Mengenal Rusa Endemik di Penangkaran Rusa Maliran

Penangkaran Rusa Maliran. Ada bermacam rusa asli Indonesia seperti rusa bawean, rusa sambar, rusa menjangan dan rusa timor. Rusa timor atau rusa jawa adalah rusa endemik di Jawa, Bali, Timor dengan berbagai sub spesies yang tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia. Untuk melihat rusa-rusa endemik yang jumlahnya semakin berkurang karena perburuan ini tidak mudah bagi penggiat alam yang terbiasa berkelana ke hutan, tapi sangat mudah untuk masyarakat di perkotaan lainnya. Populasi rusa endemik yang semakin berkurang'pun sedikit diatasi dengan adanya penangkaran rusa, salah satunya Penangkaran Rusa Maliran.
rusa jawa
Penangkaran Rusa Maliran
Kebun binatang dan taman safari mungkin lebih mengasyikkan karena bisa melihat berbagai jenis satwa Indonesia yang sengaja 'dikurung' untuk dipertontonkan maupun sebagai edukasi. Beberapa satwa mungkin tampak baik-baik saja dan bahagia meski ada beberapa kasus kematian hewan karena kurangnya perawatan sekaligus karena tidak bisa adaptasi dengan lingkungan yang ada. Hal ini bisa menjadi faktor yang menghambat perkembangbiakan hewan. Berbeda dengan penangkaran, yang bertujuan untuk mengembangbiakkan satwa di habitat aslinya. Wah... tentu disini para hewan lebih "bahagia".
 
Penangkaran Rusa Maliran berada di Kawasan Hutan Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Rutenya sangat mudah jika diakses dari Kota Blitar maupun Kediri. Dari Blitar ikuti rute ke Srengat dan ke arah Kediri. Setelah di area Kacamatan Ponggok, gerbang lokasi tempat wisata Penangkaran Rusa Maliran ada tepat di samping kanan jalan. Ikuti jalan hingga sampai ke lokasi penangkaran.

Lokasi yang berada di kawasan hutan Maliran, mungkin membuat lokasi penangkaran ini tidak mendapat cukup perhatian dari pemerintah setempat. Lokasi wisata penangkaran wisata tampak seperti menyisakan masa kejayaan dengan tidak terawatnya beberapa fasilitas yang ada di sana. 
rusa jawa
Area Penangkaran Rusa
Kawasan yang dulunya berupa hutan pangkas dan persemaian, kini dihuni sekitar 200 ekor rusa jawa yang dibatasi pagar kawat dengan area yang luas dan teduh. Pohon mahoni yang dulu ada di lokasi penangkaran sudah ditebang karena banyaknya rusa mati karena memakan daun-daun gugur pohon mahoni. Sehingga, sehari dibutuhkan sekitar 3 gerobak makanan hijau berupa rumput kering dan makanan tambahan berupa kangkung kering dan kulit dalam kedelai.
rusa jawa
Rusa Endemik Jawa

Dalam area yang luas, ada area yang lapang sebagai pintu masuk kawasan, dimana bisa dilihat rusa-rusa berkumpul. Dilain sisi, ada tempat berteduh untuk rusa-rusa sekaligus area semak-semak yang rapat. Semak-semak memang dibiarkan hidup sebagai cara agar rusa bisa beradaptasi. Selain itu, dengan adanya semak-semak, perkembangbiakan rusa juga semakin meningkat sekitar 40%. Maing-masing rusa diberi nomor pada telinganya sebagai tanda. Hal ini untuk memudahkan perhitungan populasi rusa setiap tahun yang pada tahun 2015 meningkat dari 99 ekor menjadi 137 ekor.

Meski lokasi yang belum kembali menarik, mengunjungi rusa-rusa ini bisa menjadi kesenangan tersendiri bagi pengunjung lokasi penangkaran. Sensasi memberi makan rusa sampai mendengar bagaimana rusa-rusa berinteraksi, cukup menarik dan menyenangkan. menikmati area yang teduh sambil menyaksikan rusa-rusa endemik yang berjumlah ratusan berkeliaran di habitatnya, tentu sangat menarik daripada menyaksikannya di kebun binatang. 
 

Terbius 8 Danau Indah di Pegunungan Indonesia

Danau Indah di Pegunungan Indonesia. Menyapa alam bebas merupakan kegiatan favorit sebagian besar orang yang kadang risih dengan suasana perkotaan. Pendakian gunung adalah salah hal menarik yang bisa dilakukan. Berpetualang ke alam bebas, menikmati keindahan semesta sekaligus olah raga untuk kesehatan tubuh adalah beberapa hal yang bisa didapatkan ketika mendaki gunung. Pendakian gunung bukan saja tentang puncak. View dan alam yang luar biasa indah kerap kali bisa ditemui di pendakian gunung-gunung tertentu. Danau merupakan sumber air melimpah yang bisa ditemukan di beberapa gunung tertentu. Selain sebagai sumber air, danau menjadi estetika tersendiri yang menjadi faktor untuk mengklaim 'mengapa gunung itu indah'.

Danau bisa menjadikan gunung semakin populer di kalangan wisatawan. Danau juga sangat melegakan para pendaki dengan sumber air melimpahnya. Berikut adalah danau indah yang bisa ditemui di sekitar pendakian gunung-gunung di Indonesia :

1. Danau Kelimutu

danau kelimutu
Danau Kelimutu
Siapa yang tidak mengenal mutiara cantik di Flores ini?. Bisa dibilang ini adalah danau paling eksotis dan unik di Indonesia. Danau Kelimutu berada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Flores, Nusa Tenggara Timur. Danau Kelimutu merupakan sebutan untuk tiga kawah di Gunung Kelimutu yang mempunyai tiga warna berbeda yaitu biru, hitam / merah dan putih. Warna pada Danau Kelimutu'pun bisa berubah-ubah hingga 44 kali, so amazing !. Danau Kelimutu tidak hanya bisa ditemukan oleh para pendaki gunung. Karena sudah menjadi wisata yang populer di Flores, siapapun bisa melihat danau unik ini.

2. Danau Segara Anak

dananu segara anak rinjani
Danau Segara Anak
Para pendaki tentu mengenal Danau Segara Anak karena lokasinya berada di jalur Pendakian Gunung Rinjani yang berlabel gunung terindah di Indonesia yang masuk jajaran 7 Summit Indonesia. Gunung Rinjani berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Untuk ke Danau Segara Anak, tidak perlu mendaki ke puncak Gunung Rinjani. Danau Segara Anak yang merupakan kawah aktif Gunung Rinjani ini berada di lereng gunung. Menikmati Danau Segara Anak bisa melalui Pendakian Gunung Rinjani via Sembalun maupun via Senaru dengan lama perjalanan sekitar 2 hari.

3. Danau Ranu Kumbolo

ranu kumbolo semeru
Danau Ranu Kumbolo
Jika Danau Segara Anak andalan Pulau Lombok, maka Pulau Jawa memiliki Danau Ranu Kumbolo di Gunung Semeru yang juga masuk dalam jajaran 7 summit Indonesia. Danau Ranu Kumbolo berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Untuk Danau Ranu Kumbolo bisa melalui jalur Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane dengan lama perjalanan sekitar 4 jam. Dengan meningkatnya pendakian Gunung Semeru dari tahun ke tahun, keaslian Danau Ranu Kumbolo mulai terkikis. Meski begitu, sunrise di tepi danau tetap menjadi perfect moment yang ditunggu-tunggu para petualang dari berbagai penjuru negeri di Gunung Semeru.

4. Danau Satonda

danau satonda
Danau Satonda
Masih belum banyak yang mengenal dimana ada Danau Satonda. Ya... Danau Satonda memang tidak berada di dalam jalur pendakian gunung maupun kawasan tertentu. Namun, sejarahnya sangat melekat dengan Gunung Tambora karena lokasinya juga tidak jauh dari Gunung Tambora. Danau Satonda berada di Pulau Satonda, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Danau air asin yang biru ini dikelilingi perbukitan Pulau Satonda yang hijau menguning, sehingga mirip sebuah kawah yang eksotis. Hal ini mengundang peneliti dari mancanegara karena air laut yang berbeda dari air laut normal dan hal ini dikaitkan dengan letusan Gunung Tambora dan letusan Gunung Satonda yang merupakan gunung purba tua. Penasaran ?

5. Danau Gunung Tujuh

danau gunung tujuh
Danau Gunung Tujuh
Sama dengan Danau Satonda, Danau Gunung Tujuh tidak ditemukan di dalam pendakian gunung. Danau Gunung Tujuh terletak di Gunung Tujuh yang berada di belakang Gunung Kerinci. Danau ini berada di ketinggian 1.950 mdpl, bisa dibayangkan bagaimana kesegaran air danau ini mengobati panas karena penat. Danau Gunung Tujuh bisa dijangkau dari Taman Nasional Kerinci Seblat dengan waktu pendakian sekitar 3 jam. Biasanya setelah turun dari Pendakian Gunung Kerinci yang merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia ini, para pendaki menyempatkan diri ngadem di Danau Gunung Tujuh dan Danau Kaco.

6. Danau Kaco

danau kaco
Danau Kaco
Danau Kaco berada di Kabupaten Kerinci, Jambi. Danau ini juga tidak ditemukan dalam pendakian gunung, tapi masuk dalam Taman Nasional Kerinci Seblat. Danau Kaco terbilang sangat unik sehingga pesonanya sangat menggiurkan para penggiat alam. Danau Kaco bisa memancarkan cahaya ketika malam hari khususnya saat bulan purnama. Letaknya masih jarang dikunjungi wisatawan, kecuali para pendaki setelah dari Gunung Kerinci. Kondisi sekitar Danau Kaco yang masih sepi, kadang membuat siapapun waspada dengan kemunculan harimau sumatra di sekitar lokasi. Namun, siapa yang tidak tertarik menyaksikan keunikannya?

7. Danau Taman Hidup

danau taman hidup argopuro
Danau Taman Hidup
Taman hidup bukan seperti dongeng Alice In Wonderland. Taman hidup adalah sebutan sebuah danau di jalur Pendakian Gunung Argopuro yang merupakan gunung dengan jalur pendakian terpanjang se-Jawa. Lokasi Danau Taman Hidup merupakan salah satu tempat camp favorit pendaki karena merupakan sumber air yang melimpah. Untuk ke Danau Taman Hidup bisa ditempuh dengan Pendakian Gunung Argopuro via Baderan yang membutuhkan waktu 3 hari atau via Bremi yang lebih dekat dengan waktu sekitar 6 jam. Danau Taman Hidup yang tenang dengan suasana sunyi memang sangat menarik untuk berdiam diri sejenak, melepas lelah, memancing,maupun refreshing.

8. Danau Habema

danau habema
Danau Habema
Mungkin belum banyak yang mengenal Danau Habema, tapi siapapun tau Pegunungan Jayawijaya. Danau Habema berada di kompleks Pegunungan Jayawijaya-Papua, salah satu dari Seven Summits. Danau yang berada di ketinggian 3.225 mdpl ini didaulat sebagai danau tertinggi di Indonesia. Pendakian Jayawijaya yang tergolong mahal tak berbeda dengan Danau Habema, untuk itulah kenapa danau ini sepi dari wisatawan maupun pendaki. Pesona alamnya tentu membuat siapapun tergiur untuk merasakan dinginnya danau di bawah kaki salju abadi.

Itu adalah 8 danau indah di pegunungan Indonesia yang bisa dijumpai di jalur pendakian maupun berkaitan erat dengan gunung tersebut. Danau-danau itu pula yang membuat waktu pendakian kadang tampak lebih lama, karena terbius dengan nuansa alamnya yang mempesona. Cool.

Sejuknya Bercengkerama di Bukit Teletubbies Blitar

Bukit Teletubbies Blitar. Mendengar nama Teletubbies tentu terbesit perbukitan hijau dan tontonan TV anak-anak yang booming tahun 2000'an. Bukit Teletubbies dengan bentuk bukit-bukit hijau yang cantik selalu menggoda wisatawan serta pendaki yang berada di Gunung Semeru maupun Gunung Bromo. Namun tidak perlu jauh-jauh kesana ataupun lelah mendaki untuk melihat cantiknya Bukit Teletubbies. Masih di Jawa Timur, Bukit Teletubbies hadir di Blitar untuk memberikan kepuasan terhadap siapapun yang penasaran dengan uniknya bukit yang dulu hanya dikenal lewat layar kaca.
gardu pandang
Gardu Pandang Sumberasri
Bukit Teletubbies Blitar berada di Perkebunan Gambar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Rute menuju Bukit Teletubies terbilang mudah karena dekat dengan lokasi Candi Penataran, tapi belum adanya petunjuk yang jelas, jangan sungkan bertanya pada penduduk sekitar.
Rutenya dari Blitar kota  -  Mayangkara - Tanggung - Dayu - Kedawung - Sumberasri. Dari pertigaan jalan kembar belok kanan dan lurus terus. Setelah bertemu SDN Sumberasri, belok kiri melewati jalan tanah. Sebenarnya bisa melalui rute Telaga Pacuh, tapi jalannya cukup susah dan membingungkan.

Melewati gapura kawasan wisata, diwajibkan melakukan registrasi tiket masuk. Setelah itu, dilanjutkan menyusuri jalan tanah keras menanjak untuk sampai di lokasi parkir. Sampai di lokasi parkir, warung-warung kecil berjajar rapi hingga di bawah tangga gardu pandang. Ada petunjuk arah wisata yang bisa dikunjungi, yaitu :
  1. Lurus ke Gardu Pandang, Gubug Asmoro, Bukit Cinta, Downhill Track. 
  2. Arah Kiri ke Pohon Cinta, Camp Area dan ATV/Motocross Track.
  3. Arah Kanan ke Kebun Coklat dan Candi Gambar Wetan, tapi tidak disarankan untuk dikunjungi karena lokasi yang jauh.
Bukit Teletubbies bisa disaksikan dari gardu pandang. Dari lokasi parkir berjalan menanjak sekitar 15 menit untuk sampai di gardu pandang. Bukit Teletubbies merupakan kebun tebu berbukit-bukit dengan latar belakang Gunung Kelud. Gardu pandang ini dulunya digunakan untuk memantau aktivitas Gunung Kelud. Kini, suasana di sekitar gardu pandang sangat berbeda, tampak cantik nan menyejukkan dengan adanya berbagai fasilitas menarik yang terus dikembangkan.
gardu pandang
Arah ke Gubuk Asmoro dan Bukit Cinta
Tidak hanya melihat luasnya kebun tebu yang membentuk perbukitan kecil, bersenang-senang di area wisata juga tidak kalah menarik. Balon udara, hammock, gubuk asmoro dan bukit cinta menjadi spot menarik untuk mendapatkan foto indah di Bukit Teletubbies Blitar. Ada tarif tertentu jika ingin berfoto di balon udara maupun hammock. Selain tarif lokasi foto, disediakan juga jasa photografer untuk membuat hasil potret lebih menarik.
balon udara
Action !
Lelah mencari spot foto, bercengkerama di bawah pohon, memandang luas hijaunya Bukit Teletubbies bak permadani sambil merasakan angin gunung yang sejuk adalah hal terakhir yang bisa dinikmati di atas. Menanti senja maupun camp untuk menanti sunrise sangat direkomendasikan untuk dicoba dan saksikan hiasan sang surya kepada ladang tebu.
bukit teletubbies
Bukit Teletubbies Blitar
Tips Mengunjungi Bukit Teletubbies Blitar :
  1. Gunakan kendaraan pribadi karena belum adanya angkutan umum. Sebaiknya menggunakan kendaraan roda 2.
  2. Kondisikan keadaan cuaca. Cuaca yang hujan akan mempersulit rute ke Bukit Teletubbies Blitar.
  3. Penjual makanan dan minuman hanya sampai batas tangga, jadi sebelum ke gardu pandang, bawalah bekal yang cukup untuk menghindari kelelahan karena turun lagi.
  4. Bawalah pelindung kepala karena siang hari sangat panas jika cuaca baik.
  5. Waktu terbaik melihat indahnya Bukit Teletubbies Blitar adalah menjelang sunrise dan sunset.
  6. Pemandangan Bukit Teletubbies akan sempurna bila tanaman perkebunan belum dipanen. 

Pantai Sine - Menanti Sunrise Terbaik Tulungagung

Pantai Sine Tulungagung. Jika berbicara mengenai tempat menikmati sunrise terbaik, pasti pulau Bali masih kokoh di peringkat pertama disusul dengan pulau-pulau lain di sebelahnya. Masyarakat Jawa Timur, khususnya Tulungagung sepertinya tidak perlu ke Bali untuk menikmati sunrise romantis layaknya Pantai Sanur maupun pantai yang membentang panjang dengan ombak yang keras layaknya Pantai Kuta. Pantai Sine menjadi obat dahaga bagi para penggemar pantai yang menyukai suasana romantis terbitnya sang surya.
Pantai Sine Tulungagung
Tempat wisata Pantai Sine berada di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, Jawa Timur. Berada sekitar 35 kilometer ke selatan dari kota Tulungagung. Akses jalan ke Pantai Sine sudah sangat baik dengan aspal mulus hingga ke lokasi. Hal ini tidak lain karena Pantai Sine merupakan pantai populer di Tulungagung yang kini sangat diminati wisatawan dari berbagai penjuru kota di sekitarnya.

Pantai Sine merupakan pantai berbentuk teluk yang sudah ditemukan sejak lama dan menjadi perkampungan nelayan. Tak heran jika ketika mengunjungi pantai ini, kegiatan nelayan bisa disaksikan secara langsung. Ada nelayan, ada'pun ikan, sehingga menikmati kuliner ikan laut bisa dinikmati dan perlu dicoba disini.

Selain menikmati deburan ombak sambil menyaksikan kegiatan nelayan di pesisir pantai, tidak ada salahnya untuk berjalan-jalan ke pantai sebelah, Pantai Cemoro Sewu yang selokasi dengan Pantai Sine. 
Garis Pantai Sine Saat Surut

Anda berjiwa petualang? Jika ingin ke Pantai Sanggar dan Patok Gebang, cobalah menaiki tambangan (perahu penyeberangan sungai) yang akan mengantar ke desa terakhir di Pantai Sanggar. Namun, membutuhkan waktu dan jalan kaki yang lumayan lama untuk sampai di Pantai Sanggar.
Atau jika masih belum sempat menikmati sunrise Pantai Sine yang sudah diberi title sebagai pantai terindah Tulungagung, camping di area pantai yang luas juga sangat menarik.

Keindahan Pantai Sine tampak menjelang pagi, tepat saat matahari mulai muncul di ujung garis horison lautnya. Rata-rata pantai di Tulungagung tidak menghadap ke timur. Jadi, bisa dibilang Pantai Sine adalah sunrise beach khas Tulungagung. Area pantai yang memanjang luas diiringi deburan ombak khas pantai selatan dan dibatasi perbukitan di seberang lautan, membuat pemandangan alamnya begitu sempurna. Inilah kenapa Pantai Sine disebut sebagai Pantai Kuta'nya Tulungagung, meski bukan sunset yang disuguhkan disini. Istimewa !
Sunrise Pantai Sine
Selain pemandangan alam pantai yang menawan, kegiatan budaya juga bisa disaksikan di Pantai Sine. Ada beberapa acara budaya menarik yang biasa dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, seperti pagelaran kesenian wayang kulit, larung sesaji dan mencuci barang-barang kuno yang dilaksanakan pada tanggal satu suro.

Berbagai fasilitas sudah tersedia di lokasi wisata Pantai Sine, seperti lahan parkir yang luas, tempat pelelangan ikan, toilet dan berbagai warung makan di sekitar lokasi.

Tips Mengunjungi Pantai Sine :
  1. Waktu terbaik ke Pantai Sine adalah ketika matahari terbit. Jika tidak ingin datang pagi-pagi buta, disarankan untuk camp.
  2. Cuaca siang hari sangat panas, bawalah pelindung kepala.
  3. Tergolong pantai selatan, ombak di Pantai Sine cukup besar dan dihimbau berhati-hati ketika bermain di pantai.

Pendakian Gunung Arjuno 3.339 mdpl via Lawang

Pendakian Gunung Arjuno via Lawang. Gunung Arjuno merupakan gunung api istirahat di Jawa Timur yang sangat populer. Gunung Arjuno adalah gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan Gunung Raung. Selain medan yang berat, ada beberapa mitos yang selalu menjadi bumbu cerita para pendaki, dan ini yang membuat pendakian Gunung Arjuno terkesan begitu menarik. Pendakian Gunung Arjuno via Lawang merupakan pendakian dari sisi sebelah timur yang menyuguhkan pemandangan indah berupa perkebunan teh dan perbukitan di dalam pendakiannya.
pendakian gunung arjuno via lawang
Pegunungan Arjuno - Welirang

Gunung Arjuno berada di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan, sehingga ada beberapa jalur pendakian yang bisa digunakan. Semua jalur pendakian Gunung Arjuno tergolong pendakian dengan medan yang berat. Pendakian Gunung Arjuno bisa melalui beberapa jalur, yaitu :
  1. Jalur pendakian via Tretes
  2. Jalur pendakian via Purwosari
  3. Jalur Pendakian via Lawang, Malang
  4. Jalur Pendakian via Batu (Selecta)
  5. Jalur Pendakian via Desa Sumberawan, Singosari, Malang
Rute menuju pos registrasi pendakian Gunung Arjuno via Lawang tidak terlalu sulit. Berikut beberapa rute yang bisa digunakan :
  1. Dengan kereta api turun di Stasiun Lawang (Malang) - Pasar Lawang - Desa Wonosari. Jika naik bus dari arah Surabaya langsung turun di Pasar Lawang. Bisa ditempuh dengan angkutan umum.
  2. Dari arah Malang langsung ke Pasar Lawang atau lewat pangkalan ojek 'song-song'. Dari pangkalan ojek yang tepat berada di pinggir jalan utama, basecamp tidak terlampau jauh, sekitar 15 menit. 

Basecamp - Pos 1

Dari basecamp yang berada di dekat Perkebunan Teh Wonosari, bisa langsung melanjutkan pendakian menyusuri kebun teh dan pepohonan. Jalan masih landai dan teduh. Pos 1 - Alang-alang, ditandai dengan bangunan kayu terbuka yang cukup lebar untuk beristirahat. Pos 1 berada di perbatasan kebun teh dan jalan masuk ke hutan.

Pos 1 - Pos 2

Tidak lama selepas Pos 1, jalur pendakian Gunung Arjuno via Lawang mulai menanjak dan masuk perkebunan. Jalan setapak berupa tanah keras yang sempit menyerupai kalimati. Pos 2 - Lincing, ditandai dengan shelter kayu, cukup lebar seperti di Pos 1. Di sebelah kanan shelter ada area luas yang cukup untuk 3 tenda isi 4. 

Di sebelah kiri shelter ada sebuah jalan setapak kecil menuju ke sumber air. Jalan setapak ini menanjak melewati bebatuan kemudian menurun ke dasar jurang. Membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menuju sumber air berupa kolam kecil tersebut. 
Di sekitar arah sumber air, ada satu tempat menarik untuk camp, tapi hanya cukup untuk 1 tenda saja. Jika cuaca bagus, melihat perbukitan dan pemandangan kota sambil menyaksikan kembang api tahun baru sangat menarik untuk dicoba. Pemandangan Gunung Semeru juga tampak menjulang di balik perkotaan. Istimewa...

Pos 2 - Po3 

Selepas pos 2, jalur kembali menanjak melewati perbukitan indah yang bisa mengobati rasa lelah sejenak. Melewati perbukitan dan savana luas adalah hal yang mengasyikkan dalam perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3.
Ada jalur alternatif dari Pos 2 ke Pos 3, tepatnya di sebelah kanan lahan lapang Pos 2. Jalur setapak yang menurun bisa dicoba bagi yang suka tantangan karena jalurnya lebih ekstrim, lebih menanjak, lebih panjang dan berbatu, sehingga kadang perlu sedikit teknik memanjat.
pendakian gunung arjuno via lawang
Jalur Alternatif
Adanya beberapa pohon cemara menandai sudah depat dengan Pos 3. Pos 3 - Mahapena, berupa tanah lapang di atas bebatuan. Tidak ada sumber air di Pos 3, tapi jika musim hujan, bisa menemukan air di tampungan bebatuan.

Pos 3 - Pos 4

Ini adalah jalur yang paling melelahkan dan paling menanjak di sepanjang pendakian Gunung Arjuno via Lawang. Trek masih berupa tanah keras di antara pepohonan cemara yang rapat dan tanpa bonus, kecuali berhenti. Pendakian yang panjang ini akan sangat melelahkan karena menuju ke Pos 4 lumayan jauh.

Pos 4 - Gombes, berupa tanah lapang di bawah pohon cemara. Di area ini bisa mendirikan 6 tenda isi 4 dan merupakan tempat camp luas terakhir yang nyaman di sepanjang pendakian Gunung Arjuno via Lawang dan tidak ada sumber air. 
pendakian gunung arjuno via lawang
Pos 4 - Nggombes
 

Pos 4 - Plawangan

Selepas Pos 4, jalan kembali menanjak dan akan melewati Alas Lali Jiwo. Di sepanjang jalur, vegetasi berupa hutan lumut yang rapat dan lebat. Trek masih berupa tanah keras di jalan setapak sempit. Di sepanjang perjalanan menuju Plawangan, ada beberapa tempat datar yang bisa digunakan untuk camp. Beberapa tempat yang sempit bisa menampung 1 tenda isi 4, itupuk sedikit memaksa. Namun, bisa menjadi alternatif camp darurat.
pendakian gunung arjuno via lawang
Kemiringan Lereng Gunung Arjuno
Memasuki hutan cemara menandakan sudah dekat ke Plawangan. Plawangan adalah pertemuan jalur pendakian Gunung Arjuno via Lawang dengan Pendakian Gunung Arjuno via Purwosari. Plawangan tepat berada di lereng Gunung Arjuno, sehingga tidak banyak tempat datar di tempat ini. Ada lokasi datar di atas Plawangan yang bisa digunakan untuk beristirahat atau membuat 1 tenda isi 3.

Plawangan - Puncak

Dari Plawangan ke puncak Gunung Arjuno, jalur sudah tidak terlalu menanjak dan mulai terbuka dengan pepohonan cantigi yang mendominasi area. Pendakian dilanjutkan dengan memutari lereng Gunung Arjuno hingga sampai di area bebatuan yang menampakkan Puncak Ogal Agil. Tidak dibutuhkan waktu lama untuk menapaki bebatuan besar menuju Puncak Gunung Arjuno. 
puncak gunung arjuno
Puncak Gunung Arjuno

Tips Pendakian Gunung Arjuno via Lawang :
  1. Bawalah persediaan air yang cukup karena di sepanjang jalur nyaris tidak ada sumber air.
  2. Dari basecamp ke Pos 1 bisa numpang di truk pengangkut teh, jika beruntung.
  3. Sebaiknya tidak memulai pendakian malam hari di area kebun teh jika tidak hafal jalur.
  4. Dikenal sebagai gunung yang sakral, hormati mitos-mitos seperti tidak boleh ganjil, menggunakan baju merah dan wanita yang sedang berhalangan (menstruasi) dilarang melakukan pendakian.

Itinerary Pendakian Gunung Arjuno via Lawang :
Basecamp - Pos 1 : 1 jam
Pos 1 - Pos 2 : 2 jam
Pos 2 - Pos 3 : 3 jam
Pos 3 - Pos 4 : 3 jam 45 menit
Pos 4 - Plawangan : 1 jam 30 menit
Plawangan - Puncak : 1 jam

Nuansa Tenang Air Terjun Irenggolo yang Menyejukkan

Air Terjun Irenggolo Kediri. Kediri menjadi salah satu tempat sejarah dimana ditemukan banyak tempat wisata dengan latar belakang sejarah Kerajaan Kediri pada jamannya. Banyaknya wisata sejarah bukan berarti tidak adanya wisata alam di Kota Tahu ini. Kediri menyimpan wisata alam yang layak dicatat dalam daftar perjalanan wisata anda. Air Terjun Irenggolo merupakan salah satu wisata di Kediri yang cukup populer. Menyajikan suasana pegunungan yang alami, kesegaran Air Terjun Irenggolo memberikan kesejukan bagi wisatawan ketika berada di Kediri. 
air terjun irenggolo
Air Terjun Irenggolo Kediri
Air Terjun Irenggolo berada di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kediri. Untuk mengunjungi air terjun ini, ikuti arah menuju Besuki. Memasuki Dusun Besuki, petunjuk arah ke tempat wisata Air Terjun Irenggolo yang searah dengan Air Terjun Dolo. Jalan menanjak beraspal mulus akan mengantar hingga ke lokasi wisata di Kediri ini.
air terjun irenggolo
Area Wisata Air Terjun Irenggolo
Parkiran yang luas dikelilingi warung-warung pedagang makanan-minuman ringan akan menyambut siapapun yang datang. Untuk menuju lokasi Air terjun Irenggolo, wajib berjalan sekitar 15 menit menyusuri jalan cor-cor'an di tengah suasana alam Pegunungan Willis yang sejuk. Gemericik air terjun akan terdengar mendekati lokasi.

Meski terpaut tidak jauh dan sama-sama berada di lereng Pegunungan Willis, tempat wisata Air Terjun Irenggolo berbeda dengan Air Terjun Dolo. Aliran air terjun tidak langsung jatuh bebas, tapi mengalir deras di bebatuan berundak. Siapapun tentu berfikiran bahwa mendaki keatas di Air Terjun ini merupakan kegiatan yang menarik, tapi ingat, bahwa bebatuan tersebut sangat licin untuk dinaiki secara langsung.
air terjun irenggolo
Batuan Berundak Air Terjun Irenggolo
Aliran air yang tidak jatuh secara langsung ini memberikan nuansa tenang yang berbeda dengan wisata air terjun yang lain. Tentu sangat menarik menikmati air terjun yang tidak terlalu berisik sekaligus tidak menimbulkan pikiran negatif adanya longsor'an. Bermain-main air di tempat wisata ini'pun akan sangat menyenangkan.

Air Terjun Irenggolo yang berada pada ketinggian 1.200 mdpl mempunyai dua tingkatan yang masing-masing berundak-undak. Ada sebuah jalan setapak untuk ke tingkat-2. Disini, mandi di bawah kucuran air terjun dari tebing setinggi 80 meter tersebut patut dicoba.
air terjun irenggolo
Cheers...
Konon, nama Irenggolo berasal dari nama Iro Manggalo, seorang panglima yang bertapa di sekitar air terjun hingga akhir hayatnya. Ada beberapa kegiatan adat menarik yang bisa disaksikan di area wisata Air Terjun Irenggolo ini, yaitu :
  1. Nyadran : Dilaksanakan setiap bulan Suro penanggalan Jawa dan setiap ada hajatan. Dilakukan untuk mendapat perlindungan dan ucapan terimakasih kepada Tuhan. Selain itu untuk menghormati penguasa Pegunungan Willis dan mengenang Iro Manggolo sebagai pendahulu desa tersebut.
  2. Sesaji Tirti Husodo : Upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Pegunungan Willis setiap bulan Sura untuk mengenang Resi Wasis Curigonoto, yang merupakan cikal bakal desa setempat, sekaligus memohon keselamatan pada Tuhan.
Tips Mengunjungi Air Terjun Irenggolo :
  1. Gunakan sandal anti selip di sekitar lokasi air terjun.
  2. Bebatuan berundak di air terjun cukup licin. Berhati-hatilah ketika menaiki undakan batu.
  3. Fasilitas kamar mandi sudah tidak terawat. Jika ingin ke toilet bisa menumpang di pemilik warung sekitar. 
  4. Bawalah baju ganti jika ingin bermain di area air terjun.