Bukit Sekapuk Gresik - Eksotisme Bukit Kapur Kota Pudak

Bukit Kapur Sekapuk Gresik. Banyak yang berfikir kalau Gresik hanya salah satu kota industri yang memiliki puluhan pabrik. Gresik memiliki lokasi pertambangan untuk memajukan sektor perindustriannya. Lokasi pertambangan tidak selalu terdengar panas dan berdebu. Tambang kapur di Gresik menghasilkan tempat unik yang membuatnya cukup dikenal di kalangan wisatawan. Keindahan tempat pertambangan ini pun meluap dan menjadi salah satu destinasi tempat wisata, Bukit Kapur Sekapuk namanya.
Bukit Kapur Sekapuk
Meski Bukit Jaddih Madura sedang booming karena memiliki bukti kapur yang indah, Gresik juga tidak ketinggalan. Bukit Kapur Sekapuk atau lebih dikenal dengan nama Gunung Kapuk berada di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung pangkah, Kabupaten Gresik. Dari Pantai Delegan, petunjuk arah ke Bukit Kapur Sekapuk sudah jelas, tapi rute yang sedikit membingungkan akan memerlukan bantuan masyarakat sekitar. Atau bisa mengikutiku rute ini :
  1. Dari arah Timur : Kota Gresik - Arah jalur pantura Lamongan - Ujung Pangkah - Desa Sekapuk - Gunung Kapur Sekapuk
  2. Dari arah Barat : Lamongan - PAciran - Arah jalur pantura Gresik - Ujung Pangkah - Desa Sekapuk - Gunung Kapur Sekapuk 
Gugusan pegunungan kapur ini terhampar mulai dari Desa Sekapuk hingga Kecamatan Panceng, cukup panjang. Tempat ini bukanlah tempat wisata resmi, tapi karena uniknya bentuk tambang kapur di dalamnya, membuat tempat ini dikunjungi oleh wisatawan ketika berkunjung ke Gresik.
Salah Satu Lokasi Sekapuk
Mengunjungi Bukit Kapur Sekapuk Gresik cocoknya adalah siang hari, karena tidak ada truk-truk beroprasi. Kondisi jalannya tidak bersahabat, jadi jika ingin menyusuri Bukit Kapur Sekapuk, gunakan kendaraan roda 2. 

Area Bukit Kapur Sekapuk sangat luas, beberapa spot menarik bisa dikunjungi sembari mengelilingi area pertambangan. Bekas aktivitas galian tambang membentuk tebing-tebing dang lorong-lorong kapur. Lubang kotak-kotak yang menembus gunung adalah tempat penambang membuat batu bata kapur yang kebanyakan tidak menggunakan mesin, tapi gergaji.

Bergeser ke deretan bukit kapur yang lain, ada bangunan yang terbentuk karena tambang menghasilkan sebuah  tempat seperti istana yunani kuno. Pilar-pilar kapur yang tinggi menjulang dengan daerah berumput di pucuknya sangat indah dipandang mata.
Pilar Bukit Kapur
Cheers...
Pemandangan alam di sekitar Bukit Kapur Sekapuk sangat indah. Tempat ini seakan-akan seperti sebuah tempat pedalaman kuno yang menarik. Area ini cukup luas dan menyisakan bekas-bekas tambang dengan beragam bentuk menarik jika mau berkeliling.

Meski bukan tempat wisata, siapapun tetap akan berwisata. Yah.. kapan lagi mencoba sensasi berada di dalam kastil kapur yang unik ini?

Taman Pintar - Wisata Pendidikan Favorit Masyarakat Yogyakarta

Taman Pintar Yogyakarta. Bermain dan belajar bukan hanya ada di majalah Bobo. Yogyakarta merupakan salah satu tempat yang cocok untuk bermain dan belajar sekaligus berwisata. Taman pintar merupakan wahana rekreasi yang memadukan rekreasi dan edukasi. Bertempat di pusat kota Yogyakarta, tempat wisata ini bisa dinikmati oleh anak-anak playground hingga sekolah menengah untuk memperluas sains melalui pengamatan langsung. Tempat wisata Taman Pintar Yogyakarta ini bisa juga disebut sebagai laboratorium yang dikemas dalam topik rekreasi dan cocok untuk liburan keluarga.
Taman Pintar Yogyakarta
Taman Pintar Yogyakarta berada di Jalan panembahan Senopati no 1-3 Yogyakarta. Berada di depan bank Indonesia dan 200 meter di sebelah timur perempatan Marlboro. Letaknya juga di belakang Musium Benteng Vredeburg, sehingga dari Benteng Vredeburg bisa langsung menuju ke Taman Pintar.

Ada berbagai wahana yang bisa dinikmati di tempat wisata ini. Berikut wahana Taman Pintar Yogyakarta :

1. Gedung Oval

Gedung di Taman Pintar Yogyakarta ini menampilkan berbagai peralatan berbasis sains yang bisa diperagakan. Berbagai wahana di Gedung Oval yaitu :
  • Aquarium air tawar
  • Zona kehidupan prasejarah
  • Dome area
  • Zona cuaca iklim dan gempa
  • Terowongan ilusi
  • Zona tata surya
  • Zona teknologi komunikasi
  • Generator Van De Graaf
  • Generator pedal
  • Zona Nuklir

Gedung Oval

 

2. Gedung Kotak

Hampir sama dengan Gedung Oval, Gedung Kotak di tempat wisata Taman Pintar Yogyakarta memiliki berbagai wahana yaitu :
  • Zona air untuk kebaikan hidup
  • Zona teknologi otomotif roda dua
  • Zona galeri pusaka
  • Zona Indonesiaku
  • Zona sahabat pemberani
  • Zona Olahraga
  • Zona Tepi TV
  • Zona sains
  • Zona telekomunikasi
  • Zona dino adventure dan teater 4D
  • Zona standar nasional Indonesia
  • Zona microsoft
  • Zona Memorabilia
  • Lorong ilusi
Gedung Kotak

 

3. Gedung Planetarium

Sesuai namanya, gedung Planetarium menggunakan proyektor untuk menunjukkan benda-benda langit. Dalam pertunjukkan juga menampilkan simulasi langit Yogyakarta di malam hari beserta benda angkasa. Selain pertunjukan film tentang antariksa dan tata surya, ada pemutaran film perjalanan manusia di bulan yang diproyeksikan dalam media berbentuk setengah lingkaran yang dilengkapi dengan kursi penonton yang bisa direbahkan. 
Planetarium

4. Gedung PAUD

Gedung PAUD menawarkan alat peraga dan permainan edukasi bagi anak-anak, dimana anak-anak dikenalkan pada pengetahuan sains tanpa meninggalkan konsep bermain. Gedung PAUD di Taman Pintar Yogyakarta ada 2 yaitu PAUD barat dan PAUD timur yang masing-masing memiliki pembelajaran sendiri.
Wahana PAUD Barat : Sains dan Teknologi, Religi dan Budaya, Ruang Profesi, Perpustakaan
Wahana PAUD Timur : Ruang Flora dan Fauna, Komputer Kids & Puzzle, Ruang pertunjukan, Ruang petualangan

5. Gedung Memorabilia 

Gedung ini berisi 3 wahana yang memang bertujuan untuk mengenang sejarah sesuai dengan namanya. Ketiga wahana tersebut yaitu Sejarah Kesultanan Keraton, Tokoh Pendidikan dan Kepustakaan Kepresidenan.

6. Playground

Berupa ruang publik sebagai penyambutan pengunjung taman pintar. Ada beberapa wahana permainan untuk anak-anak yang menyenangkan
 
Kecuali Playground, memasuki tempat wisata Taman Pintar Yogyakarta akan ditarik tarif yang berbeda di masing-masing gedung. Selain beberapa gedung sebagai sarana edukasi, ada beberapa wahana lainnya yang cukup menarik seperti Desaku Permai, Rumah Gerabah, Rumah Batik, Book Store, Wahana Bahari dan Tapak Prestasi dimana ada tapak kaki presiden-presiden Indonesia.
Tapak Prestasi
Tempat wisata Taman Pintar Yogyakarta dibuka hari Selasa-Minggu mulai jam 09.00 - 16.00. Dengan motto 3N yaitu Niteni (mengingat) - Niroake (menirukan) - Nambahi (mengembangkan) tempat wisata Taman Pintar Yogyakarta menjadi tempat wisata favorit dan menjadi icon pendidikan di Yogyakarta. Jadi, siapa bilang belajar itu sangat menjemukkan?

Wisata Religi Buntu Burake - Jembatan Emas Kejayaan Pariwisata Tana Toraja

Wisata "Patung Tuhan Yesus" Buntu Burake. Tana Toraja merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian wisatawan dalam dan luar negeri. Tana Toraja selalu monoton dengan banyaknya wisata adat budaya yang unik dan menarik. Kini, Tana Toraja memiliki tempat wisata religi yang telah diresmikan pada tanggal 31 Agustus 2015 silam. Wisata "Patung Tuhan Yesus" ini pun menjadi ikon Tana Toraja yang diharapkan bisa menjadi jembatan emas kembalinya kejayaan wisata Tana Toraja yang telah mendunia.

Apa yang unik dari "Patung Tuhan Yesus" di Tana Toraja?.
Patung Tuhan Yesus Buntu Burake
Memasuki pusat kota Makale, Tana Toraja, Patung Tuhan Yesus setinggi 40 meter berukuran raksasa akan nampak dari Puncak Buntu Burake. Tampak  "Patung Tuhan Yesus Memberkati" tersebut mengalahkan tinggi Patung Yesus Penebus di Rio Janeiro, Brasil. Patung Yesus di Tana Toraja menjadi patung Yesus tertinggi kedua di dunia setelah Patung Kristus Raja di Polandia yang memiliki tinggi 52,5 meter.

Wisata Religi "Patung Yesus Memberkati" berada di Bukit Buntu Burake, Makale,  Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. terletak sekitar 5 kilometer dari pusat kota Makale.

Berada di tempat yang tak jauh dari pusat kota, mengunjungi tempat wisata Buntu Burake ada beberapa opsi. Jika berada di sekitar kota Makale, bisa melewati salah satu jalan masuk di samping plaza Telkom Makale. Jalan ini ada di arah barat patung. Jalan yang dilalui menuju tempat wisata Buntu Burake sudah beraspal baik, ketika mendekati lokasi parkir, jalan sedikit berbatu menanjak. 

Dengan adanya "Patung Tuhan Yesus Memberkati" di Buntu Burake, tempat wisata Tana Toraja semakin beragam, mulai wisata alam, kuliner, adat, budaya dan kini ada wisata religi Buntu Burake.

Parkiran yang luas dan deretan tangga panjang akan menyambut pengunjung setelah sampai. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati tangga hingga ke puncak Bukit Buntu Burake. "Patung Yesus Memberkati" berada di tengah beberapa daerah di Toraja, sehingga di atas tempat ini selain melihat sebuah patung raksasa, bisa juga menikmati panorama kota Makale, Toraja bagian utara, timur, selatan dan barat.
Tangga ke Puncak Buntu Burake
"Patung Tuhan Yesus Memberkati" ini menjadi simbol mayoritas warga Kristen Tana Toraja. Meski demikian, wisatawan yang datang tidak dari umat Kristen saja karena selain menjadi wisata religi bagi umat Kristen, patung Yesus berukuran raksasa ini menjadi wisata seni yang unik dan menarik, mengingat ini adalah patung Yesus tertinggi kedua di dunia.
Pemandangan dari Puncak
Patung Yesus di Buntu Burake terbuat dari coran perunggu dan dikerjakan di Yogyakarta. Patung ini kemudian dikirimkan dalam bentuk kepingan untuk dirakit di Tana Toraja. Patung dan landasannya dengan tinggi 40 meter didirikan di puncak Bukit Burake yang memiliki ketinggian 1.100 mdpl.
Cheers...
Berada di puncak bukit tidak selalu membuat tempat wisata Tana Toraja ini terkesan panas. Lokasi wisata yang bersih dengan beberapa gasebo tersebar di sekitar bukit batunya membuat tempat wisata ini semakin nyaman. Fasilitas yang lainnya adalah adanya toilet, penjual makanan dan minuman kecil serta souvenir. Lelah naik-turun tangga, pengunjung bisa melepas lelah di gasebo atau berjalan-jalan melihat souvenir khas Buntu Burake, Tana Toraja.  

Pendakian Gunung Pangrango 3.019 mdpl via Cibodas

Pendakian Gunung Pangrango via Cibodas. Mendengar nama Gunung Pangrango tidak lepas dari sosok Soe Hok Gie, seorang pecinta alam yang abu nya abadi di Puncak Gunung Pangrango. Gunung dengan tinggi 3.019 ini merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai. Gunung yang bersebelahan dengan Gunung Gede ini memiliki puncak yang keindahannya selalu diburu oleh para pecinta alam. Sebuah lembah yang fenomenal bernama Lembah Mandalawangi.
Gunung Pangrango
Gunung Pangrango berada di pertemuan tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Pangrango masuk dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango.

Ada 3 jalur pendakian Gunung Pangrango yang bisa dilalui yaitu :
  1. Jalur pendakian via Cibodas
  2. Jalur pendakian via Gunung Putri
  3. Jalur pendakian via Salabintana
Ramainya pendaki yang menyebabkan padatnya jalur pendakian, maka Taman Nasional Gede Pangrango memberlakukan sistem boking online. Pahami  Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango yang bisa dilakukan H-2 bulan, dengan batas 600 pendaki perhari.

Jalur pendakian Gunung Pangrango via Cibodas bisa diakses dengan kendaraan umum Jakarta-Bandung hingga ke Cibodas dan disambung dengan angkutan umum ke Kebun Raya Cibodas. Atau dari stasiun Bandung bisa langsung naik angkutan umum ke basecamp.

Basecamp - Rawa Gayonggong

Di Pos Mabes Jagawana, pendaki wajib lapor dan menunjukkan berkas simaksi lengkap yang sudah di print out. Daftar bawaan para pendaki juga akan didata beserta kelengkapan pendakian. Perlu diperhatikan bahwa pendaki wajib menggunakan sepatu dan untuk hari Sabtu/Minggu, kantor buka sampai jam 14.00 jadi jika ingin mulai pendakian sebaiknya sebelum jam 14.00 supaya pengurusan ijin pendakian Gunung Pangrango tidak semakin rumit.
Gerbang Masuk Taman Nasional
Pos Mabes Jagawana
Awal pendakian berupa tangga berbatu di antara hutan tropis. Jalur awal ini juga jalur wisata Air Terjun Cibeureum. Di sepanjang perjalanan akan melewati Telaga Biru hingga sampai di Rawa Gayonggong.

Rawa Gayonggong - Pos Panyancangan

Trek pendakian Gunung Pangrango yang masih menanjak santai akan mengantar hingga ke Rawa Gayonggong dengan ketinggian 1.634 mdpl. Jalan Rawa Gayonggong sudah berupa jembatan kayu dari beton. Jembatan ini cukup santai karena satu-satunya trek yang paling nyaman selain trek berbatu. 
Rawa Gayonggong
Setelah melewati jembatan kayu, jalur kembali berbatu santai. Pos Panyancangan berada di pertigaan menuju Air Terjun Cibeureum dan jalur pendakian Gunung Gede Pangrango. Pos dengan ketinggian 1.659 mdpl ini terdapat bangunan yang cocok untuk istirahat karena area nya cukup luas.   


Pos Panyancangan - Pos Rawa Denok

Selepas Pos Payancangan, trek masih berupa jalan bebatuan rapi yang lebih menanjak hingga sampai di Pos Rawa Denok 1. Pos Rawa Denok 1 Gunung Pangrango dengan tinggi 1.812 mdpl, terdapat bangunan pos yang kecil untuk istirahat sejenak. Melanjutkan perjalanan dengan medan yang sama akan sampai di pos Rawa Denok 2 (1.815 mdpl) yang hanya berupa batu-batu untuk duduk beristirahat.

Pos Rawa Denok - Pos Batu Kukus

Jarak antara Pos Rawa Denok dan Batu Kukus Gunung Pangrango tidak terpaut jauh dengan trek yang datar. Di awal akan menemui Pos Batu Kukus 1 yang berada di ketinggian 1.875 mdpl, Pos Batu Kukus 2 berada di 2.012 mdpl dan Pos Batu Kukus 3 di ketinggian 2.062 mdpl. Jarak antar Pos Batu Kukus tidak terpaut jauh dengan kondisi yang sama, yaitu berupa batu sebagai tempat duduk untuk istirahat sejenak. 

Pos Batu Kukus - Air Panas

Selepas Pos Batu Kukus jalur tidak terlalu menanjak seperti sebelumnya dan cenderung datar. Sebelum melewati air panas, akan sampai di sebuah tempat yang cukup lapang dengan batu-batu yang disusun untuk duduk. Pos Air panas berada di ketinggian 2.171 mdpl. Jalur selanjutnya adalah melewati  aliran air panas. 
Jalur Air Panas


Air Panas - Pos Pemandangan

Selepas melewati aliran air panas akan sampai di Pos Pemandangan dengan ketinggian 2.165 mdpl. Pos ini berada dekat dengan aliran air sungai dangkal. Air sungai ini dingin dan bisa dikonsumsi. Ada sebuah bangunan kecil di dekat sungai dan juga batu-batu sebagai tempat duduk seperti pos-pos sebelumnya. 
Baca Juga : 
 

Pos Pemandangan - Pos Kandang Batu

Pos Kandang Batu dengan tinggi 2.200 mdpl, tidak terlalu jauh dengan trek yang cukup landai. Di Pos Kandang batu yang cukup luas ini bisa dijadikan tempat camp.
Pos Kandang Batu

Kandang Batu - Kandang Badak

Melanjutkan ke Pos Kandang Badak akan melewati Air Terjun Pancaweluh. Trek menuju Kandang Badak cukup terjal dan menanjak. Pos Kandang Badak berada di ketinggian 2.414 mdpl. Area'nya cukup luas dan biasanya dijadikan tempat camp terakhir bagi pendaki Gunung Gede Pangrango karena Pos Kandang Badak adalah perpotongan jalur menuju ke Gunung Gede dan Gunung pangrango. 
Pos Kandang Badak
Tanah di Kandang Badak tidak semuanya landai namun ada sumber mata air di tempat ini. Lokasi sumber air bersebelahan dengan bangunan pos yang sudah tidak terawat.

Kandang Badak - Puncak Pangrango

Bisa dibilang trek dari Kandang Badak ke Puncak Pangrango adalah pendakian Gunung Pangrango yang sebenarnya. Jalur sangat menanjak, medan berupa trek tanah padat dengan hutan rimbun dan tidak ada sumber air di sepanjang jalur. Kadang jalur yang curam membuat pendaki sesekali harus memanjat untuk sampai ke Puncak Pangrango.

Trek akan kembali landai dan melewati hutan lumut ketika mendekati Puncak Gunung Pangrango. Puncak Pangrango dengan ketinggian 3.019 mdpl berupa sebuah area datar yang terdapat tugu dan sebuah bangunan kayu yang sudah rusak. Dari Puncak Pangrango bisa nampak Gunung Gede yang menyembulkan asap kawahnya.

Puncak Pangrango - Lembah Mandalawangi


Untuk menuju Lembah Mandalawangi, dari Puncak Pangrango mengikuti trek ke arah kiri. Jalurnya sedikit menurun dan akan membawa hingga ke Mandalawangi. Bunga edelweis akan menyambut pendaki yang sudah mendekati Lembah Mandalawangi, sebuah tempat yang fenomenal di Gunung Pangrango.
Kumpulan Edelweis Mandalawangi

Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango memiliki ketinggian 2.994 mdpl. Berupa sebuah area luas yang ditumbuhi edelweis. Kadang beberapa pendaki camp di area ini yang mempunyai pemandangan indah dan (mungkin) merasakan jejak Soe Hok Gie yang abu'nya abadi di Lembah Mandalawangi.
Tips Pendakian Gunung Pangrango via Cibodas :
  1. Lengkapi simaksi sebelum melakukan pendakian. Jika akhir pekan, usahakan sampai di pos registrasi sebelum jam 2 siang, karena setelah jam tersebut biasanya pos sudah tutup, sehingga registrasi dilakukan esok harinya.
  2. Waspadalah berjalan di jembatan ketika malam, karena ada beberapa bagian jembatan yang berlubang.
  3. Diwajibkan berhati-hati ketika melewati aliran air panas, karena batuan sungai cukup licin meski ada pagar pembatas dan tali yang dibentangkan. Jika naik malam atau dini hari cukup berbahaya karena uap air bisa menutupi pandangan mata.
  4. Jangan mengambil air panas untuk bahan logistik. Tetap ambil air dingin dari sungai.
  5. Sumber air terakhir ada di Pos Kandang Badak. Aliran air ini mengalir ke sungai sampai di bawah. Jadi jangan mencuci apapun langsung pada aliran air. Pikirkan pendaki-pendaki di bawah yang bsia saja terkontaminasi. Jika ingin mencuci, ambil air pada wadah dan cuci di tempat lain agar kemurnian air tetap terjaga.
  6. Jalur yang dilalui dari Kandang Badak ke Puncak Pangrango cukup terjal. Pertimbangkan jika ingin camp di Lembah Mandalawangi.
  7. Jangan lakukan vandalisme dan perusakan ekosistem. Bawa sampah turun.
    Cheers... Puncak Pangrango

Itinerary Pendakian Gunung Pangrango via Cibodas :
Basecamp - Rawa Gayonggong : 1 jam 
Rawa Gayonggong - Pos Panyancangan : 10 menit
Pos Panyancangan - Pos Rawa Denok 1 : 40 menit
Rawa Denok 1 - Rawa Denok 2 : 45 menit
Rawa Denok 2 - Pos Batu Kukus 1 : 1 jam 10 menit
Pos Batu Kukus 1 - Pos Batu Kukus 2 : 30 menit
Pos Batu Kukus 2 - Pos Batu Kukus 3 : 15 menit
Pos Batu Kukus 3 - Air Panas : 25 menit
Air Panas - Pos Pemandangan : 5 menit
Pos Pemandangan - Pos Kandang Batu : 30 menit
Pos Kandang Batu - Pos Kandang Badak : 1 jam
Pos Kandang Badak - Puncak Pangrango : 2 jam
Puncak Pangrango - Lembah Mandalawangi : 10 menit