 2.025 mdpl adalah sebuah tanjakan yang harus dilalui dengan memanjat. Karena merupakan trek yang paling susah di sepanjang jalur, Bapa Tere menjadi tanjakan yang sangat terkenal di Gunung Ciremai. Sudah ada kain yang dipasang untuk membantu pendaki naik ke atas. Jika ingin lebih mudah, lewatlah jalur di sebelah kiri tanjakan Bapa Tere. Bukan Tanjakan Bapa Tere saja yang terkenal di kalangan pendaki di Jawa. Ada beberapa Tanjakan Unik di Jalur Pendakian Gunung-gunung di Jawa lainnya yang perlu dirasakan sensasi penderitaannya.
tanjakan bapa tere
Tanjakan Bapa Tere

Bapa Tere - Batu Lingga

Selepas Bapa Tere, trek masih tetap menanjak di tanah padat hingga sampai di Batu Lingga. Batu Lingga dengan ketinggian 2.200 mdpl berupa lahan datar yang muat untuk mendirikan 3-4 tenda. 
batu lingga
Pos Batu Lingga

Batu Lingga - Sanggabuana 1 & 2

Selepas Batu Lingga, pendakian Gunung Ciremai masih tetap dengan trek menanjak hingga sampai di Sanggabuana. Sanggabuana merupakan tempat peristirahatan sebelum summit dan biasanya banyak pendaki yang camp di Sanggabuana untuk menunggu sunrise. Sanggabuana 1 ada di ketinggian 2.400 mdpl, tidak jauh dengan Sanggabuana 2 di ketinggian 2.450 mdpl. 

Sanggabuana - Pangasinan

Selepas Sanggabuana, trek menjadi jalur tanah padat berbatu. Jalur cukup lebar dan ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk membuat tenda. Sampai ke lereng Gunung Ciremai, trek melebar dan terbuka. Pepohonan semakin jarang dan pemandangan alam sekitar tampak menawan. Trek berbatu terjal bercampur tanah padat berlanjut hingga ke Pangasinan.

Pangasinan berada di ketinggian 2.800 mdpl. Merupakan tempat yang luas untuk camp sekaligus pos terakhir dan juga batas vegetasi. Pepohonan yang jarang tumbuh membuat lokasi ini rawan badai dan angin gunung.
pangasinan
Pangasinan

Pangasinan - Puncak Ciremai

Puncak Gunung Ciremai sudah tampak jelas dari Pangasinan. Trek tetap menanjak menyusuri lereng gunung dengan jalur yang sempit. Batuan terjal akan menyapa ketika mendekati puncak Gunung Ciremai.
puncak ciremai
Bibir Kawah Ciremai
kawah gunung ciremai
Kawah Gunung Ciremai
Puncak Gunung Ciremai dengan tinggi 3.078 mdpl memiliki dua kawah yang indah dan lebar. Puncaknya berupa bibir kawah yang landai dan cukup lebar. Dari puncak gunung tampak puncak Gunung Slamet, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan juga laut Cirebon. Sebelum siang, kadang kabut akan turun menutupi kawah dan itu merupakan alarm turun untuk para pendaki setelah menyaksikan keindahan puncak Gunung Ciremai, atap Jawa Barat.
puncak gunung ciremai
"Tim Kir-Kir" di Puncak Gunung Ciremai

Itinerary Pendakian Gunung Ciremai :
Basecamp - Pos Cibunar : 50 menit
Pos Cibunar - Leuweung Datar : 1 jam 
Leuweung Datar - Pos Kondang Amis : 20 menit
Pos Kondang Amis - Kuburan Kuda : 2 jam 30 menit
Kuburan Kuda - Pangalap : 1 jam 20 menit
Pangalap - Tanjakan Seruni : 1 jam 30 menit
Tanjakan Seruni - Bapa Tere : 2 jam
Bapa Tere - Batu Lingga : 1 jam
Batu Lingga - Sanggabuana 1 : 2 jam
Sanggabuana 1 - Sanggabuana 2 : 15 menit
Sanggabuana 2 - Pangasinan : 40 menit
Pangasinan - Puncak : 45 menit

Air Terjun Tirto Galuh - Pesona Palung Sungai Kedung Malang

Air Terjun Tirto Galuh - Kedung Malang. Blitar menyimpan banyak tempat wisata menarik yang sedang dikembangkan. Wisata sejarah, pantai, dan air terjun menjadi daya tarik utama wisata di Blitar Selatan. Tirto Galuh merupakan salah satu wisata air terjun yang cukup unik. Bebatuan yang menyerupai palung yang ada di sungai membentuk aliran-aliran air seperti air terjun yang cukup banyak dan panjang sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan.
kedung malang
Air Terjun Tirto Galuh Blitar
Air Terjun Tirto Galuh berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Rutenya sangat mudah. Dari Kota Blitar ikuti arah menuju Tambak Rejo. Di perempatan Desa Gawang ambil arah ke kanan hingga menemui Monumen Trisula. Ikuti jalan hingga ada pertigaan yang terdapat petunjuk jalan menuju Air Terjun Tirto Galuh yang tak jauh dari pertigaan tersebut. 

Sampai di lokasi parkir dan membeli tiket, jalan tanah padat akan mengantar hingga ke lokasi air terjun. Jalan turun ke air terjun sudah dibentuk seperti tangga sehingga memudahkan wisatawan untuk ke lokasi.

Air terjun Tirto Galuh merupakan tempat aliran sungai yang cukup lebar dan curam. Bebatuannya menyerupai kedung (palung) sehingga membentuk banyak aliran air. Wisata Air Terjun Tirto Galuh dikenal juga dengan nama Air terjun Kedung Malang. 
Palung Sungai Air Terjun
Dengan area yang sangat luas, banyak tempat yang bisa digunakan untuk menikmati kesejukan air terjun ini. Pengunjung bisa naik ke atas, ke puncak Air Terjun yang bisa disebrangi dengan berjalan kaki jika aliran air tidak begitu besar. Di area yang datar itu, akan nampak kumpulan air sungai yang memenuhi palung-palung yang menyerupai kolam-kolam kecil. Pengunjung disarankan berhati-hati karena di salah satu palung, ada yang memiliki arus yang bisa menenggelamkan.
Puncak Air Terjun
Jika ingin mengelilingi area Air Terjun Tirto Galuh, setelah menyeberang bisa kembali turun dan menyeberangi sungai tempat aliran air terjun, lalu menikmati Air Terjun Tirto Galuh dari seberang yang nampak gagah. Melanjutkan perjalanan akan kembali menyeberangi sungai pada batuan karang untuk kembali ke tempat utama. Di sebelah kiri Air Terjun, ada area lokasi untuk area flying fox dan juga berenang.
Area Wisata Air Terjun Tirto Galuh
Pengunjung tidak disarankan berenang di sungai yang berwarna kehijauan tersebut, selain itu juga diharapkan berhati-hati ketika berjalan menelusuri bebatuan pada air terjun yang curam dan licin. 

Wisata Air Terjun Tirto Galuh Blitar atau Kedung Malang menjadi destinasi wisatawan dalam dan luar kota. Beberapa fasilitas seperti tempat parkir, warung dan kamar mandi sudah tersedia di area wisata yang masih dalam tahap perkembangan ini.

Menelisik 3 Pesona Gunung Papandayan yang Eksotis

Gunung Papandayan. Gunung Papandayan dengan ketinggian 2.665 mdpl, merupakan salah satu tempat wisata alam yang sangat populer di Garut karena di sebagian lokasinya terdapat beberapa spot mempesona untuk melengkapi wisata ketika berkunjung ke Jawa Barat. Letusan besar yang memporak porandakan daerah sekitarnya, melahirkan tempat-tempat yang sangat indah dan memukau, salah satunya adalah hutan mati.
Gunung Papandayan
Gunung Papandayan berada di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rute menuju ke Gunung Papandayan cukup mudah. Dari terminal Guntur Garut, naiklah angkutan umum jurusan Cisurupan yang berwarna putih-biru. Turunlah di alun-alun Cisurupan untuk dilanjutkan menggunakan ojek menuju Gunung Papandayan. Supir angkutan kebanyakan tahu dimana menurunkan penumpang yang hendak ke Gunung Papandayan, yaitu di pangkalan ojek.

Di sepanjang perjalanan yang berliku menanjak akan tampak Gunung Cikuray yang berdiri kokoh di sebelahnya. Akses jalan yang sudah bagus akan mengantar sampai ke lokasi parkir Gunung Papandayan.

Sesampainya di lokasi parkir, perjalanan menuju Gunung Papandayan dimulai dengan berjalan di tanah berbatu yang akan mengantar menuju kawah. Jalan yang dilalui sangat panas apalagi jika siang hari, area kawah gersang dan putih. Perjalanan menuju ke kawah Gunung Papandayan akan disuguhi pemandangan tebing-tebing bebatuan dan bekas kawah letusan Gunung Papandayan tahun 2002. Tebing-tebing dan bebatuan yang ada di sepanjang jalur mengeluarkan asap belerang di beberapa bagiannya, namun bagian ini cukup sangat mempesona. 

Ada beberapa tempat yang sangat populer dan fenomenal di Gunung Papandayan, sehingga menjadi tujuan utama para wisatawan :

1. Kawah Papandayan

Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dari lokasi parkir hingga lokasi kawah Gunung Papandayan dengan pemandangan tebing-tebing dan bebatuan putih kekuningan yang tersebar di sepanjang jalur yang panas. Jalur yang dilalui lumayan datar dengan tanjakan yang masih wajar. 
Kawah Papandayan
Kawah Papandayan ada 14  yang mengeluarkan warna asap berbeda-beda, yaitu putih, hijau atau keemasan. Kawah yang terkenal adalah Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak dan Kawah Manuk. Beberapa kawah bisa dilihat dari dekat karena tidak berbahaya.

Kawah Mas adalah kawah yang paling besar, memiliki lebar sekitar 150 meter dan merupakan salah satu kawah yang ada di tengah kubah. Pemandangan Kawah Gunung Papandayan yang dikelilingi tebing-tebing tinggi sangatlah menawan dengan kepulan asap belerang sangat menawan.

2. Hutan Mati Gunung Papandayan

Selepas dari Kawah Papandayan, perjalanan dilanjutkan menuju ke Pondok Salada yang memakan waktu sekitar 20 menit. Pondok Salada merupakan pos peristirahatan bagi para pendaki. Di tempat ini ada beberapa warung yang menyediakan makanan kecil dan minuman. Di sekitar tempat ini juga mulai tampak pohon-pohon Cantigi.

Untuk menuju ke hutan mati, jalur akan melewati bukit di sebelah pondok salada. Jalurnya bisa lewat melalui kanan atau memutar kiri. Pohon Cantigi mendominasi jalur yang menanjak hingga sampai ke lahan luas dimana hutan mati tampak.
Hutan Mati
Hutan Mati adalah ciri khas di Gunung Papandayan. Jika belum ke hutan mati, maka belum ke Papandayan. Hutan mati adalah jejak letusan tahun 2002 yang menyisakan batang pepohonan cantigi yang mati dan menghitam karena terbakar erupsi, namun tetap berdiri kokoh. Tanah yang berwarna putih dan kekuningan menjadi kombinasi yang tepat dengan batang pepohonan yang hitam rawa-rawa kering di daratan. Di kawasan hutan mati ini adalah lokasi yang sangat eksotis melihat keunikan utama Gunung Papandayan. Melihat sunrise di hutan mati adalah salah satu keindahan yang spektakuler.

3. Alun-alun Tegal Alun

Alun-alun Tegal alun adalah padang Edelweis yang terluas di Jawa Barat dengan luas sekitar 32 Ha. Dari hutan mati trek lumayan menanjak dan terjal. Kelelahan akan terbayar dengan hamparan padang edelweis yang tersaji. Pemandangan disini sangat indah dan sepanjang mata memandang akan nampak padang edelweis hingga hutan perbukitan yang hijau. Namun, jangan coba-coba memetik bunga edelweis disini karena akan dianggap melanggar aturan. 
Tegal Alun
Itu adalah 3 lokasi utama di Gunung Papandayan yang selalu mengundang decak kagum wisatawan. Sebaiknya memakai pelindung kepala untuk menghindari panasnya cuaca di siang hari dan juga bawalah masker untuk menahan bau belerang.

Semakin meningkatnya penggiat alam, jumlah wisatawan di Gunung Papandayan' pun semakin meningkat. Hal ini dipengaruhi juga karena letusan pada 11 November 2002 yang menciptakan beberapa kawah dan juga hutan mati yang eksotis.

Pantai Jolosutro - Merasakan Dasyatnya Ombak Mistik Pantai Selatan

Pantai Jolosutro Blitar. Sebagian besar masyarakat kota blitar, Jolosutro meruapakan tempat sakral dan biasa dihubungkan dengan hal mistis. Memang tidak salah, tapi bukan itu saja yang membuat para wisatawan tergiur mengunjungi pantai bersuasana mistis tersebut. Pantai Jolosutro termasuk salah satu Wisata Pantai di Blitar yang cukup populer. Berada di sebuah teluk yang diapit oleh perbukitan, Pantai Jolosutro memberikan nuansa tenang, nyaman dan panorama yang sangat indah karena mempunyai ombak besar yang dipadu dengan bukit-bukit karang serta pasir hitamnya.
Pantai Jolosutro
Pantai Jolosutro berada di Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Berjarak sekitar 45 km dari kota Blitar. Akses jalan menuju lokasi tempat wisata Pantai Jolosutro sudah sangat baik, beraspal dan bisa dilalui kendaraan roda empat. Menuju ke lokasi juga tidak cukup sulit karena petunjuk  ke lokasi sudah cukup jelas. Hamparan bukit cantik yang hijau akan tersaji di sepanjang perjalanan. 

Beberapa warung dan papan peringatan untuk pengunjung akan menyambut ketika sampai di lokasi. Pengunjung tidak diperkenankan untuk mandi di laut karena ombak pasang sangat besar, selain itu wajib menjaga kelestarian pantai. 
Gerbang Masuk Area Pantai
Mendekati garis pantai, suara deburan ombak yang ganas mulai bersahut-sahutan menyapa. Panorama alam yang masih alami dengan bukit batu yang mengelilinginya akan membuat siapapun berdecak kagum. 
Pesona Pantai Jolosutro
Keasrian yang masih terjaga dikelilingi pepohonan sejuk di pinggir pantai akan mengundang siapapun menyusuri pasir hitam di sepanjang garis Pantai Jolosutro. Selain ombaknya yang dasyat, Pantai Jolosutro sangat dikenal dengan pasir hitamnya yang eksotis. 
Pantai Jolosutro bagian barat dibatasi oleh bukit batu. Jika air laut tidak sedang pasang, menyusuri garis pantainya yang panjang akan menjadi keasyikan tersendiri. Bukit batu yang indah akan menggiring hingga di bagian barat. Namun jika laut pasang maka harus menyiapkan cukup tenaga untuk mendaki melewati bukit batu hingga sampai ke Pantai Jolosutro bagian barat. Sedikit berpetualang membelah bukit, bisa menyaksikan panorama pantai yang sangat indah dari atas. 
Bagian Barat Pantai Jolosutro dari Atas Bukit
Bukit Batu Pembatas ketika Surut
Di bagian barat, panorama yang ditawarkan tidak kalah indahnya. Pantai yang landai, dikelilingi pepohonan teduh serta ombak besar dan panjang menjadi sajian utama ketika menyusurinya. Di ujung, bukit batu yang berdiri kokoh menjadi pembatas pantai Jolosutro. Dari atas bukit batu ini, rasa lelah memandang laut selatan tak akan terasa. Hempasan ombak pantai Jolosutro akan semakin menunjukkan kegagahannya. 
Garis Pantai Jolosutro
Selain menjadi tempat wisata, Pantai Jolosutro juga menjadi salah satu tempat yang dikeramatkan. Pantai ini selalu dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul sehingga Pantai Jolosutro tergolong cukup mistis dan menjadi salah satu lokasi ritual yang sakral. Di lokasi Pantai Jolosutro tak jarang diadakan upacara adat seperti larung sesaji. Karena pesona keindahannya, pantai yang mempunyai panorama indah dan daya magis ini'pun menjadi daya tarik bagi wisatawan.

6 Gunung di Jawa Timur yang Cocok Untuk Pendaki dengan Jadwal Padat

Gunung Di Jawa Timur. Kegiatan mendaki gunung kini sangat diminati masyarakat mulai dari usia muda hingga tua, dengan bermacam-macam profesi. Libur panjang tentu membuat beberapa orang khususnya pecinta alam dan pendaki gunung selalu rindu untuk kembali menikmati alam pegunungan. Namun, waktu banyak tak selalu ada untuk mengobati rasa rindu dengan dinginnya kabut dan lautan awan.

Namun tenang, alam pegunungan yang indah tetap bisa dinikmati siapapun yang mempunyai jadwal padat dan hanya menyisakan hari Minggu untuk berlibur. Berikut adalah daftar gunung di Jawa Timur yang bisa dinikmati di akhir pekan, dengan trek yang yang santai, ringan, mempunyai pemandangan indah dan bisa dinikmati dalam waktu semalam. 

1. Gunung Bromo

Gunung Bromo berada di wilayah 4 Kabupaten yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang. Perjalanan dari Surabaya/Malang ke Puncak Pananjakan kurang lebih 3 jam perjalanan.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Objek wisata utama andalan Jawa Timur ini mudah diakses, sehingga tiap akhir pekan atau hari libur, wisatawan domestik dan mancanegara ramai di Puncak Pananjakan untuk menanti matahari terbit yang sangat indah. Di lokasi yang sangat fenomenal ini wisatawan akan melihat perpaduan lautan pasir, kabut, Gunung Batok dan Gunung Semeru.
Setelah menikmati keindahan sunrise, bisa dilanjutkan dengan menyusuri lautan pasir untuk menuju ke puncak kawah Gunung Bromo. Menyusuri lautan "pasir berbisik" bisa dengan menyewa jeep, menaiki kuda, ojek atau motor pribadi. Sampai di puncak, akan nampak Gunung Bromo yang selalu mengepulkan asap.

2. Kawah Ijen

Kawah Ijen berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur. Akses ke lokasi bisa melalui kedua Kabupaten tersebut dengan petunjuk arah cukup jelas. Perjalanan dari Surabaya hingga ke Pos Paltuding Kawah Ijen sekitar 8 - 9 jam perjalanan.
Kawah Ijen
Kawah Ijen sangat terkenal di kalangan wisatawan mancanegara maupun domestik karena adanya fenomena unik yaitu api biru (blue fire). Api biru ada 2 di dunia yaitu di Islandia dan di Kawah Ijen, Indonesia.
Untuk melihat api biru adalah dini hari hingga sebelum fajar antara jam 2 - 4 pagi. Waktu pendakian hingga ke puncak kawah kurang lebih 1,5 jam. Setelah melihat api biru, ketika fajar menjelang akan nampak air kawah belerang berwarna hijau tosca yang sangat indah dipandang mata.
B29 masih bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Puncak B29 adalah Bukit berketinggian 2.900 mdpl di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang dan terkenal dengan sebutan 'Negeri di atas awan'. Untuk menuju ke lokasi dari Surabaya membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam dengan jalan menanjak yang cukup terjal.
View Puncak B29
Menghabiskan waktu dengan camp ceria di Puncak B29 cukup menarik, meski hawa dingin akan menusuk tulang. Menikmati sunrise dari Puncak B29 sungguh berbeda. Lautan awan akan mengelilingi puncak dengan latar belakang Gunung Semeru, benar-benar pemandangan yang mengagumkan.

4. Gunung Kelud

Gunung Kelud terletak di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri dan terletak di perbatasan Wilayah Kediri-Malang dan Blitar.
Sebelum erupsi pada tahun 2007 yang menimbulkan adanya "Anak Gunung Kelud", Gunung Kelud adalah salah satu wisata pegunungan favorit setelah Kawah Ijen dan Gunung Bromo. Danau Kawah yang berwarna hijau tosca tampak menawan dikelilingi tebing di sekitarnya. Selain kawah, adanya wisata air panas juga menambah daya tarik Gunung Kelud.
Gunung Kelud
Danau kawah yang menjadi anak Gunung Kelud juga masih menjadi wisata yang sangat menarik sebelum akhirnya meletus pada Februari 2014 lalu.
Kondisi jalan menuju ke Puncak Kelud cukup bagus dengan pemandangan alam pegunungan. Selain harus berjalan kaki dengan trek menanjak, wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawasan kawah. Namun kini pendakian Gunung Kelud sudah aman dilakukan. Keindahan Gunung Kelud yang menyerupai gurun pasir ini tetap bisa dinikmati untuk sekedar refreshing maupun camp ceria.

5. Gunung Panderman

Gunung Panderman dengan tinggi 2.045 mdpl terletak di Dusun Toyomerto, Kelurahan Songgokerto, Desa Pesanggrahan, Batu Malang. 
Gunung Panderman
Gunung Panderman sangat cocok untuk pendaki dengan jadwal padat. Pendakian hingga ke puncak hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam. Jalur yang ringan dengan adanya sumber mata air di pos 1, menjadikan gunung ini cocok untuk pendaki pemula.

Jika mendaki Gunung Panderman pada malam hari, akan disuguhi pemandangan gemerlap lampu kota Batu yang cukup menarik untuk dipandang apalagi sambil meneguk segelas kopi. Selain itu sesampainya di puncak, Gunung Arjuno dan Gunung Semeru akan menyapa di balik kabut.

6. Gunung Penanggungan

Gunung Penanggungan terletak di antara Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto. Gunung ini juga disebut Pawitra yang berarti kabut. Gunung Penanggungan merupakan gunung favorit bagi pendaki khususnya di area Surabaya, Malang dan Probolinggo. 
Gunung Penanggungan
Dengan ketinggian 1.653 dan tanpa adanya sumber air, Gunung Penanggungan cukup menantang untuk didaki. Meski pendakian hingga ke puncak hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam, pendakian ke puncak'nya akan sedikit membuat ngesot.

Jalur yang sering dilalui adalah jalur pendakian via Tamiajeng karena lebih singkat. Sedangkan jalur pendakian via Jolotundo membutuhkan waktu sekitar 6 jam dimana di setiap perjalanan akan menemukan berbagai situs sejarah yang sangat menarik.

Suguhan pemandangan yang ditawarkan sangat menarik yaitu pemandangan perkotaan yang cukup jelas serta gagahnya pegunungan Arjuno-Welirang yang tau jauh dari Gunung Penanggungan
Gunung Penanggungan selalu ramai pada akhir pekan, itu dikarenakan Gunung ini adalah Gunung yang tergolong ringan yang terdekat dari Kota Surabaya.

Itulah 6 Gunung di Jawa Timur dengan waktu pendakian singkat dan santai yang menyimpan pemandangan menarik, untuk sekedar refreshing dan pendakian ringan di akhir pekan bagi para pendaki yang tidak mempunyai banyak waktu untuk menikmati alam pegunungan. Dengan begini, orang sibuk pun tetap bisa ngetrip. Selamat Mendaki !