Pendakian Gunung Kerinci 3.805 mdpl via Kersik Tuo

Pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo. Bisa dibilang Gunung Kerinci adalah gunung yang sangat fenomenal di Indonesia selain Pegunungan Jaya Wijaya. Gunung yang berada di Pegunungan Bukit Barisan ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra. Dengan tinggi 3.805 mdpl, Gunung Kerinci masuk dalam deretan 7 summit Indonesia dan juga sebagai gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara.
gunung kerinci
Gunung Kerinci
Gunung Kerinci berada di Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia. Gunung berapi bertipe stratovolcano ini memiliki kawah sedalam 600 meter yang masih aktif. 

Ada 2 jalur untuk melakukan pendakian Gunung Kerinci, yaitu :
  1. Jalur pendakian via Kersik Tuo
  2. Jalur pendakian via Solok
Jalur pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo merupakan jalur resmi yang paling banyak diminati pendaki, mengingat jalur pendakian via Solok jalurnya lebih ektrim dan susah. Meski begitu, medan yang harus dilalui di jalur pendakian via Kersik Tuo juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sistem pendakian Gunung Kerinci sudah sangat terorganisir. Akses dan rute menuju ke basecamp tidaklah sulit. Dari Bhandara Internasional Minangkabau, Padang, bisa naik travel langsung menuju ke basecamp pendakian. Tarif travel  antara Rp 150.000 - Rp 200.000 dengan waktu tempuh sekitar 8 jam perjalanan. 

Sampainya di basecamp yang buka 24 jam, pendaki bisa beristirahat, tidur, mandi, makan maupun mencari guide atau porter dengan tarif rata-rata Rp 200.000 - Rp 250.000 per hari. Suasana layaknya 'anggap rumah sendiri'  dengan pemilik rumah yang ramah seakan-akan menjadi surga dunia terakhir sebelum memulai perjalanan yang panjang. Namun jika tidak ingin bermalam basecamp, bisa beristirahat di penginapan sekitar perkebunan teh.

Basecamp - Pintu Rimba

Dari basecamp pendakian Gunung Kerinci menuju pos perijinan bisa naik ojek atau pick up yang sudah tersedia di basecamp. Dengan tarif sekitar Rp.15.000, pick up akan berjalan melintasi perkebunan teh Kayo Aro yang merupakan perkebunan teh terluas di dunia, menuju ke pos registrasi (R10). Setelah melakukan registrasi, pick up akan berlanjut mengantar ke pintu rimba.
kabun teh kayu aro
Kebun Teh Kayu Aro Menuju R10
Turun dari pick up, trek akan melewati perkebunan teh penduduk sekitar setengah kilometer dengan jalan makadam hingga benar-benar masuk ke hutan. Sebuah tugu gapura dan bangunan bekas kamar mandi tua akan mengawali perjalanan masuk ke hutan.

Pintu Rimba - Pos 1

Masuk ke pintu rimba, jalur berupa tanah padat yang sempit dan tidak menanjak. Bisa dibilang jalur awal ini adalah jalur pengumpulan tenaga sebelum pendakian yang sebenarnya dimulai. 

Pos 1 - Bangku Panjang, berada di ketinggian 1.890 mdpl, berupa tanah lapang dengan dudukan batu panjang dan sebuah shelter yang cocok untuk beristirahat sejenak.

Pos 1 - Pos 2

Beranjak dari pos 1, jalur pendakian Gunung Kerinci masih landai namun sedikit-sedikit mulai menanjak konstan. Jika hujan, sepanjang jalur sangat becek seperti sawah yang baru saja dibajak dimana sepatu boot mungkin lebih berguna daripada sepatu gunung. Selain itu adanya pohon tumbang di jalur mau tidak mau akan menjadi tantangan kecil sebagai pembuka pendakian selanjutnya.
jalur pendakian gunung kerinci
Trek awal Pendakian Gunung Kerinci
Pos 2 - Batu Lumut, berada di ketinggian 2.010 mdpl, berupa tanah datar dan tidak terdapat shelter, namun cocok untuk beristirahat sejenak. Beristirahatlah 'benar-benar sejenak' karena di daerah pos 1, pos 2 hingga pos 3 masih dilalui oleh harimau sumatra. Jika di Gunung Tambora ada lokasi penyergapan babi hutan, mungkin disepanjang area lokasi inilah harus waspada dengan penyergapan harimau sumatra.

Pos 2 - Pos 3

Melanjutkan ke pos 3, jalur pendakian Gunung Kerinci mulai menanjak dan trek mulai didominasi akar-akar pohon serta tanah padat yang licin hingga sampai di pos 3. Pos 3 - Pondok Panorama, berada di ketinggian 2.225 mdpl, berupa tempat lapang yang tidak cukup luas, hanya muat untuk 1 buah tenda, dan terdapat sumber air. Namun tidak disarankan untuk camp di sepanjang pos 1 hingga pos 3. 

Pos 3 - Shelter 1

Dari pos 3, pendakian Gunung Kerinci yang sebenarnya mulai terasa, jalur masih berupa tanah padat didominasi akar-akar pohon namun lebih menanjak dari sebelumnya. Jalur ini akan berakhir di Shelter 1.
shelter 1 gunung kerinci
Shelter 1
Shelter 1 berada di ketingian 2.505 mdpl, merupakan tempat aman paling dekat untuk mendirikan tenda dan bermalam. Shelter 1 berupa tempat terbuka yang cukup luas dan cukup untuk sekitar 15 tenda isi 4. Dari sini sudah tampak lereng Gunung Kerinci yang menjulang gagah.

Shelter 1 - Shelter 2

Trek pendakian Gunung Kerinci kembali seperti di awal, didominasi tanah padat dan akar-akar pohon sekaligus trek yang lebih menanjak. Jalur dari shelter 1 ke shelter 2 adalah jalur terpanjang diantara jalur yang lain dan membutuhkan banyak tenaga untuk mendakinya. 

Sebelum sampai ke shelter 2, ada pos bayangan berupa tempat datar terbuka yang cocok untuk beristirahat sejenak. Disini angin malam khas pegunungan mulai terasa kencang. selepas pos bayangan, jalur pendakian Gunung Kerinci berlanjut kembali menanjak hingga sesekali perlu teknik memanjat untuk melaluinya.
Baca Juga :
Shelter 2 berada di ketinggian 3.056 mdpl, berupa shelter dengan beberapa lahan camp di sekitarnya. Area di shelter 2 tidak begitu luas dan rata. Di tempat ini ada sumber air sehingga cocok untuk camp meski hanya ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk membangun tenda. 

Shelter 2 - Shelter 3

Tariklah nafas dalam-dalam ketika melihat jalur yang akan dilalui menuju ke shelter 3. Bisa dibilang ini adalah trek yang paling menyiksa di jalur pendakian Gunung Kerinci. Hanya ada 2 pilihan yang terlintas ketika melihat trek ini yaitu turun atau naik. Tidak ada pilihan lain dan jawab saja oke.
gunung kerinci
Trek ke Shelter 3
Trek akan langsung menanjak curam tanpa ampun, didominasi akar-akar pohon dan tanah yang tinggi, hingga ada terowongan akar yang harus dilewati. Memanjat, melipir, merayap, merangkak dan tarik menarik adalah hal yang wajib dilakukan di sepanjang jalur menuju ke shelter 3

Pintar-pintarlah memilih jalur untuk ke shelter 3 Gunung Kerinci. Jalur yang dilalui bisa dipilih, mau melipir tipis lewat sisi-sisi jalur air, atau melewati jalur air yang ujungnya harus memanjat untuk naik. Akar-akar pohon dan kerjasama tim akan membantu melewati trek paling joz di sepanjang jalur ini.

Shelter 3 berada di ketinggian 3.291 mdpl, dekat dengan batas vegetasi, berupa area terbuka yang luas dengan sebuah shelter. Ada sumber air di shelter 3 dan tempat ini adalah lokasi camp terakhir sekaligus tempat paling luas di sepanjang jalur pendakian Gunung Kerinci. Gunung 7, Kota Padang, Jambi dan keindahan perbukitan di sekeliling Gunung Kerinci akan menjadi pemandangan indah di shelter 3. Puncak Gunung Kerinci tampak jelas dari shelter 3, mempermudah para pendaki untuk memprediksi kondisi cuaca di puncak yang kadangkala badai dan berkabut.
shelter 3 gunung kerinci
Shelter 3

Shelter 3 - Tugu Yuda

Selepas shelter 3, trek akan membebaskan pendaki dari pemanjatan akar-akar pohon dan beralih ke area cadas berbatu terjal. Setelah melewati batas vegetasi, trek tidak berupa pasir seperti di Gunung Rinjani maupun Gunung Semeru, namun berbatu dan berkerikil yang cukup menguras tenaga. Kadang angin juga berhembus kencang di sepanjang jalur pendakian menuju puncak Gunung Kerinci.
pendakian gunung kerinci
Trek Menuju Tugu Yuda
Tugu Yuda adalah daerah cadas yang datar, cukup luas dan cocok untuk menjadi tempat istirahat terakhir sebelum ke puncak Gunung Kerinci. Sudah ada tanda penunjuk berupa pipa besi yang dicat merah-kuning di sepanjang jalur untuk mencegah pendaki tersesat, khususnya ketika kabut.

Tugu Yuda - Puncak Gunung Kerinci

Dari Tugu Yuda tanjakan yang curam ada di depan mata, ini merupakan tanjakan berbatu terakhir yang harus dilalui sebelum menyampai Puncak Gunung Kerinci.
puncak kerinci
Trek Menuju Puncak Gunung Kerinci
Puncak Gunung Kerinci, disebut dengan Puncak Indrapura, berupa bibir kawah dengan tinggi 3.805 mdpl. Sebuah kawah aktif seluas 400 x 120 meter dengan kedalaman sekitar 600 meter terus menyembulkan gas belerang pekat. Dari puncak Gunung Kerinci, tampak pemandangan Kota Padang, Jambi, Bengkulu, Gunung Tujuh, Samudra Hindia dan juga trek batuan cadas yang sudah dilalui. Jika cuaca sangat bersahabat, pemandangan yang indah di puncak Gunung Kerinci bisa dinikmati sambil minum secangkir kopi.
puncak kerinci
Puncak Gunung Kerinci
kawah gunung kerinci
Kawah Gunung Kerinci
Tips Pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo :
  1. Sebaiknya tidak camp maupun memasak di jalur pendakian pos 1 - pos 3 karena di jalur ini masih sering dilalui harimau sumatra. Tempat camp dan memasak yang aman dimulai dari shelter 1.
  2. Waspadalah dan tetap tenang jika ada tanda-tanda kemunculan harimau sumatra. 
  3. Angin kencang biasanya terjadi di shelter 2 dan shelter 3. Berhati-hatilah ketika memasak di luar tenda agar tidak terjadi kebakaran.
  4. Cuaca di Gunung Kerinci tidak bisa diprediksi. Kadang badai dan berkabut. Namun jangan berfikir adanya angin yang kencang berarti cuaca buruk. Adanya angin kencang tidak menutup kemungkinan cuaca cerah di puncak. Prediksilah cuaca di shelter 3.
  5. Jika gas belerang mengarah ke puncak, gunakan masker (bisa dibasahi dengan air) atau segera turun.
  6. Jika cuaca mulai berkabut di puncak, turunlah sebelum jam 12 siang dan ikuti penunjuk arah di sepanjang jalur pendakian yang telah dipasang agar tidak tersesat.
  7. Saat turun Gunung Kerinci di malam hari, usahakan beramai-ramai terutama ketika melintasi pos 3 hingga pintu hutan.
  8. Kerjasama antar teman satu tim sangat perlu dan jangan pernah meninggalkan teman dalam pendakian.
"Cheers..."
Itinerary Pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo :
Basecamp - Pos 1 : 45 menit
Pos 1 - Pos 2 : 35 menit
Pos 2 - Pos 3 : 50 menit
Pos 3 - Shelter 1 : 1 jam 30 menit
Shelter 1 - Shelter 2 : 3 jam
Shelter 2 - Shelter 3 : 3 jam
Shelter 3 - Tugu Yuda : 1 jam 40 menit
Tugu Yuda - Puncak : 40 menit

Pantai Losari - Romantisme Senja Kota Makassar

Pantai Losari Makassar. Kota Metropolitan tidak selalu cenderung panas dan berdebu. Makassar menyimpan tempat wisata populer yang menjadi ikon di Kota Daeng ini, yaitu Pantai Losari. Menjadi kota metropolitan terbesar di Indonesia Timur, menjadikan Pantai Losari menjadi tujuan para wisatawan untuk menikmati senja hingga menghabiskan waktu berkuliner ria di Makassar. Konon wisata Pantai Losari pernah dijuluki sebagai pantai yang mempunyai meja terpanjang di Indonesia. Waow !
pantai losari
Pantai Losari Makassar
Tempat wisata Pantai Losari berada di Jalan Penghibur, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dari Bhandara Sultan Hasanuddin bisa ditempuh sekitar 45 menit, sedangkan dari Pelabuhan Sokearno-Hatta ditempuh sekitar 20 menit. Posisi Pantai Losari yang strategis membentang sepanjang 4 kilometer dan dapat diakses dari jalan protokol utama. Tepat di seberang jalannya berjajar hotel-hotel dengan berbagai kelas. 

Pantai Losari bisa dinikmati dengan gratis. Wisata pantai di Makassar ini tidak memiliki pasir seperti pantai yang lain dan memiliki kontur yang dalam sehingga wisatawan tidak bisa bermain-main di wisata pantai ini. Namun, wisatawan masih bisa mencoba wahana permainan air seperti perahu, sepeda air dan banana boat.
pantai losari
Sebagian Kawasan Pantai Losari
Dulu Pantai Losari dijuluki pantai dengan warung terpanjang di Indonesia. Itu karena warung-warung kuliner berjajar berdeketan di sekitar pantai hingga mencapai 1 kilometer. Selain itu adanya masjid apung bernama Masjid Amirul Mukminin juga menjadi daya tarik wisata Pantai Losari. Hal lain yang menarik dari Pantai Losari adalah suasana senja'nya. 

Setiap sore, ratusan wisatawan berada di Pantai Losari hanya untuk menikmati senja sekaligus menghabiskan suasana malam di sekitar pantai. Pemandangan matahari terbenam yang indah bisa dinikmati di Pantai Losari, sebelum berlanjut menjajal aneka kuliner ikan laut maupun makanan khas Makassar seperti pisang epe, pisang ijo, coto makassar, sop konro dan lainnya, yang tersedia di sekitar pantai. Nongkrong di tepi pantai pinggiran kota metropolitan ditemani kuliner khas Makassar akan menciptakan suasana elegan dan sederhana yang sangat mengasyikkan untuk anak-anak muda.
Ramainya Suasana Senja Pantai Losari
Pantai Losari mejadi tujuan utama masyarakat Makassar maupun wisatawan untuk menghabiskan waktu seperti jogging, internet, olah raga maupun jalan-jalan santai. Waktu yang tetap untuk mengunjungi Pantai Losari adalah sebelum senja sekitar jam 15.00 hingga malam hari. Menikmati romantisme sunset Pantai Losari tentu tidak akan ingin dilewatkan begitu saja. Jika ke Pantai Losari jangan lupa untuk berfoto dengan tulisan raksasa "Pantai Losari" dan juga "Toraja" yang tidak ada di Tana Toraja. 

Kete' Kesu - Adat Budaya dan Kehidupan Orang Mati Tana Toraja

Kete' Kesu Tana Toraja. Berbicara tentang Toraja, tentu terlintas rumah panggung besar dengan atap seperti perahu. Itu memang tepat, namun yang paling menarik dari masyakat Toraja adalah bagaimana mereka melihat kematian. Masyarakat Toraja percaya bahwa kematian adalah sebuah proses bertahap menuju akhirat (puya) dan itu adalah sebuah 'pesta'. Kete' Kesu merupakan tempat wisata Tana Toraja berupa rumah adat dan kuburan batu yang berumur ratusan tahun. Daya tarik khas adat dan budaya inilah yang menjadikan Tana Toraja banyak diminati oleh wisatawan untuk mengunjungi daerah tersebut.
kete' kesu
Kete' Kesu Tana Toraja
Kete' Kesu berada di Desa Bonoran, Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Berada dsekitar 4 kilometer dari Kota Rantepao. Kete'e Kesu merupakan desa wisata yang sangat terkenal di Tana Toraja karena kehidupan dan adat masyarakat Toraja dapat ditemukan disini.

Rumah Adat Tongkonan

Memasuki Kete'e Kesu, jajaran rumah adat Toraja yang disebut tongkonan berjajar berhadapan dengan lumbung padi (alang surayang). Tongkonan di Kete' Kesu memiliki ukiran yang indah di setiap elemen kayu dan ada tanduk kerbau berderet di tiang bagian depan. Banyaknya tanduk kerbau ini menandakan tinggi-rendahnya status sosial pemilik rumah. Konon Tongkonan di Kete' Kesu sudah berumur ratusan tahun yang diwariskan secara turun temurun. Suasana adat dengan bangunan berumur ratusan tahun serasa membuat siapapun berada di negeri asing. 
kete' kesu tana toraja
Tongkonan

Kuburan

Bagian paling menarik di Kete' Kesu ada di bagian belakang, ke arah tebing batu. Dengan berjalan sekitar 10 menit, akan tampak bangunan besar menyerupai rumah dengan patung di depannya. Ya, itu adalah kuburan modern masyarakat Toraja yang disebut patane. Kadang kuburan modern ini lebih dahulu dibangun sebelum anggota keluarga meninggal dan yang boleh memasuki kuburan modern ini hanyalah anggota keluarga saja.
kete' kesu Tana Toraja
Patane
Beralih ke sisi sebelah kanan, ada tebing batu yang juga merupakan kuburan  tradisional masyarakat Toraja yang konon sudah berumur ratusan tahun.

Di area tebing ada banyak makam berupa peti kayu yang diletakkan di dinding tebing yang sudah dilubangi maupun digantung di atas. Peti kayu ini disebut erong, berbentuk runcing menyerupai perahu dan merupakan bentuk makam paling awal. Sama dengan tongkonan, semakin tinggi peti diletakkan di dinding tebing, menandakan semakin tinggi derajat seseorang sekaligsu dipercaya semakin dekat dengan nirwana. Hal ini terjadi sekitar 7 abad yang lalu dimana masyarakat Tana Toraja masih menganut kepercayaan animisme.
kete' kesu
Kuburan Tebing Batu Kete' Kesu Tana Toraja
Di pemakaman Kete' Kesu banyak tulang belulang seakan-akan berserakan. Sebagian jenazah dulu memang hanya diletakkan begitu saja hingga menjadi tulang. Peti kayu yang sudah tua dan rusak juga salah satu faktor kenapa tulang-belulang ini berserakan. Apalagi masyarakat Tana Toraja tidak berani memindahkan tulang belulang yang jatuh jika bukan anggota keluarga. Lalu bagaimana masyarakat Toraja bisa mengenal tulang-tulang anggota keluarga yang sudah berserakan tersebut? Hm.....

Di sisi tebing ada satu ruangan yang terdapat banyak patung yang dibuat menyerupai jenazah yang disebut tau tau. Tau tau adalah sebuah kenangan keluarga yang telah meninggal. Tau tau dirawat layaknya keluarga, seperti baju yang dipakai tau tau kadangkala diganti. Ruangan ini dibatasi teralis besi untuk menghindari pencurian.

Upacara Adat

Kete' Kesu tak lepas dari upacara adat karena disini sering diadakan upacara adat, salah satunya adalah upacara pemakaman yang jelas merupakan ritual penting dan berbiaya mahal. Upacara pemakaman masyarakat Toraja disebut upacara Rambu Solo. Upacara Rambu Solo bertujuan untuk menghormati dan mengantar arwah menuju nirwana (pruya). Upacara ini adalah kesempurnaan kematian. Orang meninggal dianggap benar-benar dianggap meninggal jika upacara ini sudah digenapi. Jika belum, maka orang mati hanya dianggap orang sakit, sehingga tetap diperlakukan seperti orang hidup.

Seperti yang dikatakan di awasl bahwa kematian adalah sebuah 'pesta', kemeriahan upacara Rambu Solo juga tergantung status sosial keluarga. Biasanya bangsawan akan menyembelih kerbau sekitar 24 - 100 ekor, sedangkan golongan menengan biasanya 8 kerbau dan 50 babi. Jika belum bisa mengadakan upacara Rambu Solo, jenazah akan disimpan di Tongkonan sampai pihak keluarga bisa menyediakan hewan kurban untuk mengadakan upacara. Kerbau belang yang disebut tedong adalah tokoh utama upacara adat Toraja. Banyaknya kerbau dipercaya bisa mempercepat perjalanan arwah ke dunia akhirat (puya). 

Peti pemakaman diukir sendiri oleh masyarakat Toraja yang dikenal ahli mengukir dan memahat patung. Selain peti, mereka juga memahat tau-tau dan sisi-sisi rumah adat. Hasil keahlian mereka ini juga bisa dimiliki para wisatawan berupa cinderamata yang diperjual belikan di sekitar tempat wisata Kete' Kesu. Berbagai ukiran menarik yang dipahat sebagai pajangan dingin, baki dan peralatan rumah tangga. Selain itu ada kain, tas, sarung dengan motif Tana Toraja. 
Keunikan adat budaya Kete' Kesu yang tidak dimiliki tempat lain ini telah ditetapkan UNESCO sebagai cagar budaya dan siapapun tentu tidak ingin melewatkan mengunjungi Tana Toraja.

Pendakian Gunung Latimojong 3.443 mdpl via Dusun Karangan

Pendakian Gunung Latimojong via Dusun Karangan. Gunung Latimojong merupakan salah satu dari deretan 7 summit Indonesia dan termasuk gunung non - vulcanologi. Gunung Latimojong berupa jajaran pegunungan dengan puncak tertingginya puncak Rante Mario yang memiliki ketinggian 3.443 mdpl. Merupakan gunung tertinggi di Sulawesi yang memiliki puncak-puncak tinggi, Gunung Latimojong mendapatkan predikat Big Mountain.
puncak rante mario
Puncak Rante Mario Gunung Latimojong
Ada beberapa puncak yang membentang di Pegunungan Latimojong yaitu Pantealoan (2.500 mdpl) dan Pokapinjang (2.970 mdpl), keduanya membentang dari Barat ke Timur. Sedangkan yang membentang dari Utara ke Barat yaitu Rante Mario (3.443 mdpl), Nenemori (3.397 mdpl), Latimojong (3.305 mdpl), Rante Kambola (3.083 mdpl), Sikolong (2.754 mdpl), Bajaja (2.706 mdpl), Lapande (2.457 mdpl) dan Sinaji (2.430 mdpl). Tak terbayang berapa lama waktu atau berapa kali bolak-balik untuk menjelajahi The Big Mountain Pegunungan Latimojong.

Gunung Latimojong berada di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Indonesia. Pegunungan Latimojong sebelah barat dibatasi oleh 4 Kabupaten yaitu Kabupaten Enrenkang, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Sidenreng Rappang dan Kabupaten Luwu sampai pinggir Teluk Bone. 

Ada 3 jalur pendakian Gunung Latimojong yang bisa dilalui yaitu :
  1. Jalur pendakian via Kec.Mingkendek, Kabupaten Tana Toraja.
  2. Jalur pendakian via Kec. Baraka, Kabupaten Enrekang.
  3. Jalur pendakian via Kec. Latimojong, Kabupaten Luwu. 
Jalur yang manjadi jalur favorit dan sering dilalui adalah jalur pendakian via Dusun Karangan, Kabupaten Enrekang.

Rute jalan dari Makassar bisa menggunakan transportasi umum (bus atau angkutan) ke Enrekang untuk sampai di Kecamatan Baraka (cara lain dari Bhandara Sultan Hasanudin bisa menyewa mobil ke Baraka). Dari Baraka Dilanjutkan dengan naik truk atau jeep ke Desa Rantelemo. Biasanya jeep atau ojek bisa mengantar hingga ke basecamp. Untuk tarif jeep cukup mahal sekitar Rp.150.000 - Rp.300.000.
Perjalanan dari Makasar ke Enrekang membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi. Dari Enrekang ke basecamp Karangan memakan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan.

Meski dari Makassar ke Enrekang jalan sangat bagus layaknya sirkuit Moto GP, perjalanan dari Baraka ke basecamp barulah menguras waktu dan tenaga karena akses jalan yang sulit bahkan untuk dilewati kendaraan roda 2. Jalan rusak dengan jalur berliku yang naik-turun akan menjadi sajian pembuka setidaknya sekitar 2 jam.
pendakian gunung latimojong
Basecamp Dusun Karangan
Basecamp berupa rumah panggung penduduk Dusun Karangan yang berjajar. Ada lapangan kecil, mushola, warung, kamar mandi dan pos jaga. Penduduk di Dusun Karangan sangat ramah dan dengan motto 'anggap seperti rumah sendiri', anda tidak perlu segan untuk beristirahat, bermalam maupun nonton TV di pos jaga. Di sekitar lokasi ini banyak anjing dan jika takut anjing, sebaiknya tidak turun dari rumah panggung.

Basecamp - Pos 1 

Setelah melakukan registrasi di pos jaga, perjalanan dilanjutkan menyusuri beberapa rumah penduduk yang tersisa sebelum melipir naik ke sisi bukit. Jalur pendakian Gunung Latimojong di awal berupa tanah padat yang di beberapa bagian jalur sudah ada yang dicor semen. Jalur akan melewati sungai, kebun kopi dan aliran sungai menyerupai air terjun kecil. 

Trek akan kembali menanjak melipir kebun kopi penduduk yang panjang berliku. Disepanjang jalur ini, masih tampak penduduk hilir mudik dengan motor'nya. Jalur akan tetap menanjak dan mulai terbuka terbuka ketika mendekati Pos 1. Pos 1 - Buntu Kaciling,  berada di ketinggian 1.800 mdpl dan berupa area terbuka kecil, untuk beristirahat.
pendakian gunung latimojong
Pos 1 - Buntu Kaciling

Pos 1 - Pos 2

Dari Pos 1 ke Pos 2, jalur mulai memasuki hutan lebat dan sempit. Jalurnya masih menanjak, melipir bukit di hutan lebat dengan jurang di sebelah. Pohon-pohon yang rapat masih mendominasi trek yang naik-turun. Jalur pendakian Gunung Latimojong dari pos 1 - pos 2 kebanyakan berupa turunan karena Pos 2 berada di lembah dimana ada sumber air melimpah.

Pos 2 - Goa Sarung Pakpak, berada di ketinggian 1.800 mdpl. Jembatan yang membentang akan mengantar sampai ke sebuah goa. Sesuai namanya, ada goa di pos 2 yang bisa digunakan untuk bermalam. Disini ada sumber air berupa sungai jernih yang sangat deras alirannya.
pendakian gunung latimojong
Mulut Gua Pos 2 - Goa Sarung Pakpak

Pos 2 - Pos 3

Beranjak dari pos 2, trek menanjak sudah di depan mata. Di sepanjang jalur pendakian Gunung Latimojong menuju ke pos 3, trek akan semakin menanjak dan sulit, kadang membutuhkan bantuan akar-akar pohon untuk memanjat naik. Jalur yang penuh dengan akar pepohonan dengan kemiringan sekitar 80 derajat akan menjadi tantangan yang cukup menarik. Perlu diwaspadai ketika menuruni jalur curam ini karena cukup menyusahkan, apalagi jika cuaca hujan. Kini sudah dipasang tali akar yang bisa sedikit membantu naik maupun turun.
jalur pendakian gunung latimojong
Trek yang Mendominasi Pendakian
Pos 3 - Lantang Nase, berada di ketinggian 1.940 mdpl. Pos 3 berupa daerah datar yang tidak terlalu luas dan tidak ada sumber air. Pos ini cocok untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pendakian Gunung Latimojong.
Pos 3 - Lantang Nase

Pos 3 - Pos 4 

Jalur pendakian Gunung Latimojong menuju ke pos 4 masih sama namun dengan kemiringan yang tidak terlalu curam seperti jalur ke pos 3. Kadang ada beberapa bonus jalan mendatar. Pos 4 - Buntu Lebu, berada di ketinggian 2.140 mdpl, berupa area datar yang lebih lebar dibanding pos 3 dan tidak ada sumber air.
pendakian gunung latimojong
Pos 4 - Buntu Lebu

Pos 4 - Pos 5

Jalur menuju ke pos 5 juga tidak jauh beda dengan jalur sebelumnya, berupa trek yang didominasi akar pohon dan tanah padat. Pos 5 - Soloh Tama, berada di ketinggian 2.480 mdpl, berupa lokasi yang luas untuk bisa mendirikan hingga 10 tenda isi 4. Area yang luas dengan pepohonan yang tidak rapat dan adanya sumber air membuat lokasi ini merupakan tempat camp favorit yang strategis di sepanjang jalur pendakian Gunung Latimojong, meski tanah datarnya masih bercampur aduk dengan akar-akar pohon.
Baca Juga : 

Pos 5 - Pos 6

Selepas pos 5, jalur bercabang. Ke arah kiri ke sumber air sedangkan ke kanan adalah arah ke pos 6. Jalurnya tidak beda jauh, tanah padat berhias akar-akar pohon. Treknya cukup menanjak hingga sampai di pos 6. Pos 6 berada di ketinggian 2.690 mdpl. Pos 6 hanya berupa tanah datar untuk beristirahat dan tidak ada sumber air.
pendakian gunung latimojong
Pos 6

Pos 6 - Pos 7

Selepas pos 6, jalur pendakian Gunung Latimojong menuju pos 7 semakin menanjak yang didominasi pohon berlumut. Jalur pendakian sudah mulai terbuka dan bisa tampak hamparan pegunungan Latimojong.

Pos 7 - Kolong Buntu berada di ketinggian 3.100 mdpl, berupa area lapang di daerah terbuka. Meski ada sumber air, camp di pos 7 rawan angin malam. Pemandangan di pos 7 di segala penjuru berupa hamparan pegunungan Latimojong yang hijau.
pendakian gunung latimojong
Pos 7 - Kolong Buntu

Pos 7 - Puncak Rante Mario

Dari pos 7, pendakian Gunung Latimojong dilanjutkan dengan naik ke bukit yang cukup curam di area terbuka. Ini adalah tanjakan curam melelahkan yang terakhir. Selanjutnya jalur cukup santai, cukup datar dengan trek menanjak yang normal. 
Mendekati Puncak
Sebelum ke puncak trek sudah terbuka ketika sampai di lapangan luas dimana batu-batu disusun, menandakan puncak sudah dekat. Lanjutkan trek ke arah kiri untuk ke puncak Rante Mario. Trek selanjutnya naik dan turun melipir bukit, berupa tanah padat yang dipenuhi bebatuan. Sebelum mencapai puncak, sesekali akan melewati rimbunan pohon cantigi. 
pendakian gunung latimojong
Pemandangan Pegunungan Latimojong
puncak rante mario
Puncak Rante Mario Pegunungan Latimojong
Puncak Rante Mario adalah titik tertinggi di Pegunungan Latimojong, puncak tertinggi Sulawesi. Puncak Rante Mario berupa tugu dengan tinggi sekitar 1,5 meter.  Hamparan pegunungan Latimojong melingkari Puncak Rante Mario. Di arah utara tampak Puncak Buntu Rante Kombala, sebelah barat tampat Puncak Pantealoan dan sebelah selatan tampak Puncak Buntu Nene. Dengan  area terbuka dan adanya beberapa tempat datar, tak menutup kemungkinan untuk camp di puncak tertinggi di Sulawesi ini, puncak Rante Mario, puncak Gunung Latimojong.

Tips Pendakian Gunung Latimojong via Dusun Karangan :
  1. Saat musim hujan, jalan dari Baraka ke basecamp sangat becek dan cukup menyiksa kaki khususnya yang menggunakan sepeda motor. Jadi wajib berhati-hati dan sabar.
  2. Warung yang tersedia di pos registrasi Dusun Karangan belum begitu lengkap. Lengkapi logistik lebih dahulu.
  3. Camp yang paling strategis ada di Pos 5, selain terdapat sumber air, tempatnya teduh dan luas. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk camp di puncak Rante Mario.
  4. Berhati-hatilah ketika turun dari Pos 3 ke Pos 2 karena jalur yang curam, rawan terpeleset.
  5. Jika membutuhkan tempat untuk istirahat, bisa beristirahat di rumah panggung penduduk. 
pendakian gunung latimojong
Cheers...

Itinerary Pendakian Gunung Latimojong :
Basecamp - Pos 1 : 1 jam 15 menit
Pos 1 - Pos 2 : 1 jam 30 menit
Pos 2 - Pos 3 : 30 menit
Pos 3 - Pos 4 : 45 menit
Pos 4 - Pos 5 : 1 jam 30 menit
Pos 5 - Pos 6 : 45 menit
Pos 6 - Pos 7 : 2 jam
Pos 7 - Puncak Rante Mario : 45 menit