Pendakian Gunung Argopuro 3.088 mdpl via Baderan - Bremi

Pendakian Gunung Argopuro via Baderan - Bremi. Gunung Argopuro dikenal sebagai gunung dengan trek pendakian terpanjang se-Jawa dengan total panjang jalur pendakian sekitar 40 kilometer. Selain menyajikan pemandangan indah di sepanjang jalur pendakian, Argopuro terkenal angker di kalangan pendaki karena menyimpan sebuah Legenda Hilangnya Dewi Rengganis bersama enam dayangnya di gunung ini. Merupakan trek terpanjang di Jawa, waktu yang dibutuhkan untuk pendakian juga tidak singkat, sehingga diperlukan persiapan matang sebelum mendaki gunung Argopuro.
Gunung Argopuro
Gunung Argopuro
Gunung Argopuro terletak di desa Baderan, kecamatan Sumbermalang, kabupaten Situbondo. Merupakan salah satu gunung dari kompleks pegunungan Iyang bersama juga dengan Gunung Lemongan. Ada 2 jalur pendakian menuju gunung Argopuro yaitu :
  1. Jalur pendakian via Bremi
  2. Jalur pendakian via Baderan
Karena di sepanjang jalur Bremi-Baderan memiliki keindahan masing-masing yang sayang untuk disia-siakan, para pendaki biasanya memilih naik-turun dengan jalur yang berbeda. Jika naik via Bremi makan turun lewat Baderan, begitu pula sebaliknya. So, you can complete the climb.

Rute pendakian Gunung Argopuro via Bremi, bisa ditempuh dari Surabaya dengan bus jurusan Probolinggo, kemudian dilanjutkan naik bus Akas kecil jurusan Bremi. Sedangkan rute pendakian Gunung Argopuro via Baderan, bisa ditempuh dari Surabaya ke Terminal Probolinggo dan dilanjutkan dengan bus kecil menuju Besuki. Dari Besuki bisa naik ojek yang beroperasi sepanjang hari menuju ke basecamp

Sebelum memulai pendakian, pendaki diwajibkan melaporkan diri di Kantor Polisi Sektor Sumber Malang atau kantor perhutani dengan perhitungan tarif harian - pendakian normal  Gunung Argopuro yaitu 4 hari.

Pos Perijinan Baderan
Pos Perijinan Jalur Baderan
Gunung ini dinamakan Argopuro karena banyak dijumpai situs mirip pura yang merupakan tempat ibadah umat Hindu. Sisa-sisa reruntuhan sejarah itu masih nampak jelas terutama di kawasan puncak.

Basecamp - Mata Air 2

Dari kantor perhutani (basecamp) perjalanan dimulai menuruni jalan aspal dan berbelok ke kiri menapaki jalan yang diperkeras dengan batu dan jalan makadam menanjak melewati perkebunan penduduk. Bisa menaiki ojek sampai ke pintu masuk hutan dengan tarif sekitar Rp.30.000. Bahkan ada ojek yang bisa mengantar sampai Cikasur yang jika ditempuh dengan jalan kaki memerlukan waktu 1,5 hari dengan tarif sekitar Rp.135.000.
Trek gunung argopuro
Tanjakan Awal
Jalur pendakian Gunung Argopuro masih berupa tanjakan menyusuri punggung bukit sebelum akhirnya sedikit landai ketika masuk ke dalam hutan. Namun akan ditemui tanjakan lagi dengan jalan yang sempit hingga menemui papan nama bertuliskan "Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang". Finished warming? welcome to your adventure guys!.

Lokasi ini cukup untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Kemudian trek akan landai dengan tumbuhan semak yang rapat selama beberapa jam hingga ditemui trek yang mulai terbuka. Lalu ditutup oleh trek turun kemudian kembali menanjak sebelum akhirnya sampai di pos Mata Air 2. 
jalur pendakian gunung argopuro
Hutan Ilalang Gunung Argopuro
pos Mata Air 2
Mata Air 2
Di pos Mata Air 2 tempatnya lumayan luas dan bisa untuk camp. Ada sebuah sungai di bawah untuk mengisi perbekalan air. Turun ke sungai membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Mata Air 2 - Cikasur

Perjalanan dari Mata Air 2 ke Cikasur Gunung Argopuro adalah trek yang sangat panjang dan membutuhkan banyak waktu serta tenaga. Selepas pos Mata Air 2, trek akan melewati hutan yang sangat rapat hingga tampak gelap meski di siang hari. Trek cukup landai tapi panjang. Kadang terlihat beberapa kera hitam bergelantungan di pepohonan. They're noisy but not intrusive.

Setelah keluar dari hutan yang rapat, tampak savana tak jauh dari punggungan bukit yang terbuka. Jika tak ada kabut, pemandangan savana dari atas bukit sangatlah indah. Setelah menuruni bukit, akan sampai di savana pertama yang ditemui di jalur pendakian Gunung Argopuro via Baderan ini.
jalur pendakian gunung argopuro
Turunan ke Savana Pertama
Savana yang ditumbuhi rumput keriting kering dan beberapa bunga lavender ini cocok untuk beristirahat namun tidak cocok untuk mendirikan tenda karena tanah yang terjal dan tidak rata. 

Selepas dari savana akan kembali masuk ke dalam hutan dengan trek yang sedikit lebih menanjak. Di sekitar jalur ini ada beberapa lokasi di sisi-sisi jalur pendakian yang cukup untuk mendirikan 1-2 tenda kapasitas 2-3 orang, jika waktu menuju ke Cikasur tidak cukup. 
savana gunung argopuro
Jalur di Savana Pertama
Setelah melewati punggungan bukit dengan trek landai, akan menjumpai savana kedua yang lebih luas memenuhi bukit-bukit kecil di sekitarnya. Rest here for long time 'cause the first savannahs can treat your tired. Pemandangan disini sangat indah dan jalur menuju Cikasur tampak jelas membelah savana. How the beautiful landscape.
savana gunung argopuro
Savana 2
savana gunung argopuro
Jalur Savana Menuju Cikasur
Cikasur adalah savana paling luas yang ada di jalur pendakian Gunung Argopuro. Dulunya pada jaman Belanda tempat ini merupakan sebuah lapangan terbang dan kini menjadi savana yang sangat luas. Untuk menuju Cikasur, harus turun dan menyeberangi sungai yang ditumbuhi banyak selada air segar. Waow, now you're ready for lunch!. Ada sedikit cerita mengenai Sejarah Kelam Cikasur yang selalu jadi bumbu cerita di setiap pendakian Gunung Argopuro. Hm.. history and mystic? stay quiet and lunch first.
cikasur
Cikasur
cikasur
Sungai Cikasur dan Selada Air
Cikasur adalah salah satu tempat favorit untuk camp selain di Taman Hidup.  Selain terdapat sumber air beserta logistik gratis bernama selada air - kabar baik untuk para petualang, tempat ini sangat luas dengan pemandangan yang menakjubkan, sehingga berlama-lama di Cikasur akan terasa menyenangkan.
Baca Juga :
Selain pendaki, masyarakat di sekitar Gunung Argopuro juga panen selada air di lokasi ini untuk  dijual ke pasar. Namun perlu diperhatikan juga ketika camping, biasanya adanya sumber air juga menjadi tempat satwa-satwa hutan mencari minum.
cikasur
Panen Selada Air

Cikasur - Cisentor

Pendakian Gunung Argopuro dilanjutkan menyusuri savana Cikasur ke arah kanan menuju Cisentor. Trek tidak terlalu menanjak dan hanya melintasi bukit dengan savana yang rapat sebelum masuk ke dalam hutan yang tidak terlalu rapat. Kemudian tinggal mendaki dua bukit yang banyak terdapat pohon bekas kebakaran hutan dan rawan tumbang. 

Setelah sampai di puncak bukit, menyusuri lereng gunung di sisi jurang yang sangat dalam berarti menunjukkan sudah dekat dengan Cisentor. Sampai di ujung bukit, harus menuruni sungai lagi dan sampailah di Cisentor.
jalur pendakian gunung argopuro
Cisentor I'm coming
jalur pendakian gunung argopuro
Sungai Cisentor
cisentor
Cisentor
Cisentor tempat yang cocok untuk mendirikan tenda karena ada sumber air dan tempat bermalam yang teduh. Terdapat juga shelter yang bisa digunakan untuk beristirahat maupun bermalam sebelum melanjutkan pendakian Gunung Argopuro selanjutnya.

Cisentor - Rawa Embik

Pendakian Gunung Argopuro dilanjutkan dengan mendaki bukit melintasi padang rumput dan padang edelweiss, lalu akan melewati sebuah sungai yang sudah kering sebelum kembali melintasi padang rumput dan padang edelweiss lagi. Setelah menyusuri sisi bukit akan tiba di Rawa Embik.
jalur pendakian gunung argopuro
Trek Menuju Rawa Embik
rawa embik
Rawa Embik
Rawa embik merupakan sebuah tempat yang cukup luas untuk berteduh, namun panas disiang hari, meski angin tetap bertiup dingin. Ada sebuah mata air kecil untuk mengisi perbekalan air. Lokasi ini cocok untuk beristirahat maupun camp.

Rawa Embik - Puncak

Selepas Rawa Embik, trek menuju ke puncak Gunung Argopuro masih tetap menyusuri padang rumput dan mendaki punggungan bukit lagi melintasi hutan yang rapat, melewati pepohonan edelweiss yang tumbuh tinggi dan melewati sungai mati. 
jalur pendakian gunung argopuro
Trek Rawa Embik - Puncak
Setelah keluar dari punggungan gunung dan hutan ini akan melewati padang rumput dimana ada puncak Rengganis di kiri dan puncak Argopuro di kanan.
jalur pendakian gunung argopuro
Savana Terakhir Menuju Puncak
Menuju puncak Rengganis dibutuhkan waktu sekitar 15 menit. Ketika mendekati puncak akan  nampak beberapa petilasan. Petilasan inilah yang menjadi latar belakang Legenda Hilangnya Dewi Rengganis di Gunung Argopuro. Puncak Rengganis berupa batuan kapur dan berbau belerang. Dari puncak Rengganis, bisa terlihat lautan awan, lubang kawah, bekas-bekas petilasan, hingga savana yang merupakan jalur pendakian tadi.
puncak rengganis
Puncak Rengganis
jalur pendakian gunung argopuro
Batuan Kapur Puncak Rengganis
Menuju puncak Argopuro juga tidak dibutuhkan waktu lama, sekitar 20-30 menit. Puncaknya berupa susunan batu di sebuah tempat landai yang dikelilingi pepohonan, sehingga pemandangan di sekitar puncak tidak bisa dinikmati dengan leluasa dan jarang bisa menikmati indahnya lautan awan disini. It's okay because this is a peak.
puncak gunung argopuro
Puncak Argopuro
Melanjutkan berjalan turun sekitar 15 menit akan sampai di Puncak Hyang atau puncak Arca yang berupa sebuah arca dan reruntuhan lain yang sudah tertutup semak-semak. Dari puncak, jika cuaca cerah, pendaki bisa melihat kegagahan Gunung Semeru, Gunung Raung, Gunung Lemongan bahkan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang.

Puncak - Taman Hidup

Dari puncak Hyang Gunung Argopuro bisa dilanjutkan dengan terus berjalan turun menelusuri bukit yang curam dan berbelok-belok. Setelah sampai di bawah, akan kembali naik menyusuri punggungan bukit - ini dekat dengan daerah Cemoro Limo. Jika ada pertigaan pilihlah jalur ke kiri yang akan membawa sampai ke Taman Hidup.
Baca Juga : 
Di sepanjang perjalanan menyusuri punggungan bukit trek cukup terjal dan perlu hati-hati. Jika hari gelap, jalur yang dilalui bisa saja keliru karena banyaknya tempat terbuka yang menyerupai jalur pendakian. Kadang di persimpangan ada tanda dimana jalur yang benar untuk melanjutkan perjalanan. Pendakian akan melewati hutan lumut yang rapat dan panjang hingga sampai di danau Taman Hidup. Trek di hutan lumut ini datar dan cenderung menurun.
danau taman hidup
Pemandangan di Sekitar Danau
danau taman hidup
Kabut Danau Taman Hidup
Taman hidup merupakan salah satu Danau Indah di Pegunungan Indonesia, berlumpur dan luas dengan pemandangan indah. Tempat ini cocok untuk camp karena sumber air yang melimpah. Selain untuk memancing, lokasi ini digunakan untuk menjajal motocross sehingga keasriannya mulai pudar. Namun pemandangan danau yang berpadu dengan kabut cukup membuat ingin beristirahat lama-lama di Danau Gunung Argopuro ini.

Taman Hidup - Bremi

Dari Taman hidup harus berjalan kembali ke jalur yang sudah dilewati namun kali ini menuju ke jalur pendakian via Bremi, jadi harus waspada jika bertemu persimpangan yang akan membawa kembali ke jalur pendakian via Baderan tadi. Perhatikan petunjuk jalur pendakian via Bremi yang sudah dipasang di persimpangan.

Jalan awal yang menanjak, akan disuguhi jalur trek berupa tanah padat yang terus menurun hingga ke hutan pohon damar. Jika sampai di hutan pohon damar yang tersusun rapi, maka hanya tinggal melewati kebun penduduk yang panjang, akan sampai di gerbang jalur pendakian Bremi.
jalur pendakian gunung argopuro
Hutan Pohon Damar

Tips Pendakian Gunung Argopuro :
  1. Siapkan logistik untuk minimal 4 hari pendakian.
  2. Karena merupakan jalur terpanjang yaitu sekitar 40 kilometer, siapkan fisik dengan baik sebelum memulai pendakian.
  3. Untuk menghemat tenaga dan waktu, pakailah jasa ojek hingga pintu hutan karena jaraknya cukup jauh.
  4. Hutan sangat rapat dan banyak jalur yang menyesatkan. Catatlah koordinat yang ada di pos perijinan sebelum pendakian atau lebih baik jika membekali diri dengan pengetahuan navigasi.
  5. Gunakan pakaian panjang dari Cikasur menuju Cisentor karena di sepanjang jalur banyak ditumbuhi jelatang.
  6. Sebaiknya camp sebelum menjelang malam karena saat malam, jalur yang benar dan jalur yang menyesatkan akan sangat membingungkan.
  7. Hindari membuang sampah sembarangan khususnya rokok di daerah savana dan pastikan api benar-benar mati karena sering terjadi kebakaran di daerah savana Gunung Argopuro.
  8. Untuk jalur dengan trek yang tidak terlalu menghabiskan tenaga, disarankah lewat Jalur Baderan dan turun jalur Bremi, karena lewat jalur Bremi untuk menuju ke Taman Hidup saja trek sudah sangat menanjak.
Cheers...

Itinerary pendakian gunung Argopuro via Baderan:
Basecamp - Mata Air 2   : 5 jam 30 menit (ojek sampai pintu hutan)
Mata Air 2 - Cikasur  : 5 jam
Cikasur - Cisentor : 3 jam
Cisentor - Rawa Embik : 1 jam
Rawa Embik - Puncak Rengganis : 1 jam
Puncak Rengganis - Puncak Argopuro : 40 menit
Puncak Argopuro - Taman Hidup : 4 jam 40 menit

Pendakian Gunung Penanggungan 1.653 mdpl via Jolotundo

Pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo. Gunung Penanggungan adalah gunung api yang sedang istirahat yang ada di Jawa Timur. Terletak di dua kebupaten yaitu Pasuruan dan Mojokerto. Jalur pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo merupakan jalur yang lebih panjang dibanding pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng dan memiliki keunikan yaitu adanya berbagai situs sejarah di sepanjang jalur pendakian.
Gunung Penanggungan
Pendakian melalui Jolotundo terletak di Trawas, Mojokerto, terpaut sekitar 30 menit dari pos pendakian Tamiajeng. Jika menggunakan kendaraan pribadi bisa langsung menuju ke tempat wisata petirtaan Jolotundo atau jika dari pos pendakian Tamiajeng bisa memakai jasa ojek ke pendakian via Jolotundo. 

Pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo memang sangat menarik dengan adanya situs purbakala di sepanjang jalur pendakian. Jalur ini, selain menarik minat para pendaki, juga menarik minat para arkeolog maupun sejarawan untuk menguak Sejarah dan Ratusan Situs Purbakala di Gunung Penanggungan. Amazing !

Pos Perijinan - Candi Bayi

Jalur pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo awalnya berupa tangga di sebelah selatan mushola sebelum gapura masuk candi Jolotundo, yang akan mengantar ke kaki hutan gunung. Jalan setapak cukup jelas dengan vegetasi yang rapat. Setelah melalui vegetasi yang rapat,akan disuguhi pemandangan alam terbuka dimana Gunung Bekel terlihat jelas di sebelah kiri. 
Candi Bayi yang merupakan candi pertama yang ditemui ketika pendakian melalui Jolotundo.
candi bayi
Candi Bayi

Candi Bayi - Candi Putri

Setelah itu mengambil jalur kiri melewati bekas jalur lahar dan dilanjutkan dengan jalur menanjak menembus hutan yang lumayan rapat namun banyak bonus. Pemandangan bukit Gajah Mungkur yang menyegarkan mata akan mengobati rasa lelah. 
Candi Putri merupakan candi yang terbesar di antara semua candi di jalur Jolotundo. Di lokasi ini bisa mendirikan 2 tenda.
candi putri
Candi Putri

Candi Putri - Candi Pura - Candi Gentong

Mengikuti jalur setapak lagi akan sampai di Candi Pura, candi yang sudah tidak tertata rapi namun cukup besar. Dari Candi Pura menuju Candi Gentong jaraknya tidak jauh dan bisa ditempuh sekitar 15 menit. Terdapat sebuah bangunan candi menyerupai tempat pemujaan kecil bersebelahan dengan sebuah gentong dari batu yang cukup besar.
Baca Juga :
Pendakian Gunung Butak 2.868 mdpl via Sirah Kencong
Mitos dan Situs Pemujaan Spiritual Gunnug Arjuno
9 Mitos Survival yang Bisa Membunuh Anda
 
candi pura
Candi Pura
candi gentong
Candi Gentong

Candi Gentong - Candi Sinta

Di akhir jalur akan menjumpai Candi Sinta yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit. Candi Sinta adalah candi terakhir dimana terdapat susunan batu menyerupai di sebelahnya.
candi sinta
Candi Sinta

Candi Sinta - Lapangan

Jalur akan semakin menanjak selepas dari Candi terakhir. Pepohonan mulai jarang karena mendekati batas vegetasi. Sampai di batas vegetasi, seperti jalur yang lain, perjalanan menuju puncak dengan jalur yang sangat terjal dan terus menanjak hingga akhirnya sampai di Lapangan. Di lapangan, puncak gunung sudah terlihat jelas, ada sebuah candi petilasan hanoman, Disini para pendaki biasanya mendirikan tenda sebelum menuju puncak.
Puncak Penanggungan dari Lapangan

Lapangan - Puncak Gunung Penanggungan

Dari Lapangan ke Puncak Gunung Penanggungan dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dan akan disuguhi pemandangan kota Pasuruan, Sidoarjo hingga Surabaya, Mojokerto dan pemandangan daerah trawas dengan background Gunung Arjuno - Welirang.

Tips Pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo :
  1. Tidak ada sumber air di sepanjang jalur pendakian, kecuali air hujan embun embun yang tertampung di lubang-lubang candi, itupun jika beruntung. Jadi pertimbangkan logistik air.
  2. Jangan merusak situs sejarah di sepanjang jalur pendakian.
  3. Ada beberapa area datar yang bisa digunakan untuk camp.
  4. Jika ingin lintas jalur, camp yang strategis ada di lapangan dekat puncak Gunung Penanggungan.
puncak penanggungan
"Tim Sar" di Puncak Gunung Penanggungan

Itinerary pendakian gunung Penanggungan via Jolotundo :
Pos Perijinan - Candi Bayi : 1 jam
Candi Bayi - Candi Putri : 1 jam
Candi Putri - Candi Pura : 20 menit
Candi Pura - Candi Gentong : 15 menit
Candi Gentong - Candi Sinta : 10 menit
Candi Sinta - Lapangan : 1,5 jam
Lapangan - Puncak : 10 menit

Taman Nasional Baluran Situbondo - Mengeksplore Africa van Java

Taman Nasional Baluran Situbondo. Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional yang ada di Indonesia. Namanya diambil dari nama gunung yang ada di tempat itu yaitu Gunung Baluran. Taman Nasional Baluran merupakan tempat traveling yang sangat menarik untuk dikunjungi karena disini wisatawan bisa merasakan berbagai sensasi traveling. Gunung, savana, hutan, pantai, bawah laut serta penghuni alam'nya bisa ditemukan di Taman Nasional seluas 25.000 Ha ini. Tipe vegetasi sabana mendominasi sekitar 40 persen dari total luas Taman Nasional Baluran. Oleh karena itu Taman Nasional ini mempunyai sebutan Africa van Java.
taman nasional baluran
Taman Nasional Baluran
Terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, akses menuju ke Taman Nasional ini tidak begitu sulit karena lokasinya yang ada di jalan utama Situbondo - Banyuwangi dan tepat berada di sisi jalan utama. Lokasinya hanya terpaut 3 jam dari Kawah Ijen, tak jarang banyak pengunjung yang mengunjungi tempat ini sebelum atau sesudah ke Kawah Ijen.

Setelah masuk ke kawasan Taman Nasional Baluran Situbondo, pengunjung diwajibkan membeli tiket masuk wisata dengan total sekitar Rp.15.000, sudah mencangkup tiket, tiket parkir dan biaya pengelolaan. Setelah itu perjalanan dimulai dengan perjalanan melintasi hutan menuju ke lokasi wisata yang ada di dalam Taman Nasional Baluran. Jalan yang dilewati berupa bebatuan bercampur aspal yang tidak lagi mulus sehingga membutuhkan waktu lama untuk mencapai Savana Bekol yaitu sekitar 45 menit. 

Ada beberapa lokasi menarik yang bisa dinikmati di Taman Nasional Baluran Situbondo : 

1. Savana Bekol

Savana Bekol inilah yang disebut sebagai Africa Van Java. Padang savana yang luas dengan rumput kuning mengering ditambah kerumunan rusa yang berlarian di tengah savana di bawah terik matahari yang mengering menjadikan lokasi ini bersensasi Afrika. Pohon- pohon widoro Bukel dengan bentuk seperti payung banyak memenuhi sabana. Gunung Baluran yang megah menjadi latar belakang sabana bekol.
savana bekol
Savana Bekol
Di ujung tikungan ada menara pandang di atas sebuah bukit kecil. Dari menara pandang bisa melihat keseluruhan sabana dan selat Bali. Waktu yang tepat mengunjungi sabana adalah saat pagi dan sore hari karena pada saat itu hewan-hewan liar keluar dari hutan seperti rusa, kerbau, banteng, biawak, monyet abu-abu dan sebagainya.
savana bekol
Savana Bekol background Gunung Baluran

2. Pantai Bama & Hutan Mangrove

Berlanjut dari Savana Bekol  bisa melanjutkan menuju arah Pantai Bama. Dua lokasi ini adalah lokasi yang paling mudah diakses di Taman Nasional Baluran. Pantai Bama merupakan ujung dari jalan akses yang membelah Baluran. Ketika sampai di lokasi, puluhan monyet abu-abu ekor panjang yang bergelantungan akan menyambut.
Baca Juga : 
Laut Bama tenang dan nyaris tidak berombak. Di sebelahnya dibatasi hutan mangrove. Karena pantai ini tidak terlalu dalam sampai di jarak 1 km, pantai ini aman untuk aktivitas air bagi yang tak pandai berenang. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan seperti berenang, snorkelling, jetski, naik perahu dan kano. Berjalan-jalan menelusuri Pantai Bama ke bagian kiri dengan pemandangan lain yang juga tak kalah indahnya.
pantai bama
Pantai Bama
Hutan mangrove ada di sebelah Pantai Bama. Untuk menyusuri hutan mangrove di Taman Nasional Baluran Situbondo sudah ada jembatan yang akan mengantar hingga ke ujung. Selain itu di tengah hutan ini ada Mangrove terbesar se-Asia dan untuk melihatnya, harus menelusuri hutan sekitar 10 menit untuk menemukan lokasinya.
hutan mangrove
Hutan Mangrove

3. Gunung Baluran

Gunung setinggi 1.247 mdpl ini berdiri dengan megah di tengah Taman Nasional Baluran. menuju gunung ini lebih baik ditemani oleh petugas karena akses yang tidak mudah. Gunung di Taman Nasional Baluran ini bisa didaki meski tidak sampai puncak karena jalur yang belum layak didaki dan untuk mendakinya bisa didampingi petugas dari Taman Nasional.

4. Pantai Bilik dan Sijile

Jalan satu-satunya menuju ke pantai ini adalah dengan jalur laut melalui Pantai Bama dengan menyewa perahu nelayan yang bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam.

5. Hutan Musim dan Evergreen

Hutan musim akan hijau di musim hujan dan terlihat kering di musim kemarau sedangkan hutan evergreen selalu hijau. Kedua jenis hutan ini akan silih berganti ketika mulai menelusuri hutan menuju ke Savana Bekol. Sepanjang perjalanan kadang bisa ditemukan ayam hutan atau karnivora yang lain. Jalan disekitar ini memang rusak parah dan pengendara sebaiknya tidak mengebut agar tidak menabrak hewan-hewan yang kemungkinan melintas.

Ada sebuah lokasi sumur tua di dalam hutan ini yang tidak terlalu jauh dari jalan utama. Sumur ini pun hanya sebuah lubang kotak sedalam sekitar 3 meter menyerupai tempat air yang sudah mengering.
savana bekol
"Team 68" di Savana Bekol

Tips mengunjungi Taman Nasional Baluran Situbondo:
  1. Bagi pecinta photography sebaiknya datang saat musim kemarau antara Juni - Agustus karena air di hutan kering dan rumput menguning. Selain itu saat musim kemarau, satwa keluar menuju savana untuk menuju kubangan air yang sudah disediakan pihak Taman Nasional Baluran.
  2. Waspadalah berada di jalur ketika sore menjelang karena puluhan kera abu-abu kadang muncul dan melintas di jalur.
  3. Disarankan mengunjungi Taman Nasional Baluran pada pagi hari karena sunrise di Pantai Bama sangat indah. Di dalam kawasan taman nasional ini juga sudah ada fasilitas penginapan untuk wisatawan.
  4. Sebaiknya menghargai, tidak mengganggu, merusak, mengambil atau berburu flora, fauna dan ekosistemnya.