Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango

Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango. Gunung Gede - Pangrango merupakan salah satu dari 5 taman nasional yang pertama di Indonesia. Tak heran jika keaslian alam di kawasan Taman Nasional Gunung Gede - Pangrango (TNGGP) ini sangat dijaga dan dilindungi. Dulu kawasan TNGGP menjadi tujuan banyak peneliti yang tertarik dengan kekayaan dan keindahan alam Gunung Gede - Gunung Pangrango. Sekarang?, tentu saja menjadi tujuan banyak pendaki gunung.

Untuk tetap menjaga kekayaan alam kawasan Gunung Gede - Gunung Pangrango ditambah membeludaknya minat para pendaki untuk mengeksplore keindahan alamnya, pihak TNGGP'pun membatasi pendakian 600 orang perhari. Tidak jauh beda dengan Pendakian Gunung Semeru. Jadi, tidak peduli darimana asal pendaki mulai dari Sabang hingga Merauke, disarankan boking online lebih dahulu. 

Biasanya pada akhir pekan, boking pendakian H-30 sudah full kuota. Apalagi jika hari liburan panjang, boking H-2 bulan sudah full kuota untuk semua 3 jalur resmi. Lalu bagaimana melakukan boking online?

Berikut cara boking online pendakian Gunung Gede - Pangrango :

1. Masuk ke http://booking.gedepangrango.org

Akan muncul halaman depan web resmi TNGGP. Bacalah dengan seksama ketentuan umum pendakian yang cukup panjang.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
  • Kotak sandi pada bagian atas bisa diisi untuk kode boking yang telah didapat setelah konfirmasi pendaftaran selesai. 
  • Untuk pendaftar yang umur <17 tahun bisa download form surat ijin orang tua pada point no.6 (dilingkar merah).
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
  • Peta 3 jalur pendakian Gunung Gede - Gunung Pangrango via Cibodas, Gunung Putri dan Salabintana bisa di download di point B.2 (dilingkari merah). 
  • Setelah konfirmasi pendaftaran, pembayaran tiket masuk bisa di transfer pada nomer rekening yang tertera di poin A.9 (kotak merah)
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
  •  Form isian barang bawaan bisa di download  di poin B.4 (lingkar merah).
  • Setelah selesai, centang untuk menyetujui lalu klik DAFTAR.

2. Pilih tanggal pendakian sesuai kuota

Akan muncul halaman 'Kuota Pendakian Gunung Gede- Pangrango'. Disini tertera waktu dan kuota lengkap seluruh pendakian di TNGGP, mulai dari kuota maksimal, sisa kuota, dan waktu penutupan pendakian.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
Pilih waktu pendakian yang masih tersedia (berwarna hijau). Waktu pendakian Gunung Gede - Gunung Pangrango bisa dipilih maksimal H-2 bulan.

3. Isi form pendaftaran

Setelah menentukan tanggal, isi form pendaftaran yang tertera pada halaman berikutnya.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
  • Isi tujuan pendakian yaitu double mount Gunung Gede - Gunung Pangrango, Gunung Gede ataupun Gunung Pangrango.
  • Jika lintas, tentukan jalur keluar yang ingin dilalui dan rencanakan waktu pendakian dengan matang.
  • Wajib mengisi kolom 'Harus diisi' dengan data yang benar.
  • Kemudian klik 'simpan'.
Seperti ketentuan yang sudah disetujui di awal, minimal anggota pendakian adalah 3 orang dan maksimal 10 orang. Jadi jika tim kurang dari 3, boking online pendakian Gunung Gede - Pangrango tidak bisa dilakukan.
Jika melakukan lintas jalur tetapi ketika turun tidak sesuai dengan data, atau kembali ke jalur masuk, bisa langsung melapor ke pos pendaftaran setelah turun.

4. Konfirmasi draft pendaftaran

Setelah menyimpan data lengkap, akan muncul halaman Draft Pendakian Gunung Gede - Pangrango, dimana sudah terdapat sandi boking dan jumlah biaya pendakian yang ada di point 3 (kotak merah).
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
Simpan sandi yang sudah tertera untuk log in pada halaman pertama untuk melihat status pendaftaran. Kemudian konfirmasi draft pendaftaran jika data sudah benar dan tidak perlu ada yang diedit.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango

Isi semua data untuk konfirmasi pembayaran dan klik 'Ok'.

Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango


5. Lakukan pembayaran

Masuk kembali untuk melihat status pendaftaran dengan memasukkan sandi yang sudah diberikan. Lakukan pembayaran di nomor rekening yang sudah dijelaskan di dalam ketentuan pendakian Gunung Gede - Gunung Pangrango.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
Cek status validasi pembayaran sekitar 1-2 hari. Jika sudah divalidasi, akan mendapatkan Lembar Pendaftaran Pendakian Gunung Gede Pangrango yang bisa dicetak untuk dijadikan simaksi sementara.

6. Lengkapi Berkas

Untuk lancarnya proses pendaftaran di pos pendakian, lengkapi berkas seperti : surat keterangan sehat, surat ijin orang tua (umur <17 tahun), form barang bawaan, bukti transfer dan simaksi sementara. Per tanggal 6 Juli 2017, pendaki diwajibkan mengurus surat keterangan kesehatan di Klinik Edelweis Balai Besar TNGGP.

7. Selesai

Welcome to Gede Pangrango National Park. Selamat mendaki Gunung Gede - Gunung Pangrango sesuai jadwal !  

Kampung Anggrek - Wisata Cantik di Lereng Gunung Kelud

Wisata Kampung Anggrek. Letusan besarnya pada tahun 2014 tidak membuat area wisata Gunung Kelud benar-benar redup. Justru hal tersebut membuat Gunung Kelud semakin dikenal, sehingga beberapa tempat wisata baru mulai dibuka untuk memuaskan hasrat para wisatawan. Selain alam kehijauan yang luar biasa, Gunung Kelud menyimpan sisi cantik yang akan membuat kaum hawa tak sabar untuk mengunjunginya. Hm... Kampung Anggrek namanya, secuil keindahan yang kini mewarnai lereng Gunung Kelud.
Wisata Kampung Anggrek
Kampung Anggrek
Tempat wisata Kampung Anggrek berada di Dusun Sumberpetung, Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Berada sekitar 30 kilometer ke timur dari pusat kota Kediri dan sekitar 7 kilometer dari puncak Gunung Kelud. Tempat wisata ini ada di area perkebunan Sumber Sari Petung.

Rute ke Kampung Anggrek sama dengan rute ke tempat wisata Gunung Kelud. Setelah sampai di kawasan hutan di Desa Ngancar, ada persimpangan jika ke kiri ke Gunung Kelud, ke kanan ke Kampung Anggrek. Akses jalan juga sudah sangat baik dengan aspal mulus yang bisa dilalui kendaraan roda 4.

Meski sudah launching pada Agustus 2015, diresmikan pada awal tahun 2016, tempat wisata Kampung Anggrek baru mulai hits sekitar Oktober 2016. Sesuai dengan namanya, Kampung Anggrek bukanlah area yang dipenuhi tanaman anggrek saja, tapi di lokasi ini juga memberikan edukasi bagi pengunjung dengan adanya green house yang dibuka untuk umum, baik pelajar, mahasiswa maupun wisatawan.
Wisata Kampung Anggrek
Tempat Wisata Kampung Anggrek
Memasuki kawasan wisata di kediri ini, taman yang luas di sisi cafetaria akan menyambut pengunjung. Bukan saja anggrek yang menjadi komoditas utama tempat wisata, tanaman buah nanas yang menjadi ciri khas Gunung Kelud juga menghiasi area taman Kampung Anggrek, seperti nanas queen, nanas var.md2, nanas bogor, nanas madu, nanas spanish dan nanas medusae.

Bukan hanya jalan-jalan melihat taman anggrek, tempat wisata di Kediri ini selain untuk wisata, memang dibuka untuk edukasi dan pengembangan tanaman anggrek untuk jangka panjang. Ada sekitar 70 jenis koleksi anggrek yang ada di Kampung Anggrek, dimana sebagian anggrek diimpor langsung dari Taiwan dan Thailand. 
Wisata Kampung Anggrek
Koleksi Kampung Anggrek

Berikut adalah tempat utama yang menarik di Kampung Anggrek :



1. Laboratorium Kultur Jaringan

Dari banyak jenis anggrek, 6 genus diantaranya dikembangkan, yaitu: anggrek bulan (phalaenopsis), dendrobium, vanda, cymbiddium, oncidium dan cattleya. Budidaya anggrek dilakukan dengan cara kloning di Laboratorium Kultur Jaringan.Induk anggrek jenis unggul akan diteliti dan dikloning dengan harapan bisa memunculkan varietas anggrek yang berkualitas. Bahkan kloning aggrek yang dilakukan di Kampung Anggrek ini baru pertama dilakukan di Indonesia dan pastinya tidak sembarang orang yang bisa masuk ke laboratorium kultur jaringan tersebut.
Wisata Kampung Anggrek
Beautifully Orchid

Penelitian kloning anggrek ini masih dilakukan dan akan diproduksi massal sekitar 3,5 tahun mendatang untuk meningkatkan produksi tanaman dari 300 ribu/ tahun menjadi 1 juta/tahun. Pilihan yang tepat untuk membidik pasar ekspor.

2. Green House

Ada 5 green house di Kampung Anggrek yang penuh dengan berbagai jenis anggrek unik dan langka. Salah satu diantaranya adalah anggrek bulan hybride (Phalaenopsis hybride). Di dalam green house ini, kegiatan yang dilakukan yaitu pengumpulan induk anggrek, persilangan, aklimatisasi kecambah dan pembuahan. Karena dibuka untuk umum, hal ini tentu menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat maupun pelajar.
Wisata Kampung Anggrek
Green House
Di dalam green house ini, kemolekan bentuk ratusan jenis anggrek warna warni akan menyambut siapapun yang datang dan kecantikan bunga nya terpampang di setiap sisi ruangan. Suasana yang teduh dan indah, pasti menjadi lokasi favorit bagi kaum hawa. Jika lelah, deretan gazebo tersedia di depan green house.

3. Taman Kelinci

Jangan heran jika ada taman kelinci di dalam Kampung Anggrek. Mendengar adanya taman kelinci, tentu tempat wisata di Kediri ini bisa dinikmati dari segala kalangan. Ada taman kelinci di area kampung anggrek yang bisa dikunjungi untuk menyaksikan kelinci-kelinci bermuka unyu-unyu.
Wisata Kampung Anggrek
Taman Kelinci

Taman kelinci merupakan kandang kelinci berukuran cukup luas dengan berbagai jenis kelinci di dalamnya. Jenis-jenis kelinci tersebut antara lain kelinci angora, kelinci LOP, kelinci belanda, kelinci english spot, kelinci himalaya, kelinci lion, kelinci satin, Netherland dawrf, kelinci new zealand, kelinci hotot, kelinci harlequin dan kelinci havana. Tapi jangan berfikir lebih jauh bahwa kelinci-kelinci ini suatu saat akan ikut dikloning. Hm... maybe.

Selain menjadikan anggrek sebagai icon utama tempat wisata, ada berbagai hiburan lain yang menarik di Kampung Anggrek yang membuat tempat wisata di kediri ini semakin membuat betah siapapun yang datang. Adanya green house, taman kelinci, patung raksasa gorila yang terbuat dari jagung dan tatanan taman yang dihiasi varietas nanas dan tanaman lain, membuat Kampung Anggrek tidak lepas dari acara selfie. Of course !

Sebagai tempat wisata populer di Kediri yang buka pada jam 07.30 - 16.30 siapapun pasti tergiur untuk berkunnjung. Lokasi wisata Kampung Anggrek tentu sudah membuat siapapun yang datang merasa nyaman dengan adanya berbagai fasilitas yang baik seperti gazebo yang tersebar di area wisata, musholla, kantin, toilet dan deretan tempat duduk. Ingin berlama-lama?, kenapa tidak?

Wisata Kampung Anggrek
Taman Kampung Anggrek

Tidak hanya memamerkan varietas unggulan, berbagai jenis bunga anggrek juga dijual dengan harga ekonomis. Untuk bibit bunga dijual sekitar Rp 25.000, untuk yang sudah berbunga dijual di kisaran Rp.30.000 - Rp100.000. Sedangkan bunga yang besar dan langka dijual di kisaran Rp.200.000. Orchid lovers, you must come in !.
Wisata Kampung Anggrek
With the Big Guy

Tips Mengunjungi Tempat Wisata Kampung Anggrek :
  1. Patuhi aturan yang ada di lokasi wisata seperti dilarang merokok di area green house, dilarang memetik tanaman, dan sebagainya.
  2. Laboratorium Kultur Jaringan hanya boleh dimasuki oleh petugas, jadi jangan sembarangan masuk.
  3. Jangan merusak tanaman yang ada di taman maupun wahana wisata lain.
  4. Jangan memberi makanan sembarangan pada kelinci di taman kelinci.
  5. Jagalah kebersihan di area wisata.

Pendakian Gunung Lemongan 1.676 mdpl via Klakah

Pendakian Gunung Lemongan via Klakah. Bukan orang Jepang saja yang memiliki Gunung Fuji (Fujiyama). Sebutan Gunung Fuji yang terkenal dengan bentuk kerucutnya itu dikenal sebagai nama lain dari Gunung Lemongan. Selain Gunung Argopuro yang penuh misteri di deretan Pegunungan Iyang, ada Gunung Lemongan yang ternyata penuh cerita sejarah. Selain dikelilingi tiga danau yang menawan, Gunung Fuji'nya Jawa Timur ini menyajikan pesona alam luar biasa yang pasti menarik minat para petualang.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Gunung Lemongan
Gunung Lemongan terletak di Desa Papringan, Klakah, Lumajang, Jawa Timur. Berada di dua kabupaten yaitu Probolinggo dan Lumajang, dengan koordinat (7,9755°LS 113,3465°BT). Untuk menuju ke Gunung Lemongan, setelah sampai di Lumajang cari pasar Klakah dan ikuti arah ke Danau Ranu Klakah. Ketika mendekati danau, sudah ada petunjuk arah yang jelas ke Gunung Lemongan atau Gunung Fuji. Tapi tak ada salahnya menikmati secuil keindahan Ranu Klakah yang pasti membuat malas beranjak. Hm... Focus to hiking.

Setelah melewati jalanan di tengah hutan terpencil dan perkebunan penduduk, akan tidak di rumah terakhir dan lebih dikenal dengan Pesangrahan Mbah Citro. Pondok ini sudah terkenal di sekitar desa, atau mungkin di Lumajang, bahkan bagi para pelaku spiritual. Jadi, kendaraan bisa dititipkan di pondok ini, sekalian mengenal berbagai cerita sejarah dari keluarga Mbah Citro (alm) yang dikenal dengan juru kunci Gunung Lemongan. 

Pesanggrahan - Pos 1

Dari Pesanggrahan, jalur pendakian Gunung Lemongan dimulai dengan melewati sisi belakang pondok dan menyusuri perkebunan penduduk dengan jalan setapak yang tidak lebar. Tak jauh dari pondok akan melewati makam Mbah Citro dan istrinya, sebelum melanjutkan pendakian dengan trek yang sama. Arah jalur pendakian Gunung Lemongan sudah sangat jelas dengan adanya petunjuk arah sederhana. 
Ketika menemukan pertigaan pertama, jalan bisa lurus ataupun ke kiri. Jika lurus, akan melewati pondok pendaki yang merupakan bangunan paling akhir dalam pendakian. Jika ke kiri, jalur cukup rumit dan banyak percabangan meski sudah ada petunjuk arah. Tapi ujung dari kedua jalur tersebut akan kembali bertemu hingga di tengah padang perbukitan.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Padang Perbukitan
Setelah keluar perkebunan, jalur akan terbuka dan menampilkan perbukitan dengan ilalangnya yang tinggi, sekaligus menampakkan gagahnya Gunung Lemongan yang benar-benar mirip Gunung Fuji yang menjulang tinggi. Hm.... terasa berada di puncak bayangan Gunung Penanggungan.

Trek pendakian Gunung Lemongan berlanjut dengan menyusuri padang perbukitan dengan trek jalan sepadan yang sedikti berbatu. Sebelum kembali memasuki hutan, akan melewati Watu Telek atau Watu Keset - area yang benuh bebatuan hitam yang tersebar. Kemudian trek akan memasuki hutan and let's hiking this Fujiyama !.

Trek menanjak akan langsung menyambut ketika memasuki area hutan Gunung Lemongan. Dengan vegetasi yang teduh dan kadang terbuka, dengan trek menanjak konstan lumayan mengurangi tenaga, terlebih jika siang hari. Dengan vegetasi pepohonan yang tidak terlalu besar, sebaiknya gunakan tempat teduh untuk benar-benar istirahat.

Pos 1 - Watu Gede berupa area lapang di tempat terbuka dengan sebuah batu besar sebagai tanda. Di area ini bisa mendirikan 5-7 tenda ukuran 2/3. Ada beberapa area yang benar-benar datar dan ada juga yang cukup miring dan berbatu namun masih dalam batas wajar. Tidak ada sumber air di Watu Gede, bahkan di sepanjang jalur pendakian Gunung Lemongan.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Pos 1 - Watu Gede

Pos 1 - Pos 2

Pendakian yang sebenarnya dimulai dari Watu Gede. Gunung Lemongan yang gagah menjulang selalu tampak menantang dan bersiaplah mendaki di lereng dengan kemiringan 45 derajat. Trek awal masih akan menjadi jalan pembuka dengan tanjakan yang masih wajar. Trek yang awalnya berupa bebatuan kecil dengan tanah padat akan berubah menjadi bebatuan bercampur pasir dengan trek yang lebih menanjak.
Pos 2 - Gerbang merupakan sebuah persimpangan jalur. Kecilnya area datar bisa dimanfaatkan untuk istirahat setelah menyusuri trek pendakian Gunung Lemongan dari Watu Gede yang tiada datarnya. Kedua persimpangan jalur ini bisa dilalui dan akan bertemu tak jauh di atas dengan trek yang tidak jauh beda.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Pos 2 - Gerbang

Pos 2 - Pos 3

Tanjakan Putus asa akan menyambut selepas Pos 2, so keep your spirit here!. Jalur pendakian Gunung Lemongan masih sama, menanjak di trek tanah padat berbatu. Disini akan melewati jalur berpasir, berbatu  yang cukup panjang, terjal dan tinggi, anggap saja sedang menuju puncak Gunung Semeru. Jangan putus asa di tanjakan putus asa!. Trek cukup terbuka karena dikelilingi pepohonan hutan yang belum terlalu tinggi. Menjelang Pos 4, vegetasi kembali rapat.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Trek Jalur Pendakian
Pos 4 - Sumber Tetes, berupa area datar sempit di tengah rimbunnya hutan dengan bonus yang paling berharga bagi pendaki, air. Sumber tetes di jalur pendakian Gunung Lemongan ini sering juga disebut Pos Guci, karena ada sebuah guci di bawah batu berlumut yang memang disediakan untuk menampung air dari akar pohon di atasnya. Jika beruntung atau jika darurat, kumpulan air tersebut bisa diminum.

Pos 4 - Puncak 

Meski tidak banyak ditumbuhi pepohonan besar, vegetasi di Gunung Lemongan tergolong rapat. Setelah Pos Guci, vegetasi akan kembali rapat, namun tetap ada area terbuka yang menyuguhkan pemandangan hamparan hijan yang dihiasi Ranu Klakah dan Ranu Pakis yang lebar hingga Gunung Semeru yang letusannya tiap 20 menit sayup-sayup terdengar jelas. Trek terus menanjak dengan kemiringan curam yang sangat menguras tenaga.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Horizon...
Setelah melewati vegetasi rapat di jalan setapak yang sempit, sebuah batu besar - Watu Kembar, menandakan bahwa puncak tidak lama lagi. Setelah melewati batu yang hampir mirip dengan Watu Gede, tampak kawah kering Gunung Lemongan yang sudah lama beristirahat dan bibir kawah inilah puncak Gunung Lemongan.

Dari puncak Gunung Lemongan tampak Gunung Semeru, Ranu Klakah, Ranu Pakis, Ranu Bedali, Gunung Argopuro dan juga kawah Gunung Lemongan yang lebar menghijau dan cukup dalam menyerupai kawah Gunung Bromo. Area puncak yang merupakan bibir kawah ini bisa memuat sekitar 4 tenda isi 2/3 dan 3 tenda isi 3/4. Banyak spot menarik yang bisa dinikmati di puncak Gunung Lemongan yang membuat siapapun enggan turun terlalu cepat.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Area Puncak Gunung Lemongan
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Sisi Lain Bibir Kawah (Jalur ke Puncak Sejati)
Puncak sejati Gunung Lemongan ada tepat di seberang kawah. Dengan menyusuri jalur pendakian di sebelah kiri dari puncak Gunung Lemongan. Dari Puncak Sejati bisa lanjut turun menyusuri lembah plasma kemudian ke Puncak Candi. Setelah Puncak Candi, menyusuri jembatan gondo mayit hingga sampai ke Puncak Tarub.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Kawah Gunung Lemongan di Depan Puncak Sejati

Tips Pendakian Gunung Lemongan via Klakah :
  1. Usahakan tidak berkendara menuju ke Pesanggrahan Mbah Citro saat pagi atau siang, karena merupakan daerah rawan saat hari gelap.
  2. Hormati peraturan dan mitos yang ada sebelum memulai pendakian. 
  3. Siapkan perbekalan yang baik khususnya air, karena tidak ada sumber air melimpah di jalur pendakian. Air di Pos Guci tergantung keberuntungan.
  4. Bawalah pelindung kepala seperti topi atau payung. Melewati ilalang perbukitan sangat panas jika mendaki di siang hari.
  5. Jangan sungkan bertanya kepada penduduk sekitar jika bingung menentukan arah. Jalur pendakian Gunung Lemongan di area perkebunan penduduk cukup membingungkan.
  6. Berhati-hatilah di area padang perbukitan hingga Watu Telek karena banyak jalur yang berlubang.
  7. Tempat camp ada di Watu Gede dan puncak. Camp yang ideal ada di Watu Gede. Jika tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan lebih baik camp di Watu Gede karena sepanjang jalur mulai Watu Gede sampai puncak, tidak ada lokasi datar yang ideal untuk membangun tenda.
  8. Berhati-hatilah jika camp di puncak yang merupakan area terbuka. Waspadai angin dan bahaya petir di musim hujan.
  9. Dari puncak Gunung Lemongan ke Puncak Tarub membutuhkan waktu sekitar 1 hari dan bisa melanjutkan camp di lembah plasma. 
  10. Berhati-hatilan saat berada di trek berpasir yang bercampur kerikil agar tidak terpeleset.
Pendakian Gunung Lemongan via Klakah
Cheers... The Blues Team


Itinerary Pendakian Gunung Lemongan via Klakah :
Pesanggrahan - Pos 1 : 1 jam
Pos 1 - Pos 2 : 1 jam
Pos 2 - Pos 3 : 50 menit
Pos 3 - Pos 4 : 1 jam
Pos 4 - Puncak : 1 jam
Puncak Lemongan - Puncak Sejati : 30 menit