Panorama Pantai Molang Untuk Si Bolang

Pantai Molang Tulungagung. Berwisata ke pantai-pantai populer masih menjadi tujuan para wisatawan. Tapi tidak semuanya menyukai keramaian. Pantai yang sepi justru lebih membius para traveler untuk berbondong-bondong menikmati alam yang masih alami sekaligus jauh dari keramaian. Banyak pantai-pantai baru yang keasriannya masih sangat terjaga. Di Tulungagung, Pantai Molang menjadi wisata pantai yang cukup populer dan mulai mengundang wisatawan dari luar daerah. Jadi, ada apa di Pantai Molang?
Pantai Molang
Pantai Molang terletak di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Berada sekitar 38 kilometer dari pusat Kota Tulungagung dan 25 kilometer dari Kademangan, Blitar.

Rute Pantai Molang Tulungagung bisa diakses dari beberapa jalur, sebagai berikut :
  1. Dari Blitar : Kademangan ke selatan - Desa Suruhwadang - Dari Kecamatan Kademangan ke kanan - Desa Maron - Pertigaan purkesmas pembantu Maron ke kanan - Pertigaan candi Desa Panggungduwet ke kanan - Pasar Puser ke kiri - Pucanglaban
  2. Dari Tulungagung : Pasar Ngunut ke selatan - Pasar Panjerejo terus ke selatan - Ke selatan sebelum Desa Ngubalan - Pasar Puser ke selatan - Pucanglaban.
Arah ke Pantai Molang sama dengan arah ke Pantai Kedung Tumpang. Di Pucanglaban, petunjuk arah ke Pantai Molang sudah jelas. Jalan ke Pantai Molang sudah diaspal bagus, meski di beberapa titik ada area jalan aspal yang rusak. Ke Pantai Molang bisa diakses dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4, meski agak susah. Selepas melewati Tambak Udang, jalur ke Pantai Molang cukup susah. Pantai Molang bersebelahan dengan Pantai Pacar dan Pantai Lumbung yang terpaut tidak terlalu jauh, tapi akses jalan masih mudah ke Pantai Molang.

Pantai molang menyuguhkan hamparan pasir putih yang sangat bersih. Lautan biru dengan deburan ombak khas pantai selatan tersaji di sejauh mata memandang. Tak jauh di depan, dataran karang yang bergurat indah mengundang siapapun untuk menanjakinya. Pantai Molang mempunyai dua bagian yang dipisahkan oleh muara sungai. Di seberang sungai, ada dataran karang luas yang sangat menawan. Jangan segan menyeberang sungai melewati jembatan alami untuk berkunjung ke dataran karang.
Dataran Karang Pantai Molang
Pantai Molang belum dibuka menjadi tempat wisata resmi, namun pesonanya sudah menggiurkan banyak traveler. Pantai selatan yang berhadapan dengan Semudra Hindia ini memiliki ombak besar yang bisa disaksikan atraksinya ketika menghempas dataran karang ini. Amazing !

Bukan hanya menikmati pesona di dataran karang, menyusuri pasir putih Pantai Molang yang lembut juga tak kalah seru. Beberapa karang besar tersebar di bagian kanan pantai, salah satu spot menarik untuk menikmati sunset. Area pantai yang luas cocok bagi siapapun yang tak jenuh menikmati Pantai Molang dan memutuskan untuk camping ceria. Tentu sangat menyenangkan !
Waiting for Sunset

Tips wisata ke Pantai Molang Tulungagung :
  1. Pantai Molang bisa diakses dengan mobil meski agak susah.
  2. Jangan segan bertanya ke penduduk sekitar jika rute jalur membingungkan.
  3. Kondisi di area pantai sangat panas dan minim tempat berteduh, bawalah pelindung kepala dari sinar matahari.
  4. Bawalah makanan dan minuman sendiri karena tidak ada warung makan.
  5. Tidak ada kamar mandi. Fasilitas hanya gubuk kecil untuk parkir dan bercengkerama.
  6. Ombak pantai selatan yang besar, lebih baik tidak berenang.
  7. Jika air laut sedang pasang, tidak disarankan untuk ke dataran karang.





Kampung Melon - Mengenal Budidaya 'Mister Melon' Kabupaten Blitar

Kampung Melon Blitar. Pecinta buah melon mungkin jarang, tapi jika ada sebuah tempat bernama Kampung Melon, siapapun pasti tergiur untuk mengunjungi tempat wisata di Blitar yang sedang booming ini. Kampung Melon belum terlalu populer namun sangat berpotensi menjadi agrowisata menarik di Kabupaten Blitar. Tempat wisata Kampung Melon bukan hanya menyajikan buah melon sebagai daya tarik utama, namun menggabungkan wisata yang berbasis edukasi. Selain mengundang para wisatawan, tempat wisata ini'pun mengundang para pelajar yang ingin mempelajari budidaya melon modern.
kampung melon
Kampung Melon
Tempat wisata Kampung Melon berada di Desa Modangan, Nglegok, Kabupaten Blitar. Lokasinya searah dengan Wisata Candi Penataran. Dari pertigaan, jika ke kiri ke arah wisata Candi Penataran, maka ke kanan adalah rute ke Kampung Melon. Petunjuk jalan sudah terpampang jelas di setiap percabangan jalan. Tempat awal yang bisa disinggahi adalah di sekretariat Kampung Melon. Dari sekretariat ke lokasi, jalan tetap lurus dan belok kanan di perempatan. Kemudian lurus hingga menemukan masjid kemudian belon kanan di jalan setapak di pinggir persawahan, terus jalan hingga menemukan persimpangan dan belok kanan lagi, akan tampak lokasi wisata Kampung Melon.
kampung melon
Sekretariat Kampung Melon
Blitar, kota yang sangat cocok untuk budidaya berbagai tanaman perkebunan memiliki potensi agrobisnis yang lambat laun mulai dikembangkan seperti Kampung Coklat, Kebun Kopi Karanganyar, Agrowisata Jeruk dan Agrowisata Belimbing, tak beda halnya Kampung Melon. Bermodal dari para petani setempat yang berinisiatif menumbuhkan wisata berbasis agro yang unik sekaligus meningkatkan potensi wisata Desa Modangan, jadilah Dusun Karanganyar Timur menjadi pusat wisata Kampung Melon. Kini Desa Modangan yang dulunya jarang dikenal oleh masyarakat Blitar, kini mulai dilirik dan diburu.

Diresmikan pada 12 Maret 2016, tempat wisata Kampung Melon menyajikan berbagai hal yang menarik. Bukan melon biasa yang ada di tempat ini. Budidaya melon tanpa biji menjadi ikon utama di Kampung Melon, yang mana varietas asli Blitar ini sudah menembus pasar ekspor ke Thailand. Bahkan benih yang dinamakan 'Mister Melon' telah diekspor hingga Amerika. Bisa dibayangkan kualitas buah melon di Kampung Melon pasti berbeda dari yang lain.

kampung melon
Agrowisata Kampung Melon
Tanaman melon ditanam dan dibudidayakan di dalam 12 green house di tempat berbeda yang berjajar agar bisa berlangsung sepanjang musim. Diapit oleh persawahan yang asri, ada beberapa wahana menarik yang bisa dinikmati seperti kolam renang anak dan flying fox. Mempelajari budidaya melon di dalam green house juga sayang untuk dilewatkan. Namun sebelumnya, singgahlah di sekretariat untuk memperoleh pengarahan. Perlu diketahui, letak sekretariat dan lokasi wisata Kampung Melon memang terpaut cukup jauh.
kampung melon
Sebagian Green House Tanaman Melon
Buah Melon bisa dinikmati langsung di Kampung Melon atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Buah melon yang dihasilkan rasanya manis karena melon dipanen jika sudah jatuh sendiri dari pohonnya. Jika sedang ada bazar, Kampung melon dipenuhi stand yang menjual banyak jajanan tradisonal dan jajanan khas yaitu berbagai olahan buah melon. Tentu sangat menyenangkan menikmati berbagai olahan melon di tengah heningnya suasana persawahan yang sejuk dan jauh dari keramaian.

Desa Modangan selama ini dikenal sebagai penghasil buah melon terbesar. Kampung Melon yang buka untuk umum di hari Sabtu - Minggu ini' pun mengundang para pecinta buah, pecinta melon, pecinta agrobisnis dan semua masyarakat luas untuk menjajal rasa manis melon andalannya. Apalagi mendekati musim panen, bersiaplah memburu buah melon yang dijual dengan harga ekonomis tersebut. Tertarik ? come on !

Ranu Kumbolo Gunung Semeru - Surga yang (Tak) Dirindukan

Ranu Kumbolo Gunung Semeru. Danau Ranu Kumbolo merupakan tempat spesial sekaligus bonus bagi para pendaki setelah menempuh perjalanan panjang di Gunung Semeru. Melihat birunya danau dari ketinggian seakan-akan menimbulkan rasa segar di mata, sekaligus pereda dahaga yang berteriak kegirangan. Danau Ranu Kumbolo adalah salah satu tujuan pendaki di Gunung Semeru selain Puncak Mahameru. Keindahannya sangat membius para petualang hingga enggan beranjak untuk melanjutkan perjalanan. Memang sangat menawan masa lalu si Ranu Kumbolo ini. 
ranu kumbolo
Danau Ranu Kumbolo
Danau Ranu Kumbolo berada di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Merupakah salah satu dari 6 Danau di Gunung Semeru  yang menawan. Berada pada ketinggian 2.400 mdpl, Ranu Kumbolo adalah bonus segar ketika melakukan Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane. Ranu Kumbolo bisa dilihat ketika hampir sampai di Pos 4 pendakian dan di ujung Tanjakan Cinta. 

Danau Ranu Kumbolo adalah 'Surga Gunung Semeru'. Keindahan pesona alamnya sangat memukau. Air danau kebiruan mengundang siapapun untuk segera turun dan menikmati suasana tenangnya. Hawa dingin yang kadang mencapai minus derajat celcius merupakan hidangan wajib yang disajikan si Ranu Kumbolo. 






Sunrise is a special moment awaits here. Ketika sinar jingga matahari mengusir kabut tebal yang menyelimuti permukaan Ranu Kumbolo dan berjatuhan di segala sudut danau. Kabut yang mulai menipis, merupakan alarm pengingat bagi pendaki untuk melanjutkan perjalanan. Tegukan kesegaran air danau bening yang dingin akibat sajian kabut malam'pun, lagi-lagi menjadi hidangan untuk melanjutkan perjalanan panjang.  Memang sangat menawan masa lalu si Ranu Kumbolo ini.
ranu kumbolo
Sunrise Ranu Kumbolo
Dengan luas sekitar 14 Ha, Danau Ranu Kumbolo merupakan sumber air yang melimpah. Melimpahnya air berdampak pada melimpahnya kebutuhan para pendaki.

Air, sesuatu yang paling penting dalam kegiatan pendakian. Dalam medan pendakian dimana tidak adanya sumber air, air pasti dihemat sehemat-hematnya untuk kecukupan logistik karena pada dasarnya, air dibutuhkan untuk minum, menghidrasi tubuh. Namun, dikala air melimpah seluas 14 Ha, kebutuhan akan air bukan hanya untuk minum dan memasak, tapi juga mencuci. Segala kegiatan mencuci pun dilakukan, mencuci peralatan bekas masak atau makan, mencuci barang kotor, mencuci muka, mencuci mulut, mencuci gigi, mencuci tubuh dan sebagainya. Hasilnya? thinking.
ranu kumbolo
Ranu Kumbolo yang Menawan
Beruntungnya Clignet, ahli geologi yang pertama kali menyentuh sunyinya Gunung Semeru pada tahun 1838. Beruntungnya Junghuhn, ahli botani pada tahun 1945 yang masih melihat keasrian alam Gunung Semeru. Malangnya kamu, para pecinta alam kini yang melihat sisa-sisa sekaligus proses runtuhnya kesucian si Ranu Kumbolo. The past usually is beautiful, thats right.

Kegiatan Pendakian Gunung Semeru mulai meningkat drastis di awal tahun 2012. Bukan saja ahli botani, ahli geologi, pecinta alam dan pendaki gunung, beberapa wisatawan juga berhamburan menuju ke Danau Ranu Kumbolo. Bukan tentang berapa banyak orang yang mendaki Gunung Semeru, tapi tentang banyaknya sampah yang ditinggalkan
ranu kumbolo
Ranu Kumbolo ???
Danau Ranu Kumbolo masih eksotis dari kejauhan dan ketinggian, tapi tidak dari dekat. Di sepanjang sisi ranu kumbolo banyak kotoran bekas makanan yang berserakan, mencemari tepian danau. Air jernih mulai diselimuti minyak karena banyaknya orang yang mencuci langsung di danau. Di beberapa permukaan airnya mulai beriak. Pencemaran air di Danau Ranau Kumbolo terjadi karena banyaknya aktifitas kebutuhan. Selain air yang tercemar, sampah-sampah masih setia menghiasi di sekitarnya. Kini, bercengkerama di sisi Ranu Kumbolo sama halnya dengan nongkrong di sebelah kubangan. Who did this?. Masihkah Danau Ranu Kumbolo menjadi bonus segar untuk para pendaki yang dahaga? 

Air tercemar memang tidak layak untuk manusia, tapi manusia menganggap air tercemar itu masih layak untuk ikan-ikan dan hewan liar di sekitar. Itulah kenapa dari tahun ke tahun air semakin tercemar dan sampah semakin banyak. Banyaknya pecinta alam 'palsu' yang meniru adegan film, piknik ceria maupun mencari jati diri untuk 'diakui', yang pada dasarnya tidak memperhatikan apapun kecuali diri mereka sendiri, pada akhirnya akan mengusir para pecinta alam yang benar-benar mencintai alam, penjunjung kode etik pecinta alam. Dimana ketika surga pemberhentiannya telah rusak, Ranu Kumbolo hanyalah Surga yang Tak Dirindukan. Heaven isn't missed.
ranu kumbolo
Misses but Missing
 
Tips Pendakian ke Ranu Kumbolo :
  1. Meski ada penjual makanan hingga pos 2, tetap bawalah logistik yang cukup.
  2. Bawalah air bersih untuk keperluan logistik, air di danau sudah tercemar.
  3. Suhu di area Ranu Kumbolo kadang mencapai minus derajat Celcius, bawalah pakaian hangat, jaket tebal, sarung tangan, kaus kaki dan kerpus. 
  4. Sebaiknya menggunakan tenda double layer waterproof untuk melindungi dari kabut dingin yang biasanya menjadi butiran es.
  5. Meski sudah tercemar, jangan menambah pencemaran air dengan mencuci barang-barang kotor, mandi dan sebagainya.
  6. Hindari penggunaan sabun, shampoo dan detergen di Danau Ranu Kumbolo.
  7. Jangan ikut-ikutan membuang sampah di tempat pengumpulan sampah. Bawa sampah turun.

Menikmati Kesunyian Pantai Sanggar Tulungagung

Pantai Sanggar Tulungagung. Tentu sangat menyenangkan berada di pantai sunyi, alami, bersih, dengan panorama alam indah yang memanjakan mata. Ada berbagai tempat wisata pantai di Tulungagung yang sebagian sudah populer sehingga ramai dikunjungi wisatawan. Ada juga beberapa pantai berlokasi cukup jauh dari hiruk pikuk perkotaan dengan panorama menawan yang sayang untuk dilewatkan. Pantai Sanggar merupakan salah satu pantai selatan yang menjadi buah bibir wisatawan karena pesona alamnya sangat menarik untuk dikunjungi ketika berada di Tulungagung.
pantai sanggar
Pantai Sanggar Tulungagung

Pantai Sanggar (8°17’50.0″S 111°54’36.4″E) berada di Dusun Ngelo, Desa Jelungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung.  Petunjuk yang jelas ke Pantai Sanggar bisa dilihat ketika sudah mendekati daerah lokasi wisata. Jadi, mungkin cukup susah untuk menemukan arah ke lokasi wisata di Tulungagung yang baru dibuka ini. Cara yang mudah gunakan 2 GPS, Global Positioning System (GPS) dan Gunakan Penduduk Sekitar (GPS)

Berikut adalah rute ke Pantai Sanggar Tulungagung :
  1. Dari Terminal Gayatri Tulungagung : Dari terminal ke arah timur sekitar 500 meter. Setelah menemukan perempatan lalu lintas, ambil arah selatan, menuju ke Kecamatan Campurdarat.
  2. Dari arah barat : Dari arah barat seperti Malang, Surabaya, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Kediri maupun Blitar, bisa langsung ke pusat Kota Tulungagung. Kemudian menuju ke Kecamatan Campurdarat.
Sampainya di pertigaan Pasar Campurdarat, belok ke kiri ke arah Pantai Popoh. Sekitar 7 kilometer ada pertigaan SMA Negeri 1 Campurdarat, kemudian ambil arah ke kiri menuju Tanggunggunung. Ikuti jalan yang paling lebar hingga sampai di Pasar Tanggunggunung. Lanjutkan hingga menemukan pertigaan di depan SMP Negeri 1 Tanggunggunung dimana arah Pantai Sanggar ada di arah kanan.

Jalan yang dilalui sudah beraspal baik. Jalan berkelok-kelok naik turun tersaji di setiap perjalanan. Pemandangan perbukitan hijau bisa sedikit mengurangi rasa suntuk akibat perjalanan panjang yang cukup membingungkan. Mendekati lokasi wisata, jalan mulai rusak dan banyak aspal berlubang hingga sampai di kampung terakhir.

Kampung terakhir ditandai dengan gapura dan petunjuk Pantai Sanggar yang dilengkapi dengan gambar-gambar pantai pada banner besar,terpajang kokoh. Teruslah masuk ke gapura hingga menemukan gang menuju Pantai Sanggar Tulungagung di samping mushola.

Setelah membayar restribusi seiklasnya, perjalanan belum berakhir dan petualangan baru saja dimulai. Jalan sempit akan menjadi siksaan wajib yang harus dilalui menyusuri perkebunan penduduk di perbukitan. Jalan cor-cor'an hanya jalur pemanasan sebelum menyusuri jalan tanah bergelombang, naik turun dan berkelok-kelok. Jalan ini sangat sempit, jadi jika kedua motor saling bertemu, wajib mengalah salah satu. 

Ada warung di tengah jalur dimana bisa digunakan untuk memarkir motor, tapi harus berjalan sekitar 1 jam untuk ke Pantai Sanggar. Jika cuaca cerah, motor bisa dibawa hingga ke bibir Pantai Sanggar.
pantai sanggar
Garis Pantai Sanggar
Area tempat wisata Pantai Sanggar lumayan luas dan dibatasi bukit hijau di kanan kirinya. Ayunan ombak khas pantai selatan dan putihnya pasir pantai masih menjadi sajian tetap tempat wisata pantai di Tulungagung ini. Pemandangan menawan ditambah udara segar akan membuat suasana semakin nyaman untuk bercengkerama. Sejauh mata memandang, garis horison terpampang jelas tanpa terhalang karang. Pemandangan 'ombak menghempas karang' jarang bisa disaksikan.

Di sebelah kanan bukit tebing menjadi pembatas pantai. Batuan karang tampak 'terdampar' di bibir pantai, menghiasi pesisir Pantai Sanggar yang indah. Inilah satu-satunya tempat dimana tarian 'ombak menghempas karang' bisa disaksikan. Tak jauh dari pantai tampak Patuk Gebang yang bisa dikunjungi setelah trekking melewati bukit di sebelah kanan. 
pantai sanggar
Bukit Karang
Selain Patuk Gebang bisa sekalian mengunjungi pantai lainnya seperti Jung Pakis, Kali Pucung dan juga Kedung Aqua. Namun, masih lelah karena perjalanan panjang?, camp di Pantai Sanggar sangat menarik dicoba sebelum melanjutkan petualangan esok hari. Area Pantai Sanggar sudah bersih dari semak-semak dan di beberapa tempat bisa digunakan untuk camping ceria. Adanya warung makan yang berjajar tak jauh dari bibir pantai tak akan membuat repot jika membutuhkan logistik.
pantai sanggar
Cheers...
Tips Berwisata ke Pantai Sanggar Tulungagung :
  1. Perhatikan cuaca. Cuaca yang buruk akan mempengaruhi kondisi jalan menuju tempat wisata Pantai Sanggar.
  2. Berhati-hatilah berkendara selepas Desa Jelungharjo sampai ke Pantai Sanggar karena kondisi jalan mulai rusak dan cukup susah.
  3. Gunakan kendaraan roda 2 untuk berwisata ke Pantai Sanggar karena jalurnya memang tidak bisa dilalui kendaraah roda 4.
  4. Jika cuaca hujan, lebih baik memarkir motor dan dilanjutkan dengan jalan kaki sampai di area wisata Pantai Sanggar. 
  5. Bawalah pelindung kepala dari sinar matahari karena saat siang hari, cuaca sangat panas ditambah jarangnya pepohonan rindang di sekitar pantai.
  6. Gunakan sepatu atau sandal anti selip untuk trekking.
  7. Jika tidak tau arah trekking menuju ke pantai-pantai yang lain sebaiknya tanya penduduk sekitar sebelum berangkat. Ada beberapa tikungan di bukit, jika salah jalan, bersiaplah untuk lebih lelah lagi.
  8. Dihimbau untuk berhati-hati jika berenang karena ombak pantai selatan yang besar cukup berbahaya.
  9. Kebersihan pantai sudah dijaga oleh penjaga warung-warung setempat, jadi jangan membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kebersihan lokasi wisata.
  10. jika tidak ingin dibuat bingung oleh rute jalan, lebih baik berwisata dengan orang yang pernah mengunjungi Pantai Sanggar.


Makam Boncolono di Bukit Maskumambang - "Robin Hood" Nusantara dari Kediri

Bukit Maskumambang - Makam Boncolono. Bukan hanya Inggris yang mengenal kisah Robin Hood di kerajaannya. Tokoh pencuri yang membagikan hasil curiannya untuk orang miskin ini juga dikenal di Indonesia. Salah satu tempat yang memiliki tokoh Robin Hood nusantara ini adalah di Kediri. Bukit Maskumambang atau Bukit Boncolono, merupakan sebuah lokasi yang terkenal dengan kisah Maling Gentiri,  dimana di puncak Bukit Maskumambang terdapat tiga makam orang sakti pada jaman penjajahan yang kini dikeramatkan dan menjadi tempat wisata ziarah bagi masyarakat Kediri.
bukit maskumambang
Bukit Maskumambang
Bukit Maskumambang memiliki ketinggian sekitar 300 mdpl dan letaknya berhadapan dengan Gunung Klotok. Bukit Maskumambang berada di ujung barat Kediri, tepatnya di Dusun Waung, Desa Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kediri. Berdekatan dengan Museum Airlangga dan Gua Selomangleng. Makam Ki Boncolono yang ada di puncak bukit Maskumambang menjadi salah satu tempat ziarah di Kediri yang mempunyai kisah legenda yang unik.

Sejarah Mbah Boncolono 

Konon, ketika Belanda menjajah Indonesia, masyarakat hidup dalam kesengsaraan, begitu juga masyarakat Kediri. Belanda bertindak semena-mena terhadap rakyat dengan memberi pajak yang tidak masuk akal sehingga rakyat Kediri semakin menderita di tanah sendiri. Penderitaan masyarakat Kediri ini membuat Mbah Boncolono ingin membela rakyat Kediri. 

Dibantu oleh Tumenggung Mojoroto, Tumenggung Poncolono dan para muridnya yang sakti, mereka merampok meneer Belanda yang kaya raya, kemudian membagikan hasil rampokan pada rakyat Kediri. Hal yang berulang terus menerus ini membuat Mbah Boncolono dikagumi rakyat kediri dan semakin dibenci oleh pihak Belanda. Belanda semakin geram karena kesaktian Mbah Boncolono yang menyulitkan mereka untuk menghentikan kelakuan Robin Hood nusantara ini. Dengan kesaktiannya, Mbah Boncolono selalu lolos ketika terkepung, bahkan bisa hidup kembali meski terbunuh berulang kali.

Kesaktian hidup kembali setelah menyentuh tanah dikenal dengan ilmu Ajian Pancasona yang juga dimiliki Eyang Djojodigdan di Blitar dimana makamnya dikenal dengan Makam Gantung Pasanggrahan Djojodigdan.

Siasat politik uang digunakan Belanda untuk membayar mahal bagi siapapun yang menemukan cara untuk membunuh Mbah Boncolono. Kelemahan Mbah Boncolono tersebut akhirnya diketahui Belanda dimana setelah dibunuh, jasad harus dipenggal dan dikubur terpisah oleh sungai. Setelah membunuh Mbah Boncolono, Belanda mengubur bagian tubuh di Bukit Maskumambang, sedangkan bagian kepala dikuburkan di Ringin Sirah, Desa Banjaran. Kedua lokasi tersebut dipisahkan oleh Sungai Brantas. Dan berakhirlah kisah Maling Getiri atau pencuri sakti di tanah Kediri tersebut.

Bukit Maskumambang

Bukit Maskumambang disebut sebagai Boncolono merupakan ujung kaki timur Gunung Willis dan berdiri satu jalur dengan Gunung Klotok. Dulunya di kaki bukit ini sempat dijadikan pemakaman Cina sebelum akhrinya dipindah ke Lebak. Masih tampak sisa-sisa gapura di sisi sebelah timur,selatan dan utara yang kondisinya sudah mulai terkikis dan terbengkalai. Area yang dahulunya makam pun dialih fungsikan menjadi kebun.

Ada dua jalur yang bisa dilalui untuk menuju ke puncak Bukit Maskumambang, yaitu: 
  1. Melalui jalur barat dari area tempat wisata Gua Selomangleng.
  2. Melalui jalur timur yang disebut juga jalur PDAM.
Kedua jalur di tempat wisata ziarah di Kediri ini sama-sama memiliki beberapa ratus anak tangga yang harus dilalui untuk sampai ke puncak Bukit Maskumambang. Jika melalui jalur barat, bisa sekalian mengunjungi tempat wisata sejarah Gua Selomangleng dan wisata edukasi Museum Airlangga. 
boncolono
Jalur ke Makam Boncolono
Siapkan tenaga dan kesabaran karena ratusan tangga harus dilalui selama kurang lebih 30 menit, setelah berjalan sekitar 100 meter dari tempat wisata Goa Selomangleng. Jalur anak tangga yang semakin tinggi, semakin jarang di tumbuhi pohon rimbun akan membuat perjalanan semakin berat. Ada sebuah warung kecil-kecilan yang bisa digunakan untuk istirahat, tapi warung ini buka ketika hari libur saja. 

Semakin mendekati lokasi makam, lokasi mulai panas dan pemandangan sekitar tampak sangat indah dengan background pemandangan Kota Kediri serta Gunung Klotok di belakang, cukup bisa mengobati lelah yang lama terasa. Ada sebuah dataran di dekat puncak sebelum jalur anak tangga mulai datar, sedikit menurun, kemudian kembali menanjak sampai di gerbang makam.
boncolono
View Dari Lereng Bukit Maskumambang
Area makam Mbah Boncolono ini dibuka dengan gapura. Area makam dibatasi oleh dinding pagar batu melingkar untuk melindungi pagar lama yang mulai rapuh. Ada tiga makam di dalam lokasi yang nisannya tertutup oleh kain putih. Ketiga makam itu adalah makam Mbah Boncolono, Tumenggung Mojoroto dan Tumenggung Poncolono yang lumayan panjang dan besar. Lokasi makam berada di bawah pepohonan rindang yang menambah sejuk suasana. Suasana yang sepi, tenang dan sejuk sangat cocok untuk menyepi maupun berziarah.
boncolono
Makam Boncolono
Selain menjadi tujuan wisatawan yang sedang berkunjung ke tempat wisata Gua Selomangleng dan Museum Airlangga, kawasan Bukit Maskumambang juga menjadi tujuan para peziarah. Tidak heran masih ditemukan beberapa bunga dan dupa di sekitar makam. Pemerintah Kediri sudah melakukan pembangunan jalur anak tangga dan melakukan renovasi pada area makam untuk mempermudah masyarakat berziarah ke makam Maling Getiri yang pernah membela rakyat Kediri tersebut.

Menapaki Petilasan Dewi Kilisuci di Gua Selomangleng Kediri


Gua Selomangleng Kediri. Tempat wisata di Kediri tidak perlu dipertanyakan lagi. Wisata alam, religi, edukasi hingga wisata sejarah bisa ditemukan ketika mengunjungi Kediri. Menyebut kediri tentu tidak lepas dari Legenda Gunung Kelud dimana asal usulnya menceritakan tentang penolakan seorang putri cantik Kerajaan Kediri terhadap Lembu Suro. Sosok putri ini sangat sering didengar dengan nama Dewi Kilisuci. Gua Selomangleng adalah situs gua yang diyakini masyarakat sekitar sebagai tempat pertapaan sekaligus petilasan Dewi Kilisuci. Bentuk gua yang unik bercampur nuansa sejarah ini menjadi tempat wisata di Kediri yang wajib untuk dikunjungi.
Goa Selomangleng

Gua Selomangleng berada di Jl. Mastrip no 1, Mojoroto, Kediri, Jawa Timur. Lokasi tempat wisata di Kediri ini bersebelahan dengan Museum Airlangga dan bersebelahan dengan Bukit Maskumambang, salah satu wisata ziarah di Kediri yang terdapat makam Maling Gentiri. Rute jalan yang sudah jelas dan akses jalan mudah dilalui untuk kendaraaan roda dua maupun roda 4.

Letak Gua ini berada di kaki Gunung Klotok. Nama Selomangleng'pun diambil dari letak gua. Dalam bahasa Jawa, Selo berarti batu dan Mangleng berarti menggantun. Jadi Selomangleng berarti batu yang menggantung.

Area Gua Selomangleng tidak terlalu luas dan tersembunyi di balik rimbunnya pohon yang kini sudah dipangkas dan menjadi pelataran bagi wisatawan. Tempat wisata di Kediri ini yang dulunya tampak angker, kini mulai ramai dikunjungi karena bentuk unik dan sejarah yang seolah-olah masih tersembunyi.

Area Gua Selomangleng


Sejarah Gua Selomangleng

Gua Selomangleng pernah digunakan oleh Dewi Kilisuci sebagai tempat pertapaan. Dewi Kilisuci (Sanggramawijaya Tunggadewi) adalah putri mahkota Raja Airlangga yang sangat rupawan sehingga banyak orang yang ingin menikahi Dewi Kilisuci. Bukan hanya manusia biasa, manusia berkepala kerbau bernama Lembu Suro (Djotosuro) juga ingin meminangnya. Namun lamaran semua laki-laki yang menginginkannya ditolak oleh Dewi Kilisuci karena dia tidak ingin menikah dengan alasan mandul. Kisah Lembu Suro dan Dewi Kilisuci' pun menjadi Legenda Gunung Kelud.

Selain menolak untuk menikah, Dewi Kilisuci juga menolak menerima tahta kerajaan yang diwariskan kepadanya dan lebih memilih menjauhkan diri dari kehidupan dunia dengan cara melakukan tapabrata di Gua Selomangleng. Dewi Kilisuci menghabiskan waktunya menjadi pertapa untuk mendekatkan diri kepada Sang Ilahi agar rakyat Kediri terhindar dari marabahaya akibat Lembu Suro.

Gua Selomangleng

Gua Selomangleng memiliki dua pintu berbentuk lingkaran yang berada di lereng Gunung Klotok. Untuk masuk ke pintu gua cukup menapaki jalan batu yang mengantar sampai ke mulut gua. Dari kejauhan, mulut Gua Selomangleng memang sangat mengundang rasa penasaran dengan apa yang ada di dalam. Pintu gua yang tampak gelap itu masih menyisakan patung-patung arca serta bebatuan bekas reruntuhan gapura.
Bagian Dalam Gua Selomangleng
Mendekati mulut gua, ukiran relief di dinding gua jelas terlihat. Arca Dwarapala dengan bentuk yang sudah rusak diletakkan di tengah undakan sebelum mulut gua. Gua Selomangleng yang sisi dalamnya melengkung ini terbentuk dari batuan andesit hitam sehingga menjadikannya kedap air. Gua ini memiliki dua ruangan utama di tepat di depan mulut gua, dimana di sisi kanan dan kirinya terdapat ruangan yang lebih kecil dan gelap, bahkan tidak terlihat jika tidak dibantu dengan penerangan. Dari ruang utama ke sisi ruang yang lain dihubungkan oleh rongga di kanan dan kiri ruangan utama. Di atap-atap gua ini tidak terdapat stalagtit maupun stalakmit seperti gua-gua pada umumnya.
Relief Dinding Gua Selomangleng
Seluruh dinding Gua Selomangleng penuh dengan pahatan relief dengan berbagai gambar. Sebagian relief di dinding Gua Selomangleng yaitu :
  • Relief manusia dalam posisi bertapa ada di pilar batu melengkung pada gua.
  • Relief Patih Buto Luhcoyo yang selalu menemani Dewi Kilisuci.
  • Relief sepasang manusia di dalam kotak segi empat.
  • Relief manusia dalam berbagai posisi.
  • Relief berbagai ornamen bunga.
  • Relief berbentuk gunung-gunung di dinding gua.
  • Relief Banaspati atau Kala di atas pintu masuk ruang sesaji yang lengkap dengan rahang bagian bawah.
Diantara relief-relief tersebut, sebagian menceritakan kisah-kisah Dewi Kilisuci.

Di dalam gua bagian kanan ada sebuah tempat pembakaran dupa disertai altar untuk menaruh bunga. Relief-relief di dalamnya sudah tampak hitam karena terkontaminasi asap dupa yang sering di bakar di dalam. Di dalam Gua Selomangleng juga ada ceruk yang digunakan untuk bertapa.

Ruang Pembakaran Dupa
Belum ada literatur maupun keterangan yang dibuat pada benda-benta di sekitar lokasi Gua Selomangleng, sehingga kisah sejarahnya belum banyak dikenal wisatawan.

Area Gua Selomangleng yang sudah dikembangkan sebagai tempat wisata ini memiliki fasilitas tambahan yang melengkapi tempat wisata di Kediri ini yaitu adanya kolam pemandian yang bisa digunakan anak-anak maupun orang dewasa. Tempat wisata sejarah ini wajib dikunjungi ketika berada di Kediri. Lokasi yang teduh ditambah suasana gua yang mistis akan membuat wisatawan serasa kembali ke lorong waktu masa lalu.