Pendakian Gunung Prau 2.565 mdpl via Patak Banteng

Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng. Ingin Mengawali pagi yang indah di Jawa Tengah dengan suasana pegunungan yang menawan?, Gunung Prau bisa menjadi salah satu solusinya. Gunung Prau menjadi salah satu tujuan favorit para penikmat alam ketika mengunjungi Dataran Tinggi Dieng. Gunung kecil yang tidak terlalu menjulang ini memiliki view pemandangan mempesona khususnya ketika sunrise. Waktu pendakian yang pendek merupakan waktu yang pas bagi pendaki pemula untuk menikmati secuil surga pagi di puncak tertinggi Dataran Tinggi Dieng yang akrab disapa The Golden Sunrise.
pendakian gunung prau
View Gunung Prau
Gunung Prau terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia. Merupakan batas antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo.
Untuk menuju ke kawasan Dataran Tinggi Dieng, dari Wonosobo bisa menggunakan bus berukuran sedang (engkel) tujuan Dieng. 

Ada tiga jalur pendakian Gunung Prau yang bisa didaki :
  1. Jalur Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang
  2. Jalur Patak Banteng, Wonosobo
  3. Jalur Kenjuran, Kendal
Jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng relatif lebih singkat dan paling sering dilewati oleh para pendaki. Pos pendakian Patak Banteng terletak di Jl. Dieng Km.24 Patakbanteng, Kejajar, Wonosobo. 

Di sepanjang jalur pendakian tidak terdapat mata air sehingga dihimbau untuk mempersiapkan perbekalan di basecamp dimana ada beberapa warung yang juga menyediakan kebutuhan logistik.

Basecamp - Pos 1 Sikut Dewo

Setelah melakukan registrasi pendakian di basecamp desa Patak Banteng, pendakian awal Gunung Prau dimulai dengan berjalan menyusuri perkampungan penduduk sekitar 500 meter sebelum melalui jalur bebatuan menanjak. Pos 1 berupa gubuk kecil yang menjadi batas antara jalur makadam dengan jalur tanah padat sebelum memasuki hutan.

Pos 1 - Pos 2 Canggal Walangan

Dari pos 1 berbelok ke kiri untuk menuju pos 2. Jalur pendakian Gunung Prau masih berupa tanah padat berdebu dan menanjak berbentuk tangga. Akan dijumpai beberapa gubuk / warung di sekitar jalur pendakian sebelum masuk ke kawasan hutan. Pos 2 berupa lahan lapang kecil yang didominasi cemara dan pinus.
Baca Juga : 
pendakian gunung prau via patak banteng
Pos 2 - Canggal Walangan

Pos 2 - Pos 3 Cacingan

Jalur pendakian Gunung Prau menuju pos 3 sedikit terjal dan lebih menanjak dibandingkan sebelumnya. jalur berupa tanah dengan bebatuan perbukitan. Pemandangan menuju pos 3 hanya berupa hutan dan bukit. Pos 3 tak jauh beda dengan pos 2, berupa lahan kecil di sebelah kanan yang muat untuk 2 tenda.
pendakian gunung prau via patak banteng
Pos 3 - Cacingan

Pos 3 - Bukit Teletubbies

Jalur pendakian menuju bukit teletubbies cukup terjal dan menanjak. Pendaki akan melewati tanjakan tanah berupa tangga berkelok-kelok yang cukup berdebu di musim kemarau. Bukit teletubbies ditandai dengan jalur setapak yang landai. Di jalan setapak ini banyak ditemukan bunga daisy yang menjadi icon Gunung Prau.
Bukit teletubbies berupa gundukan bukit yang merupakan camping ground favorit untuk menikmati golden sunrise di Gunung PrauMomen matahari terbit adalah saat yang ditunggu-tunggu di bukit teletubbies ketika sinar jingga matahari menyinari gunung-gunung di sekitarnya. Deretan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing tampak megah menjulang berdekatan, dihiasi Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan juga Gunung Lawu yang tampak kecil. Deretan gunung-gunung yang perlahan menampakkan diri bersamaan dengan proses terbitnya matahari menjadi salah satu momen idaman para pendaki selain menuju puncak Gunung Prau.
pendakian gunung prau via patak banteng
Sunrise Gunung Prau

Bukit Teletubbies - Puncak

Untuk menuju ke puncak Gunung Prau, jalur pendakian dilanjutkan dengan berjalan ke sebelah kiri. Puncak Gunung Prau tidak jauh dari bukit dan tidak membutuhkan waktu lama untuk ke puncaknya.

Tips Mendaki Gunung Prau via Patak Banteng :
  1. Carilah musim pendakian yang tepat. Keadaan cuaca akan sangat mempengaruhi keadaan di puncak Gunung Prau.
  2. Siapkan logistik yang cukup terutama air karena tidak ada sumber air di sepanjang jalur pendakian.
  3. Jika ingin mempersingkat waktu, bisa menggunakan jasa ojek yang akan mengantar hingga di Pos 1 - ujung jalur makadam.
  4. Untuk camp bisa di puncak atau area luas di bawah puncak untuk menghindari angin kencang.

Itinerary Pendakian Gunung Prau :
Basecamp - Pos 1 : 30 menit
Pos 2 - Pos 3  : 40 menit
Pos 3 - Bukit Teletubbies : 45 menit
Bukit Teletubbies - Puncak : 10 menit

Percandian Arjuna - Kemegahan Candi Hindu di Dataran Tinggi Dieng

Percandian Arjuna Dataran Tinggi Dieng. Dataran Tinggi Dieng, merupakan salah satu tempat wisata yang menarik. Selain Gunung Prau yang menawarkan keindahan sunrise, Dieng juga menawarkan wisata sejarah, berupa area candi Hindu beraliran Syiwa yang dikenal dengan Kompleks Percandian Arjuna. Di Kompleks berketinggian 2.000 mdpl ini terdapat Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra. Sedangkan di depan Candi Arjuna terdapat Candi Semar. Bukan semata-mata tentang nilai sejarah, lokasi percandian ini dikelilingi hamparan pemandangan perbukitan yang sangat menawan.
candi arjuna
Kompleks Percandian Arjuna
Kompleks Percandian Arjuna terletak di Desa Dieng Kulon, Dataran Tinggi Dieng,Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Indonesia. Untuk menuju ke tempat wisata percandian Arjuna hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dari pintu masuk Dataran Tinggi Dieng. Wisatawan akan dikenakan tiket masuk ke Candi Arjuna dan Kawah Sikidang, jadi lebih baik mengunjungi Candi Arjuna beserta Kawah Sikidang yang sudah satu paket.

Jalan paving yang sudah tertata rapi memanjang hingga ke lokasi kompleks candi dengan luas sekitar 1,8 x 0,8 km2.
Tempat wisata Percandian Arjuna Dieng dibangun sekitar abad 7-8 masehi. Candi Arjuna, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra merupakan candi yang dibuat untuk menyembah Dewa Syiwa. Sedangkan Candi Srikandi dibangun untuk menyembah tiga trimurti (Syiwa, Brahma dan Wisnu). 

Kompleks Candi Arjuna pertama ditemukan oleh Theodorf Van Elf pada abad 18 dengan kondisi tergenang air. Penyelamatan kompleks candi dilakukan oleh HC Corneulius-berkebangsaan Inggris, 40 tahun sesudah candi ini ditemukan dan kemudian dilanjutkan oleh J Van Kirnbergens yang berkebangsaan Belanda.

Candi di kawasan Dieng terbagi dalam 3 kelompok:

1. Kelompok Arjuna

Kelompok Arjuna terletak di tengah kawasan yang terdiri atas 4 candi yang berderet menghadap ke barat kecuali candi Semar yang menghadap ke arah Candi Arjuna. Candi Arjuna berada di ujung selatan, kemudian di sebelah utaranya Candi Srikandi, Candi Sembadra dan Candi Puntadewa. Di depan Candi Arjuna terdapat Candi Semar.
candi arjuna
Kelompok Arjuna

2. Kelompok Gatutkaca

Kelompok Gatutkaca terdiri dari 5 Candi yaitu Candi Gatutkaca, Candi Setyaki, Candi Nakula, Candi Sadewa, Candi Petruk dan Candi Gareng. Candi Gatutkaca masih nampak utuh dibanding ke empat candi lainnya yang berupa reruntuhan. 
candi gatutkaca
Candi Gatutkaca

3. Kelompok Dwarawati

Kelompok Dwarawati terdiri atas 4 candi yaitu Candi Dwarawati, Candi Abiyasa, Candi Pandu dan Candi Margasari. Candi Dwarawati adalah candi yang masih utuh meski puncak atap tidak tersisa. Bentuk Candi Dwarawati mirip dengan Candi Gatutkaca.
candi dwarawati
Candi Dwarawati

4. Candi Bima

Candi Bima terletak di atas bukit dan merupakan candi terbesar di antara kumpulan Candi Dieng. Candi Bima adalah satu-satunya candi yang mempunyai kudu berjumlah 24. Kudu adalah lengkung seperti tapal kuda yang diisi wajah dewa sebagai lambang face of glory, karenanya kudu ditempatkan di atap candi. Di India, kudu tidak hanya diisi wajah dewa tetapi wajah raksasa yang disebut kirtimukha sebagai penolak bala.
candi bima
Candi Bima
Arsitektur candi-candi di Dieng mengalami perkembangan dari pengaruh India ke arah ciri lokal. Candi Arjuna dan Bima memiliki gaya India yang kental. Candi-candi lain secara bertahap menunjukkan ciri lokalnya, ditandai dengan perkembangan relung dan menara atap. Gaya lokal Dieng ditemukan di Candi Gatutkaca yang menara atapnya disatukan dengan struktur bangunannya.

Berbeda dengan candi yang lain, anda tidak akan menemukan arca yang biasanya menghiasi bangunan candi. Arca-arca di kompleks ini disimpan di Museum Kaliasa sementara yang lainnya sudah hilang. 
Kompleks Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng biasa digunakan untuk pelaksanaan Galungan dan kadang digunakan juga untuk pelaksanaan ruwatan anak gimbal. Selain menyimpan cerita sejarah yang menarik, tempat wisata Percandian Arjuna juga sangat nyaman untuk bersantai.

Pantai Krakal - Mengintip Pesona Alam dan Biota Laut Gunung Kidul

Pantai Krakal Gunung Kidul. Gunung Kidul memiliki wisata pantai yang beragam dan menarik. Berbagai pantai indah ditawarkan disini, salah satunya adalah Pantai Krakal. Pantai Krakal termasuk pantai menawan bertekstur landai dengan hamparan pasir putih dengan panjang lebih dari 5 kilometer. Dalam keadaan pasang-surut'pun, Pantai Krakal tetap menyajikan pesona yang sangat menarik. What is that?, tentu saja selain ombak ganas ketika pasangnya, Pantai Krakal merupakan surga biota laut yang bisa dilihat ketika surut. Wanna try to see it?
pantai krakal
Pantai Krakal
Pantai Krakal terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Akses jalan menuju lokasi pantai sudah bagus dengan kontur tanah naik turun dan berkelok-kelok. Rute menuju Pantai Krakal juga sudah cukup jelas terpampang di sepanjang perjalanan. 

Untuk masuk ke kawasan pantai, wajib membayar tiket di pos restribusi sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke pantai-pantai di Gunung Kidul. Jalan yang berkelok-kelok melintasi bukit-bukit kapur akan menuntun sampai ke pintu masuk Pantai Krakal.

Tulisan 'Pantai Krakal' akan menyambut ketika sampai di bibir pantai. Di sebelah kanan bukit juga terpampang tulisan 'Welcome to Krakal' yang didesain layaknya Holywood. Sebagian hamparan pasir putih yang panjang dihiasi batu karang yang berpadu dengan kencangnya gulungan ombak. Air lautnya yang jernih membuat wisatawan bisa melihat banyaknya ikan warna-warni berlalu lalang di batu karang.
pantai krakal
Hamparan Karang Pantai Krakal Ketika Surut
Beberapa jenis ikan yang menarik di pantai Krakal Gunung Kidul adalah ikan kepe-kepe atau butterflyfish, damselfish, dan sekelompok ikan warna warni lainnya. Jika air laut surut, tampak karang-karang yang diselimuti rumput laut hijau. Biota laut selain ikan warna-warni sangat mudah ditemukan, seperti siput dan beberapa spesies cacing laut. Lebih baik gunakan alas kaki ketika menyusuri deretan batu karang ini karena cukup tajam dan licin. Low tide is the best time to see marine plants.
Meski banyak batu karang di dasar pantainya, lokasi Pantai Krakal Gunung Kidul juga menjadi tujuan wisatawan pecinta selancar untuk menjajal ombak reef break yang cukup menantang. Jika tidak ingin berselancar, menikmati pesona pantai bisa juga dilakukan dengan berteduh di bawah gasebo yang banyak berjajar di bibir pantai sambil menikmati sajian menu khas Jogja maupun seafood
Pantai Krakal
Gasebo di Pinggir Pantai
Still bored?, cobalah menyusuri garis Pantai Krakal untuk mengeksplorasi batu-batu karang yang menyembul ke permukaan sambil melihat nelayan yang asyik memancing. Garis pantai yang panjang menyuguhkan berbagai spot menarik untuk hunting foto. 
pantai krakal
Sisi Lain Pantai Krakal
Fasilitas di Pantai Krakal Gunung Kidul sudah cukup lengkap. Selain lokasi parkir yang luas dan banyaknya gasebo di pinggir pantai, tersedia warung makan, kamar mandi umum dan hotel di area wisata. Dengan adanya fasilitas yang memadai, wisatawan bisa berlama-lama di pantai Krakal sembari menunggu sunset yang sayang untuk dilewatkan. How the beutiful destination man!

Baca Juga :

Kesejukan Air Terjun Alap-Alap di Pegunungan Arjuna-Welirang

Air Terjun Alap-Alap di Pegunungan Arjuna-Welirang. Air terjun paling populer di lereng  pengunungan Arjuno - Welirang mungkin hanya Air Terjun Kakek Bodo. Namun, ada air terjun tersembunyi lainnya yang sangat menarik untuk dicoba. Bisa ditempuh dengan jalan kaki dari tempat wsata Air Terjun Kakek Bodo, Air Terjun Alap-alap cukup diminati para petualang. Bagi sebagian orang mungkin jarang mendengar nama air terjun Alap-alap, meski letaknya tidak jauh di atas Air Terjun Kakek Bodo. Air Terjun Alap-Alap diambil dari nama burung pemangsa di hutan dan letaknya cukup tersembunyi di lereng pengunungan Arjuno - Welirang.
air terjun alap-alap
Air Terjun Alap-Alap
Air Terjun Alap-Alap berada di Desa Pencalukan, Kecamatan Prigen, Jawa Timur. Berjarak kurang lebih 3 kilometer dari pintu masuk wisata Air Terjun Kakek Bodo. Kendaraan bisa diparkir di tempat parkir wisata Air Terjun Kakek Bodo atau bagi yang membawa roda 2 bisa naik sampai di area bumi perkemahan Kakek Bodo. 

Meski tidak dibuka untuk umum, Air Terjun Alap-Alap bisa dijangkau dengan trekking sekitar 1 jam dari bumi perkemahan Kakek Bodo. Dimulai dari jalan kaki menelusuri area bumi perkemahan dan jalur hutan yang berkelok, naik dan turun tanjakan becek merupakan hal yang menarik bagi para petualang.
bumi perkemahan kakek bodo
Bumi Perkemahan Kakek Bodo
air terjun alap-alap
Trekking Menuju Air Terjun Alap-Alap
Jalur trekking tidak terlalu berat, hanya dibutuhkan stamina yang prima. Di tengah jalan menuju Air Terjun Alap-Alap ada papan penunjuk arah bertuliskan batas lokasi perkemahan. Melanjutkan perjalanan, akan banyak dijumpai pipa-pipa air minum yang merupakan salah satu penunjuk menuju lokasi Air Terjun Alap-Alap.

Mendekati lokasi akan terdengar gemericik air yang merupakan aliran dari Air Terjun Alap-Alap. Bebatuan besar menjadi pembatas aliran air dari lokasi air terjun. Untuk menuju ke air terjun utama, harus memanjat bebatuan besar yang terjal setinggi sekitar 10 meter yang membutuhkan kewaspadaan dan konsentrasi.
air terjun alap-alap
Aliran Sungai Air Terjun
Air Terjun Alap-Alap Ketika Surut
Sesampainya di atas, sebuah air terjun dengan tinggi sekitar 40 meter jelas terpampang di tebing-tebing tinggi yang mengelilingi area kolam. Air Terjun Alap-Alap memiliki tiga tingkatan yang membuat suara gemuruh di tengah kesunyian hutan. Dinginnya air berpadu dengan kesejukan suasana pegunungan menambah daya tarik dari air terjun ini. 

Di bawah air terjun kadang bisa terlihat pelangi yang cukup memanjakan mata untuk menikmatinya. Jika musim kemarau tiba, debit air terjun tidak terlalu banyak, jadi lebih baik datang ketika musim penghujan.


Cara Membuat Api Unggun yang Aman Untuk Mencegah Kebakaran

Cara Membuat Api Unggun yang Aman. Musim kemarau kadang menjadi musimnya naik gunung, mesti musim hujan juga tak kalah asyik. Selain musimnya naik gunung, musim kemarau juga musimnya kebakaran hutan. Api unggun ramai dibicarakan khususnya pada musim kemarau, karena diduga menjadi penyebab kebakaran hutan di gunung karena kelalaian pendaki. Ada beberapa oknum pendaki yang seenaknya saja membuat api unggun tanpa peduli dengan akibat yang bisa ditimbulkan jika melakukan kelalaian. 
Api Unggun
Pendaki'pun harus tau unsur-unsur apa saja yang menjadi penyebab kebakaran agar tidak lalai dalam membuat maupun mematikan api unggun.

Tiga Unsur Kebakaran Hutan

Unsur Kebakaran
  1. Panas : Unsur panas sangat berperan terutama saat musim kemarau. Terjadinya kebakaran menjadi lebih besar jika panas bertemu dengan unsur bahan bakar dan oksigen. Hal yang terkait dengan panas adalah sumber api yang kebanyakan berasal dari manusia khususnya yang tidak disengaja seperti obor, puntung rokok dan api unggun/dapur arang.
  2. Bahan Bakar : Bahan bakar adalah unsur yang paling dominan sebagai penyebab kebakaran hutan. Selain bahan bakar cair, bahan bakar yang menjadi penyebab kebakaran adalah serasah hutan seperti tumpukan daun dan ranting kering serta sisa vegetasi di atasnya. Ketebalan serasah hutan berbeda pada setiap tipe hutan.
  3. Oksigen : Oksigen adalah unsur yang mendukung pembakaran. Dengan pasokan oksigen yang melimpah di alam semesta, nyala api akan semakin besar begitu pula sebaliknya jika tidak memperoleh pasokan oksigen yang mencukupi, api akan padam.
Baca Juga :
Lalu bagaimana membuat api unggun agar aman ketika menyala hingga dimatikan sehingga tidak menjadi penyebab kebakaran?

Membuat Api Unggun

  1. Buat api unggun ketika keadaan darurat : Membuat api unggun yang kadang dilakukan adalah pengrusakan hutan dengan menebang pohon dan ranting untuk api unggun. Membuat api unggun harusnya ketika darurat seperti ketika ada yang terserang hipotermia. Kalau untuk ngopi di luar tenda rasanya cukup hanya dengan kopi panas.
  2. Buat api unggun di lokasi yang tepat : Pastikan di lokasi jauh dari hal-hal yang bisa memicu kebakaran seperti banyaknya serasah hutan yang secara tidak langsung menjadi bahan bakar yang membuat api merambat cepat. Untuk keamanan diri dan perlengkapan camp, buatlah api unggun minimal 3 langkah dari tenda. Buat di medan terbuka seperti lapangan yang cukup luas, tanah kering dan rata. Jika di atas rumput, singkirkan atau pindahkan rumput yang akan dijadikan lokasi api unggun.
  3. Jangan memakai bahan bakar cair : Jangan gunakan minyak tanah ataupun spirtus yang bisa menimbulkan kecelakaan api atau menyulut kebakaran. 
  4. Sulut api dengan bahan bakar yang baik : Api yang baik dimulai dari sumbu yang baik. ranting, daun dan rumput kering, kulit kayu adalah bahan sumbu yang baik. Atau bisa dilakukan dengan parafin sebagai sumbu yang ditaruh di bawah  tumpukan kayu.
  5. Buat api kecil dan aman :  Api yang kecil, konstan dengan bahan bakar kayu yang tidak besar, akan mudah dipadamkan. Gunakan kayu secukupnya, sesuaikan dengan waktu camp yang digunakan. Jika camp semalam, hindari menggunakan kayu besar yang bisa terbakar dalam jangka waktu lama. Buat api sesuai kebutuhan.
  6. Buat batas api : Buatlah batas api dengan batu-batu. Selain berfungsi sebagai sekat, bisa sebagai penahan udara atau angin.
  7. Pastikan api benar-benar mati : Jika meninggalkan api unggun, pastikan api benar-benar mati sepenuhnya mulai dari nyala api maupun bara api.
Posisi Kayu Api Unggun
Menyulut Api
Batasi Dengan Batu
Lalu bagaimana mematikan api unggun dengan aman agar tidak terjadi kebakaran ketika ditinggalkan?

Ada 3 metode pemadam kebakaran yang bisa digunakan untuk memadamkan api agar tidak terjadi kebakaran :
  1. Penguraian : Dilakukan dengan memisahkan dan menjauhkan benda yang mudah terbakar. Uraikan api unggun untuk mudah mematikan api sampai bara api yang biasanya belum benar-benar mati. Jauhkan dari serasah hutan yang mudah terbakar.
  2. Pendinginan : Dilakukan dengan menggunakan air untuk mengurangi kadar panas. Siram uraian api unggun yang telah mati dengan air untuk memastikan api sudah mati sepenuhnya, pastikan titik mati hilang.
  3. Isolasi : Dilakukan dengan menutup sumber api untuk mengurangi kadar oksigen. Gunakan pasir atau tanah untuk menimbun api unggun sebelum ditinggalkan.
Setiap orang khususnya para pendaki harus mengerti unsur penyebab kebakaran hutan agar dalam membuat api unggun hingga mematikan api unggun dilakukan dengan cara yang tepat dan aman. Prinsipnya, "membuat api unggun dengan benar-benar menyala, mematikan api unggun dengan benar-benar padam." Semoga info ini membantu untuk keselamatan hutan dan juga para petualang!

Legenda Dewi Rengganis dan Sejarah Kelam Cikasur Gunung Argopuro

Legenda Dewi Rengganis dan Sejarah Gunung Argopuro. Gunung Argopuro merupakan gunung dengan trek terpanjang di Jawa dengan ketinggian 3.088 mdpl. Kemistikannya tak lepas dari legenda Dewi Rengganis yang cukup terkenal di kalangan masyarakat di sekitar Gunung Argopuro. Selain itu, di Cikasur- salah satu savana di Gunung Argopuro, juga menyimpan cerita sejarah kelam.

Keindahan pemandangan di sepanjang jalur pendakian dan juga situs-situs peninggalan sejarah, tak ayal membuat para pendaki maupun pecinta alam mencoba untuk menelusuri Gunung ArgopuroLalu bagaimana Gunung Argopuro bisa menjadi salah satu gunung yang angker di kalangan pendaki?

Legenda Dewi Rengganis

Rengganis adalah nama salah satu puncak di Argopuro dari tiga puncaknya yaitu puncak Rengganis, puncak Argopuro dan puncak Arca. Kisah Dewi Rengganis sangat melegenda apalagi dengan adanya kawasan puncak yang dipenuhi situs-situs seperti kerajaan. Ini yang menjadikan Gunung Argopuro adalah tempat situs purbakala tertinggi di Jawa.
puncak rengganis
Puncak Rengganis
Rengganis adalah nama seorang putri di jaman kerajaan Majapahit. Beberapa kisah legenda Dewi Rengganis mendiami puncak Gunung Argopuro berbeda dari mulut ke mulut dan diceritakan dalam berbagai versi yang masih belum terungkap. Berikut adalah berbagai versi yang menceritakan bagaimana dewi Rengganis bisa menempati Gunung Argopuro. :
  1. Dewi Rengganis adalah putri Raja Brawijaya yang sangat disayang dan suatu saat kekuasaan akan jatuh ke tangan Dewi Rengganis. Untuk menghindari itu, munculah suatu mandat untuk membangun istana di atas Gunung Argopuro lengkap dengan segala keperluannya. Dewi Rengganis bersama dayang-dayangnya yang setia menguasai daerah kerajaan tersebut yang kini menjadi puncak Rengganis.
  2. Keberadaan Dewi Rengganis sebagai putri selir dari Prabu Brawijaya tidak diakui. Saat dewasa, dia didampingi patih dan pengikutnya yang setia melarikan diri dan mendirikan keraton di puncak Gunung Argopuro.
  3. Kawasan puncak merupakan tempat bertapa seorang raja yang sudah turun tahta dan menjadi pendeta, bersama dengan putrinya bernama Dewi Rengganis yang juga pertapa berilmu tinggi karena hanya mengkonsumsi sari bunga.
  4. Dewi Rengganis yang tidak diakui keberadaannya suatu hari diajak ke puncak Gunung Argopuro, lalu ditinggalkan disana. Akhirnya dia ditemukan seorang petapa yang merawat dan mengajari ilmu hingga dewasa dan membuat keraton di atas puncak.
Legenda bagaimana dewi Rengganis mendiami Gunung Argopuro tidak bisa dibuktikan secara pasti. Namun di kawasan puncak Rengganis ditemukan situs purbakala yang kini tinggal puing-puing. Ke arah belakang puncak ada komplek reruntuhan candi yang masih terlihat jelas gerbang dan ruangan-ruangannya.
puncak rengganis
Situs Bagian Belakang Puncak Rengganis
Kompleks Peninggalan yang ada di puncak ini ada tujuh kompleks yaitu situs kolam dan taman sari, situs puncak rengganis, dua bangunan candi dan tiga bangunan pura. Konon di puncak ini terdapat sebuah taman gaib bernama Taman Rengganis yang kini berupa lapangan gersang tanpa pepohonan.
puncak rengganis
Situs Kolam dan Taman 
Adanya tembok pagar luar yang mengelilingi bangunan serta struktur bangunan yang lebih memperlihatkan struktur Pura daripada Candi, diperkirakan puing-puing di puncak Rengganis adalah bekas kuil Hindu abad 12 M oleh karena itulah tempat ini dinamakan Argopuro. Beberapa arca dan tumpukan batu juga ditemukan di puncak Arca.
Baca Juga :

Sejarah Kelam Cikasur di Masa Kolonial

Cikasur adalah sebuah padang savana dan ilalang yang paling luas di Gunung Argopuro. Tempat ini adalah bekas landasan pesawat yang dibangun di jaman kolonial Belanda.
cikasur
Cikasur
Bukti yang menunjukkan bahwa Cikasur adalah landasan pesawat adalah sebuah mesin genset yang ada di salah satu sudut bekas landasan dan tersembunyi di antara semak belukar. Di badan genset tampak tulisan 1912 sebagai petunjuk masanya. Selain itu, adanya menara pengawas yang sudah roboh. Kini kondisi bekas landasan pesawat itu berupa lapangan terbuka yang dipenuhi ilalang dan tempat ini dinamakan Lembah Cikasur ladang pembantaian (The killing field), kenapa?

Landasan pesawat ini pertama kali dikerjakan oleh beberapa orang dengan upah. Lalu pekerja itu dipaksa mengajak penduduk lainnya untuk ikut dalam pembangunan landasan pesawat tersebut. Akhirnya semua orang baik orang tua, muda, laki-laki dan perempuan mendaftarkan diri untuk bergabung.
Setelah pembangunan selesai, para pekerja tidak dibayar dan tidak boleh meninggalkan tempat. Mereka dipaksa membuat galian panjang untuk saluran air. Dengan perlakuan kasar dan berbagai siksaan, disinilah tragedi pembantaian terjadi. Saat galian selesai dikerjakan, beberapa truk terbuka beserta serdadu Belanda bersenjata lengkap mendekat dan langsung memberondong peluru ke arah pekerja dengan membabi buta. Galian itu sengaja dibuat untuk mengubur para pekerja agar lokasi landasan pesawat itu tidak dibocorkan ke para pejuang.
Cikasur
Lokasi Bekas Landasan Pesawat
Landasan ini pernah dikuasai tentara Jepang, namun menjelang kemerdekaan, TNI sempat menguasainya. Akhirnya landasan itu ditinggalkan karena berada di pegunungan terpencil dan tidak terjamah selama puluhan tahun, bahkan dilupakan.


Itu adalah sekilas  tentang Legenda Dewi Rengganis yang menjadi penguasa serta penunggu Gunung Argopuro dan juga Cikasur yang meninggalkan kisah kelam dan puluhan jasad orang pribumi. 

Hendaknya dalam setiap pendakian Gunung Argopuro, pendaki mengerti misteri dan mitosnya untuk tidak mengusik kawasan alam Gunung Argopuro dan tidak berbuat yang mengganggu agar tidak terjadi hal-hal yang bisa membahayakan pendaki.

Baca Juga :
5 Mitos Pedalaman di Alam Liar yang Perlu Diketahui
Terbius 8 Danau Indah di Pegunungan Indonesia
Pendakian Gunung Willis 2.565 mdpl via Kediri


Misteri Gunung Slamet dan Mitos Terbelahnya Pulau Jawa

Misteri Gunung Slamet dan Mitos Terbelahnya Pulau Jawa. Gunung Slamet merupakan gunung berapi tertinggi ke-2 di Jawa setelah Gunung Semeru dengan tinggi 3.428 mdpl. Nama Gunung Slamet selama ini memang menunjukkan suatu keagungan dan itu tidak lain karena adanya asal usul dan berbagai cerita kuno yang beredar di masyarakat. Selain menampilkan pesona alam yang indah, konon ada mitos dan kisah misteri Gunung Slamet yang dipercaya oleh masyarakat sekitar maupun pendaki yang pernah mendaki di gunung tertinggi di Jawa Tengah ini.
Gunung Slamet
Gunung Slamet berada di perbatasan kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.  Banyaknya misteri yang beredar membuat Gunung Slamet dicap sebagai salah satu gunung angker oleh para pendaki.


Asal Usul Gunung Slamet

1. Nama Gunung Slamet

Asal-usul nama Gunung Slamet diambil dari bahasa Arab yang artinya membawa selamat. Sedangkan dalam bahasa Sunda, Gunung Slamet biasa disebut dengan Gunung Agung. Oleh masyarakat sekitar, Gunung Slamet - sesuai namanya dipercaya membawa berkah, keselamatan dan ketentraman. Nama Slamet diberikan karena gunung ini dipercaya tidak pernah meletus besar meski kondisinya tidak pernah diam.

2. Baturaden dan Pancuran Tujuh

Masyarakat sekitar mempercayai asal - usul Gunung Slamet yang ditemukan oleh seorang pangeran dari negeri Rum-Turki bernama Syeh Maulana Maghribi yang merupakan salah seorang penyebar agama Islam di Jawa.

Konon saat fajar menyingsing, Syeh Maulana melihat cahaya misterius menjulang di angkasa yang membuatnya tergerak untuk menyelidiki. Pangeran ditemani oleh ratusan pengawal dan pengikut setianya, Haji DatukMereka berlayar ke arah cahaya tersebut. Setelah sampai di Gresik, Jawa Timur, cahaya itu tiba-tiba muncul di sebelah barat, lalu mereka pun berlayar ke arah barat dan tiba di pantai Pemalang, Jawa Tengah.

Di Pemalang, Syeh Maulana bersama Haji Datuk berjalan ke selatan sambil menyebarkan agama Islam. Saat cahaya melewati daerah Banjar, Syeh Maulana menderita gatal di seluruh tubuh dan sulit disembuhkan. Hingga ketika sholat malam, pangeran mendapat ilham untuk pergi ke Gunung Gora.
Baca Juga : 
Di Gunung Gora, pangeran menyuruh Haji Datuk meninggalkannya dan menunggu di suatu tempat yang mengeluarkan kepulan asap dan ternyata di daerah tersebut terdapat sumber air panas dengan tujuh buah pancuran. Di lokasi inilah Syeh Maulana berobat dengn mandi secara teratur hingga akhirnya penyakit yang dideritanya sembuh. Akhirnya pangeran menamai tempat ini 'Pancuran Tujuh'
Pancuran Tujuh
Lalu Syeh Maulana memberi gelar Haji Datuk dengan sebutan Rasuludi yang dalam bahasa jawa berarti Batur Kang Adi (Abdi yang setia). Kemudian desa itu dikenal dengan nama 'Baturadi' yang lama-kelamaan menjadi 'Baturaden'

Itulah cerita asal-usul Gunung Slamet dari masyarakat di kawasan Baturaden, Purwokerto, Jawa tengah yang juga merupakan salah satu jalur pendakian.

Mitos Gunung Slamet

Gunung Slamet merupakan salah satu pusat pemersatu wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bila dilihat dari letak geografi, Gunung Slamet membentang dari utara ke selatan yang dikelilingi 5 wilayah kabupaten yang berbatasan langsung. Jika dilihat di peta, kondisi ini membentuk suatu garis lurus dari utara ke selatan.
Peta Gunung Slamet
Sejak pertama meletus, Gunung Slamet tidak pernah diam. Letusan gunung Slamet akan membentuk rekahan besar yang membujur dari laut utara ke selatan yang akan diisi air laut hingga menyatu, sehingga wilayah barat dan timur akan menjauh. Mitos Gunung Slamet yang letusannya bisa membelah pulau jawa kerapkali menghantui masyarakat yang percaya. 

Menurut ramalan Sri Aji Joyoboyo yang hidup di awal abad ke-12, pulau Jawa akan terbelah dua akibat amblesnya permukaan tanah yang membujur dari laut utara hingga laut selatan. 
Letusan Gunung Slamet


Misteri Gunung Slamet

Masyarakat sekitar maupun pendaki tentu tidak asing dengan anggapan 'angker' Gunung Slamet. Beberapa legenda mistis ada di dalamnya yang menjadi bumbu cerita di setiap pendakian.

1. Puncak Surono

Merupakan gunung yang masih aktif, Gunung Slamet mempunyai kawah besar yang bernama Segara Wedi (lautan pasir). Puncak Gunung Slamet bernama puncak Surono. Menurut warga sekitar, konon dulu ada seorang pendaki bernama Surono yang meninggal di puncak Gunung Slamet karena jatuh ke jurang dan untuk menghormatinya, terdapat tugu penghormatan di atas puncak Gunung Slamet yang disebut puncak Surono.

2. Makhluk Kerdil

Misteri Gunung Slamet yang tak asing lainnya adalah adanya makhluk kerdil di jalur pendakian Gunung Slamet via Guci. Konon makhluk tersebut dulunya adakan  pendaki yang tersesat dan mencoba bertahan hidup dengan memakan daun hingga lama-kelamaan kehilangan jati dirinya sebagai manusia.

3. Pos Samarantu

Pos 4 - Samarantu berasal dari kata 'Samar' dan 'Hantu' yang cukup terkenal di jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan. Konon banyak makhluk gaib yang akan mengganggu pendaki jika bermalam di pos ini. Pos ini dinamakan Samarantu karena adanya hantu yang samar-samar akan menyerupai manusia ketika mengganggu para pendaki.
Pos 4 - Samarantu

4. Air Terjun Guci

Air Terjun Guci di lereng Gunung Slamet, Slawi merupakan objek wisata sejuk dan nyaman. Konon airnya bisa menyembuhkan berbagai macam sakit kulit. Di balik air terjun Guci dipercaya sebagai sarang siluman Naga Cerek. Banyak yang memanfaatkan sebagai tempat olah batin maupun mencari pusugihan. Juru kunci setempat bisa menyampaikan permintaan pesugihan kepada Naga Cerek dengan ritual khusus yang wajib dilakukan malam Jum'at Legi dan Selasa Kliwon. Namun pesugihan ini tentu ada syaratnya yaitu nyawa anggota keluarga. Banyak pemandu wanita yang siap memberikan jawa pada setiap tamu yang lebih baik tidak dilakukan.
Air Terjun Guci
Itu adalah beberapa misteri di Gunung Slamet. Sampai sekarang masih belum jelas kenapa pendaki Surono begitu dihormati, lalu kenapa hanya pos samarantu yang terkenal angker dan bagaimana asal usul air terjun guci.

Semua itu tetap menjadi misteri Gunung Slamet yang belum terkuak dan semoga saja berdasarkan misteri yang cukup mistis bisa membuat setiap pendaki tidak berlaku yang menyimpang selama melakukan pendakian.


Baca Juga : 
Menguak Sejarah dan Ratusan Situs Purbakala Gunung Penanggungan 
Pendakian Gunung Ungaran 2.050 mdpl via Basecamp Mawar 
Pendakian Gunung Lemongan 1.676 mdpl via Klakah